APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mencintai Musuh Keluargaku

Mencintai Musuh Keluargaku

Perseteruan abadi klan Nocturn dan Dravein di Ravenbrook kian memanas saat Isabelle Greystone tanpa sengaja masuk ke wilayah lawan. Ia bertemu River Blackwood, vampir Nocturn yang terpikat tanpa tahu asal-usul Isabelle. Rahasia identitasnya yang terbongkar memicu perang besar antar keluarga. Di tengah tumpahan darah dan ujian kesetiaan, mampukah cinta terlarang mereka bertahan, ataukah mereka akan hancur oleh takdir permusuhan kuno yang mematikan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Isabelle Greystone berlari menuju perbatasan. Ia harus segera sampai di sana. Ia tidak punya pilihan, semua ini salahnya. Ia mengutuk dirinya sendiri karena telah berbohong hari itu. Ia sudah melanggar aturan dan menjadi penyebab perang mematikan antara dua klan vampir yang kejam.

Napasnya memburu saat mencium aroma kakaknya di udara. Ia sudah dekat. Tapi, nyawanya seperti merosot keluar dari tubuhnya ketika ia mencium aroma lain, dia juga ada di sana.

Akhirnya, pria itu akan tahu siapa dirinya. Sial, kenapa dulu dirinya harus berbohong?

Bukan berarti Isabelle menyesalinya. Ia telah menemukan cinta sejatinya, belahan jiwanya. Tapi semua ini seharusnya tidak terjadi. Ia seharusnya tidak jatuh cinta pada musuh. Sekarang, ia harus memilih. Antara keluarganya dan cintanya. Belahan jiwanya. Mate nya.

Isabelle berbelok tajam, hampir kehilangan keseimbangan saat melihat mereka, kekasihnya dan saudaranya. Keduanya saling menggeram dalam wujud vampir mereka.

"Berani sekali kau menyentuh adikku?" geram kakak tirinya, Kevin. "Berani sekali kau berpikir bisa memilikinya? Aku akan mencabik-cabikmu sampai tak bersisa! Kau akan mati! Mati! Aku bersumpah!"

"Apa yang kau bicarakan? Aku lebih baik mati tenggelam dalam kolam Lumora daripada menyentuh wanita murahan dari klanmu," balas River, terkejut sekaligus muak dengan tuduhan itu.

"Jangan pura-pura tidak tahu apa yang ku maksud!" geram Kevin, tetap dalam posisi siap menyerang. "Kali ini kau sudah melampaui batas. Aku tidak akan memaafkanmu. Aku akan mencabikmu hingga tak bersisa. Keluarga adalah batas yang tak boleh kau langgar!"

Kakak-kakak Isabelle yang lain mendukung pernyataan kakak tertua mereka, menggeram marah ke arah kekasihnya.

"Seperti yang sudah kukatakan," River memulai, napasnya berat. Rambut pirangnya yang basah menempel di keningnya yang berkilau.

"Aku sama sekali tidak tahu omong kosong apa yang kau bicarakan. Tapi kalau kau berani menginjakkan kaki di wilayahku, aku sendiri yang akan menghajarmu. Persetan dengan perjanjian."

River menyelipkan tangannya ke dalam jaket kulitnya, menggeram kesal saat berbalik. Ia sudah muak berbicara dengan vampir Dravein yang arogan itu. Kevin hanya mengganggunya, sementara ada hal lain yang lebih penting di pikirannya. Tapi sebelum pergi, ia berhenti sejenak, menatap vampir Dravein itu.

"Oh, dan satu hal lagi, sebenarnya aku sudah punya mate ku sendiri."

Kata-katanya tampaknya tidak berpengaruh sedikit pun pada Kevin. River tahu ia harus memperjelas maksudnya agar bisa menembus kepala batu pemimpin Dravein yang keras kepala dan menjijikkan itu.

"Wanita dari klanmu bahkan tidak selevel dengan River Blackwood," ujarnya dengan seringai licik.

Namun, ekspresi wajah Kevin tetap datar, tak tergoyahkan. River ingin memastikan dirinya keluar sebagai pemenang dalam pertukaran ini, dengan kata-kata terakhir yang menusuk.

Ia melangkah lebih dekat ke lawannya, senyum masih melekat di wajahnya.

"Tapi kalau adikmu masih menginginkan kesenangan, suruh saja dia datang. Aku yakin ada seseorang dari klan ku yang bersedia menunjukkan padanya seperti apa rasanya bersama pria sejati."

Isabelle nyaris menggeram sebagai respons. River memang punya kebiasaan buruk mengeluarkan ejekan pada orang yang salah di waktu yang salah. Kevin menggeram marah dan hampir melancarkan serangan ketika Isabelle berteriak,

"Berhenti!"

Semua mata langsung tertuju padanya. Mata River melebar saat melihatnya berdiri di sana. Wajahnya mencerminkan keterkejutan dan kengerian mendalam karena menemukan Isabelle berada di wilayah musuh.

Isabelle tahu persis apa yang ada di benak mate nya itu. Vampir pria sangat protektif terhadap pasangannya, mereka bisa mencabik siapa pun yang berani menatap pasangan mereka dengan cara yang salah. Berdiri di wilayah musuh berarti hukuman mati seketika di tangan klan rival.

Namun, yang kekasihnya tidak tahu adalah bahwa Isabelle juga bagian dari wilayah ini. Dia tidak tahu bahwa ia adalah adik tiri Kevin Greystone-musuh terbesarnya.

"Isabelle," River mengembuskan napas, suaranya dipenuhi ketakutan. Dia tahu Kevin bisa saja melukai pasangannya kapan saja.

Kevin berbalik menghadapnya, matanya merah menyala karena amarah.

"Isabelle! Bukankah sudah kubilang untuk tetap di rumah? Apa yang kau lakukan di sini?"

"Tolong... jangan... kumohon," dia memohon dengan mata berkaca-kaca, suaranya nyaris bergetar.

Tatapannya berpindah ke mate nya, yang masih terlihat bingung. Namun, perlahan-lahan, kesadaran muncul di wajah River.

"Isabelle, kau... adik Kevin Greystone," ucapnya. Itu bukan pertanyaan, itu sebuah kepastian.

Wajah River yang biasanya dingin dan tanpa emosi tiba-tiba dipenuhi berbagai perasaan.

Terluka, karena Isabelle telah menyembunyikan hal sebesar ini darinya.

Jijik, karena dia ternyata adalah adik musuh bebuyutannya.

Panik, karena ia tahu ia tidak bisa hidup tanpa pasangannya itu.

Kevin pasti tidak akan pernah membiarkannya memiliki Isabelle. Mereka telah menjadi musuh sejak lahir. Ia harus berpikir cepat. Ia menolak untuk menyerah pada pasangannya. Isabelle mengangguk, mengonfirmasi pernyataannya.

"Ya, aku berencana memberitahumu, tapi-"

Kata-kata Isabelle terputus ketika ia mendengar geraman dari adik laki-laki kekasihnya.

"Sudah kubilang," ujar Ryan tajam. "Bukankah sudah kukatakan? Ini semua jebakan. Dia pasti mengirimnya untuk menghabisi kita semua. Dan Kevin, ini tindakan yang sangat rendah."

"Tch!" Kevin mendengus sinis. "Sudahlah! Jangan berpura-pura seolah ini bukan bagian dari rencana licik kalian. Kalian menjebak adikku yang polos, menggunakannya untuk menyingkirkanku, dan merebut wilayahku. Sayangnya bagi kalian, aku mengetahuinya lebih dulu." Kevin mendesis penuh kebencian ke arah Ryan.

Isabelle menundukkan kepala, menghindari tatapan River yang penuh luka dan kekecewaan.

River tidak bisa mempercayainya. Setelah bertahun-tahun, akhirnya ia membuka hatinya untuk seseorang. Setelah sekian lama, ia jatuh cinta pada gadis yang kini berdiri di hadapannya. Seorang vampir tidak mudah jatuh cinta, tetapi sekali jatuh, tidak ada jalan untuk kembali.

Ia telah menjadikan Isabelle sebagai mate nya. Mereka telah berbagi darah, gadis itu kini resmi menjadi miliknya. Lalu bagaimana bisa dia mengkhianatinya seperti ini? Apakah semua ini hanya permainan baginya?

Pasti Kevin yang menyuruhnya. Itu bukan hal yang mengejutkan dari makhluk rendahan, sakit, dan haus kekuasaan seperti Kevin Greystone. Tapi Isabelle... Isabelle selalu tampak begitu polos dan tak berdosa. Bagaimana mungkin dia melakukan ini?

Tentu saja dia bisa, pikirnya. Dia adik Kevin. Tapi bagaimana dengan dirinya? Ia tidak pantas menerima ini, ia mencintai Isabelle. Pikirannya berteriak.

"Ryan!" Isabelle memohon. "Tidak ada rencana apa pun. Tolong biarkan aku menjelaskan."

Tapi semuanya sudah terlambat. Dalam sekejap, dengan kecepatan kilat, sahabat mate nya, Erik, melintasi batas wilayah dan mencengkeram lehernya, menggeram marah dengan mata vampirnya yang kini bersinar. Isabelle menjerit.

Secara naluriah, River langsung membelanya, mendorong Erik menjauh darinya. Erik terlempar ke sisi lain wilayah Nocturn. Sesaat kemudian, Kevin juga sudah berada di sisi Isabelle. Ia mendorong River menjauh dari adiknya dan berdiri di depannya, melindunginya.

Kevin tidak tahu bahwa kini adiknya itu adalah milik River.

"Kevin!" Isabelle memohon. "Kevin! Tolong! Jangan sakiti dia! Dia mate ku. Kumohon, jangan."

Ia berusaha berdiri di antara dua vampir yang sedang murka. Kata-katanya hampir mengguncang hati Kevin. Ia menatap Isabelle dengan tidak percaya, tatapan tajamnya membuat Isabelle menciut ketakutan.

"Kau berbagi darah dengan adikku. Kau menjadikannya mate mu. Beraninya kau?!"

Kakaknya menggeram marah ke arah River sebelum langsung menyerangnya.

"Kevin!" Isabelle menjerit. "Tidak!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 1001 hari tanpa mani
9.6
Berada di tengah kegelapan pekat bukanlah bukti bahwa seseorang memikul dosa yang tak terampuni. Kisah ini mengajak kita untuk memperluas sudut pandang dalam melihat realitas yang ada. Terkadang, kebenaran tersembunyi di balik bayangan yang kita takuti. Hanya dengan membuka mata lebih lebar, Anda dapat menyadari keberagaman fenomena serta spektrum warna yang sebenarnya terpampang nyata di hadapan Anda, menyingkap misteri yang selama ini terkunci.
Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Alice nyaris tewas terseret ombak sebelum diselamatkan oleh Archer, sosok pria misterius yang ternyata adalah seekor duyung jantan. Meskipun sempat tidak percaya, Alice akhirnya yakin setelah menyentuh langsung ekor Archer yang berotot. Pertemuan ajaib ini berujung pada sebuah permohonan bantuan dari Archer kepada Alice. Akankah kehidupan normal Alice berubah total setelah terlibat dalam takdir sang penghuni laut? Simak kisah fantasi romansa modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Dia Mimpi Burukku
9.3
Achlys dihantui mimpi buruk tentang kematian anaknya dan pengkhianatan suaminya. Demi memulai hidup baru, ia melamar kerja di Kynleigh dan bertemu Duke Julian yang dingin. Namun, dunianya runtuh saat menyadari sang Duke sangat mirip dengan pria dalam mimpinya. Takut nasib tragis itu terulang, Achlys berusaha mengundurkan diri dan menjauh. Ironisnya, tindakan itu justru memicu ketertarikan sang Duke yang selama ini dikenal tidak memiliki perasaan.
Sampul Novel Dunia Lain Di Balik Pintu
8.7
Astrid Ratchett, siswi antisosial yang sering dirundung, terobsesi dengan novel fantasi Richard Mcgrory. Suatu hari, ia menemukan pintu rahasia di balik lemari menuju dunia yang persis seperti buku favoritnya. Di sana, Astrid menjadi sosok cantik dan terhormat. Namun, ia terkejut saat bertemu mendiang sahabatnya yang kini jadi pangeran. Saat ancaman keluarga jahat muncul, Astrid harus berjuang menyelamatkan negeri itu sambil mengungkap kebenaran di balik dunia misterius ini.
Sampul Novel Gue Bukan P*****
9.0
Dana terjebak dalam dilema moral yang berat akibat tuntutan sistem aneh yang mengikatnya. Ia sangat murka dan mengutuk perintah sistem yang menargetkan seorang gadis di bawah umur untuk misi tertentu. Meski merasa sangat muak dan menolak keras tuduhan sebagai pedofil, Dana merasa tidak berdaya untuk melawan otoritas sistem tersebut. Sambil meratapi nasibnya yang tragis, ia terpaksa mengikuti alur permainan gila ini tanpa bisa mengelak sedikit pun.
Sampul Novel Omega-nya yang Terbuang, Kehancuran Raja Alpha
9.1
Lima belas tahun menjadi pendamping Baskara Adijaya, sang Alpha mematikan, hancur seketika saat aku merasakan pengkhianatannya. Aroma wanita lain dan pesan vulgar dari asistennya, Jasmine, mengungkap perselingkuhan keji mereka. Kondisi 'Penolakan Jiwa' menyerangku akibat ikatan yang tercemar, diperparah klaim kehamilan Jasmine. Kini, aku melepaskan peran sebagai penenang monster dalam dirinya. Tanpa menuntut harta, aku memilih bebas dan bersiap meruntuhkan dunianya.