APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mafia dalam penjara

Mafia dalam penjara

Seorang narapidana harus menjalani masa hukuman di balik jeruji besi demi menebus dosa masa lalunya. Namun, ia segera menyadari adanya kejanggalan besar yang menyelimuti seluruh area lembaga pemasyarakatan tersebut. Atmosfer yang tidak biasa dan berbagai kejadian misterius mulai memicu rasa curiga yang mendalam. Apa sebenarnya rahasia gelap yang tersembunyi di dalam penjara ini? Ikuti perjalanan penuh aksi dan teka-teki ini hingga akhir cerita.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jeritan

     Tiba tiba aku terperanjat kaget saat sedang menikmati terlelapku menuju alam mimpi.

Karena mendengar suara jeritan kesakitan  disudut lorong sebuah ruangan berjeruji besi.

" arrkh.... Sakit... Sakiiit... "rintihnya

" jangan... Jangan lakukan itu"

Teriaknya sambil menangis  kesakitan.

Aku semakin kaget dan seketika itu juga rasa kantukku langsung  hilang.

Aku jadi  penasaran  apa  yang  terjadi  dan  siapa  yang  menjerit jerit kesakitan  itu.

Aku  segera  membangunkan temanku  yang sedang  tidur  di sebelahku.

Tampaknya  dia  sama sekali tidak terganggu  dengan  suara  jeritan itu,

Atau,,, seperti  yang  sudah  bisa kuduga, dia hanya  berpura-pura  tidak  mendengarnya.

"hei.. Hei...  Bangun!  Ayo bangun!." Kataku sambil  menepuk nepuk kedua  kakinya.

Tapi dia sama sekali  tidak  membuka  matanya.

Aku goyangkan badannya berkali kali pun dia  tetap tidak   mau  bangun.

"kau ini tidur  atau  pura-pura  tidur! " Bentakku

Tapi tetep  saja dia tidak  mau  bangun.

Akhirnya  aku turun  dari  ranjang  tempat  tidurku untuk  mencari  tahu  sendiri  apa yang  sedang  terjadi.

" hei,,,, kau dengar  tidak  orang  yang  menjerit  jerit  itu?"

Tanyaku kepada   orang di sebelah  ruangan  sel ku, yang kayaknya dia juga sedang mencari tahu apa yang sedang terjadi.

"Kurang tahu,, tapiii,, kita lihat saja besok atau lusa, paling seperti  biasa"

Katanya dengan raut  muka sedikit cemas tapi dia berusaha  untuk  tenang.

"sudah... Kau tidur lagi saja, kita tidak  akan  dapat  informasi apa  apa  kalau  hanya  berdiri disini.

Nanti  kita  biasanya  dapat  berita ini itu kalau  lagi  pas kumpul  kumpul,

Sudah...!  Tidur  lagi  sana!

Lagian yang  lain  juga pada tidur...!" Katanya  sambil naik lagi  keatas  ranjang  tempat  tidurnya.

Aku tetap penasaran apa yang sedang terjadi.

aku ingin bertanya pada orang-orang yang lainnya tapi seperti yang dibilang teman di sel sebelahku, semuanya pada tidur pulas atau lebih tepatnya seolah-olah pada tertidur pulas.

Aku semakin tidak mengerti dengan situasi ini.

kadang aku sering merasa aneh bahkan heran dengan orang-orang di penjara ini, tempat di mana aku harus mempertanggungjawabkan perbuatan ku.

karena hampir di setiap situasi, situasi apapun itu, mereka lebih memilih untuk tutup mulut, berpura-pura tidak tahu bahkan terkesan acuh.

walaupun ada di antara mereka yang teraniaya, terluka, menderita, atau bahkan jadi orang stress.

Mereka tetap bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

pernah aku melihat salah seorang dari mereka tangannya di perban dan merintih menahan kesakitan selama berhari-hari, tapi semua orang hanya acuh.

Dan jikapun  ada yang melihat, dia hanya melihat sekilas lalu segera memalingkan muka dengan berpura-pura bersikap tenang dan tidak peduli.

seolah-olah raut muka mereka menggambarkan bahwa apa yang terjadi jangan sampai terjadi pada diri mereka, dan mereka akan melakukan apapun supaya mereka bisa selamat dan tidak mengalami hal yang sama seperti yang dialami teman satu penjara nya itu.

Begitulah kira-kira situasi yang kualami sekarang, sejak aku mendekam di penjara beberapa tahun yang lalu.

Memang tidak semuanya bersikap seperti itu. ada beberapa diantara mereka yang menunjukkan rasa kepedulian nya, rasa ibanya dan simpatinya.

Tapi itu pun hanya sebatas kata-kata supaya bersikap sabar dan menerima apa yang sudah terjadi sebagai bagian dari konsekuensi hidup di penjara.

yah.. penjara yang paling aneh, dan yang paling tidak kumengerti dengan situasi dan kondisi yang ada di dalamnya.

Karena hampir semua orang-orang yang mengalami penderitaan,  entah itu penyiksaan, kelaparan bahkan sampai pemotongan anggota tubuh pun tidak ada yang memperdulikan nya.

dan semuanya bersikap seolah-olah tidak terjadi sesuatu apapun termasuk dengan teman satu sel ku.

Bahkan menurutku dialah yang paling acuh dan cuek diantara semuanya.

paling tidak punya kepedulian termasuk dengan diriku yang menjadi teman satu selnya.

Pernah aku bertanya kepadanya tentang sikapnya yang seperti itu, dan itu ku tanyakan berulang-ulang karena orangnya tidak juga mau menjawab.

Dan akhirnya dia mau bicara setelah aku mengancam akan membunuhnya.

"Supaya aku selamat sampai waktunya aku bebas nanti,,,, dan kuharap kau juga seperti itu." bisiknya ke telingaku.

Sebuah jawaban yang menurutku sangat menyebalkan, egois, sebuah jawaban yang menggambarkan sifat yang hanya mementingkan diri sendiri dan keselamatannya.

Sebuah sikap yang menurutku tidak pantas dimiliki seseorang walaupun dia hidup  sebuah masyarakat dan alam bebas.

Apalagi di dalam sebuah penjara yang kehidupannya jauh berbeda dibandingkan dengan kehidupan yang lainnya.

          Sungguh sikap dan pendirian teman satu sel ku itu jauh berbeda dengan prinsip hidupku. dimana kerja sama,  solidaritas yang tinggi,  serta kejujuran adalah kunci utama dalam setiap pencapaian hidup,  bahkan pencapaian dalam menggulingkan sebuah kekerasan tirani sekalipun.

Dengan wajah yang masih cemberut karena berusaha menahan emosi,  aku bertanya lagi pada teman satu sekolah itu.

"lalu,  apa yang sebenarnya sedang terjadi ditempat ini ?" Tanyaku dengan berbisik pelan.

"tidak ada apa apa ! " bisiknya lagi.

Mataku terbelalak mendengar kata kata yang keluar dari mulutnya. 

Rasa keheranan bercampur dengan emosi yang bergemuruh dalam dadaku ini,  hampir saja membuatku hilang kendali.

Bagaimana bisa dia berkata seperti itu.

Dengan semua kejadian yang kulihat dan Ku dengar dengan mata dan telinga ku sendiri. orang orang yang kondisi  badannya baik baik saja tiba tiba keesokan harinya harus diamputasi dengan alasan mengalami kecelakaan.

orang orang dengan kondisi yang waras saat datang ke penjara ini tiba tiba menjadi orang yang linglung  dan menjadi setengah gila, dan ketika ditanyakan alasannya pihak pihak pengelola penjara serta sipir sipirnya hanya mengatakan bahwa mereka tidak terbiasa dengan linkungan barunya,

mentalnya lemah, psikisnya sudah bermasalah sebelum dia dipenjara, dan alasan alasan yang lainnya.

bagaimana bisa dia berkata seperti itu,bagaimana bisa?

emosiku sudah tidak tertahankan lagi.

aku mendekati teman satu selku itu,

lalu menjambak bajunya dan dengan kepalan tanganku, aku sudah siap untuk menghajar mukanya.

tapi seperti biasa, dia tidak menanggapi emosi serta tindakanku itu.

malah dengan senyumannya yang lembut, serta tulus itu,

dan yang kuyakini, bahwa itu bukanlah sebuah kepura puraan, dia melepaskan genggaman tangaku, lalu dia naik keatas ranjang, tidur miring dengan membelakangiku.

sebuah sikap yang sama  dan selalu berulang ulang,

jika diantara kami sedang bentrok atau beradu argumen. teman satu selku selalu lebih memilih mengalah dan tidak menanggapi luapan emosiku.

sikap yang menurutku memang lebih dewasa tapi juga sangat mengecewakan, apalagi menyangkut hal hal yang sedang kami bicarakan tadi.

dengan emosi yang masih tertahan, aku mendekati teman satu selku itu dan berbisik pelan ditelinganya

"kau manusia paling egois...!  bisikku

dan aku tidak mendapatkan tanggapan apa apa darinya, melainkan hanya sebuah anggukan kecil.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Dahulu Jenni hanyalah wanita lemah yang menjadi korban perundungan serta dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Kini, ia telah bertransformasi menjadi sosok yang tangguh dan tak tergoyahkan. Didorong dukungan penuh sahabat setianya, Jenni bertekad membuktikan kekuatannya melalui rencana balas dendam yang matang. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama. Simaklah perjalanan Jenni menuntut keadilan.
Sampul Novel Calamity Of Love
9.4
Camilio Danielle Osvaldo adalah jenius ber-IQ 150 dengan prestasi militer gemilang. Namun, patah hati mendalam akibat ditinggal wanita tercinta mengubah hidupnya. Mike, petinggi Black Nostra, mengajaknya bergabung ke sindikat mafia global tersebut. Meski awalnya menolak karena nurani, Camilio akhirnya luluh setelah melihat solidaritas luar biasa di sana. Di balik aksi kriminal, ia menemukan kehangatan keluarga yang tak terduga dalam kelompok tersebut.
Sampul Novel Dear Clarissa
7.9
Dua tahun di Jakarta, Clarissa berjuang menjaga diri saat bekerja di dunia malam. Namun, misinya terancam sejak Arga hadir sebagai pelanggan tetap yang obsesif. Meski Clarissa benci laki-laki dan berusaha menjauh, kekuasaan Arga membuatnya sulit lepas. Arga harus berjuang keras menaklukkan hati Clarissa sambil menghadapi penolakan saudaranya yang memicu konflik besar. Akankah Clarissa menyerah pada pria yang kini terus menguntit hidupnya itu?
Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Upaya Laras melarikan diri dari rumah berubah menjadi mimpi buruk saat ia dan ketiga buah hatinya diculik oleh seorang sopir travel. Di dalam penyekapan yang penuh siksaan, Laras harus menelan pil pahit kehilangan salah satu anaknya. Tragedi ini memicu dendam membara dalam dirinya. Ia bertekad mengungkap dalang serta motif keji di balik penderitaan mereka. Mampukah Laras menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa dan lolos dari jeratan maut yang mengancam nyawa?
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)
8.2
Queenza Mikayla Anya terjebak dalam pernikahan balas budi yang menghancurkan keceriaannya. Setiap hari ia harus menanggung luka fisik dan mental akibat kekerasan yang ia alami. Di tengah penderitaan tersebut, sebuah insiden tak terduga membawanya bermalam dengan sang kakak ipar. Benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, memicu dilema besar bagi Queenza. Akankah ia tetap bertahan di pernikahan beracun ini atau memilih berpaling pada kakak iparnya yang selalu ada?
Sampul Novel Pejuang LDR
8.8
Rencana pernikahan Dissa dan Daniel terancam saat Daniel memilih menjadi dokter relawan di medan perang Gaza. Hubungan jarak jauh mereka awalnya lancar, namun Daniel tiba-tiba hilang kontak. Di tengah kekhawatiran, Dissa menerima foto Daniel bersama Jesika, mantan sahabatnya. Dissa pun bimbang apakah harus membatalkan pernikahan atau tetap percaya, tanpa mengetahui fakta sebenarnya yang menimpa Daniel di sana. Akankah cinta mereka bertahan di tengah konflik dan kecurigaan?