APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikah dengan Miliarder Rahasia

Menikah dengan Miliarder Rahasia

Dikhianati calon tunangannya yang kabur, Livia nekat mengajak pria asing menikah secara spontan. Tanpa diduga, sosok itu adalah Kiran, pria yang dikenal punya reputasi buruk. Meski publik mencemooh dan sang mantan memintanya kembali, Livia tetap bertahan membela martabat pernikahannya. Segalanya berubah saat identitas asli Kiran sebagai triliuner dunia terungkap. Di hadapan semua orang, Kiran berlutut mempersembahkan berlian demi membuktikan cinta tulusnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Fredi, pernikahan akan segera dimulai—kamu tidak bisa pergi begitu saja!"

Mengenakan gaun putih bersih, Livia Benhur berpegangan erat pada lengan Fredi Widaya, jari-jarinya gemetar saat kepanikan memenuhi suaranya.

Hari ini seharusnya menjadi hari pernikahan mereka.

Namun, tepat saat upacara hendak dimulai, Fredi telah membaca pesan teks, menoleh ke arah orang banyak, dan menyatakan pernikahan dibatalkan.

Alisnya berkerut, suaranya tegang karena urgensi. "Minggir. Jolin terluka. Dia sendirian di rumah sakit, dan dia pasti ketakutan. Aku harus ada untuknya."

Wajah Livia pucat pasi.

Jolin Sandira adalah kekasih masa kecil Fredi.

Livia mulai berkencan dengan Fredi lima tahun lalu. Dan selama lima tahun, setiap kali dia pergi bersamanya, jika Jolin benar-benar membutuhkannya, Fredi akan meninggalkannya.

Dia selalu bersikeras bahwa dia menganggap Jolin seperti adik perempuannya sendiri dan selalu meminta Livia untuk mengerti.

Demi hubungan mereka selama lima tahun, dia telah menolerir berkali-kali.

Namun, hari ini adalah hari pernikahan mereka.

Memangnya kenapa jika Jolin membutuhkannya? Apakah itu berarti Livia harus ditinggalkan oleh pria yang seharusnya menjadi suaminya?

Suara Livia bergetar saat berbisik, "Tidak, kamu tidak bisa pergi. Pernikahan tidak akan terlaksana tanpamu. Tidak peduli apa pun, kamu harus tetap tinggal hari ini. Kumohon, Fredi … aku mohon padamu."

Namun, kesabaran Fredi habis. "Cukup! Berhentilah bersikap egois dan tidak masuk akal. Kita selalu bisa menjadwal ulang pernikahan. Tapi saat ini, Jolin terluka. Jika aku tidak pergi, bisakah kamu menanggung konsekuensinya? Minggir!"

Sebelum Livia bisa mengatakan sepatah kata pun, pria itu mendorong dan melewatinya.

Livia terhuyung, tumitnya tergelincir di lantai yang mengilap saat dia terjatuh di atasnya. Dari tempatnya duduk, dia tertegun dan hanya bisa menyaksikan Fredi menghilang melalui pintu—tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.

Detik berikutnya, ponselnya berdering.

Tanpa berpikir panjang, dia menjawab—hanya untuk disambut dengan suara wanita yang sombong dan terdengar puas di ujung sana.

"Livia, hari ini hari besarmu bersama Fredi, 'kan? Apakah kamu menyukai hadiah kecil yang aku kirimkan kepadamu?"

Seluruh tubuh Livia menjadi kaku saat mengenali siapa yang berada di ujung telepon. Sambil menggertakkan gigi, dia berkata, "Jolin … kamu melakukan ini dengan sengaja. Kamu memancing Fredi pergi, 'kan?"

"Ya, aku melakukannya dengan sengaja. Memangnya kenapa? Apa yang akan kamu lakukan? Aku hanya ingin mengingatkanmu—di hati Fredi, aku akan selalu menjadi yang utama." Nada bicara Jolin dipenuhi dengan kesombongan, setiap kata-katanya mengandung ejekan. "Kamu menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merencanakan ini, 'kan? Sungguh disayangkan … semua kerja keras, semua impian itu—hilang begitu saja. Jujur saja, aku hampir merasa kasihan padamu."

Livia menatap kain putih bersih gaunnya, dan untuk pertama kalinya, dia melihat lima tahun terakhir sebagai apa adanya—sebuah lelucon.

Sejak dia menjadi yatim piatu, dia sangat menginginkan sebuah keluarga, sebuah cinta yang dapat disebutnya miliknya sendiri.

Namun Fredi … tidak akan pernah memberikannya itu.

Sudah waktunya untuk berhenti mengemis untuk sesuatu yang tidak akan pernah menjadi miliknya.

Tawa tajam dan dingin keluar dari bibirnya. "Jangan terburu-buru, Jolin. Pernikahannya masih berlangsung."

Nada bicara Jolin langsung berubah masam. "Apakah kamu gila? Fredi adalah pengantin prianya. Dia bahkan tidak ada di sana. Bagaimana tepatnya rencanamu untuk melangsungkan pernikahan tanpa dia?"

Bibir Livia melengkung membentuk senyum mengejek yang lambat.

Siapa bilang calon suaminya harus Fredi?

Jika pria tersebut bisa pergi semudah itu, maka dia akan menemukan orang lain—seseorang yang benar-benar pantas untuk berada di sampingnya.

Suaranya berubah tajam dan tak tergoyahkan. "Tolong aku, Jolin—sampaikan pesan pada Fredi. Katakan padanya aku tidak menginginkannya lagi. Dia tidak sepadan sedikit pun dengan waktuku. Dan karena kamu begitu menyukai pria yang tidak kuinginkan, silakan saja. Seorang pria brengsek dan seorang wanita yang tak tahu malu—sungguh pasangan yang sempurna. Semoga kalian bersama selamanya!"

Suara Jolin menajam karena marah. "Livia, aku memperingatkanmu. Jangan coba-coba keberuntunganmu—"

Namun sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Livia menutup panggilan telepon.

Pernikahan akan dimulai dalam tiga puluh menit. Dia perlu menemukan calon pengantin pria pengganti—secepat mungkin.

Sambil mengangkat ujung gaunnya, dia bergegas keluar. Yang mengejutkannya, pintu masuk dipenuhi oleh pria-pria berpakaian hitam. Kehadiran mereka yang mengesankan mengirimkan pesan yang jelas saat mereka menyisir setiap sudut, mencari sesuatu—atau seseorang.

Di tengah mereka, seorang pria yang mengenakan jas pernikahan duduk di kursi roda. Meskipun tidak bergerak, dia memancarkan aura dingin yang hampir tak tersentuh.

Suaranya memerintah saat dia berbicara kepada pengawal di depannya. "Upacara akan segera dimulai. Apakah kamu sudah menemukan Hana?"

Pengawal itu ragu-ragu, ekspresinya tegang. "Pak Kiran, kami sudah mencari di sekitar sini, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Nona Hana. Sepertinya dia sudah melarikan diri .…"

"Melarikan diri?" Suara pria itu dalam dan tenang, tetapi tatapannya berubah setajam silet—dingin dan tak kenal ampun, seperti pemangsa yang sedang mengamati mangsanya. "Jika pernikahan ini tidak terjadi tepat waktu, kamu tahu apa akibatnya."

Livia menangkap setiap kata, dan dalam sekejap, dia mengerti—pria ini telah ditinggalkan di altar, sama seperti dirinya.

Tanpa ragu-ragu, dia mencengkeram gaunnya dan melangkah ke arahnya.

Para pengawal bereaksi seketika, melangkah di depannya dengan ekspresi kaku dan waspada.

"Nona, kamu ingin melakukan apa?"

Pria di kursi roda itu mengalihkan perhatiannya kepadanya, kehadirannya sendiri menekan seperti badai di cakrawala.

Namun Livia tidak gentar. Suaranya terdengar tenang saat dia menatap langsung ke arahnya. "Pak, kudengar istrimu telah melarikan diri. Bagaimana kalau aku menggantikannya? Aku akan menjadi pengantinmu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Tersayat Dendam
9.5
Arta adalah wanita tangguh yang fokus pada karier meski sering diremehkan karena penampilannya yang bersahaja. Pernah dicampakkan akibat perbedaan kasta, ia bertekad membuktikan nilainya tanpa banyak bicara. Kehidupannya berubah saat bertemu Evan, seorang pengusaha duda sukses. Kini, mereka harus bersatu menyelidiki dalang di balik kekacauan perusahaan masing-masing, sembari berjuang mempertahankan cinta yang terus diterjang badai dan dendam masa lalu.
Sampul Novel Dia Mendanai Wanita Lain Menggunakan Uangku
8.9
Demi menguji kesetiaan Ethan Wilson, Julissa Palmer menyamar sebagai karyawan biasa. Namun, Ethan malah mengira Noreen adalah pewaris Grup Palmer yang asli. Sambil terus menghina Julissa, Ethan diam-diam merayu Noreen demi harta. Puncaknya, di pesta mewah perusahaan, Ethan berlutut melamar Noreen di depan media. Ia yakin Noreen adalah sang putri kaya yang sedang menyamar. Ethan tidak menyadari bahwa pemilik Grup Palmer yang sesungguhnya adalah Julissa.
Sampul Novel DIARY_LIANA
8.4
Liana Salsabila, mahasiswi cerdas di Medan, mengalami trauma berat setelah dipaksa keguguran oleh kekasihnya melalui minuman beracun. Tragedi ini berujung pada pengangkatan rahim yang menghancurkan batinnya. Meski berasal dari keluarga terpandang, putri pengusaha saham Arbi dan Fitri ini sempat nekat menjalin hubungan rahasia tanpa restu. Kini, ia ditinggalkan saat sakit. Mampukah Liana menghadapi kemarahan orang tuanya setelah rahasia kelam ini terungkap?
Sampul Novel Gadis Cantik Milik Mafia
8.8
Sephi, gadis gigih yang diusir bibinya akibat fitnah kejam, berusaha bangkit demi mengubah nasib. Takdir mempertemukannya dengan Aldo, CEO dingin sekaligus pemimpin kriminal berpengaruh di Eropa, saat wawancara kerja. Aldo yang tak tersentuh dan hanya peduli pada keponakannya, mulai merasakan getaran cinta pertama melihat ketulusan Sephi. Akankah pesona Sephi meluluhkan hati sang mafia yang kaku? Simak kisah penuh ketegangan dan perubahan hidup yang tak terduga.
Sampul Novel Nirmala Cinta
9.2
Setelah dua tahun menikah tanpa buah hati, Aulia memilih bercerai saat suaminya memutuskan berpoligami. Meski ditentang sang ibu yang gila harta, ia berhasil hidup mandiri. Namun, ketenangan Aulia terusik saat Candra datang menawarkan pekerjaan bergaji besar. Pesona Candra mulai menggoyahkan hati Aulia yang lama tertutup. Kini ia terjepit di antara tawaran pernikahan pria kharismatik itu atau gangguan sang mantan suami yang ingin rujuk kembali.
Sampul Novel Perjanjian 100 Hari Menikah Dengan Om CEO
9.5
Insiden salah masuk mobil menyeret Tiffania Almora ke dalam kehidupan Elnathan Devandra, sang CEO terpandang. Pertemuan yang intens membuat Devan nekat melamar Fania demi menghindari perjodohan dari keluarganya. Fania menyetujui ajakan tersebut, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama seratus hari saja. Akankah Devan sepakat? Bagaimana nasib hubungan mereka saat perasaan cinta mulai tumbuh dan rahasia kontrak tersebut terancam terbongkar?