APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS

MAWAR EMAS SANG PEWARIS

Lily adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarganya yang terjebak dalam perjodohan strategis demi dominasi pasar global. Di balik intrik kekuasaan tersebut, ia menyadari bahwa pernikahan itu hanyalah alat bisnis semata. Namun, situasi menjadi rumit saat hatinya justru jatuh cinta pada asisten pribadinya sendiri. Meski cerdas, pria itu hidup dalam kemiskinan, menciptakan konflik batin antara tanggung jawab warisan dan perasaan tulus yang ia miliki.
Bab
Bagikan

Bab 3

Lily duduk di ruang kerja ayahnya, sebuah ruangan besar yang dipenuhi rak-rak buku berisi literatur bisnis. Di balik meja kayu mahoni, ayahnya, William Hartono, terlihat tenang seperti biasa, mengenakan jas gelap yang sempurna. Namun, kali ini, ketenangan itu justru membuat Lily merasa cemas.

"Lily, ada sesuatu yang perlu kita bicarakan," kata William, mengisyaratkan putrinya untuk duduk.

"Apa lagi, Ayah?" Lily bertanya dengan nada yang lebih tajam dari yang ia maksudkan. "Perjodohan ini sudah cukup buruk. Apa sekarang kau akan memaksaku melakukan sesuatu yang lebih?"

William menghela napas panjang, membuka folder di mejanya dan mendorongnya ke arah Lily. "Lihat ini."

Dengan enggan, Lily membuka folder itu. Di dalamnya terdapat dokumen-dokumen merger, proyeksi keuntungan, dan peta pasar global. Semua informasi ini menunjukkan satu hal: penggabungan bisnis keluarga mereka dengan perusahaan milik keluarga Dewa akan menciptakan monopoli di industri teknologi dan energi.

"Jadi ini semua tentang bisnis?" tanya Lily dengan suara gemetar. "Bukan hanya soal pernikahan, tapi tentang menguasai pasar global?"

"Benar," jawab William tanpa ragu. "Ini bukan hanya pernikahan. Ini adalah strategi yang telah kurancang selama bertahun-tahun. Kau dan Dewa akan menjadi pasangan yang tidak hanya memperkuat posisi keluarga kita, tetapi juga membentuk aliansi yang tak tertandingi."

Lily terdiam, matanya menatap dokumen-dokumen itu dengan perasaan campur aduk. "Kau tahu aku bukan pion, Ayah. Aku bukan alat untuk menjalankan rencanamu."

"Kau pewaris keluarga ini, Lily," kata William dengan nada tegas. "Tugasmu adalah memastikan keberlangsungan bisnis ini. Kalau kau tidak melakukan ini, apa yang terjadi dengan semua yang telah kita bangun?"

"Jadi, aku harus mengorbankan hidupku demi ambisi Ayah?"

William berdiri, menatap Lily dengan mata tajam. "Ini bukan soal ambisi. Ini soal tanggung jawab. Kau tidak akan mengerti sekarang, tapi suatu hari nanti kau akan berterima kasih padaku."

Setelah pertemuan itu, Lily meninggalkan ruangan dengan perasaan hampa. Ia berjalan ke ruang pribadinya, di mana Rehan sudah menunggu dengan laptop terbuka.

"Bagaimana hasilnya, Nona?" tanya Rehan, menutup laptopnya dan berdiri.

Lily menghempaskan dirinya ke sofa. "Kau benar, Rehan. Perjodohan ini bukan hanya tentang keluargaku dan keluarganya. Ini tentang rencana besar untuk menguasai pasar global."

Rehan menatap Lily dengan serius. "Dan bagaimana pendapat Anda?"

Lily menggeleng, air matanya hampir menetes. "Aku merasa dikhianati. Aku pikir ini hanya tentang memperkuat hubungan keluarga, tapi ternyata mereka ingin menjadikan aku bagian dari permainan mereka."

Rehan duduk di kursi di depan Lily, suaranya lembut namun penuh kepastian. "Nona, Anda memiliki hak untuk memilih. Meski mereka mencoba menekan Anda, Anda tetap bisa menentukan jalan hidup Anda sendiri."

Lily mengangkat wajahnya, menatap Rehan. "Bagaimana aku bisa melawan keluargaku sendiri? Mereka sudah mempersiapkan ini selama bertahun-tahun. Aku hanya seorang diri, Rehan."

"Tidak," jawab Rehan tegas. "Anda tidak sendirian. Saya ada di sini, Nona. Apa pun keputusan Anda, saya akan mendukung."

Kata-kata itu membuat Lily merasa sedikit lega. Tapi ia tahu perjuangannya baru saja dimulai.

Keesokan harinya, Lily memutuskan untuk menemui Dewa di kantornya. Ia tidak memberi tahu ayahnya, ingin mendengar langsung dari pria itu apa perannya dalam rencana ini.

Dewa menyambut Lily dengan senyuman biasa, tetapi kali ini Lily tidak terpengaruh. Ia langsung berkata, "Aku tahu tentang rencana besar kalian. Ayahku sudah memberitahuku."

Dewa menatapnya sejenak, lalu tersenyum kecil. "Aku sudah menduga kau akan mengetahuinya cepat atau lambat."

"Kau tahu ini salah, kan? Menggunakan pernikahan untuk menguasai pasar?"

Dewa mengangkat bahu. "Dunia ini tidak tentang benar atau salah, Lily. Ini tentang kekuasaan. Dan kalau kita tidak melakukannya, orang lain yang akan mengambil alih."

"Kau bicara seolah-olah aku tidak punya pilihan."

"Karena kau memang tidak punya," jawab Dewa dengan nada dingin. "Kau dan aku berada di dalam sistem yang lebih besar daripada yang kau bayangkan."

Lily menggigit bibirnya, mencoba menahan emosi. "Kalau begitu, dengar ini, Dewa. Aku tidak akan menikahimu tanpa alasan yang benar. Aku tidak akan membiarkan diriku menjadi alat permainan."

Dewa memiringkan kepalanya, menyeringai. "Kita lihat saja, Lily. Pada akhirnya, kau akan mengerti bahwa ini adalah pilihan terbaik."

Malam telah larut, tetapi Lily tidak bisa tidur. Dokumen-dokumen itu masih berserakan di meja kerjanya, menatapnya seolah-olah memaksa dia membuat keputusan. Pikirannya melayang ke percakapan dengan Dewa dan ayahnya, keduanya begitu yakin bahwa ia tidak akan berani melawan.

Ketukan pelan di pintu memecah kesunyian.

"Masuk," kata Lily sambil memijat pelipisnya.

Pintu terbuka, dan Rehan masuk dengan ragu. "Maaf mengganggu, Nona. Tapi saya melihat lampu kamar Anda masih menyala. Ada yang bisa saya bantu?"

Lily menatapnya sejenak sebelum mengangguk. "Masuklah, Rehan. Aku butuh seseorang untuk mendengar semua ini."

Rehan melangkah masuk dan duduk di kursi di seberang Lily. "Ada apa, Nona?"

Lily menghela napas panjang. "Ayahku tidak akan berhenti sampai aku menikah dengan Dewa. Dia bilang ini untuk masa depan keluarga. Tapi aku merasa... seperti aku dijual, Rehan. Dan Dewa-dia seperti bayangan gelap yang tidak bisa aku percayai."

Rehan mendengarkan dengan serius, tangannya terlipat di atas pangkuan. "Jika Anda merasa ini tidak benar, maka Anda harus memperjuangkan apa yang Anda yakini. Kadang, melawan orang yang kita cintai adalah bagian dari menemukan siapa diri kita sebenarnya."

"Tapi bagaimana caranya?" Lily menatapnya dengan mata penuh kebingungan. "Ayahku mengendalikan segalanya, Rehan. Aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana."

Rehan terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata, "Kita bisa mulai dengan mencari tahu semua yang perlu diketahui tentang Dewa dan keluarganya. Jika ada sesuatu yang bisa membuat posisi Anda lebih kuat, itu pasti ada di sana."

Lily memandangnya dengan penuh harap. "Kau serius? Kau bersedia membantuku?"

Rehan tersenyum tipis. "Tentu saja. Anda tidak sendirian, Nona."

Keesokan harinya, Lily dan Rehan mulai bekerja secara diam-diam. Dengan akses ke dokumen-dokumen bisnis yang dimiliki Lily, mereka mencari informasi tentang perusahaan milik keluarga Dewa.

"Ini dia," kata Rehan suatu sore, menatap layar laptopnya dengan alis terangkat. "Perusahaan Dewa memiliki beberapa kontrak besar di luar negeri, tetapi tampaknya ada beberapa transaksi yang mencurigakan."

Lily beringsut lebih dekat, membaca laporan yang ditunjukkan Rehan. "Transaksi apa ini? Kenapa ada dana yang disalurkan ke perusahaan kecil di negara-negara yang bahkan tidak pernah disebutkan dalam bisnis mereka?"

"Sepertinya ini upaya untuk menyembunyikan sesuatu," kata Rehan, matanya menyipit. "Dana ini bisa saja digunakan untuk sesuatu yang ilegal."

"Kalau kita bisa membuktikan ini..." Lily menggigit bibirnya, mencoba menyusun rencana di kepalanya. "Ini bisa menghancurkan reputasi mereka. Tapi bagaimana cara mendapatkan bukti yang lebih kuat?"

"Saya punya beberapa koneksi di bidang IT," kata Rehan pelan. "Mungkin mereka bisa membantu kita melacak lebih dalam."

Lily menatapnya dengan rasa syukur. "Kalau begitu, mari kita lakukan. Aku tidak akan menyerah tanpa perlawanan."

Sementara itu, Dewa mendapat laporan dari salah satu orang kepercayaannya.

"Tuan, Nona Lily sedang menggali informasi tentang perusahaan kita," lapor seorang pria berkacamata yang duduk di ruang kerja Dewa.

Dewa tersenyum tipis, meski matanya memancarkan kemarahan yang terpendam. "Oh, jadi dia mulai melawan? Menarik. Biarkan dia mencoba, tapi pastikan dia tidak menemukan sesuatu yang berbahaya."

"Tentu, Tuan. Kami akan mengawasi setiap langkahnya."

Setelah pria itu pergi, Dewa bersandar di kursinya, mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. "Lily, kau tidak tahu dengan siapa kau bermain. Tapi aku suka permainan ini."

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CANDU CINTA CEO AROGAN
9.7
Erlan Levin adalah CEO sukses di Jakarta yang terus menghindar dari desakan menikah keluarganya. Namun, hidupnya berubah total saat ia tertangkap basah berada di satu kamar dengan gadis asing. Terjepit situasi memalukan ini, ia terpaksa menikahi wanita yang sangat disukai keluarganya itu. Kini, sang istri harus berjuang memenangkan hati Erlan yang dingin. Akankah cinta tumbuh di antara mereka, atau ia hanya akan menjadi sosok yang terabaikan?
Sampul Novel CEO Mesum
9.1
Alice Handerson adalah sekretaris tegas yang harus menghadapi perilaku provokatif bosnya setiap hari. Meski profesional, ia sering terjebak dalam situasi penuh godaan dan makna ganda di kantor. Saat sang atasan mengajukan tawaran skandal, Alice terjepit antara logika dan keinginan hati yang membingungkan. Hubungan benci tapi rindu ini memaksa mereka menjelajahi batas kekuasaan dan cinta dalam narasi romansa kontemporer yang berani dan penuh gejolak.
Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI
9.7
Demi membiayai operasi sang nenek, Belia Anastasya terpaksa menerima tawaran Bianca untuk menjadi pengantin pengganti. Ia harus menikahi Arkan Devano Haditama, pewaris takhta Haditama Group, dengan syarat mutlak: dilarang jatuh cinta. Arkan yang dingin awalnya membenci perjodohan ini, namun sebuah malam intim mengubah segalanya. Belia kini terjebak dalam dilema perasaan saat identitas aslinya terancam ketika Bianca menuntut posisinya kembali.
Sampul Novel Istri Kedua
7.9
Indira sangat antusias memulai karier sebagai sekretaris pengganti di perusahaan raksasa ibu kota. Namun, sebuah momen canggung terjadi saat ia memergoki bosnya, Edbert, bermesraan dengan sang istri, Merry. Alih-alih marah, Merry justru meminta Indira duduk dan mengajukan permohonan gila agar suaminya menikahi sekretaris itu. Edbert sangat terkejut mendengar ide poligami tersebut. Akankah Indira bersedia menjadi istri kedua demi memenuhi permintaan Merry?
Sampul Novel Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder
9.0
Hidup Alina hancur saat tunangannya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Beban hutang keluarga pun memaksanya menyerahkan kesucian pada pria asing. Kini, ia terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Nathaniel, miliarder dingin penuh rahasia. Di tengah dendam dan perebutan harga diri, tembok hati Alina mulai goyah oleh sikap suaminya. Haruskah ia menuntaskan misi balas dendamnya, atau justru kembali jatuh cinta pada sosok yang menyimpan masa lalu kelam itu?