APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengejar Cinta Calon Janda

Mengejar Cinta Calon Janda

Akibat pengaruh alkohol, Rajendra Christian Darius terlibat dalam malam penuh gairah dengan Arawinda Divya Jovanka. Meski mulai jatuh hati, Darius harus menghadapi kenyataan pahit bahwa perempuan itu telah bersuami. Ia terus memantau kehidupan Divya hingga menemukan fakta bahwa pernikahan pujaan hatinya sedang di ambang kehancuran. Kini, Darius memilih setia menunggu di balik bayang-bayang, siap menjadi sandaran saat Divya resmi menyandang status janda nanti.
Bab
Bagikan

Bab 3

Waktu sudah menunjuk angka tujuh malam. Karena toko kue tutup di jam sepuluh malam, Divya masih betah berlama-lama di sana menemani Sheril melayani para pelanggan yang datang hendak membeli varian kue di sana.

"Belum mau pulang?" tanya Darius menghampiri Divya yang masih duduk di sofa pojok sana.

Divya menoleh ke arah Darius. "Kamu sendiri, kenapa belum pulang juga?" tanyanya balik.

Darius mengulas senyumnya lalu duduk di depan Divya. "Suamimu ke mana? Sepertinya dia tidak peduli kamu tidak pulang juga."

"Lagi di luar kota. Besok pulang sih."

Darius manggut-manggut dengan pelan. "Kamu ... bahagia, dengan pernikahan kamu?" tanyanya ingin tahu. "Kalau tidak mau dijawab, tidak masalah. Saya hanya bertanya."

Divya menghela napasnya dengan panjang. "Kami dijodohkan. Tidak ada kata baik-baik saja, bagi orang yang sama sekali tidak mengharapkan wanita itu jadi bagian dari hidupnya."

Darius menatap wajah Divya yang terlihat begitu menyesali akan pernikahannya dengan Zion. Dan memang seperti itu kenyataannya. Yang mana ia hanya terpaksa menikah dengan lelaki itu.

"Sabar, ya. Bahagia yang kamu impikan pasti akan segera datang menghampirimu," ucap Darius kemudian menerbitkan senyumnya kepada Divya.

Perempuan itu kemudian tersenyum tipis. "Thanks," ucapnya dengan pelan.

Keduanya menoleh kompak keluar sebab melihat hujan turun begitu derasnya di luar sana.

"Kamu bawa mobil, ya?" tanya Darius kepada Divya.

Perempuan itu mengangguk. "Iya. Kenapa?"

"Nggak.Cuma nanya aja. Saya pik-"

"Eum ... Darius. Sepertinya tidak perlu menggunakan kata itu deh. Saya. Terlalu formal menurutku. Bagaimana jika aku saja?"

Divya tampak tak nyaman akan panggilan tersebut. Ia menginginkan memanggil yang biasa saja.

Darius terkekeh pelan kemudian menganggukkan kepalanya. "Oke. Lagi pula, kita sudah lebih dari kata kenal. You know what we do last night, right?"

Divya menelan saliva dengan pelan. "Ya. Dan aku hanya ingat saat tubuhku rontok, tidak mengenakan apa pun dan tidur di dalam dekapan tubuh kamu. But, Darius. Can you silent it? Please."

Darius mengangguk. "Don't worry. Hanya kita yang tahu," ucapnya dengan lembut.

"Dan Sheril. Dia tanya, kenapa aku kenal sama kamu sementar kamu baru tiga hari di sini."

"Oh! Oke. She's your bestfriend. Aku yakin dia bisa menjaga our secret."

"Ya!" ucapnya kemudian mengulas senyumnya dan menatap keluar lagi. Rupanya hujan masih mengguyur dengan derasnya di sana hingga membuat Divya menghela napasnya.

"By the way. Kamu sering menyewa perempuan?" tanyanya kemudian.

"Tidak akan lagi. Cukup kemarin malam yang terakhir kalinya."

Divya mengerutkan keningnya. "Why?"

"Nggak apa-apa. Cuma lagi gak mau kenal sama yang lain aja. Dan sebenarnya aku hanya minta ditemani saat itu. Bukan untuk tidur. Tapi, ternyata aku mabuk berat sampai tidur denganmu."

Divya menelan salivanya kemudian tersenyum tipis. "Dan tidak akan pernah menyewa perempuan lagi?"

Darius mengangguk. "Ya! Untuk apa? Sudah selesai semuanya. Pikiranku sedang kacau karena dia harus menikah dengan pria lain. Sebab sudah sejak lama pun sudah curiga.

"Tapi, aku masih mempertahankan dia. Tidak peduli dengan nasihat Mami Papi. Yang akhirnya aku dihukum oleh keadaan di mana dia hamil dari pria lain."

Divya tersenyum tipis. "Kamu yakin, itu bukan anakmu?" tanyanya kemudian.

"No! Dia sendiri yang bilang kalau itu bukan anakku. It's just was to end. Dia tidak menginginkanku jadi miliknya."

Divya manggut-manggut dengan pelan. "Begitu rupanya. Aku pikir kamu yang memutuskan untuk tidak bertanggung jawab."

Darius tersenyum tipis. Ia kembali menatap wajah Divya yang masih berada di sana menikmati gemercik air hujan di luar sana ditemani secangkir hot chocolate yang dia pesan.

"Divya. Suamimu mencintaimu?" tanyanya ingin tahu.

Divya tersenyum lirih. "Nothing love in our marriage, Darius. Entahlah, sepertinya aku gagal dalam membina rumah tangga ini. Yang seharusnya jadi bahagia untukku dan keluargaku. Rupanya tidak sebagus itu."

Divya menyandarkan punggungnya dan menghela napasnya. "Dan aku masih berharap orang tua Zion membuangku. Tidak menganggapku lagi agar aku bisa pergi dari sana. Namun, ayahku masih di penjara.

"Aku bisa pergi dari hidup keluarga itu jika aku sudah memberi mereka cucu, penerus harta kekayaan yang mereka miliki karena ulah Ayah yang telah membunuh anak kesayangan mereka."

"What?" Darius terkejut mendengar penuturan Divya.

"Kenapa? Kaget, aku berasal dari anak seorang pembunuh? Stay away! Jangan dekat-dekat."

Darius tertawa pelan. "Yang pembunuh itu ayah kamu, bukan kamu. Jadi, tidak ada alasan bagiku untuk menjauhimu. Kita baru dekat, right?"

"Ya. Aku tahu. Kalau begitu, aku pulang duluan. Kalau kamu masih ingin di sini, silakan." Divya beranjak dari duduknya lalu mengambil tas miliknya.

Darius mengantar perempuan itu sampai di depan mobilnya. "Divya? May i ask something?" tanyanya sembari menahan tangan Divya.

"Apa?" tanyanya dengan pelan.

Darius menelan salivanya kemudian menarik wajah perempuan itu. Bukan hanya menarik wajahnya, melainkan mencium bibir Divya juga.

Membuat perempuan itu membolakan matanya kemudian menarik dirinya menjauh dari Darius.

"Are you crazy?" ucap Divya kemudian mengusap bibirnya dan menoleh ke kanan dan kiri.

Darius menaikan kedua alisnya. "Bukankah kita sudah melakukan lebih dari ini? Bahkan aku masih merasakan tubuh indah it-"

"Stop it! Jangan ingatkan aku tentang itu. Kamu gak malu, huh?"

Darius terkekeh pelan. "Kenapa harus malu? Toh! Tubuh kamu juga merangsang setiap belaian yang aku berikan. Perlu bukti? Aku bisa membuktikannya. Someday."

Darius kemudian membukakan pintu mobil untuk Divya dan melambaikan tangannya, meninggalkan perempuan itu seraya menerbitkan senyumnya.

Divya masuk ke dalam mobilnya kemudian mengusapi dadanya yang berdegup tak karuan.

"Nggak, nggak. Dia emang agak gila karena ditinggal tunangannya pergi." Divya geleng-geleng kepala kemudian mengembungkan pipinya.

Daripada berlama-lama di sana, ia pun memilih melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh pergi dari tempat itu.

"Halo, Dyv. Elo udah pulang? Gue baru selesai meeting sama yang lain, lihat keluar udah gak ada orang."

Sheril menghubungi Divya sebab memang perempuan itu tidak pamit lebih dulu padanya.

"Iya. Gue udah di jalan mau pulang. Sorry, ya. Gak bilang dulu ke elo tadi."

"Ya udah gak apa-apa. Thanks ya, Div. Udah nemenin gue sampai toko tutup. Kalau butuh kue, apa pun yang elo mau, tinggal bilang aja."

"Gampang. Ya udah, gue tutup. Udah mau sampai soalnya." Divya kemudian menutup panggilan tersebut.

Lima belas menit kemudian, ia telah sampai di rumah. Baru saja tiba di rumah, Divya sudah mendapatkan pesan dari mantan tunangan Zion.

Agatha: [Zion ada di rumah?]

Divya menghela napasnya dengan panjang. Tak ingin membalas pesan itu, ia memilih untuk mengabaikan pesan tersebut dan masuk ke dalam kamarnya.

Namun, tak henti di sana. Agatha menghubungi Divya sebab pesannya tak dibalas.

"Ck!" Divya berdecak pelan kemudian menerima panggilan tersebut.

"Nggak ada. Zion masih di Makassar. Kalau mau ke sini, besok aja. Dia baru balik!" ucapnya kemudian menutup panggilan tersebut.

Divya lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidur panjang. Mematikan lampu kamarnya sebab sebentar lagi ia akan memutuskan untuk tidur lebih cepat.

Ting!

Notifikasinya kembali berbunyi. Ia pun mengambil ponselnya kembali dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya.

"Darius?" ucapnya pelan.

Darius: [Have a nice dream, Divya.]

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU MUNDUR, MAS!
9.1
Pernikahan Syafitri dan Guntur terus dihantam badai konflik sejak tahun pertama. Campur tangan serta provokasi dari keluarga Guntur membuat sikap sang suami kian memburuk terhadap istrinya. Meski telah berupaya bertahan dengan segala kesabaran, Fitri akhirnya mencapai titik jenuh. Ia memutuskan menyerah dan mundur dari rumah tangga yang penuh tekanan tersebut. Kini, keduanya menempuh jalan hidup masing-masing demi mencari kebahagiaan yang baru secara terpisah.
Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Alice nyaris tewas terseret ombak sebelum diselamatkan oleh Archer, sosok pria misterius yang ternyata adalah seekor duyung jantan. Meskipun sempat tidak percaya, Alice akhirnya yakin setelah menyentuh langsung ekor Archer yang berotot. Pertemuan ajaib ini berujung pada sebuah permohonan bantuan dari Archer kepada Alice. Akankah kehidupan normal Alice berubah total setelah terlibat dalam takdir sang penghuni laut? Simak kisah fantasi romansa modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Bukan Ipar Penggoda
8.0
Kehidupan Maura Anabella berubah drastis dalam semalam akibat sebuah tragedi yang tak terduga. Kesuciannya terenggut secara paksa karena tindakan ceroboh kakak iparnya sendiri yang sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Kejadian kelam tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Maura, menciptakan konflik batin dan drama keluarga yang rumit. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit di tengah situasi yang mengancam kehormatan dan masa depannya sendiri.
Sampul Novel Bukan Salesman Biasa
9.0
Hidup Ardhan Aji Pradiptio berubah total setelah menolong kakek misterius dan menerima benda ajaib sebagai imbalan. Sebelumnya, ia selalu dirundung malang, mulai dari karier yang mandek, hinaan atasan, hingga batalnya pernikahan. Kini, ia memiliki kemampuan unik untuk melihat kadar kebaikan atau kejahatan seseorang melalui matanya. Namun, sebuah pertemuan dengan pria bermata ganjil membuatnya bimbang. Mampukah Ardhan mengungkap identitas sosok misterius tersebut?
Sampul Novel CINTA DARI MASA LALU
9.5
Kehidupan Luwina hancur setelah ayahnya terseret korupsi. Terjebak di negeri asing tanpa harta, ia diselamatkan oleh Reyhan, pria yang mengaku sebagai kakak tirinya. Namun, kepulangannya ke tanah air justru memicu konflik baru. Luwina bertemu kembali dengan Hardin Putra Surawijaya, pria yang dulu menghancurkannya hingga hamil. Ironisnya, Hardin adalah sahabat Reyhan sekaligus suami dari Katrina, mantan kekasih kakaknya tersebut.
Sampul Novel Lost In Heart
9.7
Kehidupan Pricila Putri Patty hancur saat sang suami berselingkuh, mengulang luka lama ayahnya yang pergi demi wanita lain. Di tengah keputusasaan, ia memulai perjalanan ke Bromo demi mencari ketenangan jiwa. Tak disangka, ia bertemu Yohan Pratama, pria dewasa yang pernah menolongnya dulu. Melalui berbagai peristiwa dan pelajaran hidup dari Yohan, benih cinta mulai tumbuh di hati Cila. Mampukah Cila menemukan kedamaian sejati dan kebahagiaan baru dalam petualangan ini?