APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love By Accident

Love By Accident

Akibat satu kesalahan fatal di masa lalu, Liz mengandung anak dari Caden, pria asing yang nyaris tak ia kenali. Tanpa mengetahui kebenarannya, Caden justru menaruh kebencian mendalam dan menuduh Liz telah sengaja menjebak dirinya demi kepentingan pribadi. Setelah bertahun-tahun berlalu tanpa kabar, takdir secara mengejutkan membawa mereka kembali pada pertemuan yang tak terduga. Kini, rahasia besar dan luka lama pun mulai membayangi hubungan mereka kembali.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bocah lelaki itu berlari kecil menuju meja. Tanpa menghiraukan peluh yang bercucur, tangannya terulur untuk mengambil salah satu kue berwarna cerah yang tersaji di atas meja. Seorang perempuan muda segera menahan tangan bocah tersebut.

"Cuci tanganmu dulu, Axel. Setelah pulang sekolah, langsung mau makan kue, kotor banget pasti tuh tangan," tegur perempuan berparas jelita tersebut.

"Mom, kuemu pasti enak sekali. Aku ingin mencicip."

"Cuci tangan dulu baru makan kue. Ganti seragammu juga!"

Wajah Axel menunduk. Ia kemudian segera bergegas berdiri dari duduknya dan berlari menuju kamar.

***

"Mom terlalu cerewet, padahal aku ingin cepat-cepat makan kue. Kalau begini, aku tetap saja nggak bakal kebagian," keluh Axel dalam hati. Setelah berganti pakaian, bocah lelaki berusia tujuh tahun tersebut berjalan dengan wajah cemberut.

"Axel, kenapa, Sayang?" tanya seorang perempuan paruh baya yang berjalan menghampiri bocah itu.

Axel tetap saja berjalan tanpa menjawab. Ia kemudian duduk di kursi. Menopang pipi gembilnya dengan kedua tangan. Di depannya, meja yang tadi penuh kue kini telah kosong.

Mata Axel kemudian berbinar saat melihat sebuah tangan mengulurkan tiga potong kue padanya. Segera ia mengambil kue tersebut. Wajah bocah lelaki tersebut mendongak. Ia semakin ceria saat melihat ternyata perempuan muda tadi yang memberi dia kue.

"Makasih, Mom," tukasnya sambil kemudian melahap kue tersebut dengan cepat. Ia kemudian mengacungkan jempol dan memeluk perempuan yang berdiri tidak jauh darinya tersebut.

Saat Axel kembali sibuk melahap kuenya, wanita yang tadi segera menghampiri si perempuan muda.

"Axel sudah besar sekarang. Dia pasti membutuhkan ayahnya. Kapan kau akan menceritakan tentang dia, Liz?" tanya beliau. Si perempuan muda berambut panjang tersebut menggeleng.

"Dia tidak butuh ayahnya. Aku bisa membesarkan dia sendiri."

"Dia pasti membutuhkannya. Axel juga membutuhkan sosok laki-laki untuk menjadi pembimbing dia."

Perempuan muda bernama Liz tersebut tetap saja menggeleng. Ia bisa membesarkan Axel sendiri. Ia bisa menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak semata wayangnya tersebut.

"Jika kau tidak mau dengan ayah Axel, kau mungkin bisa mencoba dengan pria lain," ujar wanita di samping Liz tersebut lagi.

"Aku tidak membutuhkan pria. Axel sudah memiliki aku, dia tidak butuh orang lain, Bu Emma," sahut Liz dengan nada tegas.

***

Alizza Fahranita. Orang-orang biasa memanggil dia Liz atau Lizza. Dulu ia tidak memiliki kehidupan seperti sekarang. Hidup dulu selalu ia sambut dengan penuh antusias dan keceriaan. Namun, semua berubah sejak hampir delapan tahun lalu. Saat itu, Liz masih muda. Ia baru saja lulus dari mencecap bangku kuliah dan pergi ke kota Gaitenberg untuk mendapat pekerjaan.

Kota Gaitenberg memang adalah kota besar. Banyak pendatang seperti Liz datang ke kota tersebut untuk mendapat pekerjaan lebih baik daripada yang ditawarkan kota asal mereka.

Liz diterima bekerja di sebuah perusahaan. Di hari pertama ia bekerja, beberapa teman kerja mengajak ia pergi ke bar. Ia ingin menolak, tetapi mereka terus bersikeras. Liz tahu jika ia tetap menolak, mungkin mereka tidak akan ada lagi yang mau berkawan dengannya. Namun, kini Liz tahu seharusnya ia tetap menolak. Jika malam itu ia tidak pergi, hidupnya sekarang pasti akan menyenangkan. Ia mungkin telah menduduki jabatan di perusahaan. Tidak bekerja membuat kue di kota kecil sambil membesarkan sendiri seorang anak.

Tidak, ia tidak menyesali keberadaan Axel. Bocah itu seperti mentari yang menyinari kegelapan hidupnya. Axel adalah permata paling berharga yang pernah ia terima. Hanya saja ia menyesal kebodohan yang ia buat, juga orang tua yang telah ia buat kecewa. Ia menyesal tidak bisa memberikan keluarga utuh pada Axel. Seandainya Axel terlahir dalam keluarga perkawinan normal, bocah itu tidak akan kehilangab kasih sayang seorang ayah.

Liz menyeka air mata yang mengalir di pipi tanpa sadar. Akan tetapi, kesalahan sudah terjadi kini. Air yang telah tumpah tidak bisa kembali utuh di dalam gelas. Ia hanya bisa tegar dan terus menjalani hidup.

***

Caden Farrel Ervano tidak pernah melupakan kejadian pada malam delapan tahun lalu tersebut. Saat itu, ia masih begitu muda. Usia baru menginjak angka dua tiga. Malam tersebut ia mabuk berat setelah putus dengan Jasmine, gadis yang selama ini menjadi kekasihnya. Siapa sangka Jasmine ternyata tega untuk mengkhianati cinta mereka yang terjalin semenjak remaja. Gadis itu bahkan menjalin hubungan dengan sahabat Caden sendiri.

Caden menyuruh Jasmine untuk memilih dan nyatanya Jasmine memilih temannya itu.

"Dia lebih baik dan perhatian darimu. Ia bisa memberikan apa yang aku mau," ujar gadis itu saat Caden bertanya alasan.

'Memberikan apa yang dia mau? Apa aku juga tidak bisa melakukan hal yang sama?' geram Caden dalam hati. Kegeraman yang sampai kini masih dia rasakan. Kegeraman yang justru menjerumuskan dia pada hal yang salah.

Malam itu, ia menjadi mabuk. Masuk ke sebuah kamar dan melihat sosok yang dalam pandangan dia adalah Jasmine. Semalam ia dan gadis tersebut menikmati malam bersama dibuai dalam kenikmatan yang tanpa mereka sadari adalah kesalahan besar.

Saat pagi tiba, Caden baru menyadari bahwa gadis yang telah bermalam bersamanya bukanlah Jasmine, melainkan seorang gadis yang bahkan tidak ia kenal. Gadis tersebut juga tampak terkejut dan ketakutan. Segera membungkus tubuh polosnya dengan selimut. Akan tetapi, Caden tetap yakin bahwa gadis tersebut hanya bersandiwara. Sengaja berpura-pura terkejut di depannya agar bisa memeras dirinya. Caden kemudian gadis itu sejumlah uang. Teman tidurnya tersebut berteriak marah dan memaki, berkata tidak mau menerima sepeser uangpun darinya. Akan tetapi, Caden tidak peduli dan segera keluar dari kamar tersebut setelah meletakkan sejumlah uang di tempat tidur.

Mata Caden yang terpejam terbuka. Ingatan delapan tahun lalu tersebut lenyap. Mobil miliknya berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit. Gedung berdinding pualam nan mewah tersebut adalah milik sang kakek dan kini ia adalah pengelola tunggal dari gedung tersebut.

"Ada apa?" tanya Caden saat melihat sang sopir berulangkali melihat padanya. Tony -nama sopir tersebut bukan hanya sopir Caden, dia juga asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Caden-

Tony kembali menatap. Keraguan terpancar di wajah pria itu. Ia berulangkali membuka mulut, seperti hendak berbicara, tetapi tidak ada kata yang keluar.

"Katakan saja ada apa!" seru Caden tidak sabar. Akqn tetapi, Tony tetap saja terlihat ragu.

"Apa gadis itu meminta uang lagi?" tanya Caden kemudian. Dengan perlahan, Tony mengangguk.

Caden berdecak kesal. Semenjak peristiwa delapan tahun lalu, gadis yang tidur bersamanya tersebut tidak melepas dia dan terus meminta uang.

"Beritahu dia. Aku pasti akan memberi uang padanya. Tidak perlu terus menuntut seperti sekarang!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Saat Ara mengungkap kehamilannya, Aldrich justru menyambutnya dengan senyum bahagia yang luar biasa. Ara pun tak menduga bahwa Aldrich memilih langkah besar ini demi menebus segala kesalahan di masa lalu mereka. Meski tetap setia mendukung keputusan sang pria, Ara perlahan menyadari bahwa momen ini bukanlah akhir dari penderitaan. Kehamilan tersebut justru menjadi gerbang pembuka bagi badai konflik baru yang siap menerjang kehidupan mereka berdua secara lebih hebat.
Sampul Novel Berbagi suami
8.7
Demi kemanusiaan, Sofia Marwah dengan tulus merelakan suaminya, Nizam, untuk menikahi Nurmala. Sahabatnya itu kini lumpuh dan sebatang kara setelah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Nizam sendiri terikat janji pada almarhum sahabatnya untuk melindungi Nurmala. Di tengah pengorbanan besar ini, Sofia harus berjuang menghadapi realitas poligami. Akankah ketulusannya berbuah kebahagiaan sejati, atau justru pengkhianatan pahit yang menantinya di masa depan?
Sampul Novel DERITA PERNIKAHAN PAKSA
9.3
Hidup Vivian hancur setelah terikat pernikahan paksa dengan Maximilian Windsor. Setiap hari ia harus menanggung siksaan fisik dan batin yang meninggalkan trauma mendalam. Di tengah penderitaan tersebut, muncul River, pria lembut yang menjadi pelindung sekaligus penyemangat hidupnya. Namun, obsesi Max yang kian gila memicu insiden tak terduga hingga Vivian mengandung anak dari pria yang paling ia benci. Kini ia terjebak di antara cinta tulus River atau Max yang merupakan ayah dari bayinya.
Sampul Novel Kubeli Kesombongan, Gundik Suamiku
8.7
Keysa adalah istri dari seorang abdi negara yang juga berprofesi sebagai dosen serta influencer. Namun, kehidupannya terusik saat ia harus berhadapan dengan Risa, seorang wanita kaya raya yang diduga menjadi selingkuhan suaminya. Meski Risa sangat sombong dengan kekayaannya, Keysa justru bangkit menjadi sosok yang jauh lebih tangguh. Mampukah Keysa membungkam kesombongan Risa dan memenangkan persaingan ini? Simak perjuangan Keysa yang penuh emosi.
Sampul Novel Laksana Senja
7.9
Kehidupan Senja Mahesa yang semula tenang dengan hobi menonton drama Korea berubah drastis setelah ia pindah dari Bandung ke Tangerang. Menghabiskan masa SMA di lingkungan baru, Senja bertemu deretan pemuda tampan yang membawa berbagai peristiwa tak terduga. Rentetan kejadian ini bahkan memicu kekhawatiran mendalam pada ibunya, Utari. Bagaimana Senja menghadapi dinamika hidup yang penuh warna dan tantangan di kota barunya hingga kelulusan nanti?
Sampul Novel MELODI CINTA DI RUANG MUSIK
7.9
Seorang pianis muda berbakat tak sengaja bertemu siswi pindahan baru yang dianugerahi suara vokal mempesona. Keduanya pun memutuskan untuk berkolaborasi demi memenangkan kompetisi musik tahunan di sekolah mereka. Di tengah persiapan intens dan harmoni nada yang tercipta, benih asmara perlahan mulai bersemi di antara mereka. Melalui melodi yang indah, mereka menemukan bahwa perasaan cinta sejati tumbuh jauh lebih dalam daripada sekadar kerja sama musik.