APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Marriage Express

Marriage Express

Indira Aubrey terpaksa menjalani pernikahan dini dengan Liam Ogawa, pria keturunan Jepang yang dianggapnya mesum. Meski orang lain merasa ia beruntung masuk ke keluarga Ogawa, Indira justru merasa tertekan harus tinggal satu atap dengan Liam. Ia bersumpah akan terus membenci dan merahasiakan statusnya dari teman-teman. Namun, saat Liam mulai menyerah dan mengabaikannya, benarkah rasa benci itu berubah menjadi penyesalan? Akankah cinta datang saat semuanya terlambat?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Berengsek! Berani-beraninya lo sentuh gue!”

Satu tamparan dilayangkan Indira pada Gio. Playboy di sekolah Indira yang sudah mengambil kesempatan untuk meremas salah satu bagian tubuhnya yang menggoda di bawah pinggul.

Dirinya terlalu larut dalam hentakan musik di klub. Bahkan, ingar bingar tadi yang sempat mememakakan telinga, kini berhenti dan dirinya bersama pria berengsek itu mulai menjadi objek pandangan mereka semua.

Tidak sedikit dari para pria di sekitar mereka mulai mengolok Gio yang masih memegang pipi kanannya setelah mendapatkan tamparan keras dari perempuan bertubuh semampai dengan rambut sedikit ikalnya. Bola mata dengan manik hitam itu terlalu menggoda pria lain untuk menatapnya lebih lama dan berfantasi liar saat pandangan mereka semakin turun menuju bibir ranum seksi itu.

Usianya masih terbilang muda, tapi sudah mampu menarik perhatian pria sepertinya. Tubuh indah dengan tinggi 168 senti. Cukup ideal bagi perempuan Asia.

“Aduh, bro ... sakit, ya?” ejek salah satu suara yang sudah membuat Indira dan Gio berada dalam satu lingkaran. Menjadi tontonan gratis untuk mereka.

Gio mengetatkan rahangnya saat semakin banyak para pria mengejek dirinya dan merangkum dalam satu suara jika dirinya terlalu mudah dipermalukan oleh seorang perempuan.

“Dia udah apain lo, Ra?!” panik Naomi, perempuan mungil itu mendekati sahabatnya yang masih menatap tajam Gio yang memandangnya lekat, masih memegang pipi.

Indira menunjuk dengan tatapan tajam pada Gio, mengarah pada wajah pria playboy itu dan mengatakan, “Dia sudah berani sentuh tubuh gue. Mengambil kesempatan dalam kesempitan saat kita terlalu asik mengikuti suara musik dari dj,” ungkapnya.

Kemudian, tanpa diduga, Indira melayangkan tamparan di pipi lainnya yang langsung membuat mereka semua terperangah.

“Itu karena lo menganggap mudah perempuan lain bisa terangsang sama lo! Tapi nggak akan pernah berlaku buat gue, berengsek!”

Penutupnya, Indira sudah menginjak kaki Gio membuat pria itu semakin merintih sakit dan tidak bisa berbuat apa pun. Ia mengepalkan tangannya melihat Indira berlalu, izin pada sahabatnya ke arah toilet.

‘Lo pikir diri lo siapa sampai bisa mempermalukan gue, ha? Mari kita lihat apa yang bisa lo lakukan saat nggak ada satupun orang yang bisa menonton aksi gue untuk bersikap tidak senonoh pada lo, Indira Aubrey.’

Senyum licik terpatri di wajah Gio Daniel. Pria bertubuh tinggi, pemain basket dan menjabat sebagai Kapten tapi memiliki sikap bad boy dan sangat sering berganti kekasih. Sayangnya, Indira belum bisa ia taklukan. Perempuan itu sepertinya tidak pernah menargetkan dirinya untuk menjadi kekasihnya. Karena Indira pun terkenal sebagai playgirl.

Ia suka bergonta ganti kekasih.

Perempuan itu membasuh dengan perasaan kesal wajahnya. Menatap lamat-lamat cermin wastafel di toilet perempuan dan mengetatkan rahang saat bayangan dan sentuhan tangan nakal Gio bermain di sana.

Untung ia segera sadar. Dirinya memang sangat sensitif dengan sentuhan pria. Ia masih harus melindungi diri meskipun Indira sadar ia sering melanggar perintah orangtuanya yang terlalu memaksa dirinya untuk tinggal di rumah tanpa menjadi seorang perempuan pembangkang.

Ia meringis pelan. Menyesali dalam hati saat inilah perlakuan yang harus dirinya terima. Terutama pergi dari rumah tanpa sepengetahuan orangtuanya.

“Sebaiknya gue pulang lebih cepat atau orangtua gue bakal sadar anak gadisnya nggak ada di rumah,” cetusnya sudah bergidik ngeri jika Mama tersayangkan akan ‘meledak-ledak’.

“Dicubit aja sakit, apalagi dimaki,” lanjutnya tidak sanggup mendapatkan rentetan nasehat sepanjang jalan tol.

Namun, saat ia sudah berjalan keluar toilet, ia menjerit dan tubuhnya di dorong kasar ke dinding. Ia meringis sakit dan nyaris merasa remuk. Tapi, saat matanya terbuka, ia membeliak, mendapati Gio sudah mengungkung tubuhnya.

“Halo, Cantik ...”

“Sudah puas mempermalukan gue yang terlihat nggak berkutik tadi? Puas menginjak harga diri gue?” seringainya pun semakin puas mendapati Indira berontak, melepaskan diri tapi ia sudah menekan tubuh bagian depan, menahan Indira agar tidak kabur.

Ia menahan kedua tangan Indira di sisi tubuh perempuan itu.

“Lepaskan tangan gue, berengsek! Seharusnya sudah cukup gue mempermalukan lo! Nggak usah diulang lagi atau lo bakal malu!” sungutnya menatap tajam Gio yang kini tersenyum penuh arti padanya.

“Lupa jika ingar bingar itu terlalu berisik di area depan? Sedangkan kita berada di koridor toilet yang sepi.” Ia semakin suka melihat wajah pucat Indira.

“Gue mau membalaskan semua perlakuan lo pada gue, Sayang ... gue mau menuntut hak gue karena lo udah menampar kedua pipi gue hanya untuk hal sepele,” jelasnya dan Indira menjerit saat wajah Gio sudah membenam di perpotongan leher jenjangnya.

“Menyingkir dari tubuh gue, bodoh! Gue nggak sudi disentuh sama lo!” pekik Indira meronta.

Ia berusaha menggerakkan tubuhnya agar bibir itu tidak terus menerus mengendus dan sialnya sudah mencium leher jenjang Indira. Ia ketakutan. Tangannya gemetar saat tidak bisa berkutik saat ada pria melakukan hal gila yang seperti Gio perbuat padanya.

Terutama kedua lututnya ditahan. Ia tidak bisa melakukan perlawanan.

“Akh!”

Tubuh Indira segera dibalik cepat dan kedua tangannya di piting, jadi satu di belakang punggung Indira.

Indira menangis. Kedua bawah pinggulnya kembali diremas, lebih kuat dan salah satu dadanya ikut menjadi pelampiasan pria itu dari belakang.

“Tolong ... siapa pun tolongin gue ...” tangisnya pecah.

Ia dilecehkan dan ini sudah sangat keterlaluan. Tubuhnya bergetar hebat mendengar tawa sumbang Gio. Ini sia-sia saja, sampai Indira tidak henti berteriak—mencoba menyamai suara dengan ingar bingar—yang nyatanya tidak berhasil.

“Cukup dengan kegilaanmu, Anak muda,” cetus suara dan sebelum Gio terkesiap, begitupun dengan Indira yang masih menangis.

Indera pendengaran perempuan itu sudah diisi dengan suara pukulan bertubi-tubi. Gio mengerang kesakitan dan Indira berbalik ketakutan, mendapati Gio tersungkur, tidak bisa melawan tubuh yang lebih tinggi darinya, mencoba menjadi penyelamat bagi Indira Aubrey.

Pria berkulit putih dengan persentase tiga puluh persen menuruni keturunan Jepang itu menegakkan tubuhnya. Ia membersihkan kedua tangan dan menatap dengan senyum remeh pada anak muda yang tidak bisa menyamai kekutannya.

“Jika kamu berani, hadapi pria seusiamu atau pria yang memiliki kekuatan sama, bukan untuk menyakiti perempuan lemah,” ungkapnya sambil melepaskan jas hitamnya.

Indira terkesiap. Pria bertubuh tinggi dengan postur tubuh proporsional, tidak berotot besar, tapi sangat tampan itu sudah menyampirkan jas miliknya di gaun pendek Indira.

Gaun yang menampilkan bahu putihnya dengan lengan panjang. Malam ini perempuan itu tampil cantik dengan gaun berwarna maroon.

“Ayo. Aku akan mengantar kamu sampai depan lobi,” ucapnya tersenyum lembut, menuntun dengan meraih kedua bahu Indira.

Seperti terhipnotis dengan senyum dan bagaimana perlakuan lembut pria berambut hitam dengan tatanan rapi itu, Indira hanya diam dan menurut untuk pergi keluar klub lewat pintu belakang.

Embusan angin malam memainkan rambut panjangnya yang sedikit ikal. Ia mengeratkan hangatnya jas yang dipakai Indira dan aroma maskulin itu semakin membuatnya nyaman.

“Ingin singgah ke apartemenku? Mungkin lebih menarik bersama pria dewasa sepertiku dibandingkan bersama pria muda di dalam sana,” ungkap pria itu membuat tubuh Indira membeku.

Manik hitamnya membeliak, mendengar pernyataan yang terkesan santai. Bahkan, pria itu seperti mengejeknya lewat senyum manisnya.

“BERENGSEK! LO PIKIR GUE PEREMPUAN MURAHAN YANG NGGAK BISA MEMENTINGKAN LOGIKA DIBANDINGKAN RISIKO NANTINYA DI MASA DEPAN, HA?!”

Pria dewasa itu terkesiap. Ia mendapatkan tamparan keras dari Indira.

“DASAR PRIA TUA! SEENAK JIDAT LO NGOMONG SANTAI KAYAK TADI! NGGAK SUDI GUE BILANG TERIMA KASIH SAMA LO!” teriaknya sekaligus mengumpati pria bertubuh tinggi yang masih terpaku di hadapannya.

Dengan kesal, Indira melempar jas tersebut ke aspal di bawah dan menginjaknya. “Nih! Sebagai ucapan terima kasih gue sama Om mesum kayak lo!”

**

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhirnya KAU Mencintaiku
8.0
Tiga belas tahun lamanya Rea mencintai Jeno, termasuk dua tahun pernikahan paksa yang penuh pengorbanan. Meski telah mengabdi sepenuhnya, Jeno tetap berpaling pada mantan kekasihnya. Lelah karena cintanya tak pernah dihargai dan terus diperlakukan kasar, Rea akhirnya memilih menyerah dan meminta cerai. Namun, saat Rea berubah menjadi dingin, Jeno justru mulai merasa kehilangan. Ia baru menyadari betapa berharganya Rea tepat di saat wanita itu ingin pergi.
Sampul Novel Cinta Diantara
8.9
Demi kehormatan keluarga, Aisyah terpaksa menikahi pria asing yang ternyata sudah memiliki putra bernama Haidar. Seiring waktu, benih cinta mulai tumbuh, namun Aisyah justru menemukan sisi gelap sang suami yang tersembunyi rapat. Saat rahasia kelam dan bayang-bayang masa lalu kembali menghantui, ia terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap bertahan, menghadapi masa lalunya, atau memilih untuk hidup sendiri? Sebuah kisah penuh rahasia dan pilihan hati.
Sampul Novel Diceraikan Tanpa Alasan
9.0
Tiga tahun Elira mencintai Kael Virendra dalam kesunyian sebelum akhirnya diceraikan tanpa belas kasih. Saat Kael memilih kembali pada sang mantan, Elira pergi dan mengungkap identitas aslinya sebagai Seraphina Remos, pewaris takhta miliarder yang jenius dan berbakat. Ketika Kael menyadari kesalahannya dan memohon kesempatan kedua, Seraphina yang kini telah bangkit tak lagi sudi menoleh. Masa lalu telah terkubur, dan ia sudah melangkah terlalu jauh untuk kembali.
Sampul Novel ISTRI YANG KUCAMPAKAN TERNYATA WANITA SUKSES
9.6
Dira harus menelan kenyataan pahit saat mendapati suaminya berselingkuh. Namun, pengkhianatan itu terasa jauh lebih menyakitkan karena sang suami menjalin hubungan gelap dengan adik kandungnya sendiri. Di tengah hancurnya kepercayaan dan mahligai rumah tangga, mampukah Dira bangkit untuk bertahan? Simaklah perjuangan Dira dalam menghadapi babak baru kehidupannya yang penuh tantangan demi meraih kesuksesan setelah dicampakkan begitu saja.
Sampul Novel Kisahku dalam Pelukan Gigolo dan Brondong
8.4
Amanda, wanita paruh baya yang jenuh dengan pernikahannya, nekat mencari pelarian lewat jasa gigolo. Meski mendapat sensasi baru, hatinya tetap hampa hingga ia bertemu Alex, brondong cerdas yang memikat. Hubungan intens mereka memicu konflik keluarga dan benturan ambisi pribadi. Di tengah tekanan sosial, Amanda akhirnya menyadari bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari pria lain, melainkan dari kedamaian batin dan kendali penuh atas hidupnya sendiri.
Sampul Novel Lebih Baik Kita Berpisah
8.6
Ranti memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya meski masih mencintai sang suami. Alasan utamanya bukanlah orang ketiga, melainkan penolakan keras dari keluarga mertua yang tak pernah menghargai pengorbanannya. Meski ia telah bekerja keras demi kesejahteraan mereka, Ranti justru dituduh melakukan guna-guna. Saat terpuruk, keluarga suaminya pun tak pernah peduli. Kini, ia harus mempertimbangkan apakah meninggalkan ayah dari enam anaknya adalah jalan terbaik.