APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Madu Untuk Istriku

Madu Untuk Istriku

Dunia Reni runtuh seketika saat Dani memohon izin untuk berpoligami. Meski sedang mengandung, Reni harus menghadapi kenyataan pahit atas permintaan gila suaminya itu. Ia meragukan komitmen Dani yang bahkan sering melalaikan ibadah, namun sang suami terus memohon hingga bersujud di hadapannya. Di tengah rasa muak dan hati yang hancur, Reni menyadari bahwa pria yang ia cintai telah berubah total. Kini, ia terjebak dalam dilema antara mempertahankan rumah tangga atau harga dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Yank, kamu jadi balik kampung?" Dani memeluk Reni dari belakang, meniup-niup leher istrinya itu, hingga Reni merasa geli. Meski banyak pertanyaan yang ingin dia lontarakan, namun Reni memilih untuk menahannya terlebih dahulu. Dia harus benar-benar membuktikan semuanya.

"Iya, Yank. Aku udah kangen ama mereka- bapak dan ibu Reni-. Aku mau di sana seminggu, ya?" Reni berbalik menatap suaminya, dia tampilkan senyum semanis madunya, meski nyatanya hatinya ingin menjerit.

"Baiklah ...." Jawaban dari Dani tak seperti yang dibayangkannya. Biasanya dia akan protes dan dalam dua hari pasti sudah menjemputnya. Tapi, kini dengan mudahnya berkata baiklah. Reni benar-benar kecewa dengan jawaban Dani.

"Boleh?" Sekali lagi ingin memastikan jawaban yang keluar dari bibir Dani, kini matanya menatap lurus ke arah mata suaminya.

"Hu um." Dani mengangguk seraya memeluk istrinya. Tapi, sekilas tadi Reni dapat melihat jika suaminya itu tak berani menatap wajahnya. Reni tersenyum getir, dari sini sebuah kesimpulan dapat dia ambil.

Ingin rasanya dia menangis tapi mati-matian ditahannya. Enggan dia menumpahkan air mata untuk pengkhianat sepertinya.

"Mau dianter kapan?" Apakah cuma perasaan wanita itu, atau memang benar adanya? Dani terlihat begitu antusias kali ini. Bahkan sampai menawarkan diri.

Jelas sekali sebuah senyuman merekah di bibir Dani, tak seberat biasanya, yang akan terus merajuk jika ditinggal lama-lama.

"Bagiamana kalau sekarang?" ucap Reni dengan bibir bergetar. Rasa kecewa sudah menjalar ke seluruh pori-pori tubuhnya. Saat ini, rasanya benar-benar muak saat berdekatan dengan Dani seperti ini.

"Yasudah, kemasi barangmu. Aku mandi dulu." Dani segera beranjak dari dari sisi Reni, meninggalkan istrinya yang masih mematung sepeninggalnya.

Reni terduduk lemas di tepi ranjang, cairan hangat mulai menjalar menetes di pipi. Bahkan perubahan sekecil apapun dari sikap suaminya, Reni bisa mengetahuinya.

"Tidak! Aku tidak boleh kalah dan lemah." Akhirnya, wanita itu bangkit dan segera memasukkan beberapa lembar pakaiannya ke dalam tas. Untuk beberapa waktu, mungkin dia bisa menenangkan hatinya yang tengah bergemuruh.

'Akhirnya ... ada waktu lumayan lama untuk Tari. Aku nggak bakal nyia-nyiain kesempatan ini. Kami berdua sudah cukup lama memendam semua ini. Harus segera dituntaskan. Dan akan kubuktikan bahwa aku tidak bermasalah.' Jika hati telah tertutup nafsu, maka rasa bersalah sudah tidak ada lagi. Hanya pembenaran akan setiap kesalahannya.

'Setelah mengantar Reni, aku harus segera menghubungi Tari. Sudah nggak sabar untuk bercocok tanam di lahan yang subur sepertinya.' Bayangan liar sudah menguasai pikiran dan hati Dani. Tak peduli jika suatu saat akan ada hati yang tersakiti.

"Sudah siap, Yank?" Dengan wajah penuh senyum, Dani menatap istrinya yang sedari tadi duduk tepian ranjang mereka. Entah kenapa senyuman Dani terlihat begitu melukai wanita berumur 27 tahun itu.

"Eh, i--iya," jawab Reni dengan tergagap. Hatinya remuk redam. Ingin rasanya dia bertanya tentang pesan itu dan sikap Dani yang berubah 180 derajat itu, tapi dia belum menemukan cukup bukti.

Meski pesan dari seseorang kemarin sudah dia foto di hapenya, tapi bukti itu belum cukup kuat. Bisa saja suami tak terlalu tampannya itu mencari berbagia alasan untuk mengelak.

Kalau begitu pasti dia akan lebih berhati-hati agar perselingkuhannya tidak tercium olehnya.

Dengan motor matic yang kreditannya masih belum lunas, Dani mengantar Reni untuk mengunjungi kedua orang tua Reni yang rumahnya berjarak dua jam perjalanan.

Sepanjang jalan, tak ada srpatah katapun yang keluar dari bibir Reni, padahal biasany perjalanan begini, mereka banyak ngobrol dan bercanda-canda.

Dani pun sepertinya pikirannya sudah tak sabar ingi menemui pasangan haramnya itu. Dia merasa memiliki lebih banyak waktu yang akan dihabiskan bersama Tari.

"Mas langsung pulang, ya, Dek ...?" Reni benar-benar terkejut. Begitu gampangny suminya itu pamit pulang, tidak menginap dulu seperti biasanya.

Meski pulang sangat pagi karena dia harus masuk kerja, Dani menyempatkan menginap di rumah mertuanya dulu. Dia tidak pernah terburu-buru seperti ini, karena masih ingin berlama-lama bersama istrinya itu.

"Nggak ... nginep, Mas?" tanya Reni lebih tepatnya untuk meyakinkan dirinya sendiri.

"Takut, besok telat masuk kerja, Sayank. Dan juga capek nantinya Mas." Ada saja alasan orang untuk berbohong. Kalau begini Reni sudah tidak bisa mengganggu keputusan suaminya itu.

"Mas pamit sama bapak, ibu dulu, ya?" Dani segera mencari keberadaan mertuanya itu, untuk segera pamit.

Mertuanya sama terkejutnya dengan Reni, tidak biasa-biasanya menantu kesayangannya itu buru-buru pulang.

Dengan jurus seribu alasan, akhirnya Dani dapat terbebas dari pertanyaan-peetanyaan mendetail dari mertuanya itu. Reni hanya terdiam berusaha aamgar tangisnya keluar. Meski rasa sesak dan sakit merayapi hati kecilnya yang rapuh itu.

***

"Aku seneng akhirnya kita beneran bisa kayak gini." Seorang wanita bergelayut manja di dada seorang pria yang bukan suaminya itu.

Sang pria pun merasakan tubuhnya sudah mulai terbakar oleh nafsu dan gairah melihat tubuh setengah telanjang dari wanita selingkuhannya itu.

Mereka berdua adalah Dani dan Tari yang janjian check in di hotel. Tak butuh alasan bagi Tari untuk tidak tidur di tempatnya. Sebenarnya rumahnya tidaklah jauh dari tempat kerja mereka, tapi dia memilih kos dan meninggalkan anaknya bersama kedua orang tuanya.

Tari seorang janda, bercerai dengan suaminya dua tahun lalu, dengan alasan sang suami selingkuh. Miris memang mengingat apa yang akan kedua insan bukan pasangan ini akan lakukan.

Apakah Tari tidak berfikir bahwa mungkin istri dari Dani akan seterluka dirinya ketika tahu suaminya selingkuh dengannya.

Dani sendiri benar-benar sudah terbujuk rayuan setan. Mungkin karena hatinya yang gersang karena tidak pernah ibadah hingga dengan mudahnya bercengkerama mesra dengan wanita yang jelas-jelas bukan istrinya itu.

"Aku juga, Sayang. Aku sudah sangat tidak sabar ingin segera ...." Dani menggantung ucapannya dan memilih untuk tersenyum nakal dan menarik turunkan sebelah alisnya.

Keduanya bertatapan penuh gairah, setan telah menutup mata batin keduanya, hingga tak ingat lagi dengan adanya dosa.

"Tapi, janji ya, Mas. Kalau aku beneran hamil kamu bakal nikahin aku?" Tari ingin memastikan tentang ucapan Dani beberapa waktu lalu. Hamil atau tidak, melakukan zina seperti ini bukankah sama saja berdosa.

"Iya, Sayang. Istriku sudah lama tidak bisa mengandung. Aku yakin rahimnya bermasalah. Aku janji akan nikahin kamu jika kamu beneran hamil." Laki-laki memang penuh muslihat untuk menjerat mangsanya. Sang wanita juga dengan mudahnya menyerahkan dirinya tanpa ada ikatan halal.

Sebesar apapun masalah dalam rumah tangga orang lain, bukan hal benar jika kita masuk dan merusak hubungan yang telah diikrarkan di hadapan Tuhan.

Apalagi menjadi murahan hanya untuk mendapat belaian seorang lelaki. Jangan biarkan orang lain memandang rendah status janda karena perbustan harammu itu.

"Tapi, kamu mau 'kan kalau jadi yang kedua?" Dani berusaha meyakinkan lagi bahwa wanita di sampingnya itu akan menerima sratusnya kelak.

Tari mengangguk mantap, baginya saat ini adalah dia mendapat belaian dari orang lain, "tapi ... kenapa, Mas tidak nuntut cerai istri Mas saja. Kan terbukti dia yang nggak bisa ngasih keturunan?" Namanya manusia pasti ada sifat serakahnya juga.

"Kalau itu ... lebih baik kita mulai saja. Aku benar-benar sudah tidak sabar ingin segera menghasilkan Dani Junior." Tari hanya tergelak mendengar ajakan Dani itu. Baginya terdengar sangat lucu dan menggoda.

Keduanya pun akhirnya tenggelam dalam aktifitas haram yang tidak patut dicontoh. Yang hanya ada setan di antara mereka.

Melupakan hati wanita lain yang mungkin sedang menangis sendirian. Kamar hotel itu menjadi saksi kekejian mereka menodai sebuah ikatan sakral yang bernama pernikahan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Crossing Love
9.6
Miya Tamama adalah gadis polos yang menyimpan trauma masa kecil hingga dunianya kehilangan warna. Di tengah hidup yang kelabu, muncul Tamama Kunai, putra konglomerat sekaligus investor di sekolahnya yang memberi warna baru di hati Miya. Meski mendapat kasih sayang dari kakaknya, dokter Koko Tamama, ternyata ada pria lain yang juga mengamati Miya secara rahasia. Akankah cinta sang pewaris mampu menyembuhkan luka lama dan mengubah takdir hidup Miya selamanya?
Sampul Novel Kesucianku Ternoda
8.7
Dalam perjalanan hidup yang penuh dengan lika-liku, setiap insan hanyalah mampu menyusun rencana dan impian masa depan mereka. Namun, pada akhirnya, ketetapan Tuhanlah yang memegang kendali penuh atas segala sesuatu yang terjadi. Melalui kisah romansa modern ini, kita akan melihat bagaimana takdir bekerja dengan cara yang tidak terduga, melampaui segala niat serta usaha keras manusia dalam menentukan jalan hidup dan akhir dari sebuah perjuangan cinta.
Sampul Novel Lover in Law (Ketika Dua Pengacara Saling Jatuh Cinta)
9.4
Milly merasa hidupnya dipenuhi kesialan sejak harus dimentori oleh Zayn, seorang pengacara senior yang sangat angkuh. Zayn pun membenci Milly yang dianggapnya ceroboh dan keras kepala. Meski awalnya saling muak, kedua pengacara cerdas ini justru terjebak dalam perasaan cinta yang tidak terduga di tengah persaingan profesional mereka. Apakah takdir akan menyatukan dua hati yang keras ini, ataukah ego masing-masing akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Mantan Istri CEO Tampan
8.9
Demi membiayai operasi Andra, Alana terpaksa menerima tawaran mertuanya untuk pergi menjauh selamanya. Ia rela meninggalkan sang suami meski sedang mengandung. Andra yang merasa dikhianati lantas menaruh dendam mendalam dan bertekad membalas sakit hatinya jika mereka bertemu lagi. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Alana kini telah memiliki anak, sementara kebencian Andra masih membara. Akankah cinta lama mereka bisa kembali?
Sampul Novel Mantan Tapi Menikah
8.8
Pertemuan Emily dengan King di acara reuni tahunan membangkitkan luka lama yang belum sembuh. King, mantan kekasih yang sangat ingin dihindarinya, justru muncul kembali dan memberikan tawaran pernikahan yang mengejutkan. Meski Emily sempat bersumpah tidak akan pernah menerimanya kembali, sebuah peristiwa besar memaksanya untuk berubah pikiran. Kini, Emily harus berjuang menjalani kehidupan rumah tangga yang rumit bersama pria yang dulu paling ia benci.
Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan
8.4
Slater Jagger memberikan sebuah perintah yang sangat tidak biasa kepada asisten rumah tangganya. Selain mengurus segala keperluan domestik, sang majikan menuntut pelayanan di ranjang dan konsumsi ASI secara rutin darinya. Sebagai imbalan atas kesediaan memenuhi fantasi dan kebutuhan pribadinya tersebut, Slater menawarkan kebebasan penuh bagi sang wanita untuk menentukan sendiri nilai gaji yang ia inginkan tanpa ada batasan nominal sedikit pun.