APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Masih Adakah Cinta Untukku

Masih Adakah Cinta Untukku

Sonya Maharani Iskandar terpaksa menikahi Daffin, sang sopir pribadi, setelah Ken menolak janin di rahimnya. Delapan tahun berlalu, rahasia besar Daffin mulai terkuak tepat saat Ken muncul kembali. Di tengah ambisi balas dendam, ada Darren, bodyguard setia yang mencintainya dalam diam. Setelah berpisah dari Daffin, akankah Sonya memilih cinta lama atau perlindungan Darren? Terlebih saat ia sadar seluruh hidupnya hanyalah pion dalam rencana besar seseorang.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pagi ini, udara cukup sejuk karena sang surya tidak bersinar begitu terik.

Di jalanan yang cukup lengang, seorang laki-laki yang sangat rupawan tengah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Wajah khas Asia Tenggara miliknya terlalu sempurna hingga terlihat sangat tidak manusiawi jika dipandang. Para perempuan bisa menatap rupa itu seharian tanpa merasa bosan.

Ken Prana Mahendra namanya, laki-laki yang memiliki kulit putih bersih, tinggi lebih dari 180 cm, badan tegap, bahunya bidang, rambut berantakan, alis menukik, senyum tipis yang mematikan, serta sorot mata tajam dan siap menusuk hati siapa saja yang menatapnya.

Namun, mata itu kala menatap seorang gadis akan berubah selembut aliran air. Yap, dia sudah memiliki seorang kekasih yang sangat dia cintai.

Meskipun begitu, masih banyak para gadis yang mengantri untuk menjadi yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Tetapi, hanya ada nama sang kekasih di hatinya.

Sonya Maharani Iskandar, itulah nama sang kekasih. Seorang gadis cantik berperawakan tinggi dan ramping bak seorang model dengan paras yang bisa dikatakan setara dengan Ken.

Sonya adalah gadis yang dipuja-puja banyak lelaki, dan Ken adalah laki-laki yang dipuja para gadis. Mereka berdua adalah wajah dari kampus tempat mereka berkuliah, dan orang-orang menyebut mereka sebagai Dewa dan Dewi visual dari Asia di Oxford University.

Ken memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen Sonya sembari menunggu sang kekasih keluar dari tempat tinggalnya. Tak lama kemudian, gadis yang ditunggu-tunggu pun datang dan masuk ke dalam mobil dengan wajahnya yang pucat pasi tanpa ada sedikit pun senyum di wajah itu.

"Muka kamu kenapa kayak gitu?" tanya Ken saat melihat wajah Sonya yang sangat tidak enak dipandang.

"Aku masih merasa mual, aku nggak bisa makan apa-apa karena dari kemarin aku muntah-muntah," ucap Sonya dengan suara lirih.

"Kalo sampai kayak gitu, kamu seharusnya minum obat." Ken berujar dengan wajah datar.

Sonya menatap Ken dengan ekspresi tak habis pikir. Dia kesal dengan tingkan Ken yang selalu saja bersikap seperti itu terhadapnya.

Orang-orang mungkin melihat mereka adalah pasangan yang sangat romantis dan serasi. Tapi nyatanya, Ken adalah sosok laki-laki yang dingin sedingin es di kutub utara, dan jarang sekali memberikan perhatian pada Sonya.

Menurut Sonya, Ken berbeda dengan kebanyakan pria yang biasanya bersikap hangat kepada kekasihnya. Sonya tahu Ken menyayanginya, tetapi sifat dingin laki-laki itu menutupi semuanya.

"Seenggaknya pura-pura peduli kek soal keadaan aku," ketus Sonya seraya membuang wajah.

"Aku minta maaf. Aku nggak bermaksud kayak gitu. Sekarang kita jalan aja, ya? Udara segar akan membantu supaya kamu merasa lebih enakan." Ken menatap Sonya yang masih asyik menatap ke luar jendela mobil.

"Nggak usah sok peduli sama aku."

"Gimana bisa? Kamu adalah orang yang aku cintai melebih siapa pun di dunia ini. Jadi, kita berangkat sekarang?" tanya Ken seraya menggenggam tangan Sonya.

Beberapa kali Sonya merasa muak pada hubungannya dengan Ken karena laki-laki itu selalu bersikap seakan-akan tidak peduli padanya. Tetapi sialnya, Sonya terlalu mencintai Ken. Tidak bisa dia pungkiri, laki-laki itu tahu cara memperlakukan perempuan. Setiap Sonya marah atau kesal, entah kenapa Ken selalu saja bisa meluluhkan hatinya.

Sonya menoleh ke arah Ken lalu berdeham sembari tersenyum tipis.

Setelah itu, Ken segera melajukan mobil menuju kampus.

***

Saat tiba di kampus, Sonya dan Ken turun dari mobil. Seperti biasa, Ken selalu berjalan dengan merangkul tubuh pacarnya dan pemandangan itu sudah dilihat oleh orang-orang di sana setiap hari. Sehingga tak ayal mereka selalu saja kagum dengan sikap Ken yang terlihat sangat menyayangi Sonya.

Mereka yang disebut Dewa dan Dewi kampus itu berjalan dengan percaya diri tanpa mempedulikan orang-orang yang memperhatikan mereka berdua di sepanjang jalan menuju aula kuliah.

Tetap saja Sonya merasakan ada sesuatu yang terus ingin keluar dari mulutnya, tetapi gadis itu berusaha untuk menahannya.

Sonya dan Ken kemudian mulai mengikuti pelajaran dengan saksama, karena mereka berdua pun adalah murid yang cukup berprestasi di kampus itu di antara mahasiswa lainnya yang sama-sama berasal dari Indonesia, sehingga mereka pastinya dikenal oleh seluruh dosen dan penghuni kampus yang karena mereka telah banyak menorehkan prestasi untuk kampus tersebut selama kurang lebih dua tahun belakangan ini.

Setelah pelajaran berakhir, Ken pergi ke gedung olahraga kampus karena dia sedang ada pertandingan basket hari ini, sedangkan Sonya meminta izin pada Ken untuk pergi ke suatu tempat.

Sonya terus saja merasa mual sejak kemarin hingga sudah tidak dapat menahannya dan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya.

"You're twelve weeks pregnant, don't you know? You have to do a prenatal check up," ucap sang dokter.

Sonya tidak dapat berkata apa-apa lagi setelah mendengar itu semua. Dia hanya bisa terdiam dengan pandangan kosong saking syoknya. Bagaimana caranya dia memberitahu Ken bahwa dia tengah mengandung anak dari laki-laki itu? Bagaimana cara dia memberitahu orang tuanya tentang masalah ini? Akankah Ken mau menerima dirinya dan bayinya? Itulah sederet pertanyaan yang terus bergelayut di benak Sonya.

Setelah selesai pergi ke dokter, Sonya kembali ke kampus dengan wajah murung. Saat berjalan masuk ke dalam ruang olahraga, dilihatnya Ken sedang beristirahat.

"Waw, gadis cantik itu siapa?" tanya Ken pada temannya.

Temannya itu pun menoleh ke mana arah mata Ken menatap dan melihat Sonya tengah berjalan masuk ke dalam gedung.

"Dia kan pacar kamu, bodoh!" pungkas Gibran.

"Iya, kamu benar juga. Dia emang pacar aku." Ken nyegir kuda lalu berlari menghampiri Sonya.

"Kok lama banget, sih?" tanya Ken.

Sonya tidak menjawan ucapan Ken dan hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Ada apa?" tanya Ken lagi.

"Hah? Nggak apa-apa, kok," bohong Sonya. Gadis itu ragu, apakah dia harus mengatakan semuanya atau merahasiakannya dari Ken?

"Pasti terjadi sesuatu. Kamu harus harus kasih tau aku, apa pun itu."

"Aku akan kasih tau, tapi nggak bisa di sini."

Mereka berdua kemudian berjalan ke belakang gedung olahraga dan di sana, Sonya memberanikan diri untuk memberitahukan semuanya pada Ken.

"Jadi, kamu kenapa?" tanya Ken seraya mengusap rambut Sonya.

"Aku ... a-aku ... aku hamil," lirih Sonya dengan air mata yang menetes seketika.

Ken sangat terkejut mendengar itu tetapi dia berusaha untuk menetralkan rasa terkejutnya dengan menarik napas dan tetap bersikap tenang.

"Kamu hamil di saat kamu masih kuliah dengan semua prestasi yang udah kamu dan aku raih, jadi kamu harus ngambil keputusan yang tepat buat masalah ini dengan berpikir rasional," ucap Ken.

"Apa yang terjadi kalo aku tetap melahirkan bayi ini?" tanya Sonya.

"Jangan konyol, kita masih punya cita-cita yang belum tercapai. Kamu tau kita bahkan baru kuliah di semester keempat, 'kan? Dan kalo kampus tau kamu hamil, semuanya akan jadi tambah runyam. Lakukan aborsi."

"Cita-cita? Aborsi? Dengan gampangnya kamu mengucapkan kata-kata itu, Ken?" Sonya menatap Ken dengan berkaca-kaca. Tega sekali Ken mengatakan itu, seakan-akan cita-cita itu jauh lebih penting dari buah hati mereka.

Sebenarnya, Sonya dan Ken sudah merancang masa depan mereka. Dua sejoli itu sudah membuat rencana bisnis untuk membangun perusahaan yang bergerak di bidang keamanan. Rencana itu pun sudah terjalan sebanyak 40% dan pembangunan perusahaan tersebut juga sudah dimulai di Jakarta. Tentunya, mereka tidak hanya berdua. Ada dua sahabat mereka lainnya yaitu Gibran dan juga Nadine yang ikut membantu dalam pembangunan perusahaan tersebut.

Ken menghela napasnya. "Sonya, maksud aku--"

"Aku lapar. Oke, aku akan melakukan aborsi. Tapi sebelum itu, biarin aku ngasih bayi ini makanan enak dulu," ucap Sonya dengan matanya yang masih berkaca-kaca.

"Tapi aku masih ada satu babak lagi, gimana kalo kita makan habis itu?" tawar Ken.

Sonya mengangguk dan mereka kembali ke dalam gedung olahraga.

Ken segera bersiap-siap untuk babak terakhir pertandingannya, sedangkan Sonya duduk di bangku penonton, menonton pertandingan Ken dengan pandangan kosong.

Setelah menyelesaikan pertandingannya, Ken berhasil lolos menjadi tim terbaik bersama timnya dan juga dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik. Itu cukup membuat dirinya merasa sangat bahagia dan berharap Sonya akan bangga kepada dirinya.

"Gimana? Aku hebat, kan?" tanya Ken.

Sonya memaksakan dirinya untuk tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.

Sesuai janji mereka, Ken membawa Sonya ke salah satu restoran tempat biasa mereka makan. Tetapi saat di perjalanan, ponsel laki-laki itu berdering dan dia segera meminggirkan mobilnya lalu mengangkat telepon tersebut.

Ternyata, Ken diminta untuk menandatangani kontrak untuk menjadi pemain inti dalam tim basket tersebut dan akan mengikuti kejuaraan internasional. Mendengar semua itu, Ken tidak bisa membendung rasa bahagianya dan langsung memeluk Sonya.

"Aku diminta buat menandatangani kontrak sekarang," ucap Ken.

"Selamat, ya," ucap Sonya.

"Kamu bisa ke restoran duluan naik taksi, nanti setelah tanda tangan kontrak aku nyusul ke sana," ucap Ken seraya melepas pelukannya.

Sonya mengangguk.

"Hati-hati," ucap gadis itu seraya turun dari mobil lalu berjalan dan menyetop sebuah taksi yang lewat.

Sebelum Sonya masuk ke dalam taksi itu, dia menatap ke arah Ken dan mobilnya dengan tatapan penuh arti. Gadis itu bisa melihat bahwa Ken juga menoleh ke arahnya.

Sesaat kemudian, mobil Ken perlahan mulai mengecil dari pandangan Sonya lalu gadis itu langsung masuk ke dalam taksi.

Sonya tidak berniat untuk pergi ke restoran. Tanpa Ken ketahui, gadis itu membuat keputusan yang lebih besar untuk memilih pergi meninggalkan Ken, karena dia tidak bisa membunuh bayinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belaian Cinta
9.6
Ratih harus menjalani hubungan jarak jauh setelah suaminya, Prima, bekerja di Kalimantan demi masa depan putri mereka, Chika. Meski awalnya tampak baik-baik saja, perpisahan ini memicu konsekuensi tak terduga. Pesona Ratih menarik perhatian Wira sang duda, Heru tetangga depan rumah, hingga Derry yang masih sekolah. Tanpa perlindungan suami, Ratih terjerat dalam godaan mereka hingga hamil. Kini, ia harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan misteri ayah janin tersebut.
Sampul Novel Cinta di Daun Semanggi
8.4
Logika Sindi seolah lumpuh demi cinta butanya pada Ronald, pria yang sebenarnya telah berkeluarga. Selama tiga tahun mereka terjerat dalam asmara terlarang hingga akhirnya Sindi mengandung. Penyesalan kini tak lagi berguna bagi keduanya. Di tengah nestapa dan beban masa lalu akibat kehilangan orang-orang tercinta, mampukah Sindi bertahan menghadapi cobaan terberat ini sendirian? Sebuah kisah penuh dilema tentang konsekuensi hati yang salah memilih jalan.
Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Lima tahun silam, Bettina Rowe menyelamatkan nyawa Asher Lambert hingga ia kehilangan kemampuan untuk mengandung. Karena Asher mengaku enggan memiliki keturunan, Bettina terkejut saat suaminya mendadak ingin menggunakan jasa ibu pengganti. Asher memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang berwajah mirip Bettina, demi mendapatkan ahli waris. Tanpa Asher sadari, Bettina sudah membulatkan tekad untuk bercerai tepat saat rencana itu diutarakan padanya.
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel KEPINCUT PAPA MUDA
8.2
Althea, dokter mandiri pewaris kekayaan kakeknya, tak sengaja bertemu anak kembar yang mengiranya ibu mereka. Sebagai sesama anak yang tumbuh dengan orang tua tunggal, ia merasa iba dan menjalin ikatan erat dengan mereka. Namun, warisan besar itu memicu konflik tajam dengan tantenya. Di tengah kemelut, Althea justru jatuh hati pada Evander, ayah duda si kembar yang awalnya menutup hati. Hubungan unik mereka pun berkembang penuh tantangan serta romansa yang manis.
Sampul Novel Love And Mystery
7.8
Harry Borison, CEO Rank Group yang dingin dan perfeksionis, tak sengaja terikat takdir dengan karyawannya sendiri, Han Yura. Di balik sosoknya, Yura menyimpan trauma mendalam dan gangguan PTSD. Demi melindungi nyawa dari ancaman wanita psikopat yang terobsesi pada Harry, keduanya terpaksa merahasiakan pernikahan mereka. Kini, Yura harus berjuang meluluhkan hati Harry yang keras sambil bertahan hidup dari incaran maut sang penguntit berbahaya.