APKDock Logo
Sampul Novel Menikah Karena Mata

Menikah Karena Mata

9.2 / 10.0
Saat tirai pernikahan dibuka, Abimana terpaku melihat Maheswari. Sorot mata sang istri sangat identik dengan mendiang ibunya yang selalu menghantui mimpinya. Maheswari yang bingung hanya mengenal Abimana sebagai asisten dosen sekaligus calon suaminya melalui perjodohan. Namun, rahasia besar terungkap di malam pertama mereka: Maheswari adalah penerima donor mata ibu Abimana. Kini, Abimana terjebak konflik batin mendalam antara cinta dan kenangan masa lalu.

Menikah Karena Mata Bab 1

Pagi hari dimulai dengan lembutnya cahaya matahari yang perlahan menyelinap melalui celah-celah tirai jendela, membangunkan dunia yang masih terlelap. Suasana terasa segar dan damai, dengan udara pagi yang dingin dan bersih.

Burung-burung mulai berkicau ceria, menciptakan simfoni alam yang menenangkan. Aroma kopi yang baru diseduh menguar dari dapur, menyebar ke seluruh rumah dan menambah kehangatan suasana.

Daun-daun di pohon-pohon yang basah oleh embun berkilau dalam cahaya matahari pagi, sementara jalan-jalan kota masih sepi, menunggu untuk mulai hidup dengan aktivitas sehari-hari. Setiap elemen pagi hari bergabung dalam harmoni yang membuat setiap awal hari terasa penuh potensi dan harapan.

Tak pernah terbayangkan oleh sosok wanita berambut panjang itu, kini dirinya sedang sibuk membersihkan noda kopi pada kemeja miliknya.

"Maaf Nona, saya tidak sengaja," ujar sosok pria dengan cup kopi yang sudah kosong karena tumpah dan membasahi kemeja wanita di hadapannya.

Tak terbayangkan seberapa jengkel wanita tersebut, dari raut wajahnya saja sudah tak enak dipandang karena merenggut.

"Lalu, solusi apa yang bisa anda berikan pada saya?" Tanyanya dengan kesal dan sinis.

"Ini kartu nama saya, anda bisa menghubungi saya dan akan saya berikan uang ganti rugi untuk pakaian anda.

Wanita itu langsung menepis kasar kartu nama yang diberikan padanya, seakan tidak terima dengan tindakan pria yang berada di hadapannya.

"Anda pikir semua akan langsung terselesaikan dengan uang? Saya juga punya uang!"

Setelahnya, ia pergi meninggalkan Selasar cafe tersebut. Membuat pandangan sang pria menatapnya dengan kesal.

Itulah Maheswari, terkenal dengan kerapian dalam berbusana dan selalu tepat waktu. Harusnya ia bisa sampai di kampus setengah jam lalu tetapi, ia terlambat karena harus berdebat dengan pria tidak tahu diri.

Keringatnya sudah membasahi kerah baju dan kening. Ia berlari sekuat tenaga agar tidak terlambat meghadiri kelas di semester baru.

Diketuknya pintu kelas yang sudah tertutup rapat, rasanya sangat gemetar sebab panik.

Maheswari tidak bisa mengontrol raut wajahnya, peluh sudah membasahi dahi serta tengkuknya karena berlari dan panik.

Tok tok tok

"Selamat pagi, mohon maaf saya terlambat Pak."

Bukan kalimat sindiran atau usiran yang di dapatkan, justru Maheswari disambut dengan gelak tawa.

Seolah kesadarannya kembali dengan penuh, wanita itu langsung berwajah masam sebab sang dosen belum tiba di kelas.

"Tumben banget telat, ada apa di jalan?" Tanya Dian, sahabatnya.

"Ada kucing garong."

Sungguh sial, Maheswari akan menandakan hari ini dengan stabilo merah sebagai hari sialnya.

....

Di lain tempat, terdapat sosok pria yang sedang menelpon seseorang dan marah-marah. Raut wajahnya sudah menggambarkan betapa risih dan tidak suka akan sesuatu.

"Sudah saya bilang, bidang ini bukan passion saya."

"Saya harap kamu bisa mengatakannya langsung pada Presdir. Saya hanya akan datang di pertemuan ini saja!"

Setelah panggilan itu selesai, handphonenya kembali berdering menampilkan nama "Mr. Rendy"

Lantas pria itu kembali menghembuskan napasnya dengan kesal.

"Selamat pagi Pak, ada keperluan apa menghubungi saya?" Tanyanya dengan sopan.

Pria bernama Rendy itu menjawab, "saya mau mengucapkan terima kasih karena Pak Abimana mau menjadi asisten dosen terkhususnya,  di mata kuliah yang saya ampu."

"Tidak masalah Pak, saya tidak keberatan karena hanya diperlukan untuk satu pertemuan ini saja."

"Tidak Pak, anda akan menjadi asisten dosen saya selama satu tahun. Kontraknya bahkan sudah anda tanda tangani," ujar Pak Rendy.

Sungguh kacau, Abimana berhasil dijebak oleh ayahnya. Ia harus segera protes setelah pertemuan pertama ini usai.

"Baiklah Pak, akan saya bicarakan kembali nanti. Saya sudah terlambat masuk selama 15 menit."

Telepon disudahi dan Abimana kangsung bergegas mencari kelas 'Management'

Mencoba untuk menetralkan detak jantungnya, Pria itu mengetuk pintu dengan pelan dan penuh keyakinan. Semoga saja hari pertama ini bisa mengubah pikirannya.

"Selamat Pagi semuanya. Apakah benar ini ruang kelas prodi management?" Tanyanya kepada seluruh mahasiswa di penjuru kelas.

"Selamat pagi Pak, betul ini ruang prodi management."

Abimana berjalan dengan penuh rasa percaya diri walaupun dirinya merasa gugup karena ditatap oleh banyak mahasiswa di kelas tersebut.

"Oke, sebelum memulai perkuliahan hari ini. Saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, saya Abimana Raharja selaku asisten dosen Mr. Rendy."

Pandangan Abimana mengedar ke seluruh penjuru kelas namun, dirinya terfokus pada kehadiran seorang wanita yang tampak tidak asing di matanya.

Bisa Abimana lihat dengan jelas, wanita itu juga sama terkejut saat melihat ke arahnya.

"Pak, ngajar kami sampai kapan? Mr. Rendy sering ada urusan ke luar kota jadi biasanya kita belajar jarak jauh dan menggunakan LMS saja," tanya salah satu Mahasiswa yang duduk paling depan.

"Nama kamu siapa?" Tanya Abimana padanya.

"Saya Chandra, ketua kelas prodi management B angkatan 2021."

"Salam kenal Chandra, saya akan bergantian mengajar dengan Mr. Rendy tetapi saya memiliki kontrak selama satu tahun di sini."

Abimana mengangguk singkat kepada Chandra, lalu pandangannya kembali terfokus pada wanita tadi. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, ia mengenal sosok itu dari suatu tempat yang ia sambangi pagi hari.

Tatapannya kembali bertemu dengan wanita tersebut, kali ini sedikit lebih intens. Wanita itu menundukkan kepala, terlihat canggung.

"Baiklah, untuk kelas hari ini, kita akan memulai dengan materi yang telah disiapkan oleh Mr. Rendy. Saya harap semuanya bisa bekerja sama dengan baik selama saya di sini," lanjut Abimana, berusaha mengalihkan pikirannya dari perasaan tak menentu yang melingkupinya.

Setelah memberikan penjelasan singkat mengenai tugas dan jadwal kelas ke depan, Abimana membagikan materi melalui LMS dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya. Namun, pikirannya masih berusaha mencari tahu siapa wanita yang kini duduk di barisan tengah itu. Wanita yang berdebat dengannya di pagi hari.

Saat kelas berakhir, Maheswari tidak segera beranjak dari tempat duduknya. Pandangannya lurus ke depan, seolah ingin menghindari tatapan Abimana yang sejak awal sudah membuatnya gelisah.

Hatinya masih terasa kesal atas insiden di pagi hari, tetapi melihat Abimana sekarang sebagai asisten dosennya menambah lapisan ketegangan yang berbeda.

Di sisi lain, Abimana dengan cepat mengemas barang-barangnya. Sebelum benar-benar meninggalkan kelas, ia melirik ke arah Maheswari yang masih sibuk dengan laptopnya.

"Maheswari," panggilnya dengan tenang, tapi cukup keras untuk membuat wanita itu menoleh.

Maheswari mendongak, wajahnya masih menyiratkan keengganan. "Ya, Pak?" suaranya dingin, lebih formal daripada saat mereka berdebat di Selasar cafe.

'Dari mana dia tahu namaku?' Batin Maheswari.

'Apa jangan-jangan karena mulut toa milik Dian?'

"Bisakah kita bicara sebentar di luar?" Abimana mencoba mengatur nadanya agar tidak terdengar seperti perintah, tetapi tetap tegas.

Setelah beberapa detik ragu, Maheswari akhirnya berdiri, mengikuti Abimana keluar kelas. Ketika mereka sampai di koridor yang cukup sepi, Maheswari memutuskan untuk lebih dulu berbicara.

"Pagi tadi..."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Menikah Karena Mata

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Bobby jatuh hati pada Claudia sejak pertemuan pertama, namun reputasinya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka hati. Meski Claudia bersikap baik karena Bobby pernah menolong menantunya, ia tetap merasa risi akan kehadiran pria itu. Sultan, mertua Claudia, justru mendukung Bobby demi mengakhiri masa janda menantunya yang sudah lama. Saat Claudia akhirnya luluh dan menerima lamaran, kejutan masa lalu serta sosok misterius muncul menguji pernikahan mereka.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Upacara janji nikah yang seharusnya menjadi ajang kampanye Baskara berubah jadi pengkhianatan. Aku dibius dan melihatnya menikahi selingkuhannya di depan para elite. Setelah tujuh tahun pengorbananku membangun kariernya, dia justru menyebutku tidak berguna. Namun saat perceraian tiba, Baskara berpura-pura amnesia akibat kecelakaan dan memohon agar aku tidak pergi. Dia ingin bermain sandiwara, maka aku akan memastikan dialah yang hancur dalam permainan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan