APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel menikah lagi

menikah lagi

Aku kini menetap di rumah besar miliki sendiri bersama lima penghuni lainnya. Meski sudah lama kubeli dan kurenovasi untuk kosan, aku selalu menghindari bangunan ini selama bertahun-tahun. Ada luka lama yang memicu kemarahan serta kesedihan mendalam setiap kali aku mengingat sejarah kelam di dalamnya. Kini, aku terpaksa menghuni kamar utama di lantai bawah dan menghadapi kembali memori buruk yang tersimpan rapat di balik dinding hunian ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kuelus lembut kulitmu di tiap helai pertama pagiku | berharap api semangat akan berkobar | tanpamu pagiku sepi | ditelan sunyi.

Wajahku tak secerah dulu. Entah apa yang mengikis kecerahannya, aku juga tak tahu. Namun, tiap jam hidupku terasa menambah gelap wajahku. Sekarang inilah aku, seorang berwajah kelabu. Bila tingkatan iman seseorang diukur dari kecerahan wajahnya, aku pasti juara bontot. Wudhu tak mampu mencerahkan wajahku walau seinci saja.  

Sekeping kesadaranku sempat bergumam, kecerahan wajahku dikikis olehmu. Ya, itu mungkin ada benarnya, saat kita mulai berjabat tangan dengan erat delapan belas tahun lalu, kamu telah menyihirku. 

Menyihirku menjadi seorang yang berwajah kelabu.

Menyihirku menjadi seorang yang anti sosial.

Menyihirku menjadi seorang yang harus terus mengelusmu lembut di helai pertama pagiku.  

Menyihirku lagi.

Dan lagi…

Aku jatuh hati. 

Tanpamu, hariku sangat sepi. Tak jarang segalanya kukorbankan untukmu. Segalanya! Untuk berkencan denganmu, aku mengorbangkan semuanya. Lidahku, kerongkonganku, bahkan perutku. Aku harus berkencan denganmu. Harus. Tiap jam.

Bila sejam saja aku tak mengelus atau membelaimu lembut, maka seluruh jaringan di otakku berhenti bergerak. Ideku tersendak. Aku bagai manusia tanpa pikiran, tanpa kesadaran, dan akhirnya aku gila.

Sekarang, kamu telah menyihirku menjadi orang gila. Kamu memang penyihir yang hebat. Aku kagum!

Andai waktu mampu diputar kembali akan kutolak dengan halus perkenalan kita delapan belas tahun lalu. Setelah kejadian itu, hatiku terus menggumamkan namamu. Terutama bila kerikil berjatuhan dari langit. Sedetik kemudian, akan kuteriakkan namamu. Kehadiranmu bagai payung yang menghalau kerikil-kerikil kehidupan. Kamu seperti bunglon. Kemarin kamu penyihir, hari ini, kamu motivator ulung. Mengalahkan semua motivator yang kukenal.

[**] 

Kecupanmu selalu lembut | membasahi bibirku yang kasar | memijat asaku yang fluktuatif | membaringkan kegersangan hati yang semakin pekat.

Awalnya kita hanya berkenalan lalu berkencan, tapi sekarang aku sudah berani mengecupmu. Betul-betul mengecupmu. Bukan sembarang kecupan. Kecupan hangat dari dalam jiwaku. Tentu saja kamu membalas kecupanku. Tak ragu dan tak bosannya kamu mengecupku tiap jam. Agar hubungan ini tak berbuah dosa, aku harus menikahimu.

Kupandangi kulitmu, dengan terbata-bata kusampaikan niatku, “Apakah kamu bersedia bersanding denganku?”

Kamu tak membuatku menunggu lama, hanya semenit saja, kamu mengangguk pelan. Mataku berkedip beberapa kali, aku tak mampu menyembunyikan kebahagianku dari wajahmu.

“Terima kasih. Kamu membuatku menjadi pria paling bahagia di seluruh pelosok semesta. Sekali lagi, terima kasih.” Segera aku mengecupmu, kali ini dengan cinta bukan dengan nafsu lagi. Kita akan segera menikah.

[***] 

Istriku maafkan aku | sepertinya poligami adalah jalan satu-satunya | bersediakah kau berbagi dengannya? | agar aku tak jadi orang gila.

Hari yang kita nantikan akhirnya tiba, dia bersedia untuk berbagi denganmu, sebentar lagi kita menikah. Tak ada ceremonial yang mahal, semua berlangsung cepat dan sederhana. Yang penting ikatan kita halal, tidak sembunyi-sembunyi lagi seperti kemarin.

Wajahmu terlihat cerah, secerah mentari pagi ini. Sedang wajahku bertambah kelabu. Tak mengapa, asalkan kita tetap bersama. Itu sudah lebih dari cukup. Aku bahagia.

Aku selalu berusaha adil. Membagi nafkah lahir dan bathinku seimbang antara dia dan kamu. Sampai sekarang tak pernah dia cemberut apalagi marah. Mungkin, dia merasa aku cukup adil ‘berbagi’.

Sampai suatu ketika, tiap aku bercumbu denganmu dada kiriku terasa perih. Tak jarang seharian aku harus terbaring di kamar, agar rasa sakit itu tak menjalar sampai ke punggung. Setelah kejadian itu, dia mulai marah. 

“Sudah kuingatkan berkali-kali, sudahi hubunganmu dengannya,” sambil memijat kakiku, lanjutnya. “Sejak kamu mengenal dia; bibir, mulut dan bajumu selalu berbau parfumnya. Saya tak suka.” Matanya menatap nanar ke wajahku yang sedang meringis kesakitan. Tangan kananku masih memegang dada kiriku.

“Saya sudah meminta izin padamu. Dan, kamu tak keberatan.” Ucapku setengah bergumam. Suaraku tenggelam oleh rasa sakitku.

“Ini akibatnya, sudahi saja. Saya mohon…” kalimatnya terpotong, air matanya tumpah membasahi pipinya. Dengan cepat dia menghapusnya. Dia tak pernah ingin terlihat sedih di depanku. Apalagi menangis.

“Akan saya coba…” 

Kami terdiam lama, tak ada pertengkaran lagi. Aku mencoba mengurangi kemesraanku bersamamu. Walau sulit akan kucoba.

Hari berganti, tak sedikit pun ikrar itu kulakukan. Bahkan aku semakin mesra denganmu. Kuantitasnya semakin bertambah, mungkin, kualitasnya juga. Sekarang, bukan hanya wajahku, tapi, gigi dan bibirku mulai berubah warna. Sebenarnya aku kapok menikah denganmu. Namun, hatiku berkata lain, aku masih mencintaimu sebagai istri keduaku. Aku tak ingin melepasmu.

[****] 

Manusia yang diperbudak keinginan | akan memeluk kehampaan | seperti inginku akan kamu | semakin bersatu, semakin aku pilu. 

Sore ini kita masih tetap berpelukan. Tanpa sepengetahuan dia tentunya. Kesepianku terasa terkubur bila bersamamu. Bukan hanya kesepianku tapi tubuhku juga terkubur bersamamu. Tiap kecupanmu juga mengurangi lembaran hidupku menatap semesta. Semakin kukecup, semakin sakit, semakin menambah noda di hatiku, bahkan semakin mendekatkanku ke lubang kubur.

Sudah saatnya kita bercerai. Maaf. Mungkin esok… Mungkin!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ALEYA
8.5
Aleya Cantika Saraswati terpaksa memikul beban keluarga setelah sang ayah pergi tanpa jejak. Tekadnya mencari keberadaan ayahnya justru mempertemukan Aleya dengan beberapa pria dari latar belakang berbeda. Di tengah konflik asmara yang membingungkan, ia tetap fokus pada misinya. Namun, saat sosok yang dicari ditemukan, kenyataan pahit justru menanti. Aleya harus memilih: menerima keputusan sang ayah atau berjuang membawanya pulang ke rumah demi ibu dan adik-adiknya.
Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Intan Arselina, seorang perawat, terkejut saat bertemu kembali dengan Abian Dirgantara di rumah sakit. Setelah empat tahun terpisah akibat fitnah ibunda Dirga, luka lama Intan kembali terbuka. Dirga yang baru saja mengalami kecelakaan berusaha keras memenangkan hati Intan lagi. Namun, perjuangannya tidak mudah karena kebencian keluarga Intan dan kehadiran Zidan sebagai penghalang. Dirga bertekad menebus kesalahan masa lalu demi cinta sejatinya.
Sampul Novel Cinta Pertama Dari Istri Kedua
9.4
Kehadiran suami yang nyaris tanpa cela ternyata tak mampu memberikan kepuasan bagi sang istri. Dalam sebuah keputusan yang ceroboh, ia justru memilih untuk mendatangkan istri kedua ke dalam rumah tangga mereka. Alih-alih memperbaiki keadaan, tindakan tersebut malah menjadi pemicu bencana besar yang mengancam keutuhan pernikahan. Kini, hubungan yang semula stabil harus menghadapi badai kehancuran akibat kehadiran sosok baru yang tak terduga.
Sampul Novel Dikejar Oleh Sang Miliarder
9.6
Kayla Herdian kembali ke masa lalu demi membalas dendam setelah dikhianati suami dan mertuanya hingga tewas mengenaskan. Dulu hidupnya hancur, namun kini ia bangkit untuk menghancurkan para musuh dan membawa bisnis keluarganya ke puncak kejayaan. Di tengah ambisinya, seorang miliarder dingin yang dulu tak terjangkau justru datang mendekat. Pria itu kini terang-terangan merayu Kayla, memohon kesempatan untuk menjadi pendamping di pernikahan keduanya.
Sampul Novel Istri Yang Tak Dianggap
9.6
Kebahagiaan Arshella setelah akhirnya memiliki Dion sepenuhnya kini terancam oleh kemunculan sosok dari masa lalu. Kehadiran pria tersebut membawa komplikasi besar dalam kehidupan rumah tangga mereka. Situasi semakin memanas dan tak terkendali ketika sang pria secara mengejutkan mengklaim dirinya sebagai ayah kandung dari anak Arshella. Kini, Arshella harus menghadapi dilema berat yang menguji kesetiaan serta keutuhan cintanya bersama Dion.
Sampul Novel KESAKSIAN CINTA STEVI
8.1
Stevi terbayang pesan terakhir mendiang ibunya untuk giat bekerja sebelum wafat. Kini, setelah menikah dengan Aria, Stevi berjuang menjalani hidup barunya meski duka masih membekas. Ia berharap sang ibu tenang di sana karena Aria sangat membutuhkannya. Di sisi lain, Aria sibuk dengan profesinya di kampus. Saat memberikan bimbingan makalah kepada mahasiswi, ia menekankan pentingnya orisinalitas karya demi menghindari isu plagiarisme dalam seminar.