APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mendadak Kaya

Mendadak Kaya

Pasca kehilangan pekerjaan, seorang gadis berlesung pipi mendapat tawaran tak terduga yang mengubah nasibnya. Ia diminta berkencan satu malam di rumah seorang pria misterius dengan imbalan fantastis sebesar seratus juta rupiah. Sang pria menjamin bahwa agenda mereka hanyalah makan malam bersama tanpa ada tuntutan lainnya. Bak rezeki nomplok di tengah kesulitan, ia pun menyadari bahwa roda kehidupan memang berputar dengan sangat tidak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tuan Alex selingkuh, Nyonya!" Wanita paruh baya usia lima puluh tahunan itu menutup mulutnya tidak percaya.

Sang majikan cukup mengulas senyumnya, "Iya, Bik. Lelaki itu selingkuh," cetus Livi tanpa memanggil embel-embel Mas kepada suami seperti biasanya.

ART Livi bernama Sarti mengalihkan pandangannya dari laptop ke wajah Livi, "Tapi, Nyonya-- "

"Saya sudah mewanti-wanti sebelumnya, Bik. Ya sudah. Biarkan saja dia berselingkuh sesuka hatinya," final Livi, lalu mematikan layar laptop. Baterainya hampir mau habis.

"Nyonya ada rencana?"

Si empunya berdehem pelan, "Besok. Besok malam dia akan membawa gadis itu ke rumah," dan Livi pastikan, rencananya berjalan dengan lancar.

"Tapi... " Livi menggantungkan ucapannya ketika Sarti kembali ke kamarnya. Memang, hari sudah larut. Begitu pula Axel yang sedari pagi hingga kini belum pulang.

"Anak itu seperti... " ia mengatupkan bibirnya kala pintu utama diketuk dari luar.

Pasti itu Alex. Huh, agaknya lelaki tersebut lupa membawa kunci cadangan. Livi harus repot-repot turun tangga guna membuka pintu.

Ceklek

Memutar kunci, lalu menarik handle pintu. Alex langsung masuk tanpa mengucap salam atau sekedar mencium kening Livi. Lupakan. Ia tidak berharap diperlakukan seperti itu.

"Waalaikumsalam," celetuk Livi karena Alex terus melenggang naik ke lantai dua.

"Assalamualaikum," ujar Alex berhenti di undakan tangga paling atas.

Livi mengangkat bahu acuh. Telat.

Berbalik badan, ia menutup rapat pintu tersebut dan menguncinya kembali.

Keesokan harinya, Livi solat subuh paling awal. Dan ia mau berpura-pura tidur. Semalam dirinya gak sengaja membuka handphone Alex. Ada satu kontak nama yang ia sangka gadis tomboy seperti Livi lihat dalam laptop.

Rencananya berhasil. Saat pura-pura tidur, Livi merasakan ranjang mereka bergerak tanda Alex sudah bangun. Selang beberapa detik, terdengar suara gemericik air dari shower. Lelaki itu tengah mandi.

Memejamkan mata lagi saat Alex keluar kamar mandi. Mengintip lewat celah mata, dia memakai pakaian formal seperti kemeja biru laut, celana bahan, jangan lupakan dasi bertengger di atas pundaknya. Oh ya, dia juga gak kelupaan membawa jas hitamnya.

Hari ini weekend. Lebih tepatnya, kantor perusahaan di mana Alex bekerja, libur.

Pintu kamar tertutup pelan-pelan. Mungkin takut Livi bangun. Tersenyum misterius, perempuan tersebut beranjak duduk, "Lihat saja nanti," menyibak selimut, enggak lupa beres-beres kamar. Ia sudah mandi. Tinggal ambil dompet, handphone, serta tas.

***

"Bangun, Nai udah siang," Nenek Naima--Endah, membuka gorden kamar sang cucu supaya cahaya matahari bisa masuk.

"Eungh," Naima malah melenguh, dan lanjut tidur.

Endah geleng-geleng kepala, "Enggak kerja emangnya??" Beliau membangunkan Naima dengan cara menyipratkan air sedikit demi sedikit ke wajah gadis tersebut.

"Handphone nya bunyi terus itu. Suara alarm yang Nai pasang malah bikin ngantuk," Endah mencoba pencet sana-sini layar persegi tersebut.

"Eh, kok berhenti?" Ia bingung. Selang berapa lama, Nenek tua terkejut karena ada suara dari dalam handphone cucunya.

"Dengan siapa ini?" Melirik sekilas Naima, dia rupanya masih asik bergelung nyaman di bawah selimut tebal.

"Mau tambahan uang? Datang ke restoran jalan... " seberang sana, Alex menyebutkan alamat lengkapnya tanpa sadar suara Naima berubah menjadi nenek-nenek. Maklum, dia terburu-buru karena harus menjemput teman masa kuliahnya di bandara.

"Jam delapan harus sudah sampai. Jangan sampai terlambat," sambungnya seraya memutuskan panggilan secara sepihak.

"Wong g*mbl*ng, belum juga ngucap salam udah main tutup aja," dumel Endah tak habis fikir dengan kelakuan anak zaman sekarang.

"Bentar deh,"

Endah mengingat-ingat ucapan lelaki di telfon beberapa menit lalu, "Tambahan uang?" Memangnya Naima sedang butuh uang. Tapi untuk apa?? Operasi plastik, batin Endah menatap Naima masih enak mengarungi alam mimpi.

"Nai?? Kamu mau hutang ke rentenir ya?" Detik itu juga, si empu terbangun. Matanya masih merem, namun dipaksa bangun.

"Rentenir?" beo Naima mengulang perkataan sang Nenek. Endah mengangguk antusias, "iya, Nai. Tadi ada telfon. Katanya Nai butuh tambahan uang? Jangan sampai deh punya hutang ke rentenir. Bayar bunganya kemahalan, Nai. Mending pinjam bank saja," ucap Endah memberi usul.

Kedua netra Naima sepenuhnya terbuka, "Apaan dah, Nek. Gue kagak ... Naima enggak punya hutang sama sekali," gerak cepat ia meralatnya. Takutnya Endah marah-marah.

"Terus apa?" Nenek tua itu duduk pinggiran kasur Naima, "dia juga ada bilang janjiannya di alamat... " untungnya ingatan Endah masih kuat.

"Jam delapan harus udah sampai," lanjut Endah.

"Handphone Naima mana, Nek?" Endah menunjuk nakas menggunakan dagu nya.

"Nomor gak dikenal," batin Naima berusaha mengingat sesuatu.

Aha!! Naima berhasil mengingatnya.

Tersenyum miring, kemudian mengecup singkat jidat Endah, "Naima mandi dulu, Nek,"

Naima berlari cepat menuju kamar mandi, sementara Endah misuh-misuh karena cucunya sangatlah jorok. Dia belum gosok gigi main kecup aja jidat cetarnya.

***

"Terlambat satu jam," ketus Alex sambil menaruh gelas ke atas meja agak kencang, bertanda dia tengah kesal setengah mati.

Naima mengangkat bahu, "Macet di jalan, Om," sahutnya seolah tidak merasa bersalah.

Alex menyandarkan punggungnya. Matanya menelisik penampilan gadis tersebut. Kaus hitam lengan pendek, celana jeans sobek pada kedua lututnya.

"Preman," benar kata Cikey. Naima sudah seperti preman perawakannya pun wajahnya begitu mirip.

What?! Naima mendesis dalam hati.

"Lo bilang apa tadi? Preman!" Naima berjalan pelan menghampiri Alex, "ketemu gue cuma mau ngatain preman?!" Naima melotot, menendang kaki meja dengan satu kakinya. Hampir. Yah, hampir makanan yang sudah tersaji jatuh ke lantai.

"Santai Mbak preman," cetus Cikey entah datang dari mana, "untungnya Bos pesen ruang VIP," lanjutnya dalam batin.

"To the point deh, Om. Lo mau ngomongin apaan? Buang-buang waktu gue aja," omel Naima bersedekap dada. Jangan lupakan gadis itu memutar kedua bola mata, kesal.

Alex mengangkat sudut bibirnya, "Yakin sibuk?? Bukannya kamu sudah dipecat," kata Alex sembari membetulkan jas yang ia kenakan.

Melihat keterdiaman Naima, Alex beranjak berdiri, "Silahkan duduk Nona Naima," ia mempersilahkan Naima agar duduk.

"Kita belajar table manner. Supaya terlihat jelas kita betulan dinner dan kamu jadi selingkuhan pura-pura saya," tandas Alex datar.

Anjir?! Selingkuhan!!

Mimpi apa Naima semalam menjadi selingkuhan pura-puranya sugar daddy?

Bukannya hanya sekedar dinner? Naima kagak mau tuh jadi selingkuhan alias pelakor.

"Pura-pura jadi selingkuhan saya, maka saya tambahkan lagi nominalnya," see, sebuah tawaran yang menarik.

"Totalnya berapa?" tantang Naima mengangkat dagu tinggi-tinggi.

"Seratus lima puluh juta," tandas Alex sukses membungkam bibir Naima. Wow?! Amazing.

Belum juga mulai, Naima sudah berulah. Gadis tersebut menaikkan satu kakinya di atas kursi dengan dalih suka kebiasaan begitu bila sedang makan.

Alex pergi sebab ada meeting dadakan. Cikey pun mengikuti Bos nya karena dia asisten pribadinya. So, yang ngajarin Naima table manner ialah suruhannya Alex. Akan tetapi, dia sudah menyerah. Melihat tampang Naima saja sudah kelihatan susah di aturnya.

"Tolong kakinya diturunin lagi ya, Kak," Naima mendengus namun menuruti titahannya.

"Banyak amat sendoknya," ketus Naima pura-pura bloon. Padahal dulunya ia suka iseng nonton orang-orang sedang makan di restoran.

"Ini sendok untuk makanan pembuka. Kalau ini... "

"Kelamaan, Han. Langsung ke intinya aja," teman di sebelahnya berbisik. Tentunya Naima dengar. Telinganya sangat tajam karena habis diruncing.

"Mending gue pulang aja anjir, kelamaan," sebelum pergi, Naima lebih dulu menggebrak meja. Melenggang membuka pintu, dan suruhan Alex kompak menampakkan wajah pucatnya.

"Bayaran kita hangus gegara elu, Gi," Hana hanya mampu meringis tak tahu harus ngapain.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera adalah wanita menawan yang merasa cukup hidup sendiri tanpa kekasih. Ia memiliki Roma, sahabat masa kecil setia yang selalu siap melakukan apa pun demi dirinya. Namun, prinsip Siera diuji saat bos besarnya yang bernama Xavier muncul di kantor. Meski dikenal sebagai pria angkuh, dingin, dan egois, Xavier perlahan luluh menghadapi kesabaran Siera. Di antara kesetiaan sahabat dan pesona sang atasan, dinamika hidup Siera mulai berubah drastis.
Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan pengkhianatan suaminya, Adrian Carter, yang berselingkuh di mobilnya sendiri. Bukannya menyesal, Adrian justru menghina pernikahan kontrak mereka. Grace pun membalas dengan tegas: membekukan bisnis miliaran dolarnya dan menceraikannya di depan publik. Meski Adrian berlutut memohon kesempatan kedua, Grace tetap pergi membawa putranya, Ethan. Ia melangkah maju dengan pria lain tanpa menoleh pada masa lalu yang telah tercemar.
Sampul Novel Godaan Cinta Sejati
8.6
Yulia terpaksa menikah ke keluarga Jayendra hanya untuk mendapati Billy, suaminya, dalam kondisi koma. Keajaiban terjadi saat Billy terbangun pasca pernikahan, namun ia justru bersikap dingin dan berniat menceraikan Yulia karena tak mengenalnya. Saat Yulia hamil dan berencana pergi diam-diam, Billy yang semula membencinya justru berubah posesif. Ia menolak perceraian dan mendekap Yulia erat, menegaskan bahwa wanita itu adalah miliknya selamanya.
Sampul Novel Istri Rahasia CEO Arogan
9.3
Evely gemetar ketakutan saat menolak pernikahan dengan Megantara, seorang CEO arogan yang terbiasa mendapatkan segalanya. Megantara yang murka merasa dihina oleh gadis miskin tersebut. Ia mencengkeram dagu Evely dan menekannya dengan ancaman keras untuk memberi pelajaran tentang kekuasaannya. Meski Evely mencoba melawan dan memohon agar dilepaskan, Megantara terus mendekat dengan senyum sinis, memojokkan gadis itu dalam situasi yang mencekam.
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kebingungan melanda Arumi saat tak sengaja membaca pesan mertuanya di ponsel Akram. Elina, sang ibu mertua, memberikan ucapan selamat yang hangat atas kelahiran cucu pertama yang dianggapnya sangat cantik. Arumi merasa ada yang janggal karena anak mereka, Ayumi, seharusnya adalah cucu pertama di keluarga itu. Rahasia besar apa yang disembunyikan Akram darinya? Pesan misterius tersebut kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka yang semula tenang.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Nama baik Raelynn Harper hancur akibat pengkhianatan Kyle Blackwood yang kabur dari janji pernikahan. Demi membalas dendam, Raelynn nekat mengancam Tristan Blackwood, direktur hiburan ternama sekaligus kakak Kyle. Namun, Tristan yang kaya dan berkuasa justru membalikkan keadaan. Ia memanfaatkan situasi ini untuk memaksa Raelynn menjadi istrinya. Alih-alih mendapatkan keadilan, Raelynn kini terperangkap dalam ambisi Tristan yang siap menghancurkan harga dirinya lebih jauh.