APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Ayah Sahabatku

Menikahi Ayah Sahabatku

Almira Devara terpaksa akan dinikahkan ayahnya dengan juragan desa demi melunasi hutang. Selina, sahabatnya yang kaya, merasa iba dan meminta ayahnya sendiri, Diran Mahendra, untuk menikahi Almira. Meski awalnya enggan, duda sukses itu setuju demi menolong Almira. Kini, Almira harus menjalani rumah tangga dengan pria yang jauh lebih tua. Di sisi lain, Diran masih menutup hati akibat trauma masa lalu. Bisakah cinta tumbuh di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Almira tidak bisa tidur. Kata-kata Diran masih terngiang di kepalanya, menghantam hatinya dengan kejam.

"Jangan pernah jatuh cinta padaku."

Ucapan itu seharusnya menjadi peringatan. Sebuah batasan yang jelas. Namun, semakin ia memikirkannya, semakin sulit baginya untuk mengabaikannya.

Ia duduk di pinggir ranjang, menatap bulan yang menggantung di luar jendela besar kamar tamunya. Pernikahan ini seharusnya menjadi jalan keluar, tapi entah kenapa, ia merasa seperti terperangkap dalam sangkar emas.

Ketukan di pintu membuatnya tersentak.

Almira berdiri, mengatur napasnya sebelum membuka pintu. Namun, ia tidak siap untuk melihat Diran berdiri di ambang pintu, masih mengenakan setelan jasnya dengan dasi yang sudah sedikit longgar.

"Lusa, kita akan pergi ke luar kota," katanya langsung tanpa basa-basi.

Almira mengerutkan kening. "Ke luar kota?"

Diran mengangguk, bersandar sedikit ke kusen pintu. "Aku punya urusan bisnis di sana. Akan lebih baik jika kita menunjukkan bahwa pernikahan ini nyata di hadapan kolega dan media."

Almira menelan ludah. "Jadi... aku harus ikut?"

"Tentu saja. Kita harus menjaga penampilan, Almira. Kau adalah istri sahku sekarang, meskipun hanya dalam status di atas kertas."

Nada suaranya tetap dingin, seolah-olah pernikahan ini tidak berarti apa pun baginya. Dan mungkin memang benar begitu.

"Baik," jawab Almira akhirnya.

Diran menatapnya sejenak sebelum mengangguk, lalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban lebih lanjut. Almira menutup pintu perlahan, membiarkan tubuhnya bersandar pada kayu dingin itu.

Perjalanan bisnis bersama suami yang bahkan tidak menganggapnya lebih dari sekadar formalitas? Itu akan menjadi perjalanan yang panjang.

Dua hari kemudian, Almira berdiri di lobi hotel mewah di Jakarta, merasa asing dengan semua kemewahan di sekitarnya. Ia mengenakan gaun elegan berwarna biru tua yang dipilihkan Selina untuknya, rambutnya ditata dengan sederhana namun anggun.

Diran berdiri di sampingnya, berbicara dengan beberapa kolega bisnisnya. Pria itu tampak sangat berbeda dalam suasana ini-lebih berwibawa, lebih mengintimidasi. Semua orang memandangnya dengan hormat, bahkan dengan sedikit ketakutan.

Tapi yang membuat Almira paling terkejut adalah bagaimana Diran bertindak seolah-olah mereka adalah pasangan sempurna.

Tangannya melingkari pinggang Almira, menariknya lebih dekat seakan mereka memang pasangan suami istri yang bahagia. Ia bahkan sesekali berbisik di telinganya, sesuatu yang terdengar mesra bagi orang lain, tapi bagi Almira hanyalah kalimat instruksi yang harus ia ikuti.

"Tersenyumlah," bisik Diran di telinganya saat mereka dikelilingi para tamu.

Almira mengangkat wajahnya, memaksa senyum manis meskipun di dalam hatinya ia merasa canggung. Ia tahu perannya di sini-menjadi istri yang sempurna di depan publik, meskipun di balik layar ia hanyalah istri tanpa arti.

Setelah acara malam itu selesai, mereka kembali ke kamar hotel mereka. Almira baru saja hendak masuk ke dalam kamar yang telah disediakan untuknya saat Diran tiba-tiba meraih pergelangan tangannya.

"Kita berbagi kamar malam ini."

Almira membeku. "Apa?"

"Hotel ini penuh dengan media dan rekan bisnis. Jika kita tidur di kamar terpisah, mereka akan mulai curiga."

Almira ingin protes, tapi ia tahu bahwa Diran selalu berpikir jauh ke depan. Ini bukan tentang keinginannya, tapi tentang menjaga citra pernikahan mereka.

Tanpa pilihan lain, ia mengikuti Diran masuk ke dalam kamar.

Kamar hotel itu luas dan mewah, dengan satu ranjang king-size di tengahnya. Jantung Almira berdetak lebih cepat saat ia menyadari situasinya.

"Aku akan mandi dulu," ujar Diran santai, melepas jasnya sebelum masuk ke kamar mandi.

Almira menelan ludah. Apa yang seharusnya ia lakukan sekarang?

Beberapa menit kemudian, Diran keluar dari kamar mandi dengan kemeja yang terbuka di bagian atas dan celana panjang santai. Almira buru-buru mengalihkan pandangannya, tidak ingin terlihat terlalu gugup.

"Kau bisa tidur di ranjang, aku akan tidur di sofa," kata Diran, seolah bisa membaca pikirannya.

Almira sedikit lega. "Terima kasih."

Tanpa menjawab, Diran duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya, mulai bekerja seperti biasa.

Almira masuk ke kamar mandi, mencoba menenangkan dirinya. Saat ia kembali, Diran masih di tempat yang sama, sibuk dengan pekerjaannya.

Mungkin, pernikahan ini memang tak lebih dari sekadar formalitas.

Tapi kenapa, di lubuk hatinya, ada sedikit perasaan kecewa?

Malam itu, Almira sulit tidur. Ia berbaring di ranjang, tapi pikirannya penuh dengan berbagai pertanyaan.

Ia menoleh ke arah sofa, di mana Diran sudah tertidur dengan laptop masih terbuka di sampingnya. Pria itu terlihat berbeda saat tidur-tidak lagi penuh dengan aura dingin dan otoritatif. Garis-garis lelah di wajahnya tampak lebih jelas, mengingatkan Almira bahwa meskipun Diran Mahendra adalah pria yang kuat, ia tetaplah manusia.

Tanpa sadar, Almira bangkit dari tempat tidur dan berjalan mendekatinya. Ia mengambil selimut dari ranjang dan dengan hati-hati menyelimutinya.

Namun, saat ia hendak berbalik, tangan Diran tiba-tiba menangkap pergelangan tangannya.

Jantung Almira hampir berhenti.

Pria itu membuka matanya perlahan, menatapnya dengan sorot yang sulit ditebak. "Apa yang kau lakukan?"

"A-aku hanya... kau terlihat kedinginan," jawab Almira terbata-bata.

Diran tetap diam, masih menggenggam tangannya. Detik demi detik berlalu, udara di antara mereka terasa begitu berat.

Akhirnya, Diran melepaskan tangannya dan berbalik, seolah tidak ingin melanjutkan percakapan ini.

"Pergilah tidur, Almira," katanya dengan suara rendah.

Almira menggigit bibirnya, lalu kembali ke tempat tidur tanpa berkata apa pun lagi.

Malam itu, ia kembali terjaga, dengan perasaan aneh yang tak bisa ia jelaskan.

Ada sesuatu tentang Diran Mahendra yang semakin sulit ia pahami.

Dan itu mulai menakutinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Setelah diusir dari Keluarga Wilton, Gerald harus menjalani hidup penuh kemiskinan selama lima belas tahun. Nasibnya kian terpuruk saat ia dicap sebagai menantu tidak berguna dan diceraikan oleh Clarisa setelah dua tahun mereka membina rumah tangga. Namun, siapa sangka bahwa perpisahan pahit tersebut justru menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Inilah awal dari babak baru perjalanan Gerald yang penuh kejutan setelah statusnya sebagai suami berakhir.
Sampul Novel Godaan Cinta Sejati
8.6
Yulia terpaksa menikah ke keluarga Jayendra hanya untuk mendapati Billy, suaminya, dalam kondisi koma. Keajaiban terjadi saat Billy terbangun pasca pernikahan, namun ia justru bersikap dingin dan berniat menceraikan Yulia karena tak mengenalnya. Saat Yulia hamil dan berencana pergi diam-diam, Billy yang semula membencinya justru berubah posesif. Ia menolak perceraian dan mendekap Yulia erat, menegaskan bahwa wanita itu adalah miliknya selamanya.
Sampul Novel Kariermu Ada di Tanganku
8.2
Nayara Devanka adalah putri tunggal keluarga Mahendra yang berkuasa. Hidupnya sempurna bersama Rafael, mantan staf sang ayah yang ia angkat derajatnya, serta putri mereka, Isolde. Namun, pengorbanan Naya dibalas pengkhianatan keji. Rafael diam-diam menikahi masa lalunya dengan restu keluarga besarnya sendiri. Mereka menikmati kemewahan dari Naya sambil menikamnya dari belakang. Kini, Naya tak akan tinggal diam dan siap menghancurkan karier serta hidup mereka.
Sampul Novel KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN
8.2
Dunia Sahira yang tenang runtuh seketika saat ia memergoki suaminya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Di tengah kehancuran hati akibat pengkhianatan ganda tersebut, harapan muncul dari arah yang tak terduga. Seorang miliarder dari masa lalu kembali hadir dalam hidupnya, menawarkan perlindungan dan mengajak Sahira untuk menyembuhkan luka bersama. Akankah momen ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Sahira setelah dikhianati secara menyakitkan?
Sampul Novel Masa Puber Naldo
9.4
Naldo, putra konglomerat yang kesepian, tumbuh dewasa tanpa kasih sayang ibu. Meski ayahnya, Tuan Anggoro, sangat baik, kesibukan bisnis membuatnya jarang di rumah. Naldo hanya memiliki asisten rumah tangga yang merawatnya sejak bayi. Saat diminta memilih ibu baru, Naldo teringat sosok wanita misterius yang terus muncul dalam mimpinya. Ketika akhirnya bertemu wanita itu di dunia nyata, Naldo bertekad mengejar cintanya meski perbedaan usia menghalangi mereka.
Sampul Novel Misi Rahasia sang Pewaris
9.3
Zara, ahli waris kaya raya, memilih menyamar jadi staf biasa demi memantau kondisi internal perusahaannya. Di sana, ia berurusan dengan Arman, manajer dingin yang sangat ambisius. Namun, situasi menjadi rumit saat Zara menemukan ancaman internal yang membahayakan bisnis keluarga. Kini ia terjepit dalam dilema besar: mengungkap jati dirinya demi menyelamatkan aset perusahaan atau tetap bersembunyi di balik topengnya. Rahasia gelap industri pun mulai terkuak perlahan.