APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menantu Menjadi Madu

Menantu Menjadi Madu

Chika mendambakan pernikahan yang abadi, namun Irsan justru menceraikannya demi menuruti keinginan sang ibu. Di tengah rasa sakit hati dan luka yang mendalam, Chika bertekad untuk membalas dendam. Namun, rencana tersebut berubah haluan saat ia justru jatuh hati pada ayah tiri dari mantan suaminya sendiri. Akankah hubungan yang rumit ini membawa kebahagiaan? Simak perjalanan cinta tak terduga yang penuh dengan gejolak emosi dan konflik ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Netra Papa membelalak sempurna, mungkin beliau tidak percaya dengan cerita yang meluncur dari bibirku baru saja.  

Tentang bagaimana mertuaku memperlakukan aku, yang bisa dibilang tidak manusiawi. Aku diperlakukan seperti babu, mengurus semua kebutuhan rumah itu sendiri. Aku yakin, pembantu yang dibayar sekalipun, tak sanggup melakoni pekerjaanku. 

Belum lagi caci maki dan sumpah serapah, yang terlontar dari mulut Ibu. Dan itu terjadi setiap saat, setiap harinya. Dan aku rela menerima semua, atas nama bakti pada suami. 

Tak lupa kuceritakan tenang sikap Mas Irsan yang lemah, tidak berani mengambil sikap apalagi membelaku di depan ibunya.

Tangan yang mulai keriput itu, melepas kaca mata yang bertengger di wajah, kemudian memijit pangkal hidungnya.

"Papa, tidak percaya, ada seorang Ibu yang berperilaku seperti itu. Walaupun kamu hanya menantu, tidak sepatutnya dia keterlaluan memperlakukanmu. 

"Sebagai orang tuamu, tentu Papa tidak terima. Kamu kami besarkan penuh kasih sayang, kami memperlakukannu penih cinta. Meski tidak memanjakanmu, tapi kami tak pernah menyakitimu, baik secara fisik ataupun secara verbal. 

Bukankah dulu Irsan, berjanji akan membahagiakanmu? Tapi mengapa dia diam saja, melihat kamu disakiti ibunya? Laki-laki macam apa, yang mudah mengingkari janjinya," ucap Papa sendu, netranya menerawang kedepan. Ada luka dalam sorot matanya. 

Teringat saat Mas Irsan memintaku kepada Papa untuk dijadikan istri.

"Om, saya mohon restunya. Saya ingin segera mmenikahi Chika," keringat dingin mengalir di kening Mas Irsan, saat mengungkapkan keinginannya pada Papa.

"Apa kamu yakin dengan kata-katamu?," ucap Papa dingin, Papa memang tak suka banyak bicara, kalau belum terlalu kenal.

"Saya yakin Om, saya akan berikan kebahagiaan untuk Chika, Om. Saya janji," ucap Mas Irsan kala itu. 

"Jaminannya apa?"

"Saya akan kembalikan Chika pada Om, sekiranya Chika, tidak bahagia hidup bersama saya," ucap Mas Irsan, mantap.

Bahkan Mas Irsan, tetep kekeh menikahiku meski ibunya tidak merestui, dan terang-terangan menunjukan ketidak sukaannya padaku.

"Siapa yang kau bawa kesini Irsan," ucap Ibu Mas Irsan dengan nada angkuh.

"Chika Bu, dia calon istriku. Kami berencana untuk menikah dalam waktu dekat," ucap Mas Irsan, dibalas ibunya dengan tatapan dingin dan merendahkan.

"Aku mencintainya Bu, aku mohon ibu merestui kami." Mas Irsan berkata tanpa berani menatap ibunya, sementara tangannya menggenggam erat tanganku, mencari dukungan.

"Dia tidak sepadan dengan kita, jangan harap aku akan mengijinkan kamu menikahinya," wanita angkuh itu, bangkit dari duduknya kemudian berlalu.

Aku memang bukan berasal dari keluarga kaya, tapi aku bukan anak orang miskin. Kami memang terbiasa hidup sederhana, lalu apa salahnya?

Mendengar kalimatnya yang merendahkan membuatku merasa terhina.

"Mas, Aku nggak bisa menikah tanpa restu Ibumu," ucapku, setelah sosok Ibu Mas Irsan tidak terlihat lagi.

"Ayolah Chika...kamu jangan menyerah begitu saja, kita buktikan cinta kita bisa menghadapi apa saja," ucap Mas Irsan, menggenggam tanganku.

"Aku tidak yakin Mas, Mas lihat sendiri kan, ibumu tidak menyukaiku, dia menghinaku miskin," ucapku sengit.

"Ibu tidak bilang kamu miskin," ucapnya tak kalah sengit.

"Iya, tapi kata-katanya merendahkanku."

"Aku yakin, kalau melihat kita bahagia Ibu juga akan bahagia, pasti dia akan merestui kita nanti." Nada suara Mas Irsan mulai merendah.

Mas Irsan tak berhenti merayuku agar mau menikah dengannya, hampir setiap hari datang, meski aku tidak ingin menemuinya.

Lama kelamaan hatiku luluh juga, melihat kegigihan Mas Irsan. Dengan syarat tinggal terpisah dari ibunya, aku menerima pinangannya.

Akhirnya pernikahan digelar secara sederhana di rumahku, tanpa dihadiri oleh ibunya. Hanya dihadiri oleh Ayah dan keluarga besarnya saja.

Bagiku tak masalah, tak mengurangi kebahagiaan kami. 

Dua bulan pertama kami tinggal di rumah Papa, tapi setiap hari ibunya selalu menelfon meminta Mas Irsan pulang.

Aku yang masih trauma dengan sikap Ibu saat pertemuan pertama, tentu menolak ajakan Mas Irsan untuk pulang kerumah orang tuanya.

"Kasihan Ibu, Ka. Dia kesepian, kita pulang ya?" rengekan Mas Irsan, tak urung membuat kepalaku pusing juga. 

"Aku yakin Ibu, akan menerimamu, apalagi kalau kamu memberinya cucu nanti." Mas Irsan tak henti merayuku,  hingga akhirnya aku mengalah.

Kupikir Ibu sudah berubah, tidak membenciku lagi, tapi ternyata kebenciannya semakin menjadi.

Aku diperlakukan tidak lebih dari seorang babu, setiap hari ada saja kesalahanku. Yang masakan keasinan lah, lantai kurang bersih lah, setrikaan kurang rapi lah, sepertinya ibu mertuaku tidak puas, kalau tidak memakiku sehari saja.

 "Aku heran sama Irsan, apa sih menariknya dirimu? Sampai tergila-gila padamu? Atau jangan-jangan kamu pelet anakku?" Tak kutanggapi ocehan Wewe Gombel, percuma hanya menghabiskan energi saja.

"Cantik enggak, kaya enggak, nggak becus kerja, mandul lagi!," kalau dia bukan mertuaku, sudah kuremas mulutnya.

Bagaimana aku bisa hamil kalau setiap hati tertekan begini? Tidak gila saja, aku sudah bersyukur..

 "Chika, apa kamu masih mencintai Irsan?" ucapan Papa, membawa kembali anganku yang mengembara.

"Cinta Pa, tapi Chika lelah kalau harus terus mengalah. Chika nggak sanggup diperlakukan seperti ini terus-menerus, Chika menyerah," ucapku datar, tak ada lagi air mata yang menetes, semua sudah kuhabiskan semalam.

"Kita bicarakan ini dengan Irsan, semua harus diselesaikan dengan kepala dingin," ucap Papa bijak.

"Hhh..." Papa menghela nafas, "Papa sampai lupa, belum memeriksa stock barang yang habis." Papa bangkit dari duduknya.

"Sekarang kamu bantu Papa ya, masih ingat caranya kan?" tanya Papa dengan senyum menggoda. 

Saat ini kami sedang berada di ruang bagian belakang toko, yang menjadi kantor Papa. Papaku membuka mini market di belakang rumah, yang kebetulan menghadap jalan raya, toko ini tembus kerumahku.

Dari mini market inilah, Ayah menghidupi kami anak-anaknya. Dulu sebelum ada Indomar*t dan Alfamar*t, mini market Papa ini rame sekali. Sejak kehadiran dua retail besar itu, penghasilan menurun, tapi masih cukup untuk membayar sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bukankah setiap rejeki harus disyukuri, berapapun itu.

"Mas Irsan, bilang akan menyusul kesini hari ini Pa," ucapku sebelum Papa sibuk dengan pekerjaannya.

"Kita lihat saja nanti Ka, Mas Irsanmu maunya bagaimana?"

Seharian kuhabiskan waktu untuk membantu Papa di toko, tak terasa hari sudah sore, biasanya Mas Irsan pulang jam lima.

"Mbak Chika, ada Mas Irsan tuh di depan," ucap Cica, adik bungsuku.

Aduh...aku belum sempat mandi tadi, biasanya aku menyambutnya pulang dalam keadaan bersih dan wangi, tapi kali ini bau terasi.

Bersambung....

Kira-kira Irsan, bakal ikut tinggal di rumah Chika apa enggak ya....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terjebak dalam pernikahan hambar dengan Rose yang hanya peduli pada kemewahan. Di sisi lain, Emily Alexandra bekerja keras secara sembunyi-sembunyi demi uang, berbeda jauh dari kakaknya yang manja. Suatu malam, rahasia Emily selama dua tahun terendus oleh Liam. Demi melindungi reputasinya dari Rose dan keluarga yang sangat pemilih, Emily terpaksa menjalin kesepakatan rahasia dengan sang kakak ipar agar pekerjaannya tetap tersembunyi.
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana mengabdi sebagai istri penurut bagi Bima, namun hatinya tetap dingin. Pernikahan tanpa sentuhan itu akhirnya kandas setelah kakek Bima wafat, membuat Hana diceraikan demi kekasih pilihan suaminya. Di tengah keterpurukan, takdir mempertemukannya dengan Matheo. Sebuah kesalahpahaman fatal membuat Hana dituduh sebagai mata-mata oleh bos kejam tersebut, sebuah pertemuan yang lantas menjungkirbalikkan seluruh sisa hidupnya.
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Sinta menghadapi cobaan berat setelah menerima lamaran Ashraf, sang pewaris kaya. Selain teror misterius yang menuduhnya memakai guna-guna, ia harus menelan hinaan kejam dari saudara sepupunya karena status sosialnya yang rendah. Meski ibunya menangis menyesali kemiskinan mereka, Sinta tetap tegar dan beriman. Ia percaya bahwa kehormatan sejati datang dari Tuhan, bukan sekadar harta atau pendidikan, sembari berharap restu tulus sang ibu menyertai langkahnya.
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dinikahi Brondong Tajir
9.3
Dunia Keyla Valerie seketika runtuh saat ia memergoki pengkhianatan suaminya yang berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kehancuran hati dan keputusasaan yang mendalam, seorang pemuda tampan dengan gaya badboy tiba-tiba muncul di hadapannya. Tanpa ragu, pemuda kaya raya tersebut langsung mengklaim bahwa Keyla adalah calon istrinya. Bagaimana nasib Keyla selanjutnya menghadapi situasi tak terduga ini? Ikuti kisah selengkapnya sekarang.
Sampul Novel Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
9.6
Pasca kecelakaan tragis, Arjuna harus menghadapi kenyataan pahit saat ia lumpuh. Dunianya hancur ketika Kirana, tunangannya, justru memilih menikah dengan adiknya, Bima. Di tengah perebutan takhta CEO oleh adik-adiknya, mental Arjuna kian terpuruk karena terapi fisik yang sulit. Demi memulihkan sang putra, ibunya menjodohkan Arjuna dengan Mentari. Gadis unik yang ceria namun matre ini hadir membawa harapan baru di tengah pengkhianatan dan keputusasaan Arjuna.
Sampul Novel My Absurd CEO
8.8
Enzo Delwyn, seorang CEO berusia 28 tahun, secara mengejutkan mengejar Aylin, siswi kelas XI SMA. Berbeda dari pemimpin perusahaan pada umumnya, penampilan Enzo sangat tidak lazim. Di balik sikap uniknya, Enzo dan kakaknya menyimpan misi rahasia untuk menuntut balas pada Aylin atas kejadian di masa lalu. Kini, ia terjebak dalam dilema antara menuntaskan ambisi dendamnya atau mengikuti perasaan. Akankah Enzo tetap menjalankan rencana awalnya terhadap Aylin?