APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Melawan Suamiku & Selingkuhannya

Melawan Suamiku & Selingkuhannya

Clara hancur saat memergoki Reno berselingkuh dengan Nadia. Di tengah luka mendalam, ia bertekad menghancurkan mereka dengan bantuan Damar, pria penuh kuasa yang selama ini ia hindari. Meski setiap langkah pembalasan terasa menyakitkan, Clara tak peduli demi melihat para pengkhianat menderita. Namun, rencananya terancam kacau saat perasaan lama pada Reno kembali mengusik. Mampukah Clara menuntaskan dendamnya di tengah gejolak batin yang menyiksa?
Bab
Bagikan

Bab 2

Kamar itu terasa semakin sempit saat Clara duduk di pinggir tempat tidur, matanya tak bisa lepas dari pemandangan di luar jendela. Malam sudah larut, namun pikirannya tak kunjung tenang. Semua yang terjadi-kecewa, kebencian, luka-terasa membengkak dalam dirinya. Sesuatu yang dulu indah, yang pernah ia banggakan, kini tak lebih dari reruntuhan. Hubungannya dengan Reno-suami yang ia cintai, yang kini sudah berubah menjadi pengkhianat-tampaknya sudah selesai. Tak ada lagi ruang untuk kasih sayang, hanya ada ruang untuk amarah yang terus menggelora dalam dadanya.

Kata-kata Reno masih bergema di kepalanya. "Aku masih mencintaimu, Clara..." kata-kata itu seperti racun yang meresap perlahan ke dalam dirinya, membuat hatinya semakin terpecah. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa dia bilang masih mencintainya setelah semua yang telah dilakukannya? Apakah semua itu hanya kebohongan belaka? Apakah setiap detik kebersamaan mereka hanyalah ilusi yang dibuat untuk menutupi kenyataan pahit?

Clara menghela napas panjang, matanya terpejam sejenak, berusaha menenangkan dirinya. Namun, perasaan sakit itu tetap saja membakar. Perasaan yang tak bisa ia hilangkan meskipun ia mencoba menahannya. Keputusan yang sudah ia buat-untuk membalas dendam-merupakan satu-satunya jalan keluar. Namun, apakah ia siap untuk itu?

Ponselnya bergetar di atas meja, memecah keheningan yang terasa berat. Clara melihat layar ponsel, dan nama yang tertera di sana membuat dadanya berdebar. Damar. Pria itu. Sejak perpisahan mereka bertahun-tahun lalu, Clara selalu menghindar dari Damar. Namun, kini, ia tahu bahwa ia tak punya pilihan lain. Damar adalah satu-satunya orang yang bisa membantunya untuk menghancurkan Reno dan Nadia.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Clara mengangkat telepon itu.

"Halo, Damar," suaranya terdengar tegas meski hati kecilnya ingin berteriak, bertanya apakah ini semua benar-benar jalan yang tepat.

"Dengar, Clara," suara Damar terdengar serius, namun ada nada misterius yang menggantung di setiap kata-katanya. "Aku tahu kenapa kau menghubungiku. Tapi kau harus ingat, ini bukan hanya tentang membalas dendam. Ini tentang apa yang kita akan lakukan setelahnya. Kau harus siap dengan konsekuensinya."

Clara menggigit bibirnya. "Aku siap," jawabnya, meskipun ada ketidakpastian yang merayap di dalam dirinya. "Aku tidak peduli lagi dengan konsekuensinya, Damar. Aku hanya ingin melihat Reno dan Nadia jatuh. Aku ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan."

Damar tertawa pelan, namun tidak terdengar bahagia. "Kau pikir itu mudah, Clara? Kau pikir bisa menghancurkan hidup orang lain tanpa ada dampaknya untukmu? Kau tahu betul bagaimana caranya, tapi kau harus tahu bahwa ini akan mengubah segalanya. Tidak ada jalan pulang."

Clara menatap ke luar jendela, matanya menatap kosong ke arah malam yang gelap. Ia bisa merasakan kekuatan yang datang dari kata-kata Damar. Namun, di dalam dirinya, amarah itu sudah terlalu besar, terlalu kuat untuk diabaikan. "Aku sudah siap," jawabnya dengan suara yang lebih tegas.

"Baiklah," kata Damar akhirnya, terdengar lebih lembut. "Aku akan membantumu. Tapi ingat, kita bermain dengan api. Kalau kau terlalu lama terjebak, api itu bisa membakar dirimu sendiri."

Telepon itu ditutup begitu saja, dan Clara merasa tubuhnya semakin tegang. Setiap kata yang keluar dari mulut Damar seperti menyusup dalam pikirannya, menyadarkannya akan kenyataan yang belum sepenuhnya ia terima. Ini bukan hanya tentang Reno dan Nadia. Ini tentang dirinya. Tentang harga diri yang diinjak-injak, tentang masa depan yang hancur, dan tentang kebencian yang kini menguasai setiap sisi dirinya.

Namun, itu tak bisa menghalanginya. Clara tahu satu hal pasti: ia tidak akan membiarkan Reno dan Nadia merasa aman. Mereka harus membayar atas segala pengkhianatan yang mereka lakukan padanya.

Keesokan harinya, Clara berpakaian dengan hati-hati, memilih gaun hitam yang elegan, namun cukup sederhana untuk tidak menarik perhatian terlalu banyak. Ia sudah memutuskan untuk menemui Reno sekali lagi, tetapi kali ini, ia datang bukan untuk berbicara atau mencari penyelesaian. Ia datang untuk membuat semuanya berakhir, untuk memulai langkah pertama dari rencananya yang lebih besar.

Rumah itu terasa lebih asing dari sebelumnya, seperti tempat yang sudah tidak ada lagi tempat untuk cinta. Clara membuka pintu dengan hati-hati, dan di ruang tamu, Reno sudah menunggunya, tampak lebih gelisah dari biasanya. Wajahnya masih tampak lelah, namun ada kecemasan yang terlihat jelas di matanya. Mungkin ia merasa bahwa semuanya sudah berakhir.

"Clara," Reno berkata pelan, suaranya penuh dengan keinginan untuk memperbaiki hubungan mereka. "Kau datang untuk berbicara?"

Clara tersenyum sinis, wajahnya tanpa ekspresi. "Aku datang untuk memberi tahu kau satu hal, Reno," katanya dengan suara yang lebih keras, lebih tajam. "Kau sudah menghancurkan hidupku. Dan aku akan memastikan bahwa kau dan Nadia merasakan apa yang aku rasakan."

Reno terdiam, matanya mulai terlihat panik. "Clara, tolong... ini bukan seperti yang kau pikirkan. Aku... aku tidak tahu bagaimana bisa ini terjadi, aku benar-benar menyesal..."

Clara tertawa pelan, namun tawa itu terasa pahit, penuh dengan rasa sakit. "Menyesal?" katanya dengan nada merendahkan. "Kau menyesal? Hanya karena aku tahu kebenarannya? Kau menyesal setelah aku melihatmu tidur dengan wanita lain? Itu bukan penyesalan, Reno. Itu hanya ketakutan."

Reno mendekat, mencoba meraih tangannya, namun Clara dengan cepat menarik diri. "Jangan sentuh aku. Jangan pernah lagi mencoba untuk mendekat."

"Clara, aku mohon, beri aku kesempatan untuk menjelaskan..." Reno berkata, namun kali ini ada sesuatu yang berubah di wajahnya-ketakutan yang jelas terlihat. Clara bisa merasakannya, dan itu memberi kepuasan tersendiri.

"Penjelasanmu sudah tidak berarti lagi," Clara menjawab tegas, suaranya begitu penuh kebencian. "Kau tidak akan pernah lagi punya tempat di hidupku, Reno. Semua yang kita miliki sudah berakhir."

Reno tampak terkejut, tetapi Clara tidak peduli. Apa yang terjadi berikutnya adalah bagian dari rencananya, dan ia tak akan memberi kesempatan sedikit pun untuk penyesalan atau penjelasan. Sementara Reno berdiri di sana, tak berdaya, Clara merasa ada kekuatan baru dalam dirinya-kekuatan untuk melangkah tanpa menoleh lagi ke belakang.

Ia sudah memulai jalan yang baru. Sebuah jalan yang penuh dengan bayang-bayang balas dendam, yang akan menghancurkan dua orang yang pernah ia cintai, hingga tak ada yang tersisa.

Dan saat Clara keluar dari rumah itu, ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Sesuatu yang lebih gelap. Sesuatu yang tak bisa dihentikan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos Terkutuk: Jauhi Aku!
8.6
Lima tahun pengabdian Valerie sebagai sekretaris berujung sia-sia saat Edwin membuangnya ke kantor cabang. Namun, pengasingan itu justru menjadi awal kebahagiaannya. Saat seorang pria baru mendekat dan warisan miliarder dari ayahnya menanti, Valerie menyadari betapa suram masa lalunya. Ketika Edwin yang sombong menuduhnya gagal move on di sebuah pesta, Valerie dengan berani membalas ejekan mantan bosnya itu. Kini, roda berputar dan dialah yang memegang kendali.
Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra terpisah selama lima tahun akibat kecelakaan yang memicu amnesia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Theo jatuh hati pada Lili yang kini menjadi dokter. Demi meminang Lili, Theo rela menyerahkan sepuluh miliar kepada ayah Lili. Meski temperamen, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili mulai merangkai kepingan ingatan masa lalunya melalui sentuhan Theo guna mempertahankan pernikahan rumit mereka.
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri
9.7
Pernikahan Altair Nanggala dan Zoe Zivana tampak harmonis, namun sebenarnya hambar karena keterpaksaan demi keturunan. Bayang-bayang masa lalu muncul saat Naura Zoffany, mantan istri Altair yang dicintainya, kembali. Dulu mereka bercerai karena Naura dianggap mandul, padahal ia sedang mengandung tanpa diketahui Altair. Naura merahasiakan itu demi melindungi bayinya dari mertua. Kehadiran Naura kini menguji kesetiaan Altair pada Zoe yang rapuh.
Sampul Novel Kehidupan Istri Seorang Milyarder
8.4
Demi imbalan seratus juta, seorang wanita menyelamatkan pria yang ternyata miliarder paling berpengaruh di kota. Sang presiden kaya yang terobsesi mulai mengejarnya dan menawarkan mahar fantastis untuk menikah. Meski ditagih janji uangnya, sang wanita tegas menolak lamaran karena tidak tertarik pada sosoknya. Namun, pria dominan itu justru menaikkan tawaran menjadi satu miliar dan dengan berani mengajukan dirinya sendiri sebagai hadiah tambahan hadiah.
Sampul Novel MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
8.2
Lavendra hancur saat menyadari pernikahannya dengan Daza, sang CEO angkuh, hanyalah alat demi warisan sang kakek. Luka hatinya kian dalam karena Daza masih mencintai kekasihnya, Lora. Meski begitu, Lavendra sempat bertekad berjuang memenangkan hati suaminya demi impian pernikahan bahagia. Namun, gangguan Lora dan sikap dingin Daza menguras tenaga serta batinnya. Kini, Lavendra terjebak dalam keputusasaan dan merasa naif telah mengharapkan cinta sejati.
Sampul Novel My Possessive Husband Book 1
9.7
Aleina Xavinzo merasa terganggu oleh obsesi mantan kekasihnya, Richard, yang terus mengejar. Di tengah rasa frustrasi, sebuah insiden mabuk di kelab malam membawanya ke pelukan pria asing bernama Adrianus James Verona. Hubungan satu malam itu berujung kejutan besar saat mereka bertemu kembali sebulan kemudian sebagai pasangan tunangan pilihan orang tua. Kini, Aleina harus menghadapi babak baru dalam pernikahan kontrak yang penuh dengan teka-teki cinta.