APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENIKAHI CEO KEJAM

MENIKAHI CEO KEJAM

Obsesi Jennifer pada Maximilian Jefferson, pengusaha real estate Jerman, berujung penyesalan. Awalnya ia berniat meminta maaf pada kakak korban perundungannya, namun Jennifer justru menjebak Max dalam pernikahan karena cinta buta. Meski disiksa secara emosional, ia bertahan hingga fakta kelam terungkap bahwa Max adalah dalang kematian ayahnya. Saat cinta Jennifer berubah jadi benci, Max justru mulai mencintainya. Akankah dendam memisahkan mereka selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

-Musim gugur

Lima bulan berlalu sejak tragedi mengerikan itu, Jennifer memutuskan hubungannya dengan Sean, tak pernah terpikir olehnya semua itu akan terjadi. Bahkan isak tangis Megan masih terdengar jelas di ingatannya, ketika Megan memergoki Jennifer dan Sean sedang berkencan, dia berharap saat itu Megan memaki dan menamparnya saja bukan menewaskan diri di tengah jalan.

Memori kejadian itu terekam jelas dalam otaknya sekeras apapun usaha Jennifer agar lupa dia tidak akan bisa, sempat berpikir gila ingin mengalami kecelakaan dengan sengaja agar dirinya kehilangan ingatan, karena obat terlarang yang menghapus ingatannya tak begitu efektif, malah membuatnya tambah depresi. Belum lagi rentetan kejadian lain yaitu setiap persaingan sengitnya dengan Megan juga ikut muncul, serta bagaimana dulu dia sering merundung wanita itu.

Mereka sudah dewasa dan cukup matang secara fisik dan psikologis. Tapi sikap keduanya seperti anak kecil yang tidak pernah akur karena berebut mainan.

Awalnya Jennifer hanya bermain main dengan Sean untuk membuat Megan cemburu. Jennifer melakukannya karena telah kalah saat bersaing memperebutkan posisi sebagai duta mahasiswa terbaik di jurusan bisnis dengan Megan, tapi nyatanya hal itu malah membawa petaka besar.

Tiga bulan lalu dia lulus, dan menggantikan posisi Megan saat berpidato di khalayak ramai, setelah hari itu, harinya kembali suram, bayangan Megan selalu menghantuinya.

Bahkan beasiswa dari universitas ternama di Inggris dia tolak, dia memilih untuk tetap berada di Jerman, dia akan makin merasa bersalah jika kabur ke negeri lain. Jennifer juga tidak bisa menyerahkan dirinya ke polisi karena itu bukan pembunuhan, Megan sendiri yang berdiri di tengah jalan dan membiarkan dirinya tewas tertabrak truk, supir truk itu juga tidak bersalah, tidak mungkin menghindari kejadian itu dengan mendadak saat Megan melakukannya. Lalu Sean, mungkin dia kandidat yang cukup bersalah, bagaimana pun dia tahu kalau Jennifer dan Megan adalah musuh bebuyutan dalam bidang akademis, prestasi, ataupun kekayaan, tapi pria itu tetap saja ingin memiliki keduanya.

Tapi nyatanya yang menderita adalah Jennifer seorang, dan lagi Megan pun sudah tidak punya orang tua. Bagaimana cara dia meminta maaf, menebus kesalahannya dan mendapat kedamaian dalam hidup?. Jennifer bisa gila jika terus seperti ini.

"Agatha, apa kau menemukan kabar mengenai keluarga Megan?" Tanya Jennifer saat berada di kantor Agatha, temannya itu sangat ahli dalam teknologi dia bisa mendapat banyak informasi dan melakukan pelacakan dengan mudah.

"Aku berhasil menemukannya Jenni, tapi dia adalah kakak tirinya Megan, apakah dia akan peduli?" Agatha memilih tak memberitahukan pada Jennifer dari awal mengenai informasi yang dia dapat. Agatha pikir kakak tiri tidak akan terlalu peduli, dan kabar yang dia dapat juga pria itu sudah memutus hubungannya dengan sang ayah lalu mengganti nama belakang dengan marga kakeknya.

"Memangnya kenapa jika kakak tiri, mereka tetap berasal dari sumber yang sama" Jennifer mengerutkan keningnya, bahkan jika itu adalah kakak angkat sekali pun dia tidak akan keberatan.

Agatha pun menjelaskan panjang lebar pada Jennifer mengenai hubungan kakak Megan dengan keluarganya. Jennifer mengangguk paham, tapi dia pikir itu adalah masalah pribadi dan yang tersisa kini hanyalah kakaknya Megan saja, jika memang kakaknya itu membenci Megan karena mereka saudara tiri, Jennifer akan siap menjadi pelampiasan kebenciannya.

"Kau gila! Hanya untuk bertemu Maximilian Jefferson saja kau harus melewati proses yang panjang, belum lagi jika meminta sesuatu padanya dan kau bukanlah siapa siapa kau harus bersedia merangkak di kakinya, dia pria yang kasar" tutur Agatha setelah mendengar keberanian Jennifer yang bersikukuh untuk menemui Maximilian Jefferson.

"Tidak apa apa, itu semua tidak sebanding dengan penderitaan yang sudah ku berikan pada Megan" Jennifer memasang raut bersalahnya, setiap kali mengingat Megan, penyesalan dalam benaknya selalu berontak.

"Maximilian adalah orang yang dingin dan otoriter, dia terlalu berkuasa dan juga kaya akan sangat sulit meluluhkan orang semacam dia"

"Aku tidak masalah Agatha, aku akan berusaha, jika perlu aku akan meminta menjadi istrinya agar aku terus mendapat perlakuan buruk darinya sama seperti perlakuanku pada Megan, sekarang kau berikan saja alamatnya" Jennifer berkata dengan yakin, dia tidak akan menyerah sebelum menebus kesalahannya, Agatha salut pada temannya itu, bertanggung jawab juga pemberani, tapi ide itu terdengar sangat gila.

Melihat Jennifer yang sudah bulat tekad nya Agatha pun mengiyakan, "Aku akan mengirimkannya lewat email, informasi lengkap mengenai pria itu, kau harus berjanji padaku untuk menjaga dirimu baik baik, aku tahu kau merasa bersalah tapi setidaknya, tetap perhatikan dirimu" peringatan Agatha terdengar sangat tulus, dia terlihat sangat mengkhawatirkan Jennifer, bahkan Agatha juga turut andil dalam merundung Megan, namun dia tidak punya keberanian sebesar itu untuk menebus kesalahannya.

"Terimakasih Agatha, mungkin aku akan membutuhkan bantuan mu lagi, jadi aku harap kau tidak keberatan" ujar Jennifer, satu satunya teman yang tahu keadaannya setelah kematian Megan adalah Agatha, dia berbagi segalanya dengan wanita itu. Meskipun mereka tidak terlalu dekat saat berada dalam satu lingkaran pertemanan namun keduanya selalu berhubungan baik, dan Agatha adalah orang yang paling bisa di andalkan.

"Hubungi aku kapan pun kau butuh" ujar Agatha.

***

Dengan mengenakan gaun rumahan bermotif bunga tulip kuning, Jennifer datang ke gedung megah MXJ holdings company, perusahaan estate terbesar di ibu kota Jerman.

Lantai marmer yang mengkilat menjadi pijakan kakinya ketika pertama kali menapak di sana. Mata biru langit nya mengerjap dan bergulir mengedar untuk menatap ke setiap sudut gedung itu. Orang orang berpakaian rapih dan berkelas berlalu lalang di hadapannya, terlihat sangat sibuk.

Jennifer berjalan menuju meja resepsionis menanyakan letak ruangan Maximilian Jefferson pemilik perusahaan raksasa real estate itu.

"Maaf nona, anda harus membuat janji sebelumnya, tuan Max sangat sibuk dan tidak bisa di ganggu" kata sang resepsionis, sebelum Jennifer berbicara lagi, dia sudah menyibukkan diri dengan mengangkat telepon, dan tidak mungkin meladeni Jennifer.

Jennifer tidak punya cara lain, dia pikir untuk bertemu orang sekelas Max dibutuhkan koneksi yang bagus, setidaknya orang yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaannya. Wanita itu juga berpikir untuk melamar kerja di perusahaan itu agar punya kesempatan bertemu dengan Max, tapi tidak mungkin juga, bahkan Jennifer belum memiliki pengalaman minimal dia harus melanjutkan S2 nya dulu agar punya tempat di perusahaan bergensi seperti MXJ holdings.

"Jennifer! Kau Jennifer kan?" Tanya seseorang yang berdiri di hadapannya, Jennifer mendongakkan kepala menatap pria itu dan berusaha keras mengingatnya.

"Edgar? Kau yang pernah tersesat itu kan?" Akhirnya Jennifer ingat, pria itu adalah orang yang berdiri di pinggir jalan saat tersesat, dia adalah orang Amerika yang di pindah tugaskan ke Jerman dan tidak hafal rute di kota Berlin, mobilnya mogok ponsel nya juga mati sehingga dia tidak bisa melihat maps. Pria itu tengah kena sial, dan Jennifer datang membantunya memperbaiki mobilnya yang mogok, setelah itu mentransfer bantrai ponselnya ke ponsel pria itu, kebetulan ponsel mereka satu merek.

Dan, swalla! Mereka bertemu lagi hari ini.

"Sedang apa kau disini?" Tanya Edgar dengan ramah.

"Kau sendiri sedang apa?" Jennifer balik bertanya karena tidak tahu harus menjelaskan dari mana mengenai kehadirannya di gedung perusahaan itu.

"Aku bekerja di sini, dan ini semua berkat kau juga, jika hari itu kau tidak membantuku mungkin aku akan langsung di pecat, bahkan surat pemindahan ku tidak akan ada artinya jika aku terlambat semenit saja" ungkap Edgar yang membuat mata Jennifer berbinar. Dia tak habis pikir alurnya akan seperti ini, Edgar bisa menjadi kartu emas untuk bisa bertemu Max.

"Apa kau kenal Maximilian Jefferson?"

"Tentu saja" jawab Edgar dengan yakin, lagi pula siapa yang tidak mengenal seorang Max, jangankan kota Berlin seluruh penjuru benua Eropa dan Amerika pun tahu siapa dia.

"Aku ingin menemuinya, anggap saja kita impas jika kau bisa membawaku menemuinya" Jennifer mengutarakan keinginannya yang sontak membuat Edgar terkejut.

"Kau gila? Tidak sembarang orang bisa bertemu dengannya apalagi orang luar" jelas Edgar.

"Iya aku tahu, tapi ini darurat" Jennifer menatap Edgar dengan penuh permohonan.

"Memangnya kenapa kau harus bertemu dengannya?"

Jennifer berpikir sejenak, dia tidak mungkin membeberkan kematian Megan sebagai alasan kedatangannya untuk menebus kesalahan, Jennifer memutar otak, untuk menemukan hal yang bisa dia jadikan alibi.

"Aku mengandung anaknya!" kalimat itu terlontar spontan dari bibir Jennifer ketika dia tidak menemukan alasan yang lebih baik di kepalanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Sugar Baby
8.8
Tachi Gumama, seorang mucikari, merasa terhina saat Padrone Ricco menolak tawaran pelacur andalannya. Padahal, Padrone dikenal sebagai miliarder Manhattan yang sangat setia kepada istrinya, mendiang Nyonya Deceduto Ricco. Penolakan ini memicu kecurigaan Tachi bahwa pria kaya tersebut sebenarnya menyembunyikan seorang gadis simpanan. Benarkah sosok suami sempurna ini memiliki rahasia gelap di balik kesetiaannya, ataukah tuduhan Tachi hanyalah sebuah kekeliruan?
Sampul Novel Dream come true
8.7
Zefanya sempat merasa dicintai Andrew, hingga kesalahpahaman fatal menghancurkan segalanya. Kehormatan Zefanya direnggut secara paksa, menghancurkan impiannya untuk memiliki keluarga tulus. Sepuluh tahun berlalu, Andrew hidup menderita dalam kekayaan dan rasa bersalah yang mendalam. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Zefanya bukan lagi wanita yang sama. Andrew kini berjuang keras demi sebuah maaf, namun benarkah hanya itu yang ia inginkan?
Sampul Novel Kita Tidak Akan Pernah Berpisah Lagi
9.6
Pasca tewas tragis akibat cinta buta, Maeve terlahir kembali dengan tekad menjalani hidup baru yang bebas. Ia pun menghancurkan ambisi rival lamanya di dunia musik melalui bakat yang tak tertandingi. Sambil meniti puncak karier, Maeve tetap menunjukkan sisi lembut pada pria yang dicintainya. Di balik ketegasannya, ia tak ragu menggoda sang kekasih hingga pria itu membalasnya dengan bisikan penuh gairah yang menjanjikan malam tak terlupakan.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi nyawa kakek, aku terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungku selama sedekade. Namun, aku justru disiksa oleh Virginia hingga wajahku hancur. Bukannya menolong, Simon malah menyebutku sampah dan membuangku ke sungai es. Di ambang maut, aku tahu kakek telah tiada. Simon merampas segalanya dariku: orang tua, kebebasan, dan harapan. Kini, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan menghancurkan hidupnya hingga dia memohon kematian yang takkan pernah kuberikan.
Sampul Novel PRESDIR LUMPUH & GADIS MISKIN
9.2
Alex adalah presdir kaya raya sekaligus dosen yang hidup dengan kelumpuhan akibat polio. Meski bergelimang harta, ia berhati dingin karena benci dikasihani. Hidupnya berubah saat bertemu Claire, mahasiswi dari latar belakang kelam yang sedang berjuang keras. Kehadiran Claire membawa kehangatan baru bagi Alex hingga ia rela berkorban segalanya. Namun, saat cinta mulai bersemi, Claire memilih mengejar mimpinya dan membiarkan Alex menanti. Akankah hubungan mereka bertahan?
Sampul Novel Sang Dewa Cinta
9.7
Terhimpit biaya kuliah, Radit nekat menjadi simpanan wanita kaya dan mendekati para perempuan kesepian demi uang. Target utamanya adalah Deska, adik kelas yang juga pewaris tunggal harta ayahnya. Meski Deska membenci Radit karena telah merusak keluarganya melalui hubungan gelap dengan ibu tirinya, benih cinta tetap tumbuh di antara mereka. Namun, rencana ini memicu murka sang ibu tiri yang siap menghancurkan hidup keduanya saat rahasia mereka terungkap.