APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menaklukan Hati Dokter Cantik

Menaklukan Hati Dokter Cantik

Khalila Permata Sutama, dokter cerdas pewaris rumah sakit, terpaksa menikahi Zahran Fahad Auzan demi memenuhi wasiat. Zahran yang masih SMA menggantikan posisi mendiang kakaknya dalam perjodohan ini. Meski Khalila bersikap ketus dan malu memiliki suami brondong, Zahran tetap tulus karena Khalila pernah menyelamatkan nyawanya dulu. Pengabdian tanpa pamrih Zahran perlahan mulai menyentuh hati Khalila. Akankah pernikahan beda usia ini berujung pada cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari ini Zahran dan Khalila menikah secara sederhana di kampung. Sudah hal lumrah di kampung Zahran menikah muda dan menikah siri, jadi mereka tidak kaget lagi mengetahui ada pasangan muda menikah bahkan menikah siri. Walau Khalila dan Zahran menikah sederhana di kampung, banyak tamu yang datang memberi ucapan selamat untuk mereka. Erga dan keluarga Zahran berencana akan melangsungkan pernikahan mewah saat Zahran sudah cukup umur.

Berbalut kebaya putih dengan riasan natural namun tetap cantik, Khalila duduk di samping Zahran karena ijab qabul akan dilangsungkan. Penghulu dan tamu sudah datang. Teman-teman sekolah Zahran ada sebagian yang datang karena mereka penasaran, siapakah gadis kota beruntung yang mendapatkan hati Zahran, si idola sekolah.

"Wah, cantik sekali calon istri Zahran. Aku dengar dia dokter, usianya lebih tua dari Zahran. Kok mukanya lebih muda dari muka Kamu, Tina?" ejek Maya, teman dekat Tina.

"Tetap saja tua. Semoga Zahran cepat jadi duda," doa Tina. Sebenarnya Tina tidak ingin datang, tapi karena ayahnya kepala desa dan di undang, terpaksa dia datang.

"Kalau dokter muka bidadari kaya gitu, Aku juga mau cepat-cepat nikah," kata salah satu teman Zahran yang laki-laki.

Pujian demi pujian yang Tina dengar dari teman-temannya untuk calon istri Zahran membuat wajah Tina cemberut sepanjang acara. Tina masih belum bisa melupakan Zahran.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan Engkau, Zahran Fahad Auzan bin Adam dengan putri Saya Khalila Permata Sutama binti Erga Sutama dengan Mas Kawin uang 10 juta rupiah dibayar tunai." Erga sendiri yang menikahkan putrinya di dampingi oleh penghulu.

"Saya terima nikah dan kawinnya Khalila Permata Sutama binti Erga Sutama dengan Mas Kawin tersebut tunai." Hanya dengan satu tarikan nafas, tanpa kesalahan sedikitpun, Zahran berhasil mengucapkan kalimat ijab qabul.

"Bagaimana saksi, sah?" tanya Penghulu pada saksi dan semua tamu yang hadir.

"Sah."

Akhirnya Zahran dan Khalila sah secara agama menjadi suami istri. Khalila tidak percaya dirinya telah menjalin ikatan sah dengan pria muda yang tidak dia cintai itu. Terlihat dari raut wajah Khalila betapa dia kecewa. Saat bertukar cincin pun Khalila masih menunjukan ekspresi datar.

"Khalila, Aku janji akan menjadi suami terbaik untukmu. Insyaallah," ucap Zahran tulus. Lalu dia mencium kening Khalila cukup lama.

Tanpa menjawab, Khalila kemudian mencium punggung tangan suaminya.

***

Tak terasa, acara sudah selesai dilangsungkan. Sore ini pukul tiga, Erga, Khalila dan Zahran berangkat ke kota, ke kediaman mewah Sutama. Lilis sudah mengemas pakaian anaknya untuk di bawa. Tak henti-henti Lilis berpesan pada anaknya untuk menjadi suami yang baik. Dia takut anaknya mengecewakan istrinya, apalagi usia Zahran masih muda.

Perjalanan ke kota memerlukan waktu beberapa jam. Sekitar jam 9 malam baru mereka tiba. Di perjalanan, Khalila diam seribu bahasa. Dia bahkan tidak mau melihat wajah Zahran.

Sejak awal menikah, Zahran sudah bisa merasakan kalau Khalila cuek dan dingin padanya. Namun Zahran tidak ingin ambil pusing. Mungkin Khalila belum siap menikah dengannya. Zahran tidak ingin memaksa Khalila, biarkan waktu yang membuat Khalila terbiasa.

Beberapa jam kemudian, mobil yang dikemudikan supir Erga tiba di kediaman Sutama.

"Tuan, siapa di depan?" kata Sang Supir.

Erga yang masih terjaga sepanjang perjalanan melihat ke depan. Di depan gerbang rumahnya ada pria dan wanita seusia Khalila sedang menunggu. "Hentikan mobilnya!" titah Erga.

"Baik, Tuan." Mobil pun di hentikan. Zahran dan Khalila terbangun merasakan mobilnya berhenti.

"Sudah sampai ya, Om?" tanya Zahran.

"Sudah. Om keluar dulu, Zahran." Erga membuka pintu mobil lalu keluar.

"Dito? Yuana?" Khalila terkejut melihat pacar dan sahabatnya tengah menunggu di depan gerbang rumahnya. Khalila langsung keluar dari mobil menyusul ayahnya.

"Khalila, tunggu!" kata Zahran, namun Khalila tetap keluar. Zahran pun ikut keluar.

"Mau apa kalian malam-malam di depan rumah orang?" tanya Erga penuh curiga.

"Maaf, Om. Bukan maksud Kami," jawab Yuana tidak enak. "Khalila," panggil Yuana saat melihat Khalila berjalan ke arah mereka.

"Yuana? Dito? Kalian ngapain?" tanya Khalila terkejut.

"Jadi acara keluarga yang Kamu bilang adalah pernikahan Kamu di kampung?" ucap Dito langsung.

Khalila terdiam. Apa Dito tahu semua pikir Khalila.

"Khalila. Ini semua salahku. Aku gak sengaja salah kirim wa. Terkirim foto pernikahan kalian ke Dito," sesal Yuana.

"Jawab!" kata Dito lagi dengan meninggikan suara. Dia menatap kecewa pada Khalila. Bahkan matanya berkaca-kaca berwarna merah.

"Jangan berteriak pada istriku!" sahut Zahran marah. Dia tidak suka Dito meneriaki istrinya.

"Istri? Jadi benar Kamu sudah jadi istri orang? Kamu bilang batal dijodohkan karena calon suami Kamu meninggal. Kamu bohong?" cerca Dito pada Khalila.

Khalila diam seribu bahasa. Dia hanya menangis.

"Kamu pasti Dito, mantan pacar anak Saya. Kenalkan, ini Zahran menantuku. Anak Saya sudah punya suami, jadi jauhi dia!" tegas Erga.

"Sejak awal Om gak pernah merestui Saya dan Khalila. Apa karena Saya miskin? Karena Saya hanya karyawan biasa? Bukan dokter seperti Om dan Khalila? Tega sekali Om memisahkan Kami!" teriak Dito kesal.

"Lancang sekali Kamu bicara pada orangtua. Baguslah. Jadi Saya tidak menyesal tidak merestui kalian. Jangan pernah datang lagi ke rumah Saya," tegas Erga lagi. "Zahran, bawa Khalila masuk. Biar mereka Om yang usir," titah Erga.

"Baik, Om." Zahran membawa Khalila masuk. Khalila menurut karena tidak bisa berbuat apa-apa.

Di dalam, Zahran dan Khalila tidak tau apa yang terjadi lagi di luar. Yang jelas, Erga pasti mengusir Dito dan Yuana.

"Khalila, ayo masuk ke kamar!" ajak Zahran.

"Zahran, Kamu pasti penasaran kan siapa dia?" Khalila mulai berani bicara.

"Mantan pacar Kamu?" tebak Zahran.

"Kami belum putus. Dia bahkan tidak tau Aku menikah denganmu hari ini. Gara-gara perjodohan konyol ini, Aku dan dia berpisah. Apa sih yang Papa harapkan dari bocah seperti Kamu? Bisa-bisanya Papa ngotot menikahkan Kita? Aku benci sama Kamu Zahran, sangat benci. Harusnya Kamu tidak masuk ke kehidupanku." Khalila meluapkan kekesalannya pada Zahran, lalu naik ke atas, masuk ke kamarnya.

Zahran menatap nanar langkah Khalila hingga Khalila menutup pintu kamarnya di lantai atas. Hati Zahran sakit mengetahui istrinya ternyata menaruh perasaan cinta pada pria lain.

"Zahran, Kita harus bicara," kata Erga yang baru saja masuk.

"Iya, Om." Zahran mengikuti langkah Erga, mereka duduk di sofa.

"Kamu pasti terkejut melihat kedatangan pria itu? Ya kan?"

"Kata Khalila mereka belum putus Om."

"Zahran. Om sangat menyayangi Khalila. Anak Om memang berduri di luar tapi dia sangat polos. Mudah untuk pria jahat di luar sana membodohinya dengan cinta. Pria tadi namanya Dito. Dia bukan pria baik-baik. Walau Dimata Khalila dia pria terbaik di seluruh dunia."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Dokter Charlotte Swift Sterling diizinkan Kylen Brown menempuh spesialis kandungan di Jepang dengan janji pernikahan saat kembali. Namun, rencana indah itu hancur seketika saat adiknya, Jessamine, mengaku telah mengandung anak Kylen akibat hubungan terlarang. Di tengah pengkhianatan ini, Charlotte terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap menikahi tunangannya atau merelakan pria itu demi masa depan adik kandung yang sangat ia sayangi?
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Pernikahan Aura dengan Gavin membawanya masuk ke lingkaran obsesi keluarga Mahendra. Atas desakan ekonomi, Gavin mengajak Aura tinggal di rumah sang kakak, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang berkuasa. Tanpa diduga, Adrian menyimpan hasrat gelap terhadap istri adiknya tersebut. Dengan karisma dan kekuasaannya, Adrian memanipulasi keadaan hingga Aura terjepit antara kesetiaan pada suami dan godaan sang kakak ipar yang terus menjeratnya.
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker adalah CEO ternama sekaligus mahasiswa dengan sisi gelap yang haus darah. Hidupnya yang dingin berubah saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Meski ditolak, Athur menggunakan paksaan demi mengklaim Shena sebagai miliknya. Kini, hidup tenang Shena hancur dalam jeratan sang psikopat yang tak bisa ia hindari. Namun, rahasia masa kecil mulai terungkap. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi Shena?
Sampul Novel Istri Muda Pak Dosen
7.9
Helga, mahasiswi kutu buku, terpaksa menikahi Hadyan, dosen playboy sekaligus putra dari Hans Anderson yang membiayai kuliahnya. Perjodohan ini bertujuan agar Helga menjadi ibu bagi putra Hadyan. Namun, ia harus merahasiakan pernikahan mereka demi karier mantan istri Hadyan yang masih terobsesi. Di tengah ancaman sang mantan dan sikap dingin Hadyan yang belum bisa berpaling dari masa lalu, mampukah Helga bertahan saat suaminya sendiri justru terus membela wanita yang telah mengkhianatinya?
Sampul Novel Keputusan Takdir
8.5
Sallyana mengira cintanya akan berakhir indah, namun Veen justru memaksanya pergi hingga hatinya hancur. Saat ia mulai berhasil merelakan dan melupakan luka lama, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam status yang sangat berbeda. Akankah Sallyana jatuh hati lagi pada Veen setelah perpisahan pahit itu? Ataukah ia akan memilih pemuda lain yang hadir saat ia mencoba bangkit? Takdir memegang kunci atas akhir kisah pencarian kebahagiaan sejati ini.
Sampul Novel Nafkah Istri Pertama
9.6
Demi mendapatkan keturunan yang belum juga hadir, seorang istri mengambil keputusan berat dengan mengizinkan suaminya berpoligami. Namun, niat tulus untuk melengkapi kebahagiaan keluarga justru berujung pada penderitaan. Pernikahan kedua sang suami ternyata membawa malapetaka yang menghancurkan kedamaian hidup mereka. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dari pilihan yang semula ia anggap sebagai solusi bagi masa depan rumah tangganya.