APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mencintai Adik Angkatku

Mencintai Adik Angkatku

Sebastian Sachdev Rendra memendam rasa cinta terlarang kepada adiknya, Elvina. Tanpa diketahui siapapun, mereka sebenarnya tidak memiliki ikatan darah. Rahasia besar ini terungkap saat Luna, sang mama, membaca buku harian Bastian. Meski Bastian merasa lega mengetahui Elvina hanyalah adik angkat, konflik batin muncul karena Elvina hanya menganggapnya sebagai pelindung. Kini, kebenaran itu harus disembunyikan hingga saat yang tepat bagi Elvina untuk memilih.
Bab
Bagikan

Bab 2

Waktu sudah menunjuk angka tiga sore. Bastian tengah menunggu Elvina yang masih ada kelas di jam terakhir di hari itu.

“Nunggu adek udah kayak nunggu pacar lo, Bas,” ucap Ditto, teman dekat Bastian.

Pria itu kemudian mengulas senyumnya. “Nunggu siapa, To?”

“Biasa. Lo sendiri nggak bisa apa, biarin Elvina pulang sendirian? Jangan dijagain terus tuh adek. Gak bisa dapat jodoh gara-gara elo, entar.”

“Daripada dia dapat jodoh yang nggak bener, mending gue kekang dari sekarang, To. Gue gak mau dia salah mendapatkan cowok. Dia adek gue satu-satunya. Gak bisa gue biarin hidupnya hancur.”

Ditto menepuk-nepuk bahu Bastian. “Kakak yang perhatian dan baik hati. Kalau Elvina bukan adik elo, udah lo pacarin. Iya, kan?”

“Apaan sih. Yaa nggak lah. Gilak aja gue jatuh cinta sama adek sendiri.”

“Kan seumpama, Bastian. Bukan beneran. Kalau beneran, bisa diamuk netizen Indonesia lo, Bas.”

Sontak pria itu terkekeh mendengar ucapan Ditto. “Nggak akan, Ditto. Kenapa lo mikir ke arah sana sih? Suka, sama adek gue? Isi dulu pertanyaan yang gue kasih ke elo.”

Ditto menggelengkan kepalanya. “Nggak akan bisa, gue ngalahin kecerdasan elo, Bas. Mau sampai kapan elo kasih pertanyaan sulit buat para cowok yang deketin Elvina? Bisa jadi perawan tua entar tuh cewek.”

“Sampai gue menemukan cowok yang benar-benar tulus mencintainya. Sayangnya melebihi dari gue.”

“Yaa nggak bakalan ada, ngehe. Lo sayang ke Elvina karena dia adek elo. Sedangkan cowok di luaran sana, suka sama Elvina karena melihat dia sebagai cewek. Gimana sih, lo!”

Sementara Bastian hanya menerbitkan senyumnya. Tak ingin membahas hal konyol yang bisa membuatnya semakin tak tentu arah dengan perasaannya saat ini. Hingga akhirnya orang yang sedari tadi ia tunggu tiba di sana. Berjalan dengan langkah santainya kemudian melambaikan tangan pada sang kakak yang belum dia ketahui tengah memiliki perasaan padanya.

“Kakak ganteng. Maaf yaa, harus nunggu lama. Dosennya tiba-tiba masuk soalnya,” tutur Elvina sambil menerbitkan senyum manisnya.

Bastian tersenyum tipis. Ia mempersilakan Elvina masuk ke dalam mobilnya. Yang kemudian Bastian melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang sambil memutar musik kesukaan mereka.

Elvina sangat menyukai semua yang disukai Bastian. Hanya taekwondo yang tidak bisa ia ikuti dari sang kakak.

“Dek?” panggil Bastian kemudian.

Elvina menoleh ke arahnya. “Ada apa, Kakak?”

“Emang salah ya, kalau Kakak sayang banget sama kamu?” Pertanyaan itu terbesit begitu saja setelah otak dan hatinya berperang secara terus menerus.

Elvina menatap dengan lekat wajah gusar Bastian setelah bertanya seperti itu padanya. “Salahnya dari mana, Kak? Aku senang karena Kakak sayang banget sama aku. Nggak ada orang yang sayang banget sama aku selain Kakak, Mama dan Papa.”

Bastian menerbitkan senyumnya. Padahal, rasa sayangnya sangat berbeda dengan rasa sayang orang tuanya itu. Dia menyayangi Elvina sebagai wanita, bukan sebagai adik. Ingin rasanya Bastian mencaci maki perasaannya sendiri karena dengan bodohnya mencintai adik yang masih belum ia ketahui jika Elvina adalah adik angkatnya.

“Rasa sayang Kakak ke kamu nggak akan pernah hilang sampai kapan pun, Dek. Jangan marah yaa, kalau Kakak terlalu mengekang kamu dekat dengan cowok lain. Kakak gak mau kamu kenapa-napa, Dek. Cowok jaman sekarang nggak ada yang bisa dipercaya seratus persen.

"Itulah kenapa Kakak sering kasih pertanyaan sulit ke cowok-cowok yang ingin dekat sama kamu.”

Elvina mengusap lengan kakaknya itu sambil menerbitkan senyum khasnya. “Aku cuma bercanda kok kalau Kakak marah sama aku. Justru, aku senang karena aku bisa punya alasan buat nggak lanjutin hubungan itu.”

“Kenapa gitu, Dek? Banyak yang suka sama kamu padahal.”

“Iyaa. Tapi aku lagi nggak mau buka hati dulu buat semua cowok yang deketin aku.”

“Kenapa?”

“Karena aku mau Kakak duluan yang punya pacar. Aku mau, Kakak punya orang yang bisa Kakak cintai. Jangan sampai orang lain ngira kita pacaran mulu, Kak. Malu tahu, nggak.”

Bastian tertawa dalam rasa yang tak bisa ia pahami. Tertawa campah, menertawakan perasaannya sendiri karena mencintai adiknya yang ternyata malu disebut-sebut sebagai pacarnya.

‘Aku akan segera membuang perasaan ini ke kamu, Dek. Jahat rasanya jika Kakak harus mencintai saudara sedarah. Jangan biarkan itu terjadi padaku, Tuhan. Aku mohon … buang perasaan ini jauh-jauh.' Bastian berucap dan memohon dalam hati.

Sampai akhirnya mereka tiba di rumah. Elvina memilih untuk langsung masuk ke dalam kamarnya karena lelah dan ingin istirahat. Pun dengan Bastian. Pria itu masuk ke dalam kamarnya setelah melewati kamar sang adik dan melihat adiknya tengah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.

Sorot matanya tidak bisa dibohongi jika Bastian memiliki rasa yang tak wajar. Menjadi polemik tersendiri untuk dirinya dan juga keluarga jika orang tuanya tahu tentang perasaan gilanya itu.

Tok … tok … tok!

Luna mengetuk pintu kamar anaknya itu. “Boleh Mama masuk?” tanya Luna di ujung pintu kamar sang anak.

“Boleh, Mama sayang. Sini.”

Perempuan itu segera masuk ke dalam kamar sang anak kemudian duduk di depan Bastian, di atas tempat tidur.

“Mama mau bicara serius sama kamu, Nak.”

“Ada apa, Ma? Ngomong aja, Bastian dengerin.”

Luna menghela napasnya dengan Panjang. Diambilnya secarik kertas yang sudah lusuh karena diremas oleh sang pemilik kertas itu. Luna memberikan kertas itu pada Bastian. “Katakan dengan jujur, Sayang. Ada apa?”

Bastian membuka kertas itu dengan perlahan. Rasa khawatir yang sudah lama sangat dia takutkan tengah terjadi padanya. Matanya membola sempurna, wajahnya memerah kemudian menelan salivanya. Jantungnya berdebar hebat. Takut akan Luna dan Edwin marah besar padanya.

“Ma … ma-maafin Bastian, Ma. Bastian janji, Bastian akan membuang perasaan ini jauh-jauh—”

“Kamu sungguh-sungguh mencintai adik kamu itu?”

Bastian menggeleng dengan cepat. “Bastian akan melupakannya, Ma. Kalau bisa, Bastian akan pindah kuliah ke luar negeri untuk melupakan Elvina, Ma. Bastian mohon, maafin Bastian.” Pria itu tengah menunduk sambil memegang erat kedua tangan sang mama.

Luna melepaskan genggaman itu kemudian memeluk Bastian dan mengusapi punggung sang anak dengan lembut.

“Mama tanya sekali lagi sama kamu, Nak. Kamu … sungguh-sungguh mencintai Elvina? Jujur sama Mama. Jangan takut, Sayang. Mama akan menjelaskan semuanya jika memang kamu sungguh-sungguh mencintai adikmu itu.”

Luna melepaskan pelukan itu. Ia mengadahkan wajah sang anak dengan tatapan sendunya. Bastian tak mampu berucap. Hanya bisa mengangguk dengan pelan kemudian menitikan air matanya.

“Sejak kapan, Nak? Sejak kapan kamu mencintai Elvina?”

Bastian mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menghela napasnya dengan Panjang. Ia menatap dalam wajah sang mama yang sedang menunggu jawaban darinya. Pria itu mengulas senyum pasi, kecewa pada diri sendiri karena dengan beraninya menyimpan rasa pada sang adik.

“Sejak Bastian beranjak remaja. Waktu duduk di bangku SMA. Bastian sudah menyukai Elvina. Sayang Bastian ke Elvina bukan lagi tentang rasa sayang kakak pada adiknya. Melainkan sayang pada seorang wanita.

"Sampai sekarang, sampai akhirnya Bastian selalu geram sendiri kalau ada cowok yang dekat sama Elvina. Bastian cemburu. Bastian cemburu kalau El dekat dengan cowok lain.

"Itulah kenapa Bastian selalu mencari cara agar El gagal menjalin hubungan dengan semua cowok yang dekat dengannya. Sekali lagi, Bastian minta maaf. Bastian nggak tahu kenapa rasa itu tiba-tiba muncul. Dan … ya. Bastian sangat mencintainya.”

Luna mengulas senyumnya. Ia sangat menghargai kejujuran sang anak tentang perasaanya. Mau tak mau, Luna harus memberi tahu pada Bastian siapa Elvina sebenarnya.

“Elvina … kamu berhak mencintainya, Sayang. Elvina, bukan anak kandung Mama.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Amanda, sosialita kaya raya yang sombong, terjebak dalam masalah besar setelah menyetujui syarat ayahnya. Ia terbangun di pulau terpencil bersama Senja, pria dingin yang tak ia kenal. Keduanya terpaksa tinggal serumah demi misi reality show televisi dengan tujuan berbeda. Amanda yang manja membuat Senja kewalahan, sementara ketus pelayan itu membuat Amanda frustrasi. Di tengah konflik kepribadian yang kontras, mampukah mereka bertahan di lingkungan yang asing?
Sampul Novel CEO TAMPAN ITU SUAMIKU
9.5
Demi menghindari perjodohan dengan Rama, duda pilihan ayahnya, Keyra nekat menikahi CEO bernama Farid. Namun, saat cinta mulai tumbuh di hati Farid, Kenzo yang merupakan masa lalu Keyra hadir kembali sebagai klien perusahaan. Kini Keyra terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap setia kepada Farid, suaminya yang terkadang bersikap kasar, ataukah ia akan kembali ke pelukan Kenzo, pria dari masa lalu yang pernah sangat ia cintai?
Sampul Novel Cintamu Dibayar Dengan Surat
8.3
Rio terpaksa menikahi Sintia Wijaya setelah sebuah insiden fatal merenggut kesucian gadis itu. Tiga tahun berlalu tanpa cinta, Rio justru memilih menikahi mantan kekasihnya, Clara. Ia membenci Sintia yang dianggapnya licik karena memanfaatkan hartanya demi biaya medis sang ibu. Rio bahkan menolak mengakui Dika sebagai putra kandungnya. Namun, dinamika rumah tangga mereka mulai bergejolak saat istri keduanya datang membawa sebuah perjanjian rahasia yang tak terduga.
Sampul Novel Janda Pemikat Hati
9.5
Pasca perceraian yang menyakitkan, Ruby merasa hancur dan kehilangan arah hidup. Berusaha bangkit, ia pergi ke sebuah bar bersama sahabatnya untuk mencari hiburan. Namun, sebuah insiden memalukan di toilet justru memicu perselisihan sengit antara dirinya dan seorang pria bernama Dinan. Tak disangka, takdir mempertemukan mereka kembali di kantor sebagai atasan dan bawahan. Situasi kian rumit karena Dinan ternyata adalah pria yang sangat dicintai oleh adik Ruby sendiri.
Sampul Novel Kesempatan Ketujuh
8.6
Selama tujuh tahun, seorang wanita biasa tanpa lelah mengejar Vincent meski terus diabaikan. Sebagai pria yang menjunjung norma sosial, Vincent justru sering bersikap kasar dan melontarkan cacian tajam karena merasa jijik padanya. Namun, sebuah rahasia besar terungkap saat Mira tanpa sengaja melihat daftar kontak di ponsel Vincent. Di balik sikap dingin dan kebencian yang ia tunjukkan selama ini, Vincent ternyata menyimpan nomor Mira dengan nama Sayangku.
Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Kehidupan yang serba kekurangan mendorong Hilman untuk mengkhianati janji suci pernikahannya. Demi mengejar harta dan kemewahan, ia nekat menikahi seorang wanita dari keluarga konglomerat di belakang istrinya. Kini, sang istri harus berjuang menghadapi kehancuran hati dan kepedihan mendalam akibat pengkhianatan lelaki yang sangat ia cintai itu. Sanggupkah ia bertahan saat suaminya lebih memilih kekayaan daripada kesetiaan mereka?