APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

Hidup Mariana hancur setelah dikhianati suami dan kehilangan bayinya. Di tengah duka, atasannya yang baru saja kehilangan istri meminta Mariana menjadi ibu susu bagi anaknya. Meski awalnya ragu, tugas ini membawa Mariana terjebak dalam dilema emosional. Kehangatan tak terduga mulai tumbuh di antara mereka, menciptakan benih cinta yang muncul di waktu yang salah. Bisakah perasaan tersebut bertahan di atas luka masa lalu dan situasi yang tidak semestinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aku ingin bercerai, Bara. Aku tidak bisa lagi melihatmu tanpa merasa hancur."

Seisi ruangan seketika sunyi.

Bara menegang, wajahnya seketika pucat saat menatap Mariana yang berdiri dengan ekspresi kosong. Kedua orang tua Mariana pun tak kalah terkejut mendengar perkataan putri sulung mereka itu.

"Mariana ...," gumam Bara tak percaya. "Kita bisa membicarakan ini. Tolong jangan buat keputusan ceroboh seperti itu sekarang."

Mariana tidak bergeming. Matanya tetap menatap lurus ke arah pria yang telah mengkhianatinya dan membuatnya terluka lebih dari apa pun.

"Aku sudah memutuskan." Suara Mariana terdengar tenang, tetapi di baliknya ada luka yang begitu dalam. "Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi."

Bara melangkah maju, tetapi ayah Mariana langsung mengangkat tangan untuk menghentikannya. Tatapan tajam pria tua itu penuh peringatan saat menatap menantunya.

"Meski kami tidak tahu apa yang terjadi. Tapi, sepertinya Mariana butuh waktu," katanya tegas. "Jika kamu benar-benar peduli padanya, kamu harus menghormati keputusannya."

Bara membuka mulut ingin membantah, tetapi ia tidak menemukan kata-kata yang tepat. Napasnya bergetar, dan untuk pertama kalinya, ia merasa ketakutan kehilangan Mariana.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Mariana berbalik dan melangkah menuju kamarnya dengan kepala tegak. Air matanya masih mengalir di pipi, tetapi kali ini bukan karena kesedihan semata.

Setelah menutup pintu kamarnya, Mariana berdiri mematung di tengah ruangan. Napasnya masih tersengal, dan tubuhnya gemetar karena emosi yang meluap-luap.

Tangannya mengepal kuat, sekuat tenaga berusaha mengendalikan diri. Namun saat ia melangkah menuju ranjang, lututnya mendadak lemas. Mariana jatuh terduduk di lantai, kepalanya tertunduk, sementara air mata mengalir tanpa bisa ditahan.

Suasana hening sejenak hingga ketukan pelan terdengar di pintu. Tak menunggu jawaban, ibunya kembali masuk. Wanita paruh baya itu menutup pintu dengan hati-hati, lalu berjalan mendekat dan duduk di sebelah Mariana.

"Mariana ...," panggil ibunya lembut. Suaranya dipenuhi kekhawatiran, tetapi juga ketegasan seorang ibu yang ingin memahami putrinya. "Ada apa, Sayang? Kenapa kamu tiba-tiba ingin bercerai dengan Bara?"

Mereka bahkan masih dalam suasana berduka. Dan kini kembali dikejutkan dengan keputusan Mariana yang ingin bercerai dengan suaminya. Ada apa gerangan ini?

Mariana masih diam. Pandangannya kosong menatap lantai.

Ibunya menatap Mariana dengan seksama, lalu menghela napas lirih. "Ayahmu mungkin bisa menerima alasanmu yang singkat tadi, tapi ibu tahu ada sesuatu yang nggak kamu katakan." Jemarinya terulur menggenggam tangan putri sulungnya itu dengan lembut. "Apa yang terjadi, Sayang? Mengapa tiba-tiba ingin bercerai?"

Masih tidak ada jawaban hingga beberapa saat.

Lalu, ibunya akhirnya bersuara. Nada suaranya pelan, namun dipenuhi keraguan.

"Mariana ... apakah Bara berselingkuh darimu?" Hanya itu satu-satunya alasan yang bisa ia pikirkan kenapa Mariana ingin bercerai.

Tubuh Mariana menegang seketika. Napasnya tercekat dan ia menutup matanya rapat-rapat. Mariana ingin menghindari kenyataan yang baru saja diucapkan oleh ibunya.

Gemetar hebat mulai merambat di bahu Mariana. Bibirnya sedikit terbuka, tetapi tak ada satu kata pun yang keluar.

Melihat reaksi putrinya itu, hati ibunya langsung mencelos. Tanpa Mariana mengiyakan, ia sudah tahu jawaban. Jemarinya semakin erat menggenggam tangan Mariana, memberikan kehangatan di tengah kehancuran yang tak terbantahkan.

"Jadi, dia benar berselingkuh," bisik ibunya lagi, suaranya bergetar menahan tangis.

Dengan penuh rasa hancur, Mariana mengangguk. Sekali.

Seolah itu saja sudah cukup untuk menjelaskan semuanya.

Ibunya menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. Tapi Mariana belum selesai.

"Dia berselingkuh dengan Bia," suara Mariana begitu lirih.

Saat nama itu keluar, ruangan mendadak sunyi.

Ibunya membeku, matanya sedikit membesar seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Bibirnya sedikit terbuka, ingin mengucapkan sesuatu tetapi tidak bisa.

"Bianca?" suara ibunya hampir bergetar. "Adikmu?"

Mariana menelan ludah dengan susah payah, lalu mengangguk lagi.

Sejenak, ibunya hanya menatap kosong ke depan. Wajahnya seketika pucat dan tangannya yang tadi menggenggam tangan Mariana kini melemah.

"Nggak ... itu ..." Mata ibunya berkaca-kaca, dan ia menggeleng tak percaya. "Nggak mungkin, Mariana. Dia adikmu ... bagaimana bisa?"

Mariana ingin menjawab, tapi tenggorokannya terasa kering. Ia menatap ibunya, berharap wanita itu bisa memahami tanpa perlu banyak kata.

Dan akhirnya, ia mengucapkan kalimat yang menghancurkan segalanya.

"Aku mendapati mereka tidur bersama di ranjangku ...."

Ibunya menutup mulut dengan kedua tangan, matanya membelalak.

Tetapi sebelum ibunya bisa bereaksi lebih jauh, Mariana melanjutkan dengan suara bergetar hebat.

"... tepat sebelum aku kehilangan anakku."

Hening.

Sesaat, ibunya tidak bergerak. Tidak berkedip. Tidak bernapas. Seolah kalimat itu baru saja merobek sesuatu di dalam dirinya.

Matanya yang sebelumnya sudah berkaca-kaca kini benar-benar dipenuhi air mata. Tangannya langsung menutup mulutnya, seakan mencoba menahan isakan yang mendadak keluar.

"Mariana ... Ya Tuhan ...."

Tubuhnya melemah, tetapi ia segera meraih Mariana dan menarik putri sulungnya itu ke dalam pelukan yang erat. Tangannya bergetar saat membelai rambut putrinya, seolah ingin menyerap semua rasa sakit yang Mariana rasakan.

Air mata Mariana mengalir semakin deras. Tangannya mencengkeram erat lengan ibunya, seperti anak kecil yang mencari perlindungan dari mimpi buruk. Namun seribu sayang, yang Mariana hadapi adalah kenyataan.

"Aku kehilangan semuanya, Bu. Bayiku, pernikahanku, keluargaku ...."

Ibunya semakin memeluk Mariana dengan erat. "Tidak, Sayang. Kamu masih punya ibu. Masih punya ayah. Kami di sini untukmu."

Mariana tidak tahu harus berkata apa. Yang ia tahu, saat ini, pelukan ibunya adalah satu-satunya hal yang membuatnya merasa sedikit tegar.

"Rasanya sakit sekali, Bu," lirih Mariana disertai isak tangis yang begitu pilu.

Ibunya mengusap punggung Mariana dengan lembut, membiarkan putrinya menangis sepuasnya dalam pelukan hangatnya.

"Ibu tahu, Sayang ... Ibu tahu."

Mariana semakin tenggelam dalam dekapan ibunya, tubuhnya bergetar hebat, dan napasnya tersengal di antara isakan yang tak kunjung mereda.

Lalu, dengan suara parau dan tersendat, Mariana berbisik di antara tangisnya, "Apa salah Mariana, Bu?"

Ibunya terdiam, Jantungnya seperti diremas kuat saat mendengar pertanyaan putrinya itu.

"Kenapa mereka begitu jahat sama Mariana?" Mariana mencengkeram lengan ibunya lebih erat, suaranya dipenuhi kepedihan yang begitu dalam. "Karena perbuatan mereka, aku jadi kehilangan anakku."

Kali ini, tangisnya pecah semakin keras.

Ibunya menutup matanya sejenak, menahan isakan yang nyaris keluar dari bibirnya. Luka putrinya adalah lukanya juga. Ia ingin memberikan jawaban, ingin menenangkan, tapi bagaimana bisa? Tidak ada kata-kata yang cukup untuk mengobati rasa sakit sebesar ini.

Dengan suara gemetar, ibunya berbisik, "Kamu nggak melakukan kesalahan apa pun, Sayang." Jemarinya mengusap lembut rambut Mariana, mencoba menyalurkan ketenangan di tengah duka yang menyelimuti putrinya itu.

"Lalu kenapa, Bu?" Mariana tersedu. "Kenapa mereka melakukan ini padaku? Bara ... Bianca ... mereka mengkhianatiku, menghancurkan semuanya."

Ibunya menggeleng pelan, matanya penuh dengan kesedihan. "Beberapa orang memang buta oleh ego dan nafsu, Sayang. Mereka menyakiti tanpa berpikir, tanpa peduli bagaimana hancurnya orang lain."

Mariana terisak semakin dalam.

Ibunya menarik napas panjang, lalu meraih wajah Mariana dam menangkupnya dengan kedua tangan. Ia menatap putri sulungnya itu lekat-lekat, memastikan agar Mariana mendengar setiap kata yang akan ia ucapkan.

"Tapi dengar Ibu baik-baik, Mariana. Kamu nggak boleh hancur karena mereka."

Mariana menatap ibunya dengan mata yang masih dipenuhi air mata.

"Kamu boleh menangis sekarang, boleh merasa sakit. Tapi jangan biarkan mereka mengambil lebih dari ini," lanjut ibunya. "Jangan biarkan mereka menghancurkan sisa hidupmu."

Mariana terisak, hatinya masih terasa begitu sesak. Tapi di dalam tatapan ibunya yang penuh cinta, ia menemukan sesuatu yang hampir ia lupakan- sebuah harapan.

Ibunya mengusap air mata di pipi Mariana dengan ibu jarinya.

"Kamu berhak bahagia, Sayang." Suaranya sedikit bergetar, tetapi tetap lembut. "Dan Ibu janji, kamu nggak akan melewati ini sendirian."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Citta Buwana menghadapi masa magang yang berat sebagai sekretaris William Rustenburg. Bagi William, Citta hanyalah bawahan tidak kompeten yang selalu menjadi pelampiasan emosinya. Ketegangan memuncak saat William mengetahui rencana perjodohan mereka yang diatur sang ayah, Johan. Meski William terus memberontak dan mempermalukan Citta, Johan tetap teguh pada pilihannya. Mampukah pengabdian dan pengorbanan mengubah kebencian menjadi cinta dalam ikatan paksa ini?
Sampul Novel Hot Mama And Could Daddy
8.6
Ditinggalkan Elena membuat Rio dan putra tirinya, Zain, harus bertahan dalam kesendirian. Meski tanpa ikatan darah, Rio belajar menjadi ayah seutuhnya bagi bocah misterius yang memiliki kemampuan meramal tersebut. Rahasia kelam Elena sebagai pelacur mulai terkuak saat Zain memperingatkan Rio tentang rencana jahat ibunya dan Sarah. Mereka berniat menjebak Rio dengan obat-obatan dan godaan malam ini. Rio kini terjebak dalam dilema antara rasa terancam dan kebahagiaan Zain.
Sampul Novel Janda Dua Anak Untuk Arjuna
9.6
Diceraikan Ricky saat hamil, Raisa berjuang membesarkan anak kembarnya hingga menjadi sekretaris Samuel Tirta. Meski awalnya ditolak, kepolosan Raisa meluluhkan hati Samuel sebelum pria itu kembali ke pelukan Lidya, wanita yang menghancurkan rumah tangga Raisa. Takdir membawanya menjadi sekretaris Arjuna, adik Samuel. Saat Arjuna melamarnya, Raisa bimbang karena harus berhadapan lagi dengan Lidya. Akhirnya, ia memilih menikah dengan Arjuna Desta Mahendra Tirta.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
9.2
Pasca malam yang liar, Raina terjebak dalam hubungan serius dengan Felix, seorang miliarder yang terpikat pesonanya. Namun, kebahagiaan itu sirna saat cinta pertama Felix kembali, membuat Raina dicampakkan begitu saja lewat selembar cek. Bukannya hancur, Raina justru pergi dengan senyuman. Saat takdir mempertemukan mereka lagi, Raina telah bersama pria lain. Felix yang terbakar cemburu mencoba mengejarnya kembali, bahkan rela mengantre demi mendapatkan hati sang mantan.
Sampul Novel Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku
9.0
Menjadi istri di keluarga kaya ternyata tak seindah bayangan. Alih-alih bahagia, aku justru diperlakukan layaknya budak oleh mertua dan ipar yang licik. Hanya karena aku lulusan SMA, mereka terus menghinaku dengan kejam. Namun, aku tak tinggal diam menghadapi penindasan ini. Setelah menemukan jalan untuk meraih kekayaan dan kesuksesan besar, kini saatnya aku bangkit. Aku akan membungkam kesombongan mereka dan membalas setiap perlakuan buruk yang kuterima.
Sampul Novel Luka Semesta
8.2
Selama delapan tahun, Rio terjebak dalam kemarahan mendalam akibat perbuatan ibu dan kakaknya. Ia memilih hidup dalam kesunyian, menganggap keluarganya telah tiada demi menghindari luka lama. Namun, takdir menyeretnya pada serangkaian rahasia besar yang menguji keteguhan hati. Di tengah pencarian kebenaran, ia harus menyaksikan wanita yang dicintainya dimiliki pria lain. Akankah Rio berhasil mengungkap fakta tersembunyi dan merebut kembali cintanya yang hilang?