APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malam Panas Bersama Mafia Dingin

Malam Panas Bersama Mafia Dingin

Amora Nouline selalu hidup di bawah bayang-bayang kakaknya, Alana, karena pilih kasih sang ibu. Saat ayahnya sakit parah dan butuh biaya besar, ibu dan kakaknya justru tega mendesak Amora menjual diri. Demi kesembuhan sang ayah, Amora terpaksa setuju meski hatinya hancur. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang mafia dingin yang sangat berkuasa. Meski pria itu berwajah tampan, aura kejamnya membuat Amora dilingkupi rasa takut yang luar biasa malam itu.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Bu, sebenarnya Ayah sakit apa?" tanya Alana.

"Iya Bu, kenapa Ayah tidak sembuh-sembuh padahal sudah diberikan obat dari apotik," kata Amora.

"Entahlah, Ayah kalian hanya mengeluh sesak nafas dan batuk makanya Ibu berikan obat batuk,"

Setelah lama menunggu, akhirnya dokter pun keluar dari ruangan ICU!

"Dokter, bagaimana keadaan suami saya?" tanya Bu Maria.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan Pak Billi menderita kanker paru-paru dan sudah stadium tiga!"

"Apa?" serempak.

"Kanker? Pe-penyakit mematikan itu?" tanya Bu Maria.

Ketiganya langsung shock dan lemas begitu mengetahui penyakit yang diderita oleh Pak Billi bukanlah penyakit yang bisa dianggap remeh! Belum lagi darimana mereka akan mendapatkan biaya untuk pengobatan Pak Billi lebih lanjut.

"Nyonya, secepatnya kita harus dilakukan beberapa jenis pengobatan untuk mematikan sel-sel kanker tersebut, sebelum menyebar lebih jauh lagi!"

"Berapa biayanya kira-kira dok?"

"Nanti akan ada perawat yang memberikan rinciannya, saya permisi dulu!"

"Baik, terimakasih dokter,"

Bu Maria hanya bisa menangis setelah mendengar vonis kanker pada Pak Billi, darimana mereka mendapatkan biaya untuk pengobatan Oak Billi? Sementara untuk makan saja mereka pas-pasan.

"Bu, Ibu tenang ya! Besok Mora akan secepatnya mencari pekerjaan,"

"Tapi Mora, mencari kerja itu tidak segampang itu kau belum tentu cepat mendapatkan pekerjaan belum lagi menunggu gajian, itu sangat lama," kata Bu Maria.

Sementara sejak tadi Alana tengah berpikir keras demi mendapatkan uang untuk kesembuhan Ayahnya, saat ketiganya sedang membahas masalah biaya, seorang perawat datang dengan membawakan beberapa lembar berkas yang harus mereka ketahui dan tandatangani.

"Permisi, dengan keluarga Bapak Billi,"

"Iya saya isterinya sus, mengenai penanganan untuk penyakit yang diderita oleh Pak Billi, berikut rincian biayanya Bu! Dan pihak keluarga diminta untuk melakukan pembayaran dimuka agar pasien bisa segera mendapatkan pengobatan lanjutan!" kata suster tersebut sambil menyodorkan berkas tersebut.

Baru melihat rincian biaya diawal saja sudah membuat kepala Bu Maria pusing tuju keliling, apalagi dilembar berikutnya! Banyaknya rangkaian dan tahapan pengobatan bagi pasien kanker paru-paru stadium tiga ini, membuat biaya yang harus dikeluarkan juga tidak main-main jumlahnya luar biasa besar.

"I-ini tidak salah suster? Sebanyak ini?"

"Ini belum semuanya Bu, ini baru rincian biaya langkah pengobatan awal saja,"

"Ya Tuhan, baru biaya diawal saja sudah 50 juta darimana aku membayar semua ini?"

"Kami sangat mengerti biayanya sangat tidak sedikit, karena itu pihak rumah sakit memberikan keringanan untuk pihak keluarga membayar uang muka saja dulu baru nanti biaya-biaya kedepannya bisa mulai dicicil dari sekarang, yang terpenting ada yang masuk dulu agar pasien bisa secepatnya mendapatkan pengobatan!" kata perawat tersebut.

"Saya akan carikan uang muka pengobatan suami saya sus, tapi tidak hari ini!"

"Baik Bu, nanti silahkan datang ke bagian administrasi saja jika akan melakukan pembayaran, kalau begitu saya permisi dulu!"

"Iya sus, terimakasih,"

Setelah perawat pergi, Bu Maria pun menangis tersedu-sedu.

"Bagaimana ini Lana, Mora, darimana kita akan mendapatkan uang sebanyak itu? Itu baru biaya diawal saja, bisa ratusan juta jika pengobatan itu dalam jangka lama, Ibu tidak sanggup,"

Hiks..Hiks..

"Ada satu cara Bu, kita bisa mendapatkan uang dalam jumlah banyak dengan cara cepat,"

"Benarkah Lana? Katakan pekerjaan apa yang bisa menghasilkan uang banyak dalam waktu cepat?"

"Bekerja di rumah bordil," kata Alana.

"Rumah bordil?" tanya Bu Maria dan Amora.

"Bukankah itu tempat para wanita menjual diri Alana?"

"Iya Bu, salah seorang temanku ada yang menjual diri dan hidupnya sangat glamor,"

"Ta-tapi Ibu tidak mungkin menjual diri, mana ada laki-laki yang mau dengan wanita tua dan keriput seperti Ibu,"

"Bukan Ibu, tapi Amora," kata Alana sambil menunjuk kewajah lugu adiknya itu.

"A-apa? Maksud kakak apa? A-aku jual diri? Tidak kak, aku tidak mau!" kata Amora dengan histeris.

"Lalu kau mau aku yang menjual diri? Dengar Mora, masa depanku terlalu cerah untuk dipertaruhkan menjadi pekerja di rumah bordil, sementara kau? Selama ini kau dibiayai sekolah oleh Ayah dan Ibu, oleh keringat mereka karena kau tidak bisa sepintar aku dan tidak bisa mendapatkan beasiswa seperti aku! Sekarang Ayah sedang membutuhkan baktimu Mora, kau mau Ayah meninggal?"

Amora langsung menangis dan bersujud dibawah telapak kaki Bu Maria.

"Bu, Mora tidak mungkin melakukan pekerjaan hina itu Bu! Amora takut Bu!"

"Mora, maafkan Ibu! Tapi yang kakakmu katakan itu benar, selama ini hanya kami yang selalu memberikan uang untuk kebutuhan makan, sekolah, dan ongkos berangkat sekolahmu! Apa kau tidak ingin membalas semua yang sudah kami keluarkan demi kesembuhan Ayahmu?" tanya Bu Maria.

Benar-benar Ibu dan kakaknya itu menjadikan Amora sebagai target dari busur panah keduanya, Bu Maria benar-benar tega menyetujui saran gila dari Alana tanpa sedikitpun memikirkan masa depan dan hancurnya nasib Amora ketika dirinya harus menyerahkan kesucian dari tubuhnya yang sangat amat berharga hanya untuk para laki-laki tua hidung belang di tempat hina itu.

"Bu, Mora janji akan bekerja seumur hidup Mora demi melunasi biaya rumah sakit Ayah, tapi tolong jangan meminta Mora menjual diri!"

"Kau mau bekerja apa dengan ijazah dan otakmu yang dibawah rata-rata itu Amora? Tolong kau harus sadar diri, pendidikanmu hanya sampai SMA mau sekeras apapun kau bekerja gajimu tidak akan pernah bisa mencicil biaya rumah sakit, dan satu hal lagi kita butuh uangnya sekarang juga!"

Hiks..Hiks..

"Sudahlah Bu, dari sini kita tau jika Amora memang tidak bisa berbakti bahkan demi menolong Ayah saja dia tidak mau! Kalau saja aku tidak sedang kuliah dan masa depan dihadapanku sangat cerah ketika lulus nanti, mungkin Lana yang akan menjual diri Lana sekarang juga demi kesembuhan Ayah,"

Disingkirkannya Amora yang tengah bersujud dibawah kakinya boleh Bu Maria kemudian Bu Maria pun memeluk erat Alana.

"Ibu seperti hanya memiliki satu putri selama ini Lana,"

Kata-kata yang sangat amat menyakitkan terdengar oleh kedua gendang telinga Amora, rasa-rasanya mau sejuta kebaikan yang telah dilakukan oleh Amora selama ini tetap tidak akan pernah terlihat Dimata Ibunya.

Amora bangkit kemudian menghapus air matanya.

"Baiklah, kapan aku kalian bawa ke sana?" tanya Amora yang sudah berpasrah terhadap nasib dan suratan takdirnya.

Bu Maria dan Alana pun langsung bersama-sama menghampiri Amora.

"Kau yakin Mora?" tanya Bu Maria.

"Memangnya aku bisa menolak? Tidak bukan? Harus aku disini yang menjual diri karena aku tidak pintar dan selalu merepotkan Ibu dan Ayah, kini saatnya aku akan membalas budi kalian!"

"Besok malam, biar kakak yang antar," kata Alana dengan tanpa rasa bersalah sama sekali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ann The Innocent
7.8
Ann Arthurian adalah gadis jenius yang malang. Ia sering dicap sebagai anak pembunuh karena ayahnya menghabisi nyawa ibu angkatnya. Setelah kehilangan nenek, Ann menderita akibat perundungan di asrama. Namun, takdir berubah saat ia bertemu putra mafia yang menemukan buku miliknya. Kehidupan Ann berbalik total ketika ia bergabung dengan tim ilmuwan untuk memecahkan kode rahasia negara. Di tengah misi besar itu, kebenaran tentang asal-usul keluarganya yang kelam mulai terungkap.
Sampul Novel Black Eagle
9.0
Fattan tak punya tujuan hidup sampai ia terpikat oleh binar mimpi di mata Cantika, siswi berprestasi yang terancam kehilangan beasiswa akibat ulah kakaknya. Hubungan benci jadi cinta pun terjalin di antara mereka. Namun, sebuah konspirasi licik menghancurkan segalanya, memicu kebencian mendalam di hati Cantika. Sang dalang di balik layar berhasil menyeret sepasang kekasih ini masuk ke dalam pusaran dunia mafia yang gelap dan penuh bahaya.
Sampul Novel Jalan Raih Mahkota
8.8
Richard Ahmed mengkhianati pertunangan kami dengan berselingkuh bersama Eva Marsh. Eva bahkan mengirimkan video mesra mereka yang didukung penuh oleh keluarga Richard. Melihat penghinaan itu, saya menghubungi ayah saya, seorang bos sindikat kriminal besar, untuk menyiapkan pembalasan melalui siaran langsung di media sosial. Namun, bantuan itu menuntut syarat besar: saya harus kembali ke Zlomont dan memimpin Brooks Group sebagai kepala barunya.
Sampul Novel Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore
8.4
Felix Salvatore dilingkupi dendam membara terhadap Veronica Reager, putri musuh yang ia tuduh sebagai penyebab kematian ibunya. Felix memberikan pilihan kejam pada Veronica: menikah dengannya atau menghadapi maut. Namun, niat menyiksa sang istri perlahan goyah saat benih cinta mulai tumbuh di tengah konflik. Akankah Felix tersadar bahwa ada kesalahpahaman besar di balik tragedi masa lalunya sebelum dendam menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Keturunan Terakhir!
9.5
Zha, ketua mafia Legion Of Death yang dijuluki Gadis Pecinta Asap, berambisi memburu keturunan terakhir Klan Jangkar Perak demi membalas dendam kematian ayahnya. Pencariannya hanya berbekal petunjuk tato jangkar misterius. Namun, sebuah insiden peluru mengungkap keberadaan chip manipulasi yang tertanam di tubuhnya sejak bayi. Saat chip itu diangkat, tato jangkar justru muncul di kulit Zha sendiri. Siapakah pewaris sejati yang ia cari? Zha kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Sampul Novel Mahkota Murka
8.3
Pasca diselamatkan Amelia Hopewell, Edmund Nash justru membalas budi dengan menghancurkan bisnis keluarga penyelamatnya itu. Saat ayah Amelia kritis, Edmund yang ternyata bos kriminal kejam sengaja menutup akses dana demi menuruti kemauan Rosalyn. Amelia terkejut mendapati tunangan tercintanya adalah dalang di balik penderitaannya selama tiga tahun. Dipenuhi amarah atas pengkhianatan keji ini, Amelia segera mengerahkan pasukannya untuk menghancurkan Edmund dalam waktu tiga hari saja.