APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mari berpisah, Mas

Mari berpisah, Mas

Hanif terkejut saat sang istri mendadak melayangkan gugatan cerai tanpa alasan yang jelas. Keretakan muncul ketika sang istri mengaku tahu bahwa hati Hanif masih terpaku pada mendiang mantan kekasihnya. Hanif bingung bagaimana rahasia batinnya bisa terungkap. Siapa sosok misterius yang menghasut istrinya? Akankah Hanif memilih untuk merelakan pernikahan ini demi masa lalu, atau justru berjuang mempertahankan hubungan yang selama ini hambar tanpa rasa cinta?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aku tidak bisa," jawab Tania.

"Kenapa?"

"Akan jauh lebih sakit ketika aku mencoba bertahan. Tolong kamu mengerti aku."

"Kalau kamu pergi, lalu aku bagaimana? Tidak ada yang menyiapkan sarapanku, tidak ada yang menyiapkan baju kerjaku, tidak ada yang menemaniku, intinya tidak akan ada yang mengurusku lagi," jawab Hanif, tetapi bukan itu maksudnya, ada sesuatu yang sulit ia ungkapkan. Semua yang ia ucapkan hanya alasan semata.

"Kamu bisa cari asisten, gaji mu cukup kok untuk bayar asisten," jawab Tania.

"Tapi rasanya beda."

"Sama saja, kamu harus terbiasa hidup tanpaku," jawab Tania sambil melihat jam. Sudah siang, ia belum menemukan tempat tinggal yang pas setelah keluar dari rumah ini, sedangkan rumah peninggalan orangtuanya sudah ditempati oleh kakak kandungnya yang ekonominya bisa dikatakan cukup untuk sekedar mengisi perut.

Ia tidak mungkin pulang ke sana, ia tidak mau membebani hidup kakaknya.

"Aku yang akan urus surat perpisahan kita, Mas. Jangan khawatir, aku masih punya tabungan kok untuk mengurus semuanya, kamu tinggal terima suratnya saja," ucap Tania lagi.

Hanif menggelengkan kepala." Jangan seperti ini."

"Ku harap, hubungan kita sebagai teman tetap terjalin walau kita sudah berpisah, jangan ada dendam ataupun benci. Semoga kamu menemukan kebahagiaan kamu, Mas, walaupun tanpa aku," ucap Tania dengan suara parau.

Sekuat tenaga ia menahan air mata agar jangan sampai jatuh, tidak mungkin ia menangis di hadapan suami yang sebentar lagi menjadi mantan suami.

"Aku bukan tidak mencintaimu, aku hanya belum mencintaimu. Tolong beri kesempatan sekali lagi buat aku. Aku janji akan membuka hatiku padamu," ucap Hanif.

"Maaf, Mas. Waktu dua tahun itu bukanlah waktu yang singkat untuk kamu membuka hati, kalaupun kamu mau, sekarang ini kamu sudah mencintaiku, tetapi nyatanya tidak. Almarhum Mbak Murni masih saja bertahta di hatimu. Aku tidak mau jadi selir." Setelah mengatakan itu, Tania pun melangkah pergi. Ia tidak mau berlama-lama yang akhirnya ia tidak bisa menahan air matanya.

"Tunggu Tania," cegah Hanif sambil memegang lengan istrinya.

Tania menoleh."Ada sesuatu?"

"Apa tanggungjawab ku sebagai kepala rumah tangga kurang selama ini?"

Tania menggeleng lemah." Kamu suami yang baik, hanya saja aku tidak cuma butuh itu saja, aku wanita, aku juga butuh dicintai, bukan hanya mencintai. Kamu tahu rasanya cinta bertepuk sebelah tangan? Rasanya sakit, teramat sakit."

Tak terasa, bulir air mata yang coba ia tahan turun begitu saja. Sedangkan Hanif yang melihat istrinya menangis tidak bisa berbuat apapun.

Tania menghapus air matanya, lalu menarik pergelangan tangan yang sempat suaminya pegang. Setelah itu ia melangkah pergi.

"Maafin aku," ucap Hanif sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang sebelum istrinya hilang dari pandangan.

"Tolong jangan seperti ini," ucap Tania. Ia mencoba melepaskan pelukan suaminya, tetapi pelukan itu teramat kuat.

Hanif membenamkan wajahnya di pundak Tania, ia menangis sesenggukan di sana.

Kejadian itu terjadi beberapa menit sampai Hanif bisa menguasai dirinya. Tetapi ia tidak melepaskan pelukannya.

Jujur, melihat kepergian Tania membuat hatinya juga merasakan sakit.

"Tania," panggil Hanif, karena istrinya hanya diam sambil mencoba melepaskan pelukannya.

"Aku tidak akan melepaskan pelukan ini, aku tidak mau kamu pergi," ucap Hanif lagi.

"Tidak bisa. Kamu jangan egois, Mas."

"Tinggallah di sini sebentar saja, sampai aku bisa membuktikan semua ucapanku."

"Terlalu lama," jawab Tania

"Tiga bulan."

"No."

"Dua bulan."

"Aku tidak bisa, Mas."

"Satu bulan."

Tania menggelengkan kepala. "Kamu akan membuatku semakin sakit."

Hanif memaksa tubuh istrinya untuk menghadap ke arahnya, lalu ia pegang kedua pipi Tania dengan telapak tangannya.

"Aku bersyukur punya istri seperti kamu, ibuku tidak pernah salah memilih, tetapi izinkan aku untuk mencoba membuka hatiku padamu. Tolong beri kesempatan itu padaku, sekali saja," ucap Hanif tulus. Ada air mata di sana yang mencoba untuk menerobos kembali, tetapi masih ia tahan. Ia ingin mendengar jawaban istrinya. Jawaban yang membuatnya merasa lega.

"Mas, bukan aku tidak mau. Kalaupun kamu mau mencoba mencintaiku, sudah dari dulu. Tidak sekarang yang posisinya aku sudah menyerah," jawab Tania. Kini ia lepaskan pelukan suaminya dengan mudah.

Tak ada perlawanan dari Hanif, sepertinya lelaki itu sudah pasrah. Hidupnya hancur dua kali, pertama setelah ditinggal Murni untuk selamanya dan yang kedua, ia ditinggal wanita yang sangat berarti dihidupnya, walaupun ia terlambat menyadari.

"Jaga kesehatan. Aku pamit," ucap Tania.

"Kita masih bisa berhubungan kan?" tanya Hanif.

"Ya... Nomorku tidak akan pernah ku ganti. Kapan pun kamu menghubungi, selagi aku tidak repot, pasti akan aku balas," ucap Tania sambil tersenyum mencoba menutupi luka di hatinya.

"Kami hati-hati," ucap Hanif. Tania pun mengangguk.

"Akan pergi kemana?"

"Tidak tahu. Belum cari tempat tinggal, setelah ini masih mau mencari kontrakan sambil mencari kerja," jawab Tania.

"Tinggallah di sini dulu, nanti ku antar kamu cari kontrakan," ucap Hanif.

"Tak perlu repot-repot, aku bisa sendiri. Assalamualaikum," ucap Tania. Kini ia benar-benar pergi dari rumah itu.

Sejenak saat di luar, ia pandangi rumah yang sudah menampungnya selama dua tahun itu, banyak sekali kenangan di sini tetapi ia tidak bisa bertahan. Ada luka yang sulit sembuh, apalagi perkataan seseorang kemarin siang saat suaminya telah pergi.

Sedangkan Hanif terpaku melihat kepergian istrinya, air matanya turun begitu saja. Siapa sebenarnya biang kerok dari semua ini.

Tahu darimana Tania tentang isi hatinya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu
8.6
Lima tahun menikah tanpa anak, Salma harus menelan pil pahit saat Rifky memilih berpoligami demi keturunan. Padahal, mereka telah berjuang keras menjalani pengobatan bersama hingga akhirnya Rifky dinyatakan sembuh. Ironisnya, pria itu justru menikahi wanita pilihan ibunya, bukan bertahan dengan Salma. Kini, Salma terjebak dalam dilema besar: bertahan dalam pernikahan yang terbagi atau memilih bercerai demi harga diri dan prinsip hidupnya.
Sampul Novel Heartache
9.4
Renjana terjebak dalam dilema besar setelah menjalin hubungan tanpa kepastian selama sembilan tahun. Di usianya yang ke-27, ia mulai merasa lelah menghadapi tekanan sosial dan pertanyaan kapan menikah. Saat ia kehilangan harapan pada kekasihnya, orang tua dan kakaknya mulai turun tangan menjodohkannya dengan pria lain. Bisakah Renjana menemukan cinta sejati yang tumbuh perlahan di tengah desakan keluarga, atau ia tetap bertahan menanti jati diri kekasih lamanya?
Sampul Novel I Love You
8.7
Selama dua dekade, seorang CEO muda yang rupawan menghabiskan hidupnya demi mencari sosok cinta sejati yang ia idamkan. Penantian panjang tersebut akhirnya menemui titik terang saat takdir mempertemukannya dengan orang yang dicari melalui sebuah peristiwa yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di tengah kemewahan dunianya, ia harus menghadapi momen tak terduga yang akan mengubah seluruh perjalanan asmara serta masa depan hidupnya.
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah arsitek brilian dengan Adrian Wijaya hancur seketika saat kecelakaan menghapus ingatan sang taipan. Adrian berubah menjadi monster kejam di bawah kendali Helena yang licik. Ia membunuh adikku, melumpuhkan kakiku, hingga merampas pita suaraku untuk diberikan pada Helena. Pengkhianatan ini mengubah cinta menjadi dendam membara. Aku memalsukan kematian dan siap menghancurkan kerajaannya. Saatnya sang monster membayar segalanya.
Sampul Novel Pembuktian Cinta
7.9
Bram berjuang membuktikan cintanya pada gadis masa kecil yang ia temui saat keluarganya dibantai musuh sang ayah. Setelah bertahun-tahun terpisah demi bertahan hidup, takdir mempertemukan mereka kembali saat dewasa. Demi melindungi sang kekasih dari fitnah keji, Bram rela mendekam di penjara. Namun, pengorbanannya dibalas kehampaan karena sang pujaan hati tak pernah datang menjenguk. Akankah Bram menemukan kebahagiaan setelah bebas, atau justru melihat wanita itu bersama orang lain?
Sampul Novel Putra Rahasianya, Aib Publiknya
9.1
Alina Wijaya mengira hidupnya sempurna sebagai dokter dengan keluarga kaya dan tunangan sukses bernama Ivan. Namun, segalanya hancur saat ia memergoki Ivan bersama Kiara Anindita dan putra rahasia mereka, Leo. Ternyata, keluarga Wijaya dan Ivan hanya memanfaatkannya demi koneksi bisnis. Alina hanyalah pengganti sementara dalam sandiwara kejam ini. Kini, setelah dikhianati oleh orang-orang terdekatnya, Alina tidak akan lagi tinggal diam sebagai korban.