APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Mayat Palsu CEO

Menikahi Mayat Palsu CEO

Angel terjebak dalam situasi mengerikan saat dipaksa menikahi jenazah CEO muda yang rupawan. Demi melunasi hutang budi serta imbalan dua miliar rupiah bagi keluarganya, ia terpaksa menyetujui pernikahan tak lazim ini. Namun, kejutan besar menanti di balik peti mati karena sang mempelai pria ternyata masih bernapas. Bagaimana nasib Angel setelah rahasia besar ini terungkap? Ikuti kisah romansa penuh misteri ini dalam Menikahi Mayat Palsu CEO.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bunda tersenyum dengan lembut sambil mengusap airmatanya sendiri. Memang inilah takdir yang harus kujalani sebagai anak gadis satu-satunya milik keluarga ini.

Selama ini aku selalu dimanjakan dengan semua kebutuhan. Memang hidup kami tidak termasuk mewah. Tapi keluarga Sanjaya, tempat papaku bekerja memang selalu memenuhi semua yang kami perlukan.

Uang sekolahku tidak pernah terlambat. Buku sekolah dan tas sekolahku selalu baru setiap tahunnya karena diberikan oleh Emma Sanjaya-Istri majikan, tempat papaku mengabdi.

"Istirahatlah, Nak. Siapkan dirimu! Pernikahan akan dilaksanakan besok!" Perkataan Bunda begitu lembut namun terkesan menyedihkan. Bunda melangkah lesu keluar dari kamarku. Kulihat ia masih mengusap airmatanya. Bila keluarga kita cukup kaya, maka kita tidak akan terhina seperti ini.

Kedua orangtuaku juga bisa melarikan diri, tapi mereka memilih untuk membalas jasa majikannya.

"A-Apa? Besok?" Kepalaku terasa berdengung sejenak. Oh iya ... ya, mayat akan semakin bau bila berlama-lama.

"Oh Shit, menjijikkan sekali!" pekikku di dalam kamarku sendiri. Membayangkan saja aku sudah bergidik.

"Ah, malangnya nasib!" seruku sembari melampiaskan kekesalan pada bantal dan ranjang kembali.

...

Hari masih pukul lima pagi dan pintu kamarku sudah digedor dengan kasar. Aku tahu, pasti papa yang mengedornya. Mengapa ia sangat marah padaku? Aku mencoba duduk di tepi ranjang dengan malas.

"Tunggu, Pa. Biarkan Mama yang memanggilnya." Terdengar perkataan bunda di depan kamar.

Aku masih merasa lelah dan kurang tidur. Butuh waktu yang cukup lama untuk menetralisir keadaan hatiku sampai akhirnya tertidur pukul tiga dini hari semalam.

Terdengar pintu masih diketuk pelan.

"Nak, bangun! Angel!"

Dengan malas aku melangkah dan membuka pintu.

"Nak, kita harus berangkat!" ucap bunda setelah pintu dibuka. Kulihat ada garis hitam di bawah kedua manik hitamnya.

"Dia juga menangis semalaman," gumamku dalam hati.

"Tapi, ini masih pukul lima pagi!" Aku merengut dengan manja, kepalaku terasa pusing dan masih terasa mengantuk sekali.

Bunda tidak memperdulikan ocehanku, malah memasukkan beberapa kotak dan meletakkannya ke ranjangku.

"Apa ini?"

"Pakaian pengantin, mandilah!" seru bunda sembari mendorongku ke kamar mandi.

***

Pakaian pengantin yang polos namun terlihat elegan saat melekat di tubuhku. Aku melihat tampilan di cerminku. Seorang gadis yang cantik dan menjadi primadona di sekolah, aku terlihat cantik sekali dengan gaun yang polos berwarna putih bersih ini.

"Kamu cantik sekali, Nak," ucap bunda dengan matanya yang nanar.

Terlihat sekali ia berusaha tabah atas kejadian yang menimpaku. Aku menjual masa depanku untuk dua milyar dan untuk membalas budi dari keluarga aneh itu.

Apakah masih akan ada pria yang mau menikah denganku apabila mengetahui bahwa aku-wanita yang sudah pernah menikah dengan mayat?

Tak mampu lagi aku bermonolog terlalu banyak saat melihat ayahku sudah berdiri di depan pintu, menatapku dengan sendu namun berpura-pura tegar.  Kulihat ayah sudah siap dengan stelan kemeja hitamnya dan memakai dasinya dengan rapi.

Kedua matanya juga sembab, mungkin mereka sama sepertiku, tidak mampu untuk tidur dengan nyenyak.

"Mari kita berangkat," ucapnya singkat.

Sebuah mobil mewah berwarna hitam sudah menunggu di depan rumah kami. Ayah membukakan pintu mobil. Matanya seolah memerintahkan agar aku tidak banyak bicara dan hanya masuk ke dalam mobil.

Mobil dikemudikan oleh seorang supir yang diam dan serius menatap ke depan. Tidak ada yang berbicara sepanjang perjalanan.

Begitu kaku dan membuatku mengantuk.

Perjalanan rupanya agak jauh, sudah satu jam aku berada di mobil. Aku melirik kaca jendela.

"Mengapa aku melihat gunung?" tanyaku dengan heran.

Ibundaku memberikan isyarat diam dengan meletakkan telunjuknya ke bibirku.

Aku pun terdiam dan melanjutkan tidurku, mudah-mudahan semua ini hanyalah mimpi. Semoga saat bangun nanti. Aku sudah kembali menjalani rutinitas seperti biasanya. Bangun dan kuliah serta bercerita dengan semua anggota sablengku di kampus.

Mobil dihentikan di depan sebuah rumah yang mewah. Aku melihat sekitarku, membaca palang yang berada tidak jauh dari pandangan.

"Perumahan Tandean."

"Wah, ini adalah perumahan paling elit di kota super padat ini!" seruku dengan mata berbinar.

"Turunlah," ucap ayahku sembari membuka pintu.

Aku mengenggam seikat bunga mawar berwarna merah jambu.

Aku sungguh terpesona dengan rumah mewah yang kita masuki sampai langkahku terhenti.

"Oh, tidak," pekikku. Kedua mataku membulat.

Kembali aku tercengang saat melangkah menuju pintu masuk ke lokasi acara, dimana pernikahan akan dilangsungkan. Itu bukan ruang ibadah, juga bukan ruang pesta. Ruangan itu adalah sebuah taman kaca.

Terdapat beberapa kursi disusun dengan rapi menyisakan sebuah tapak sebagai tempat jalan pengantin.

Dekorasi pernikahan semua dominan  hitam seperti  balai persemayaman jenazah.

"I-Ini adalah acara pemakaman atau pernikahan?" Bathinku mulai kacau dan ragu. Suasana terasa menyeramkan.

Aku digandeng ayahku, melangkah masuk dengan perlahan. Beberapa tamu terlihat berdiri menyambut. Di depan sudah ada peti mati berisi calon suamiku. 

Kembali langkahku terhenti, mematung di tempat. Ketakutan teramat besar melandaku sehingga sekujur tubuhku terasa membeku. Kakiku susah sekali digerakkan.

"Ayo-lah, Nak," ucap ayahku. Pria paruh baya itu memandangku, kedua matanya sudah mulai nanar juga.

"Bolehkah aku membatalkannya?" tanyaku pelan setengah berbisik.

"Tidak" jawabnya dengan tegas dan singkat, sambil langsung menarikku melanjutkan langkah perlahan menuju pelaminan.

Begitulah pernikahan terkutuk itu terjadi.

Tanpa ada alunan lagu pernikahan.

Tanpa iringan pengantin kecil yang menari di depan.

Tanpa tepuk tangan tamu yang hadir.

Tanpa senyum yang mengucapkan selamat, melainkan wajah–wajah tamu yang mencibir. Aku percaya, mereka adalah kerabat yang tidak menyetujui pernikahan ini.

"Oohh, aku sungguh pusing, serasa mau pingsan saja," gumamku dalam hati sambil mengatur nafas yang tidak teratur didadaku.

Langkahku tepat berada di samping peti mati di sebelahku. Seorang pria berdiri di depan kami berdua. Pria berusia sekitar setengah abad itu sepertinya adalah penghulu atau pembawa acara.

"Dengan ini, saya mewakili tamu-tamu yang hadir, untuk menjadi saksi atas pernikahan Saudara Zacky Sanjaya dengan Saudari Angel Adhinatha.”

“Berhubung karena pengantin laki-laki sudah meninggal dunia, maka perjanjian pernikahan hanya akan ditandatangani secara sepihak oleh pengantin perempuan tanpa perlu mengucapkan janji pernikahan."

Dengan kedua manik nanar dan tangan gemetar aku tandatangani surat pernikahan itu. Setelahnya, kulirik sekilas pasanganku yang terbujur kaku di dalam peti mati.

"Mayat itu ... ihhh jijik sekali," kubayangkan sambil merinding.  "Wajahnya pasti hancur karena itu mereka tutupi dengan kain putih."

Kembali kutundukkan kepalaku, menahan rasa mual dan ingin muntah.

***

Prosesi berakhir, tidak ada acara apapun selain penandatangan yang aneh.

Aku digiring bunda untuk masuk ke kamar pengantin. Sementara di luar mereka melanjutkan acara makan-makan dan ramah tamah keluarga.

Peti mati kayu itu juga diangkat oleh beberapa orang mengikuti langkahku untuk masuk ke dalam kamar pengantin.

Aku tidak diijinkan untuk ikut meramaikan acara ramah tamah tersebut, mungkin mereka takut aku salah ucap sehingga membongkar perjanjian nikah yang tidak masuk akal ini. Padahal aku lapar sekali dan belum makan dari pagi , tapi aku juga sedang tidak berselera.

“Tapi, apa yang harus kulakukan disini?" Aku bergumam sendiri. Berduaan dengan jenazah yang mulai membusuk. Rasanya ingin ke kamar mandi, tapi kutahan. Aku benar – benar ketakutan.

Ceklek!

Terdengar suara kunci pintu dari luar. Aku terkunci di dalam kamar ini. "Bersama dengan mayat!"

Leherku terasa dingin, seperti aku sedang berada di kuburan.

"Mama, papa! Tolong aku! Angel tidak mau berada di sini!"

Aku mengedor pintu dengan sekuat tenaga-juga melakukan beberapa panggilan melalui handphoneku.

Degh! Lampu kamar mati secara tiba-tiba.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahku, Penjahat Terbesarku
8.1
Zayden Alaric Veyra adalah pengusaha sukses sekaligus pemimpin organisasi Raven yang ditakuti. Meski dikelilingi wanita, hatinya tetap hampa hingga ia terpikat oleh Kaela Seraphine di sebuah pesta. Namun, Kaela bukanlah gadis biasa; ia memiliki misi rahasia untuk memburu sosok Raven. Saat takdir mempertemukan mereka dalam misi berbahaya, ketertarikan pun muncul. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta yang tumbuh atau tuntutan dunia gelap untuk saling menghabisi.
Sampul Novel Cinta Tersayat Dendam
9.5
Arta adalah wanita tangguh yang fokus pada karier meski sering diremehkan karena penampilannya yang bersahaja. Pernah dicampakkan akibat perbedaan kasta, ia bertekad membuktikan nilainya tanpa banyak bicara. Kehidupannya berubah saat bertemu Evan, seorang pengusaha duda sukses. Kini, mereka harus bersatu menyelidiki dalang di balik kekacauan perusahaan masing-masing, sembari berjuang mempertahankan cinta yang terus diterjang badai dan dendam masa lalu.
Sampul Novel Cinta yang Hilang di Tengah Fitnah
8.7
Pasca pernikahan dibatalkan sepihak, Aleyna Seraphina dijebak adik sepupunya hingga terjebak malam bersama pria asing. Menyadari pengkhianatan dan fitnah besar yang menghancurkan reputasinya, ia memilih pergi dari kota tersebut. Empat tahun berlalu, Aleyna kembali dan bekerja di bawah Rowan Sinclair, miliarder misterius dengan masa lalu kelam. Tak disangka, bos besarnya itu ternyata adalah pria yang bersamanya di malam penuh skandal masa lalu tersebut.
Sampul Novel Kau Akan Mencariku, Saat Dia Menghilang
8.4
Cantika Putri menjalani kehidupan pernikahan yang harmonis bersama Ardi Permana. Hubungan mereka dibangun di atas fondasi cinta yang tulus, di mana Ardi sangat mengagumi pesona fisik dan kesempurnaan sang istri. Sementara itu, narasi lain mengikuti sosok miliarder ternama, Reza Dirgantara. Sang konglomerat tengah menjalin hubungan asmara dengan Luna Amara, seorang gadis desa yang memiliki paras cantik namun tetap mempertahankan kesederhanaan dalam dirinya.
Sampul Novel Melody Cinta Tuan Muda
8.9
Niat tulus Melody menyelamatkan seorang kakek dari aksi bunuh diri justru menyeretnya ke lingkaran keluarga konglomerat pemilik perusahaan raksasa. Di sana, ia menyaksikan persaingan licik antaranggota keluarga yang haus kekuasaan. Sagara, sang cucu yang merupakan pewaris sah, justru menjadi sasaran manipulasi karena sifatnya yang terlalu lugu. Melody kini terperangkap dalam intrik perebutan harta dan siasat kejam demi takhta tertinggi perusahaan tersebut.
Sampul Novel Mr. Quick
8.4
Bunga Humaira melarikan diri ke luar negeri demi menyembuhkan luka hati setelah kegagalan pernikahannya. Namun, harapan untuk memulai hidup baru yang tenang justru terusik oleh kehadiran Afrain Derson. Pria kaya dan mapan itu muncul dengan kepribadian serba cepat yang sangat memaksa. Meski Bunga merasa tertekan oleh sikap impulsif Afrain, sang miliarder tetap berkeras bahwa dirinya adalah pasangan sempurna yang tidak pantas untuk ditolak oleh Bunga.