APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Melepas Dia Yang Tak Pantas

Melepas Dia Yang Tak Pantas

Sepuluh tahun menikah, rumah tangga Mila dan Arfan goyah akibat campur tangan sang mertua. Di tengah kejenuhan, Mila bertemu kembali dengan Ferdy, cinta pertamanya. Takdir terus mempertemukan mereka melalui urusan anak hingga proyek kerja yang sama. Namun, kedekatan itu ternyata bagian dari rencana licik Nita, istri Ferdy. Nita sengaja menjebak mereka dalam fitnah perselingkuhan demi memuluskan perceraiannya dan menutupi aibnya sendiri sebagai korban.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bun, besok kita ke rumah Mas Ilham. Sudah tiga kali kamu sama anak-anak gak ikut aku jenguk ibu," ujar Arfan kepada Mila isterinya.

Mila yang sedang menyuapi anak bungsunya terlihat lesu. Dia menghela napas perlahan.

"Sebenarnya aku malas ke rumah Mas Ilham. Baru tiga bulan ini aku mengobati luka hati ini sendiri. Meskipun ibu sakit parah tapi ucapannya masih tak berubah. Ketus dan penuh prasangka buruk," gumam Mila dalam hati.

"Iya, Mas," sahut Mila singkat.

"Kamu ikhlas 'kan besok ikut aku jenguk ibu?" sindir Arfan melihat ekspresi wajah isterinya.

"Tanpa aku jawab kamu pasti tahu jawabannya," sahut Mila malas.

"Bisa gak kamu itu bersikap pengertian atas sikap ibuku? Apalagi saat ini ibuku hanya terbaring di atas kasur. Kamu gak kasihan?" ujar Arfan dengan nada kesal.

"Jadi selama ini aku masih kurang mengalah dan memaklumi sikap ibu kamu? Kamu egois, Mas. Yang kamu pikirkan hanya perasaan ibu. Kamu gak pernah tahu bagaimana aku berusaha menerima semua tuduhan buruk ibu. Memang dari awal ibu itu gak suka sama aku. Harusnya memang kita sudahi rumah tangga ini sejak aku mengandung Aldan sembilan tahun lalu. Saat aku hampir keguguran dan ibu kamu malah ...," ucap Mila menahan tangis lalu mengajak Naila ke kamar.

"Kamu harusnya lupakan semua itu supaya kita bisa hidup lebih baik. Bisa jadi keuangan kita sulit selama ini karena kamu yang gak bisa akur sama ibu," ujar Arfan semakin menyudutkan Mila.

Mila berusaha menahan diri untuk tidak menanggapi ucapan suaminya. Karena dia sangat muak dengan pertengkaran yang sama selama bertahun-tahun. Pertengkaran tentang Arfan yang membela ibunya. Mila sudah hafal dengan apa yang akan diucapkan suaminya. Dan pada akhirnya Mila yang akan disalahkan.

"Aku juga capek sama rumah tangga ini. Aku muak sama sikap ibu kamu yang selalu mojokin aku. Di matanya aku ini selalu salah. Kalau boleh aku jujur. Aku sangat menyesal karena nikah muda sama kamu. Aku pertimbangkan terima lamaran kamu karena lebih dewasa 5 tahun. Apa salah kalau aku memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga? Aku selalu dicap sebagai beban suami," ucap Mila lirih dalam hati.

*******

Besoknya Arfan, Mila, dan kedua anaknya berkunjung ke rumah Mas Ilham. Mila bersiap untuk menerima setiap kata-kata jahat yang akan diucapkan oleh ibu mertuanya. Arfan dan Mila terlihat acuh satu sama lain. Mereka masih sama-sama merasa benar dan enggan bicara. Ibu Anik yang menyadari hal itu justru sengaja memojokan Mila.

"Kalau kamu gak niat ikut kesini harusnya gak perlu datang, Mila. Kamu itu 'kan senang lihat saya ini lumpuh. Sesuai sama harapan kamu," sindir Bu Anik.

Mila hanya diam tak bergeming. Dia fokus bermain dengan anak-anaknya. Kebetulan hari itu Mas Ilham dan keluarganya sedang menghadiri acara pernikahan kolega mereka.

"Oh jadi kamu itu sekarang pura-pura tuli? Gak mau jawab ucapan saya? Memang kamu itu ya menantu durhaka. Pantas saja hidup Arfan itu gak berubah karena isterinya itu kamu," sindir Bu

Anik lagi.

Hati Mila seketika panas mendengar ucapan Bu Anik yang sangat keterlaluan. Arfan yang mendengarnya hanya diam. Tak ada pembelaan sama sekali. Rasanya Mila semakin muak.

"Ibu mau saya jawab apa? Jadi ini alasannya ibu bilang kangen sama saya dan anak-anak? Kangen untuk memojokan saya? Ibu selalu buruk sangka terhadap saya. Apa ibu gak pernah instropeksi diri? Bagaimana sikap angkuh ibu dikala sehat? Bisa jadi penyakit ibu saat ini adalah karma. Karena terus menzolimi orang lain termasuk saya," ucap Mila menahan tangis.

"Mila! Jaga ucapan kamu! Beliau Ibuku. Surga kita kelak. Apa kamu mau gak mencium bau surga karena durhaka sama mertua?" bentak Arfan dengan kasar.

Air mata Mila yang tertahan seketika mengalir deras tak tertahan. Ucapan kasar ibu mertuanya bukan apa-apa lagi dibandingkan bentakan dari suami yang dia hormati selama ini.

"Jahat kamu Mila," ujar Bu Anik menangis.

"Kamu benar, Mas. Aku gak akan bisa mencium bau surga. Karena ibu kamu sebagai pemegang kunci surga gak pernah menyukai aku. Jadi, bau surga diharamkannya untukku. Maka, dengan ini aku pinta kita pisah. Silahkan kamu cari makmum lain yang disukai ibu kamu," Mila menggendong anak bungsunya dan mengajak anak sulungnya yang berusia 9 tahun untuk pergi.

Arfan segera meraih tangan isterinya dan mencegah Mila pergi. Arfan tak menyangka Mila akan berbuat seperti itu.

Dengan tangis palsu Bu Anik memaki dirinya sendiri. "Ibu memang lumpuh gak berguna. Jadi, kamu mau buang Arfan karena takut direpotkan. Apa jangan-jangan kamu selingkuh?" tuduh Bu Anik semakin keji.

Mila tak bergeming dan membuang napas kasar mendengar tuduhan jahat mertuanya.

"Cukup, Bu!" bentak Arfan yang mulai kesal.

"Bund. Kamu gak serius 'kan? Maafin ayah. Biar ayah antar. Jangan pergi begini. Kasihan anak-anak,

"Gak perlu, Mas. Kamu jaga aja ibu. Aku bisa sendiri dan harus mulai membiasakan diri," Mila melangkah pergi dan tak menghiraukan Arfan.

Aldan si sulung seakan mengerti posisi ibunya yang selalu dihina oleh sang nenek. Tanpa banyak bicara, Aldan mengikuti langkah Mila.

Di jalan, Mila mengusap air matanya. Hati yang terus menerus luka tak kunjung sembuh karena kembali disayat. Ucapan ibu mertua yang selalu menghakimi juga suami yang dahulu menjadi penengah kini terlihat lebih membela ibunya. Sebenarnya, Mila bimbang untuk meminta pisah karena anak-anak yang sangat dekat dengan ayahnya. Tapi, Mila semakin tersiksa dengan rumah tangga ini.

"Bunda. Jangan nangis lagi, ya. Ada Aldan sama adek disini. Aldan akan jadi anak baik," ucap Aldan lirih menggenggam tangan ibunya.

Mila hanya tersenyum simpul ke arah Aldan. Ponsel Mila berdering tanda panggilan masuk. Mila segera menerima panggilan masuk yang ternyata dari kantor tempat bekerjanya dulu.

"Baik, Pak. Besok saya akan datang ke kantor jam 8 pagi," ucap Mila dengan wajah sumringah.

******

Paginya, Mila tengah berpakaian rapi. Dia sengaja pulang ke rumah ibunya karena akan datang ke kantor untuk interview. Kebetulan Aldan juga sedang libur sekolah.

"Kamu beneran gak ada masalah 'kan? Ibu perhatikan mata kamu sembab seperti habis menangis. Jangan dipendam sendiri. Cerita sama ibu," ucap Ibu lembut.

"Mila akan cerita semuanya nanti. Sekarang, Mila minta tolong Ibu untuk jaga anak-anak. Mila berangkat dulu, Bu. Assalamu'alaikum," Mila mencium tangan Ibunya dan melangkah pergi.

Arfan yang baru tiba di rumah Ibunya Mila segera menghadang isterinya.

"Mila. Kamu mau kemana?" tanya Arfan.

"Aku mau ke kantor tempat kerja dulu. Maaf, Mas. Kalau kamu datang kesini hanya untuk berdebat. Lebih baik kamu pergi aja. Lagi pula kamu harus ke kantor 'kan? Aku pergi dulu. Assalamu'alaikum," ucap Mila mencium tangan Arfan.

Arfan segera menarik tangan sang isteri.

"Aku antar saja. Kamu akan terlambat kalau naik kendaraan umum," ujar Arfan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Abang Duda Kesayangan
9.5
Dilara Aysila Airene mengalami pertemuan tak terduga dengan seorang duda menawan usai menolong seorang nenek di jalanan. Terpikat oleh ketampanan pria tersebut, Dilara pun jatuh hati dan bertekad memenangkan hatinya. Berbagai upaya rayuan hingga aksi-aksi konyol mulai ia lancarkan demi menarik perhatian sang pria idaman. Akankah misi cinta Dilara ini membuahkan hasil manis, atau justru menemui hambatan? Simak perjuangan uniknya dalam mengejar sang duda.
Sampul Novel Cinta Melawan Syarat
9.4
Demi kesembuhan sang ayah, Helena terpaksa menggantikan saudara tirinya menikahi pewaris kota yang tuli. Namun, malam pertama mereka justru diawali peringatan dingin bahwa pernikahan ini hanyalah bisnis. Helena harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sulit ditebak. Meski banyak yang meramal kehancurannya, sang suami justru menjadi pelindung utama. Saat kontrak usai dan Helena bersiap pergi, pria itu memohon sambil menangis agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Dicintai Adik Ketemu Gede
9.1
Vivi, remaja tujuh belas tahun, jatuh hati pada Agam Permana, pria dewasa yang telah ia kenal selama satu dekade. Meski Agam menganggapnya adik, Vivi nekat mengajaknya menikah setelah lulus sekolah. Situasi kian pelik saat Fadlan, sahabat Agam, turut mencintai Vivi. Agam pun terjebak dilema antara menjaga persahabatan atau mengikuti perasaannya yang mulai tumbuh. Akankah cinta beda usia ini bersatu tanpa merusak ikatan yang ada di antara ketiganya?
Sampul Novel Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku
8.1
Demi membiayai pengobatan ayahnya yang kritis, seorang gadis polos terpaksa menjadi wanita simpanan bagi CEO berkuasa di Amerika. Sang miliarder tidak hanya menginginkan kepuasan, namun juga menuntutnya melahirkan ahli waris karena istrinya mandul. Terjebak dalam kemewahan yang penuh rahasia kelam, ia kini menghadapi konflik batin yang hebat. Ia harus memilih antara mempertahankan harga diri atau mengikuti benih cinta yang mulai tumbuh di situasi yang salah.
Sampul Novel Guruku tersayang
8.6
Hati Raina telah mati untuk Kevin. Ia tak sanggup melupakan pedihnya berjuang sendirian antara hidup dan mati saat melahirkan anak kembar mereka tanpa kehadiran suami. Di saat ia mempertaruhkan nyawa, Kevin justru asyik bersama Clara. Pengkhianatan itu menyisakan trauma mendalam hingga Raina enggan untuk rujuk. Rasa takut akan disakiti lagi membuatnya sadar bahwa mereka memang tidak berjodoh, meski Kevin kini memohon untuk kembali ke sisinya.
Sampul Novel Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain
8.9
Dunia Calla hancur saat putrinya kritis di ICU. Di tengah kesendiriannya menggenggam tangan si kecil yang kian dingin, suaminya, Ares, justru menghilang. Ares lebih memilih menjemput cinta pertamanya, Lyanna, yang baru kembali. Saat napas sang buah hati berakhir, Calla meratap dalam sunyi sementara Ares asyik berpesta dan berdansa memeluk Lyanna. Tanpa sadar, kebahagiaan semu itu harus dibayar mahal dengan kehilangan keluarga dan kepercayaan Calla selamanya.