APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Seorang Abusive

Menikahi Seorang Abusive

Impian Dewi tentang rumah tangga harmonis hancur seketika saat menghadapi kenyataan pahit. Sebagai istri, ia terjebak dalam pernikahan beracun bersama Raihan, sosok suami yang sangat kasar dan abusif. Setiap hari menjadi perjuangan batin yang menyiksa di tengah perlakuan buruk pasangannya. Kini, Dewi berdiri di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi komitmen, atau berani melangkah pergi demi keselamatan jiwanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Besok kita periksa kandunganmu ke dokter ya sayang," ucap Raihan.

"Memang kamu ada uang mas?" jawab Dewi.

"Tenang saja, kan masih ada bapak sama ibu, aku bisa minta uang pda mereka untuk membawamu ke dokter."

"Tak usah mas kalau harus minta kesana. Biarlah aku ke puskesmas aja."

"Udah kamu tunggu disini dulu ya, aku mau kerumah ibu."

Raihan segera beranjak pergi kerumah kedua orang tuanya, dengan langkah yang di percepat agar segera sampai.

"Bu, aku minta uang dong, untuk bawa dewi ke dokter periksa kandungannya," pintanya.

"Apa!, ibu tak salah dengar, kamu minta uang untuk periksa kedokter?" ujar bu Sukma.

"Iya bu, aku kan tidak bekerja, jadi aku tak punya uang untuk bawa istriku periksa, kalau tak minta sama ibu aku harus minta sama siapa lagi."

Ibu Sukma tiba-tiba berlalu pergi masuk kedalam kamarnya tanpa berkata sepatah katapun, Raihan mengejar ingin menuntut penjelasan.

Di saat yang sama datang lah Riri membawa keranjang berisi buah-buahan, lalu mengetok pintu kamar mertuanya tersebut.

"Ibu ini Riri, apa saya boleh masuk?'

"Cekrek."

Pintu terbuka bu Sukma keluar dari kamar, menyambut Riri mereka berpelukan dan cium pipi kiri dan pipi kanan.

Raihan hanya bisa melihat, tanpa bisa berkata apapun.

"Bilang sama Dewi, kalau mau periksa kedokter suruh dia cari uang sendiri, kerja atau minimal minta sana ke orang tuanya, seperti Riri . Jangan malah minta-minta seperti ini," tukas bu Sukma.

"Tapi bu."

"Sudahlah sana pulang bilang ke istrimu suruh dia kerja, jangan malah kamu yang di tuntut suruh kerja terus, untuk memenuhi keinginan dia dan bilang juga jadi istri itu jangan boros buang-buang duit hanya untuk kedokter doang," tambahnya.

"Dewi tidak minta kedokter kok bu, itu semua keinginan mas Raihan," ujar Dewi.

Yang entah sejak kapan berada di sana dan mendengar semua ucapan ibu mertuanya tersebut yang sangat sinis terhadapnya.

"Ayo Ri, masuk ke kamar ibu," ajak bu Sukma pada Riri. Mereka berdua bergandengan masuk kedalam tanpa menghiraukan kehadiran Dewi ditempat itu.

Raihan tak bisa berbuat banyak, dia hanya bisa mengajak Dewi pulang dari rumah itu.

Beberapa bulan kemudian kandungan Dewi sudah menginjak usia enam bulan, dan seperti keinginan bu Sukma, kini Dewi sudah bekerja walaupun sebagai buruh cuci dirumah orang, bagi Dewi yang penting halal dan tak bergantung terus menerus pada mertuanya hanya untuk makan sehari-hari dan bayar kontrakan.

Sedangkan Raihan masih tak berubah, Raihan makin tak bisa di atur, setiap hari kerjanya hanya tidur, main, dan makan saja.

Walaupun terkadang ketika pulang main suka membawa uang entah uang dari mana, tapi Dewi masih mensyukurinya.

"Mas kandunganku semakin membesar dan sebentar lagi aku melahirkan, apakah mas masih belum mau bekerja juga untuk biaya melahirkan anak kita mas," ucap Dewi di kala mereka sedang duduk berdua Dewi nonton televisi dan Raihan sedang bermain game di handphonenya.

" Mas, mas, mas Raihan, kamu dengar gak sih apa yang aku bicarakan." Dewi mengguncang-guncang bahu Raihan berharap dia menjawab apa yang diucapkannya.

" Dasar anj*ng, ganggu aja orang lagi asyik-asyik main," bentak Raihan.

"Bisa diem dulu gak, jangan bawel, nyuruh-nyuruh aku kerja, nanti juga kalau aku mau kerja aku kerja, gak usah pake di suruh-suruh," tambahnya.

" Tapi mas."

" Sudah diam lah dulu kamu tuh, kalau masih ngoceh ku tampar nanti," hardik Raihan pada istrinya, sambil tatapannya terus ke layar handphone.

Dewi tersentak mendengar kata-kata Raihan yang menurutnya sangat kasar, kata-kata yang dulu belum pernah dia ucapkan selagi mereka masih pacaran. Kini terdengar lantang dengan menyebutnya seekor binatang.

Bulir-bulir bening siap terjun dari pelupuk mata Dewi, hatinya teriris mendengar kata-kata itu dari bibir orang yang dia cintai, isak tangis pun mulai terdengar samar, menandakan dia sedang menhan air matanya agar tak jatuh membasahi pipinya.

"Nangis lah yang kenceng, terus nangis jangan berhenti sebelum jari-jariku mendarat di pipimu, setelah itu aku akan pergi dari rumah ini dan tak akan kembali selamanya," ancam Raihan.

Dewi menghentikan tangisnya, dia takut Raihan akan pergi meninggalkannya sendiri di kota yang asing baginya, karena seumur hidup baru inilah Dewi pergi dari kampung halamannya di jakarta dan kini tinggal di sebrang pulau untuk ikut suaminya.

Jika Raihan pergi meninggalkannya apa yang akan terjadi padanya apalagi kondisi dia yang sedang mengandung.

Dewi mengusap air matanya lalu pergi masuk ke kamar, sedangkan Raihan tetap fokus bermain game, dan tak menghiraukan kepergian istrinya tersebut.

Di dalam kamar Dewi meratapi nasibnya, hatinya menjerit tanpa suara hanya lirih yang terdengar dari bibirnya.

"bapak, ibu, maafkan Dewi, karena dewi dulu tak mendengar nasehat kalian."

Air matanya kian deras kala mengingat ucapan orang tuanya dulu, tapi segala penyesalan itu kini tak ada gunanya lagi.

Nasi telah menjadi bubur, kini Dewi hanya bisa pasrah menerima semuanya.

Dewi beranjak dari tempat tidurnya untuk kekamar mandi, dia ingin mengambil wudhu untuk sholat isya, hanya kepada tuhanlah dia menumpahkan segala keluh kesahnya atas semua yang terjadi.

Disaat sedang berdoa tiba-tiba dia mendengar Raihan berteriak.

"Dewiiiiiiii, buatkan aku teh manis, cepat!"

"iya mas sebentar."

Dewi tergesa-gesa melepas mukenanya dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan teh manis buat suaminya.

"Ini mas."

Dewi menghidangkan teh itu di atas meja, sedangkan Raihan masih tetap fokus ke layar handphonenya dia masih bermain game favoritnya.

Tangan kanannya berusaha meraih gelas dan meminum isinya.

"Byuuuuuuuur."

Raihan menyiramkan teh hangat itu ke tubuh istrinya.

"Emang dirumah ini gak punya gula ya? kenapa teh itu rasanya pahit sekali," tukasnya.

"Gula kita emang sudah abis mas,aku belum gajian jadi belum bisa beli gula," sahut Dewi lirih.

Sambil membersihkan bajunya karena basah, perut buncitnya pun tak luput terkena percikan air hangat tadi.

"Dasar istri gak berguna!, gula abis aja gak bisa usaha nyari gitu kemana supaya ada," teriak Raihan.

Tangannya meraih cangkir tersebut dan membantingnya ke lantai, kemudian dia berlalu pergi entah kemana.

Kini tinggallah Dewi sendirian dengan deraian air mata dia membereskan pecahan demi pecahan kaca yang berserak di lantai.

Dam tak sengaja melukai jarinya dan berdarah, tapi rasa sakit itu tak di hiraukan nya

karena dia merasa ada yang lebih sakit dan berdarah lagi selain jarinya, yaitu hatinya.

Bagaimana tidak orang yang sangat dicintainya bahkan dia rela melawan orang tua nya demi bisa bersama orang yang di kasihinya.

Tapi semua pengorbanan itu tak berarti apa-apa dimata orang yang di cintainya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terjebak dalam pernikahan hambar dengan Rose yang hanya peduli pada kemewahan. Di sisi lain, Emily Alexandra bekerja keras secara sembunyi-sembunyi demi uang, berbeda jauh dari kakaknya yang manja. Suatu malam, rahasia Emily selama dua tahun terendus oleh Liam. Demi melindungi reputasinya dari Rose dan keluarga yang sangat pemilih, Emily terpaksa menjalin kesepakatan rahasia dengan sang kakak ipar agar pekerjaannya tetap tersembunyi.
Sampul Novel Mengungkap Cinta: Pernikahan Kilat dengan Seorang Taipan Rahasia
9.6
Elyse terkejut saat melihat pria berkuasa di televisi yang sangat mirip dengan Adrian, suami yang ia nikahi lewat perjanjian satu tahun. Meski awalnya berencana cerai, kedekatan harian membuat Adrian meminta pernikahan mereka menjadi nyata. Namun, segalanya berubah saat identitas asli Adrian sebagai taipan terungkap. Konflik memuncak ketika rahasia tentang anak mereka terbongkar, memicu konfrontasi besar tentang kejujuran dan masa depan cinta mereka.
Sampul Novel Istri Memalukan
9.7
Bagi Yudha, istri hanyalah simbol status untuk menunjukkan kesuksesannya sebagai manajer. Namun, penampilan Yasmin saat acara pengukuhannya justru dianggap memalukan, hingga Yudha tega mengusirnya sebelum pesta dimulai. Di tengah keretakan hubungan mereka, muncul sosok wanita penggoda yang mulai mendekati Yudha. Akankah Yasmin tetap bertahan dalam pernikahan yang hambar ini, ataukah kehadiran orang ketiga akan mengakhiri segalanya selamanya?
Sampul Novel Matahari di Atas Benua
8.2
Dalam perjalanan ke resor mewah Swiss, Bella, penulis muda penuh ambisi, bertemu Alex, fotografer yang sinis terhadap cinta. Keduanya terikat dalam petualangan tak terduga meski menyimpan rahasia besar. Bella tertekan tuntutan karier keluarga, sementara Alex dihantui masa lalu kelam. Di tengah indahnya Alpen, mereka harus memilih: berani mengambil risiko demi cinta sejati atau melepaskan peluang ini. Sebuah kisah tentang keberanian mengejar mimpi dan kekuatan hati.
Sampul Novel My Beautiful Bride
9.7
CEO Ethan Daniel dikenal dingin dan kasar akibat trauma masa lalu. Saat kakeknya menagih janji pertunangan masa kecil, Ethan awalnya tak peduli. Namun, Anna yang sederhana justru memikatnya karena berani menolak kekayaan dan pesona sang konglomerat. Penolakan Anna memicu rasa penasaran Ethan yang tak terbiasa diabaikan. Di tengah upaya Ethan mengejar Anna, bayang-bayang luka lama kembali menghantui. Mampukah ketulusan Anna menyembuhkan trauma Ethan?
Sampul Novel Terjebak Cinta Sang Casanova
8.9
Maisya Indira, siswi SMA berusia 17 tahun, tak sengaja bertemu Zifran Alanta, CEO Casanova yang sangat mesum. Demi menghindari perjodohan dari Mama Sarah yang terobsesi menikahkan putranya, mereka sepakat menjalin hubungan palsu. Namun, intensitas pertemuan justru memicu kenyamanan mendalam di antara keduanya. Sandiwara tersebut perlahan berubah menjadi jeratan hasrat terlarang tanpa status yang membahayakan. Akankah cinta palsu ini berakhir menjadi nyata?