APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mantu Kurang Ajar

Mantu Kurang Ajar

Terinspirasi dari realitas kehidupan rumah tangga, kisah ini menyoroti perjuangan seorang menantu yang kerap disudutkan. Saat dirinya mencoba melawan ketidakadilan dan membela diri dari perlakuan buruk mertuanya, ia justru mendapatkan label negatif sebagai sosok yang tidak tahu sopan santun. Drama ini menggambarkan konflik batin dan stigmatisasi sosial yang menyakitkan ketika upaya mempertahankan harga diri dianggap sebagai tindakan kurang ajar.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ketika duduk di meja makan, aku menyendok mie dengan perlahan, air mata tak terasa menggenang di pelupuk mata. Aku tidak ingin terlihat lemah atau mengeluh di depan siapa pun, tapi kali ini rasanya tak tertahankan.

Saat itu, tanpa kusadari, Bang Hanif masuk ke dapur, melihatku dengan raut wajah yang cemas. "Tar, kamu kenapa?" tanyanya pelan, duduk di sampingku sambil menggenggam tanganku.

Aku menunduk, berusaha menyembunyikan air mata yang sudah menetes. "Aku nggak apa-apa, Bang," bisikku dengan suara parau. Namun, hatiku berkata sebaliknya, ingin mencurahkan semua perasaan yang kupendam.

Bang Hanif memandangku dalam-dalam. "Tar, kalau ada apa-apa bilang ke Abang. Jangan pendam sendiri."

Aku menelan ludah, mencoba merangkai kata yang sulit kuutarakan. "Bang ... aku merasa ... kalau aku nggak pernah dianggap ada di rumah ini. Kadang aku merasa sendirian, Bang. Aku berusaha buat baik sama semuanya, tapi mereka seolah nggak peduli. Padahal tadi pagi Ibu tahu aku lagi nggak enak badan ... tapi dia seolah melupakanku. Bahkan sekadar membelikan makan saja, dia tak ingat." Suaraku bergetar, dan kali ini aku tak mampu lagi menahan isak kecil.

Bang Hanif menghela napas panjang, lalu ia menggenggam tanganku lebih erat. "Mungkin tadi mereka lupa, Tar ... atau mungkin mereka pikir kamu nggak suka nasi bungkus, atau khawatir nasinya keburu basi kalau nggak dimakan langsung," ujarnya.

Mendengar jawaban itu, hatiku terasa semakin terluka. Entah kenapa, kata-kata Bang Hanif justru menambah rasa kecewaku. Seolah-olah, secara halus ia menyiratkan bahwa sikapku yang keliru, bahwa aku mungkin berlebihan dalam merasakan ini semua. Diam-diam aku berharap suamiku lebih memahamiku, tetapi yang kurasakan saat ini hanyalah jarak yang mulai tercipta.

=====

Demamku baru saja reda kemarin, badan terasa lebih ringan. Namun, giliran Bang Hanif yang terserang flu. Semalam dia merasa sekadar lelah biasa, tapi pagi ini ia terbangun dengan hidung tersumbat dan kepala berat.

"Nif, kamu nggak usah buka bengkel dulu, ya," ujar Ibu mertua dengan lembut, mendekati Bang Hanif yang duduk bersandar di sofa dengan wajah kusut. "Kamu istirahat saja, biar badanmu cepat pulih."

Bang Hanif hanya mengangguk pelan, kepalanya disandarkan ke belakang, matanya terpejam. Melihatnya anaknya sakit, Ibu mertua tampak begitu khawatir.

Aku hanya duduk diam, memperhatikan interaksi mereka. Dalam hati, ada perasaan ganjil yang sulit kujelaskan. Kemarin saat aku sakit, hampir saja jatuh di dapur karena badan lemas, tapi ibu mertua hanya melihat sekilas dan kembali sibuk dengan kegiatannya. Tak ada perhatian, tak ada ucapan agar aku istirahat. Bahkan, aku harus mencari makan sendiri. Perbedaan itu begitu terasa.

"Kalau flu begini kamu harus makan yang hangat-hangat, Nif" ujar Ibu mertua tiba-tiba, menyadarkanku dari lamunan. Lalu, ia menoleh padaku. "Tari, buatkan suamimu bubur sama sup dan jangan lupa siapkan air panas buat diminum."

"Iya, Bu," jawabku patuh.

Segera, aku melangkah ke dapur. Sambil menyiapkan bahan-bahan untuk bubur dan sup, pikiranku melayang-layang. Aku berusaha memahami, wajar memang kalau ibu mertua lebih perhatian pada anaknya sendiri. Mungkin aku tak seharusnya berharap banyak.

Namun, aku sudah resmi menjadi bagian dari keluarga ini. Statusku sebagai menantu seharusnya berarti aku juga diperhatikan. Namun, kenyataannya, aku merasa seperti orang asing, tetap dianggap orang lain.

Dari balik pintu dapur, aku mengintip ibu mertua yang masih duduk di dekat Bang Hanif, berbicara pelan padanya. Aku menarik napas panjang, mencoba menghilangkan rasa sepi di hatiku. Setelah semua siap, aku membawa semangkuk bubur dan sepiring sup hangat ke meja.

"Bang, makan dulu, ya," ucapku lembut pada Bang Hanif sambil menyodorkan mangkuk bubur. Ibu mertua tersenyum puas, seolah lega melihat anaknya dirawat dengan baik.

"Makasi, Tar," ujar Bang Hanif, matanya sedikit terpejam. Aku hanya tersenyum kecil sambil duduk di sampingnya, memastikan ia benar-benar makan. Ibu mertua tersenyum puas, lalu meninggalkan ruangan ini menuju warungnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Tak Terbalas
7.9
Demi biaya pengobatan adiknya, Raisa Putri terpaksa menikahi Rangga, pria yang tengah koma. Selama dua tahun, ia merawat Rangga dengan tulus hingga benih cinta tumbuh di hatinya. Namun, saat Rangga terbangun, kenyataan pahit menghantam. Rangga tetap terpaku pada mantan kekasihnya, Aulia, dan hanya menganggap Raisa sebagai pelayan belaka. Merasa cintanya bertepuk sebelah tangan, Raisa memilih untuk meminta cerai. Akankah Rangga menyadari kehilangan tersebut?
Sampul Novel KALIAN SIAPA?
8.2
Amelia adalah pewaris kaya yang kondisi mentalnya hancur akibat penghinaan dari keluarga palsu di tengah kebohongan besar. Di sisi lain, Bima mengalami keterpurukan setelah dikhianati istrinya sendiri. Pertanyaan mengenai identitas diri menghantui Amelia dalam pencarian jati diri dan cinta tulus. Akankah takdir menyatukan dua jiwa yang terluka ini untuk mengungkap kebenaran, menyembuhkan luka masa lalu, serta menjalin ikatan sakral yang sejati?
Sampul Novel Kompilasi Cerpen Dewasa
9.1
Antologi ini menyajikan kumpulan cerita pendek romansa dewasa yang mengeksplorasi lika-liku hubungan penuh gairah. Menampilkan berbagai karakter dari latar belakang profesi berbeda, pembaca akan dibawa menyelami pengalaman intim yang emosional bersama pasangan mereka. Setiap kisahnya dibumbui konflik tajam antara tokoh protagonis dan antagonis yang mendebarkan. Selain menghibur, narasi di dalamnya memberikan wawasan tentang dinamika cinta dan pesan moral yang bermakna bagi setiap pembaca.
Sampul Novel Perang Ego Dalam Jodoh Paksa
7.9
Alina Darya, yatim piatu yang berjuang menghidupi neneknya, terjebak dalam nasib buruk setelah berselisih dengan pria kaya bernama Rayan Syahmir. Rayan yang angkuh dan merasa terhina nekat membalas dendam dengan memaksa Alina masuk ke pernikahan tanpa cinta. Meski hidupnya hancur, Alina tetap bertahan dalam doa. Namun, kebencian Rayan perlahan berubah menjadi ketertarikan yang tak terduga. Mampukah cinta tumbuh di tengah ego dan luka yang mendalam?
Sampul Novel Pernikahan Kedua (Cinta Sejati)
7.9
Gadis terpaksa menyandang status janda muda setelah diceraikan Devano hanya dalam sembilan hari demi sepupunya sendiri. Mencoba bangkit dari pengkhianatan, ia memilih melanjutkan studi ke Jepang untuk menata kembali hidupnya. Di sana, Gadis justru jatuh cinta dan menikah dengan dosennya, Yamazaki Kento. Namun, bayang-bayang wanita dari masa lalu Kento mulai menguji kesetiaan mereka. Akankah pernikahan kedua ini menjadi pelabuhan terakhir bagi hati Gadis?
Sampul Novel Pernikahan Sebatas Status
8.0
Demi menyelamatkan rumah warisan orang tuanya, Jingga terpaksa masuk ke dalam kesepakatan rumit. Di sisi lain, Ganendra yang kaya raya membutuhkan istri kontrak untuk membentengi dirinya dari kejaran para wanita simpanan yang haus harta. Meski awalnya hanya pernikahan di atas kertas untuk kepentingan masing-masing, benih perasaan mulai tumbuh. Hubungan yang semula hanyalah sandiwara belaka kini perlahan berubah menjadi ikatan cinta yang nyata dan mendalam.