APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENIKAHI BILLIONAIRE

MENIKAHI BILLIONAIRE

Zyan Liu terancam gagal menjadi ahli waris utama keluarga Liu jika ia tidak segera menikahi wanita yang sesuai dengan standar ketat keluarganya. Di luar dugaan, Mu Tian Rui yang hanyalah gadis desa sederhana justru dianggap memenuhi kriteria tersebut. Kini, dua insan dengan latar belakang kehidupan yang sangat kontras ini terjebak dalam sebuah pernikahan yang diatur. Mampukah Zyan dan Rui mempertahankan hubungan mereka di tengah jurang perbedaan yang begitu lebar?
Bab
Bagikan

Bab 3

Mu Tian Rui, menundukan kepalanya memberi hormat kepada Kakek Liu. Meski gadis desa namun Tuan Mu mendidik Mu Tian Rui dengan etika sopan santun yang ketat. 

"Gadis ini terlihat polos dan sopan," pikir Kakek Liu. 

"Apa kau sedang menangkap ikan?" tanya Kakek Liu. 

"Ya, aku akan memasaknya untuk menu makan siang," jawab Rui. 

"Siapa namamu?" tanya Kakek Liu. 

"Mu Tian Rui?" Jawabnya. 

"Ikan itu terlihat sangat segar, bolehkah aku juga mencicipinya!" pinta Kakek Liu. 

Demi menghormati yang lebih tua, Rui tidak berani menolak, meski jika Kakek Liu ikut makan siang dengan mereka itu artinya tidak ada lauk untuk makan malam. 

"Dengan senang hati, aku Mu Tian Rui mengundang Tuan Besar untuk makan siang di rumahku," jawab sopan Rui. 

Kakek Liu memperhatikan etika sopan santun Rui, meski gadis desa namun sikap dan tutur kata kepada yang lebih tua sangat baik. 

Kakek Liu memandang kepada Asisten Chen, agar tidak mengikutinya. Asisten Chen puh mengangguk. 

"Tunggulah di kediaman Nyonya Song!" Perintah Kakek Liu. 

"Baik Tuan," jawab Asisten Chen. 

Rui berjalan agak dibelakang Kakek Liu, menjaga jika seandainya Kakek Liu jatuh, maka dia akan segera menangkapnya. Kakek Liu menyadari hal ini lalu mencoba mengujinya dengan berpura-pura akan terjatuh. 

Rui dengan cepat melempar semua benda yang dia pegang di tangannya, lalu segera menangkap Kakek Liu. 

"Tuan besar, apa baik-baik saja?" tanya Rui. 

"Ya aku baik-baik saja," jawab Kakek Liu dengan tersenyum senang. 

Sesampainya di rumah, Rui dengan segera membukakan pintu gerbang kayu rumahnya. Rumah Rui berarsitektur rumah tua jaman kuno Tiongkok dengan ukiran kayu yang kental. Meski tidak besar dan rumah tua namum Rui merawatnya dengan baik karena bagi Rui ini seperti melestarikan sebuah budaya.

Kakek Liu sangat menyukai rumah tua Rui ini. Ini seperti kembali ke jaman-jaman kerajaan. Begitu indah dan menenangkan. 

"Silahkan masuk Tuan," ujar Rui. 

"Ayah, hari ini kita kedatangan tamu istimewa," ujar Rui yang melihat Ayahnya tengah menunggu di depan pintu rumah mereka. 

"Ah sungguh suatu kehormatan kami bisa menjamu Tuan Besar," ujar Tuan Mu dengan hati senang. 

Sudah sangat-sangat lama tidak ada yang bertamu ke rumah mereka, terkecuali Nyonya dan Tuan Gu yang kerap datang membawakan beras untuk mereka. 

"Tuan Besar silahkan masuk, aku akan segera memasak untuk makan siang," ujar Rui. 

Kakek Liu pun masuk den melihat diatas meja ada xiangqi, catur tiongkok yang sarat dengan strategi. 

Bentuk bidak-bidaknya sederhana. Kayu bulat besar dengan aksara Mandarin. Warna bidaknya serupa. Yang membedakan adalah warna huruf yang terukir di atasnya, hitam dan merah.

"Apakah kau bermain Xiangqi?" tanya Kakek Liu. 

"Ya putriku terkadang menemani ku bermain," jawab Tuan Mu. 

"Ini sungguh langka, jaman kini sedikit sekali yang berminat pada permainan catur ini," pikir Kakek Liu. 

"Apa kau mengetahui tentang sejarah catur ini?" tanya Kakek Liu menguji. 

Rui membawa teh yang baru saja diseduhnya dan mendengar pertanyaan Kakek Liu lalu segera saja menjawabnya. 

"Penciptanya adalah jenderal dari pasukan Han, Han Xin," jawab Rui.

Kakek Liu tersenyum mendengar jawaban Rui, "Lalu apalagi yang kau ketahui?" tanya Kakek Liu. 

"Meski agak sombong, menurut para petinggi dan pasukan saat itu, dia adalah orang cerdas. Terutama dalam strategi perang. Han Xin dikenal mahir dalam perang gerilya," jawan Rui.

"Xiangqi awalnya dibuat menjadi hiburan bagi para tentara ketika sedang menganggur. Namun, karena mengandalkan otak, secara tidak langsung permainan itu membuat tentaranya semakin terlatih dalam menjalankan strategi. Secara tak langsung, xiangqi menjadi alat untuk menyusun strategi perang, "Jelas Rui. 

"Dulunya xiangqi ini hanya ada di kalangan tentara dan orang elite. Tapi, kemudian menyebar ke masyarakat luas,” Rui menambahkan penjelasannya. 

"Gadis pintar," jawab Kakek Liu. 

"Maukah bermain denganku, Tuan Mu?" tanya Kakek Liu. 

"Tentu tuan dengan senang hati," jawab Tuan Mu.  

Permainan mereka terhenti ketika Rui memanggil mereka untuk makan siang. Rui memhuat makanan tradisional berupa ikan kuah acar. Hidangan berkuah ini berisi ikan dengan sayur sawi asin. Ikan diiris dengan tipis dan di lengkapi dengan irisan cabai merah. Rasanya seperti sup ikan, asam, pedas, gurih. 

Kakek Liu terlihat Antusias dengan menu makanan yang  Rui masak meski hanya nasi dan satu lauk. 

Kakek Liu merasa puas dengan karamah tamahan Rui dan ayahnya, padahal mereka tidak mengetahui siapa sebenarnya dirinya, namun mereka sudah menjamunya dengan sangat baik. Bagi Kakek Liu nilai-nilai kesopanan dan ketulusan seperti ini sungguh sangat langka dimiliki oleh orang-orang jaman kini. 

"Tuan aku akan mengantarkan Tuan kembali," ujar Rui. 

"Ya itu akan menjadi sangat baik, jawab Kakek Liu dengan senang hati. 

Rui menuntun Kakek Liu menuju ke rumah Tante Song. Rui tentu saja mengenali rumah tante Song. Asisten Chen yang melihat Tuan Besarnya telah datang segera menghampiri. 

"Tuan, mereka telah menunggu Tuan sedari siang tadi,"  ujar asisten Chen. 

"Itu sudah tidak diperlukan lagi, aku sudah menemukan orangnya," jawab Kakek Liu. 

Asisten Chen melihat kearah Rui, "bukankah ini gadis tombak di sungai tadi," pikir asisten Chen. 

Kakek Liu mengajak Rui masuk, semua melihat ke arah Rui yang berjalan bersama Kakek Liu masuk ke ruang tamu Tante Song. 

Sementara asisten Chen mengatakan kepada Tante Song, bahwa Tuannya sudah menemukan calon menantu untuk keluarga Liu dan memintanya agar para gadis yang hadir disini untuk pulang ke rumah mereka. 

Setelah Tante Song memulangkan para gadis yang telah lulus seleksi, Tante Song menuju ruang tamu menemui Kakek Liu. 

"Tuan Liu," sapa Tante Song. 

Tante Song melihat ke arah Rui, "gadis ini …" gumam Tante Song. 

"Tuan aku dengar, Tuan Liu sudah membuat keputusan," ujar Tante Song. 

"Ya aku memilih gadis ini," ujar Kakek Liu. 

Rui masih belum memahami situasinya. Tante Song memandangi Rui, "bagaimana gadis ini mengenal Tuan Besar Liu," pikir Tante Song. 

"Tuan! gadis ini bahkan tidak ikut dalam seleksi," ujar Tante Song. 

"Aku sendiri yang menyeleksinya dan dia lulus seleksi," jawab Kakek Liu. 

Tante Song "…"

Rui "…" 

Kakek Liu berdiri, "Gadis pintar, sampai bertemu lagi nanti," ujar Kakek Liu dan bergegas pergi meninggalkan kediaman Tante Song. 

Rui memandangi Tante Song dengan kebingungan, "Ini …. sebenarnya ada apa?" tanya Rui. 

"Kau …" Tante Song sedikit meragu. 

"Kau baru saja terpilih menjadi menantu keluarga Liu," jawab Tante Song. 

Rui sungguh terkejut, hanya membawa seorang Kakek asing ke kediamanmya lalu tiba-tiba dirinya telah dipilih menjadi seorang menantu. 

"Tapi …" ujar Rui masih dalam kelimbungan. 

"Bersiaplah, keluarga Liu akan datang melamarmu nanti," ujar Tante Song. 

Rui "…"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAHAGIA SETELAH DUKA
8.3
Hubungan asmara Gabriel dan Nadya terhalang tembok besar restu keluarga akibat perbedaan keyakinan. Demi meminang Nadya yang merupakan penganut agama yang taat, Gabriel rela berpindah keyakinan dan berkomitmen menjadi imam yang baik. Namun, pengorbanan besar tersebut harus dibayar mahal. Keputusannya membuat Gabriel kehilangan haknya sebagai ahli waris Indofarma Grup dan namanya pun resmi dicoret dari daftar keluarga besarnya.
Sampul Novel Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
9.1
Sonia terjebak tipu daya calon mertua hingga terpaksa menikahi Verdi, paman tunangannya yang lumpuh dan sakit-sakitan. Meski awalnya mengira hidupnya akan hancur, Sonia justru dihujani kemewahan dan kasih sayang. Namun, rahasia besar terungkap saat ia menyadari Verdi hanya berpura-pura sakit demi mengawasinya. Saat kedoknya terbongkar, pria yang dikenal kejam ini rela berlutut memohon ampun demi menjaga perasaan istrinya yang tengah mengandung.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Ilusi Cinta: Mengungkap Topeng Kekasihku yang Licik
8.9
Karlee merasa hancur setelah dikhianati tunangannya hingga ia bertemu Brian Olson yang karismatik. Mereka sepakat menjalani pernikahan kontrak secara impulsif setelah menghabiskan malam bersama. Brian tampak sangat perhatian, namun semua itu ternyata hanyalah bagian dari rencana liciknya. Saat mengetahui dirinya hamil, Karlee yang murka langsung menuntut cerai. Brian yang penuh penyesalan kini memohon pengampunan agar mereka tidak berpisah selamanya.
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN
8.0
Violetta harus menelan kenyataan pahit dalam pernikahannya dengan Nathan. Meski telah memberikan seluruh hatinya, ia menyadari bahwa cinta tulus yang ia harapkan tidak akan pernah terbalas. Nathan tetap menjaga jarak yang tak tertembus, membuat Violetta merasa seperti orang asing yang tak dianggap. Harapan untuk menjadi bagian utuh dari hidup pria itu sirna, meninggalkan luka mendalam bagi Violetta yang terabaikan dalam hubungan yang dingin ini.
Sampul Novel KECELAKAAN SEMPURNA
8.9
Demi biaya pengobatan kanker ibunya, Qarletta Averly yang berusia 21 tahun mencoba peruntungan di Heston Corporation. Ia berharap posisi fotografer di perusahaan raksasa itu menjadi solusi finansialnya. Namun, impian indahnya hancur saat bertemu sang CEO, Carl Heston. Alih-alih karier cemerlang, sebuah kesalahan fatal justru menjerat Arlett dalam skandal besar yang dirancang Carl. Kini, Arlett terjebak dalam situasi rumit dengan pria berkuasa yang mengubah hidupnya.