APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love In Bandung

Love In Bandung

Bandung menyimpan rahasia di balik romatismenya. Lisa memendam cinta pada sahabatnya, Reyhan, hingga Louis datang dari Singapura dan merebut hatinya. Saat Lisa dan Louis menjalin kasih, Reyhan justru baru menyadari perasaannya. Namun, sebuah kenyataan pahit muncul menghalangi penyatuan Lisa dan Louis meski keduanya saling memuja. Walau Reyhan mencoba masuk, posisi Louis tak tergantikan. Akankah Lisa memilih salah satu dari mereka, atau justru kehilangan keduanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pada awal perceraian orang tuanya belasan tahun lalu, dia tinggal bersama ibunya di Surabaya. Lima tahun kemudian, ketika berumur tujuh belas tahun, dia memutuskan pindah ke Bandung dan tinggal bersama ayahnya. Sejak saat itu, Bandung menjadi hidupnya, dan tempat ternyaman baginya.

Bunyi dentingan halus membuyarkan lamunannya. Bunyi itu menarik paksa pikirannya untuk kembali dari bayangan masa lalunya.

Lisa dan Rena segera keluar dari lift. Lisa melambaikan tangan ke arah Rena, sebagai tanda dari perpisahan mereka yang sementara.

Alasan mereka berpisah sesaat setelah keluar dari pintu lift, karena mobil mereka diparkirkan di tempat yang berbeda.

Rena memarkir mobilnya di basement, sementara Lisa memarkir mobilnya di lapangan parkir di luar gedung. Sebenarnya Lisa juga mendapatkan fasilitas parkir di basement, sama seperti Rena. Namun, dia tidak menggunakan fasilitas itu, karena dia lebih suka berjalan jauh dari tempat parkir menuju kantornya, dengan alasan untuk kesehatan.

Dia juga tidak biasanya mengendari mobil ke mana-mana. Dia lebih suka naik bus atau kendaraan umum lainnya. Walaupun dia harus ekstra hati-hati terhadap kejahatan yang mungkin terjadi di kendaraan umum, misalnya pencopetan.

Namun, pagi ini jalanan cukup padat, dan terjadi kemacetan panjang. Jadi, dia terpaksa mengendari mobilnya sendiri supaya bisa datang ke kantor lebih awal, dan tidak terlambat karena terjebak macet.

Lisa belum benar-benar pergi dari depan pintu lift itu, sebelum Rena menghilang dari pandangannya.

Dia mulai membalikkan badannya setelah memastikan, jika Rena sudah tidak terjangkau oleh penglihatannya.

Baru saja dia hendak melangkah, tiba-tiba saja manik-manik matanya menangkap seorang laki-laki yang kini tengah berdiri di dekat meja resepsionis di lobi gedung.

Langkah kakinya terhenti dan dia menahan napas, tapi hanya sebentar. Dia memilih untuk tidak mempedulikan orang itu, seolah-olah dia tidak mengenali sosok laki-laki yang baru saja tertangkap oleh penglihatannya. Dia memutuskan untuk mengabaikan orang itu dan kembali melanjutkan langkahnya.

Laki-laki itu melihat Lisa berjalan dengan terburu-buru ke arah pintu utama. Dia tersenyum dan melambaikan tangan kepada Lisa, tapi Lisa mengabaikannya dan malah semakin mempercepat langkah.

"Lisa ...." Seseorang memanggilnya dari arah belakang.

Dia mendengar jelas suara yang memanggil namanya. Namun, tidak ada niatan sedikit pun untuk mendengarkan orang itu.

"Lisa!" Lagi-lagi laki-laki itu memanggilnya dan dia tetap memilih untuk pura-pura tidak mendengar.

Dia terus melangkah ke luar dari gedung dan melangkah semakin cepat ke tempat di mana mobilnya terparkir.

Dia sama sekali tidak mempedulikan bunyi langkah kaki yang kini tengah menyusul langkahnya. Langkahnya semakin cepat untuk meghindar dari laki-laki yang kini masih mengikutinya dan terus-menerus memanggil namanya.

Angin musih hujan menerpa tubuhnya yang kini terbalut jaket hitam. Lisa semakin merapatkan jaket yang dia kenakan. Dinginnya malam semakin menusuk pori-pori tubuhnya.

Gerimis mulai lebat, membasahi wajah cantiknya yang kini tertutup oleh beberapa helaian rambut yang tertiup angin. Butiran air yang jatuh semakin menambah pesonanya.

"Lisa ... tunggu sebentar."

Lisa masih tidak mempedulikan laki-laki yang sejak tadi memanggil namanya.

Berapa ratus kali pun laki-laki itu memanggil namanya, dia akan tetap mengabaikan.

Ketika dia hampir sampai di tempat parkir mobil putih kecilnya, dia langsung mengeluarkan kunci mobil dari saku jaketnya.

Terdengar bunyi piip dua kali tanda pintu mobil sudah terbuka. Setelah itu, dia cepat-cepat masuk.

Saat dia hendak menutup pintu mobilnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang juga menarik pintu mobilnya dari luar. Sehingga dia tidak bisa menutup pintu itu, karena tertahan.

"Bisa kita bicara sebentar, Lisa Lamona?" tanya laki-laki tampan itu, yang kini masih menahan pintu mobilnya menggunakan satu tangan.

Lisa tidak menjawab pertanyaannya, dia malah memilih untuk memalingkan muka.

"Kenapa kamu tidak berhenti saat aku memanggilmu? Apa kamu sedang buru- buru?" tanya laki-laki itu kembali.

"Mau apa?" tanya Lisa dengan nada yang sama sekali tidak terdengar ramah. Malah terdengar jutek dan sinis.

Dia menatap laki-laki tampan itu dengan tatapannya yang sengaja dibuat supaya terkesan tajam dan menusuk.

Laki-laki itu terkekeh pelan sembari menundukkan kepalanya. Rambutnya yang dipotong rapih namun terkesan berantakan sesuai trend, jatuh begitu saja menutupi dahinya.

Hal itu membuat Lisa sulit menahan dirinya untuk tidak terpesona dengan laki- laki yang kini berada tepat di hadapannya. "Jika kamu tidak sedang terburu-buru, aku ingin mengajakmu untuk menemaniku makan malam." Tawaran laki-laki itu sepertinya membuat hati Lisa mulai bimbang.

Sumpah serapah yang dia tujukan untuk laki-laki itu beberapa saat yang lalu, seperti terlupakan begitu saja.

Egonya ingin menolak, tapi hatinya sulit untuk tidak menerima.

'Dasar manusia menyebalkan!' Lisa menggerutu dalam hatinya. Dia mendengus kesal sembari melirik orang di sampingnya, yang kini masih setia berdiri di depan pintu mobilnya.

Laki-laki itu sedang membetulkan rambut bagian depannya, yang menghalangi dahi pari purnanya.

Seulas senyum penuh percaya diri tetap tersungging di bibirnya, seakan dia yakin jika Lisa tidak akan menolak ajakannya.

'Terus saja tebar pesona kaya gitu. Dasar laki-laki narsis!' cibir Lisa dalam hatinya. Lisa masih enggan mengeluarkan suaranya, karena dia masih kesal dengan laki-laki yang berada di depannya.

Karena Lisa tidak menjawab, laki-laki itu memilih untuk melanjutkan perkataannya. "Aku yang akan bayar makanannya. Kamu boleh memilih restoran mana pun yang kamu inginkan."

Belum juga Lisa menjawab ajakannya, tapi dia berkata seolah-olah Lisa akan menerima.

Sejak tadi, Lisa sudah menahan dirinya untuk bersikap tidak peduli, tapi akhirnya dia tidak dapat lagi menahan diri.

"Dasar laki-laki menyebalkan! Reyhan, kamu benar-benar menyebalkan! Ke mana saja kamu selama ini? Kenapa tidak meneleponku atau memberiku kabar?"

Lisa mengeluarkan semua unek-unek yang sejak tadi mengganggu pikirannya dan ingin segera dikeluarkan.

Bukannya merasa bersalah setelah mendengar perkataan Lisa, laki-laki yang diketahui bernama Reyhan itu malah tersenyum lebar. Dia sama sekali tidak terpengaruh perkataan Lisa. Dia bersikap seolah tidak melakukan kesalahan apa pun yang membuat Lisa kesal.

"Jadi kamu mau makan apa, Nona?" Aska bertanya seperti itu seolah Lisa adalah ratunya. Ratu hati maksudnya.

"Aku mau makan bakso beledug!" jawab Lisa dengan ketus.

Dia melipatkan kedua tangannya di depan dada, sembari menatap lurus ke arah mata Reyhan yang sedang memandanginya. Tatapannya masih menunjukkan bahwa dia belum sepenuhnya memaafkan Reyhan.

"Hanya itu?" tanya Reyhan sambil menaikkan sebelah alisnya. "Hm." Lisa hanya berdehem sambil memalingkan muka.

Bukannya memilih restoran yang mahal, Lisa malah memilih makanan di persimpangan jalan alun-alun kota Bandung.

Baso Beledug yang baru saja dia sebutkan, adalah salah satu makanan yang berhasil masuk ke dalam daftar makanan favoritnya.

Reyhan tersenyum penuh kemenangan. Dia sudah menduga, jika wanita menggemaskan itu tidak akan menolak ajakannya. Hal ini membuat rasa percaya dirinya semakin bertambah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Sampul Novel December to January
7.9
Mengapa sebuah perpisahan menyakitkan yang terjadi pada bulan Desember mampu meninggalkan jejak yang begitu mendalam? Saat kalender berganti menuju Januari, bayang-bayang masa lalu itu tetap bertahan dan memberikan dampak besar yang mengubah seluruh tatanan hidup. Kisah ini menelusuri bagaimana duka dan kenangan dari akhir tahun terus menghantui setiap langkah di awal yang baru, menciptakan dilema emosional yang sulit untuk dilepaskan begitu saja.
Sampul Novel GALERI CERPEN PANAS 21+
9.3
Hadir khusus untuk pembaca dewasa, karya ini menyajikan koleksi cerita pendek romansa modern yang menggugah gairah. Setiap kisahnya dirancang secara menarik untuk menemani waktu luang Anda di malam hari, memberikan pelarian sempurna dari rasa sepi. Telusuri setiap bab yang penuh dengan narasi intens dan memuaskan. Koleksi ini menjanjikan pengalaman membaca yang seru serta mendalam bagi Anda yang mencari hiburan berani dalam balutan romansa yang hangat.
Sampul Novel Ibu Mertuaku, Godaanku
8.5
Nathan memulai lembaran baru bersama istrinya, Elira Devina, di tengah kemegahan kota. Namun, kehadiran Seraphine, ibu mertua yang janda dan penuh pesona, menciptakan ketegangan tak terduga. Meski awalnya hanya ada rasa hormat, Nathan mulai merasakan getaran terlarang melalui tatapan dan sentuhan yang tidak sengaja. Di balik kebahagiaan rumah tangganya, tumbuh rahasia gelap yang mengancam segalanya saat batasan antara menantu dan mertua perlahan memudar.
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Hidup Roxelle Clementia Evelyn berubah total saat Hendrik Ou Gang mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris Ou Gang Grup. Setelah bertahun-tahun menderita akibat kemiskinan dan penghinaan, wanita Asia-Amerika ini ternyata cucu yang selama ini dikira telah tiada. Kehadirannya memicu ketegangan besar bagi Margarita dan Donna yang selama ini berkuasa. Mampukah Roxelle memimpin perusahaan finansial raksasa di Kota Luo dan menghadapi intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Memiliki suami dengan karier mapan dan kondisi finansial yang stabil ternyata tidak menjadi jaminan kebahagiaan bagi seorang istri. Meski sang suami mampu menyediakan fasilitas hidup yang sangat layak dan serba berkecukupan, kenyataan pahit justru menghampiri rumah tangga mereka. Ia terpaksa berjuang sendirian untuk menghidupi dirinya sendiri di tengah kemewahan yang ada. Sebuah kisah tentang perjuangan batin dan kemandirian di balik bayang-bayang kemapanan.