APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Istri Dadakan Mas Duda

Menjadi Istri Dadakan Mas Duda

Audra awalnya menolak keras ajakan menikah dari Inigo, seorang duda yang usianya terpaut jauh. Namun, Inigo meyakinkan bahwa pernikahan kontrak ini adalah solusi terbaik untuk menghindari tekanan orang tua mereka. Kini, Audra harus menghadapi dinamika rumah tangga yang tak terduga. Sanggupkah kejujuran Audra meluluhkan hati Inigo yang menyimpan rahasia masa lalu? Ikuti kisah cinta romantis dengan bumbu komedi yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Om, jangan bawa aku masuk ke apartemen. Aku mau hotel!” pekik Audra yang setengah sadar.

Inigo sedang menggendong wanita ini. “Jangan bicara terus, kamu sangat berat. Mau dilemparkan ke lantai, hah?!” Inigo membenarkan tangannya agar Audra tidak terjatuh.

Di dalam lift, Audra malah menangis, tenggelam dalam dada bidang Inigo. Pria itu sontak melihat ke bawah. “Ada apa lagi dengan wanita ini?” batin Inigo.

“Ak-aku mau muntah, Om,” ujar Audra terbata-bata.

“Ja-jangan sekarang, tahan sampai ka …,” ucapannya terhenti.

Terlambat, Audra sudah menumpahkan cairan dari mulutnya. Meski tidak banyak, namun Inigo sangat kesal sampai menggertakkan giginya.

“Inilah kenapa aku tidak mau direpotkan, pasti akan terjadi juga,” desis Inigo yang melepaskan jasnya perlahan sambil menahan badan Audra agar tak terjatuh.

Ulah Audra sendiri yang semakin terjebak dalam keadaan semacam ini. Dia memang tidak pernah meminum alkohol sebelumnya. Untuk kali pertama karena nekat meneguknya sekali habis. Jadilah kegaduhan lain yang harus dia rasakan.

Pintu terbuka, Inigo membenarkan gendongannya yang susah payah membawa Audra. Inigo mengetuk seberang kamar miliknya yang katanya sahabat Audra berada. Mengingat perkataan wanita yang masih dalam dekapannya ini, bahwa sahabatnya lambat pulang.

Inigo mengambil langkah untuk membawanya masuk ke apartemennya saja. Tidak ada niatan lain selain membantunya, entah kenapa Inigo yang terkenal dingin dengan sikapnya bisa menolong Audra yang baru saja dia kenal.

“Haruskah aku mengganti pakaiannya? Aku tidak sudi dia berada di ranjangku dalam keadaan kotor,” gumam Inigo yang memperhatikan kondisi Audra.

Wanita itu belum memejamkan mata sepenuhnya, namun tidak juga dikatakan sadar. Audra mencoba berdiri, kepalanya yang pusing membuatnya tidak bisa menyeimbangkan badannya.

Ponselnya berdering, Inigo terpaksa merogoh dari dalam tasnya. “Audra, maaf banget aku gak bisa balik sekarang. Kamu bisa nunggu dulu, kan? Sekitaran dua jam lagi mungkin,” ucap Selena.

Inigo memicingkan matanya, suara yang keras dan tak asing lagi di pendengarannya. Dapat dipastikan bahwa sahabat Audra sering kali pergi ke club malam.

“Dia akan menginap di tempat saya,” balas Inigo seraya memutuskan panggilan yang sedang berlangsung itu secara sepihak.

“Jangan-jangan wanita ini menipuku? Sahabatnya saja sering clubbing masa iya dia terkapar hanya karena seteguk alkohol,” kata Inigo mencurigai Audra.

***

Pagi harinya, Inigo sudah bersiap untuk pergi bekerja. Dia masih melihat belum ada pergerakan dari Audra. Inigo menggelengkan kepalanya, inilah yang disebut pengangguran akut.

Dia memang belum mengetahui lebih dalam bagaimana sosok Audra. Jelasnya ada hal menarik yang membuatnya ingin tahu. Sengaja Inigo meletakkan sebuah kertas untuknya.

Beberapa jam kemudian, Audra mengerjapkan matanya. Mengganti posisinya menjadi duduk, merentangkan tangannya memperlihatkan tempat yang belum pernah dia lihat.

“Apa ini masih mimpi, ya? Aneh banget tulangku kayak mau patah semua,” ujar Audra yang berkeluh kesah.

Audra mengucek matanya pelan. “Kenapa kayak nyata banget, bentar-bentar semalam apa yang terjadi denganku?” Audra memperhatikan sekujur badannya yang sudah berganti pakaian serba putih.

“Ya ampun Audra, akal sehatmu belum kembali normal. Ini bukan surga, kan? Hah … ini baju cowok gak, sih?” Audra membuka selimut yang sejak tadi menutupinya.

Audra terpental dari kasur saking kagetnya. Di mana keberadaannya? Dia mengelilingi kamar itu hingga puas.

“Jangan bilang aku sudah melakukan itu. Om mesum itu benar-benar berbuat semuanya, bagaimana aku bisa hilang kendali?” Audra merutuki dirinya dan mengacak rambutnya yang memang acak-acakan.

Audra yang masih tak percaya dengan perbuatannya. Dia menggerakkan bagian bawahnya, benar saja dia tidak merasakan apapun. Hanya pegal-pegal yang masih dirasakannya.

“Apa aku perlu menanyakannya?” tanyanya nampak berpikir.

Dia keluar kamar itu, melihat sepucuk kertas di atas meja. Audra mengambilnya dan membaca pesan singkat itu. Terdapat nomor telepon yang dapat dihubungi, Audra mencari tasnya.

“Temui aku di jam makan siang. Alamatnya nanti aku kirimkan,” ucap Inigo.

“Kurang ajar, main matiin aja. Aku belum selesai ngomong,” gerutu Audra memandangi layar ponselnya.

***

Di tempat lain, Inigo sedang disibukkan dengan pekerjaannya. Matanya fokus menatap komputer, dia memeriksa desain-desain yang dikirimkan bagian divisi desain yang akan meluncurkan produk baru. Inigo ingin memastikan bahwa produknya ini dapat diterima semua kalangan.

Ketika fokusnya belum teralihkan, tanpa aba-aba pintu pada ruangannya terbuka. Tatapan tajam dia layangkan pada wanita itu.

“Kamu yakin akan menikahinya? Ini hanya lelucon saja, kan?” tanya wanita itu.

“Di mana sikap kesopananmu? Datang-datang langsung melontarkan pertanyaan yang tidak penting. Keluar!” bentak Inigo tegas.

Bukannya nyalinya menciut, dia duduk di atas meja kerjanya Inigo. Mengenakan rok di atas lutut, memamerkannya percaya diri. Wanita itu menyilangkan tangannya, menatap Inigo.

“Sebelum kamu menjawab pertanyaanku. Aku tidak akan beranjak dari sini,” balasnya.

Wanita yang mengejar-ngejar Inigo semenjak kepeduliannya pernah dia berikan padanya disalah artikan.Wanita ini tidak lain Clare. Ada hal yang Inigo tidak katakan pada Audra mengenai hubungannya dengan keluarga ini.

“Lakukan semaumu, aku tidak akan peduli,” balas Inigo dingin.

“Aku tahu kamu membayarnya, kan? Kamu tidak perlu mengeluarkan uang kalau memilihku. Kita tidak ada ikatan darah, Inigo. Apa yang kamu takutkan?!” ujar Clare meninggikan suaranya.

“Mau aku usir atau pergi dengan tenang?” sahut Inigo lagi yang membuat Clare semakin marah.

“Setelah pengakuan cinta yang aku ucapkan, kamu semakin berubah. Apa kurangnya aku? Tatap aku seperti dulu, Inigo!” ucap Clare yang benar-benar mengganggu Inigo.

Dia mencengkram tangan Inigo kuat, namun Inigo sama sekali tak teralihkan. Dia masih tidak mau menatap wanita yang ada di sampingnya.

Inigo sudah menahan sabar, dia menarik Clare paksa untuk keluar dari ruangannya. Perusahaan ini memang milik kakeknya, akan tetapi saat ini puncaknya dipegang olehnya. Inigo tak merasa bersalah mengusir Clare seperti itu.

“Kamu akan menyesalinya, Inigo!” pekik Clare yang memegangi pergelangan tangannya yang panas.

Beberapa jam kemudian, Inigo pergi dan memberikan dokumen penting pada sekretarisnya yang sudah menunggu. Inigo bisa pergi setelahnya, dia akan menemui Audra.

Di sebuah kafe yang tidak terlalu jauh dari apartemen Inigo, Audra sudah menanti kedatangan pria itu. Audra pun memakai pakaian Inigo lantaran Selena yang belum juga menghubunginya. Untuk bawahan, dia memakai celana pendek Inigo.

“Baru kali ini, keluar tapi pakaiannya gak ada kalem-kalemnya. Minimal kalau ngajak siapin pakaian, ini enggak peka banget,” gerutu Audra yang jika dihitung sudah tak terhingga hasilnya.

Bahkan dia juga berangkat bersama ojek yang dipesan secara online. Sungguh malang, permasalahan perjodohan belum usai. Ada lagi masalah baru yang harus dia selesaikan.

“Lama banget, Om. Karatan nunggunya,” tegurnya pada Inigo yang baru saja datang.

“Ngapain pake baju itu? Aku sudah siapkan di belakang pintu baju untukmu,” ucap Inigo.

“Telat banget ngasih tahunya,” balas Audra mengerucutkan bibirnya. “Lama-lama Om gak lagi bicara formal, ya,” ucap Audra yang menyadarinya.

“Biar lebih akrab,” jawabnya.

Audra sudah memesan minuman, sehingga pelayan membawakan keduanya minuman bersamaan. Inigo menyeruput duluan.

“Mau ngapain ngajak ketemuan di sini?” tanya Audra.

“Aku mohon bantu aku lagi,” pinta Inigo menatapnya sangat serius.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Vania Clarista rela melepas hidup mewahnya demi cinta buta pada Edgar Emiliano, seorang playboy sekolah. Hubungan itu meninggalkan luka mendalam saat Vania hamil dan terpaksa berjuang sendirian. Demi menjaga kehormatan keluarga, ia memilih pergi dan membangun masa depan baru tanpa dukungan siapa pun. Enam tahun berlalu, mampukah takdir mempertemukan mereka kembali demi anak yang kian tumbuh, ataukah Vania tetap memilih bertahan dalam kemandiriannya?
Sampul Novel Cinta Sepasang Operator Data
8.1
Rizal, seorang duda yang berprofesi sebagai operator data di sekolah swasta, mendambakan sosok istri yang tulus menerima dirinya beserta kedua buah hatinya. Saat ini, ia tengah menjalin hubungan serius dengan seorang wanita yang usianya empat tahun lebih tua. Namun, perjalanan asmara mereka tidaklah mudah karena berbagai rintangan besar terus menghadang. Akankah Rizal mampu mempertahankan komitmennya dan memperjuangkan cinta sejatinya hingga akhir?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Paman Mantan Pacar
9.7
Brendan meninggalkan pernikahan demi wanita lain dan yakin aku akan memohon untuk kembali. Namun, keputusanku sudah bulat untuk mengakhiri hubungan kami. Saat dunia mengira aku terpuruk, Edrence, sang pangeran sekaligus paman Brendan, justru mengunggah bukti pernikahan kami. Brendan yang panik segera mendatangi kediamanku, namun ia tertegun melihat siapa yang menyambutnya. Sambil bersandar pada suamiku, aku bertanya sinis, Ada urusan apa kemari, Ponakan?
Sampul Novel Mahasiswi Piaraan Dosen Muda
8.2
Kehidupan kampus Jiyya mendadak riuh saat Silvana berambisi menaklukkan Sir Leon, dosen muda seksi mereka, untuk kencan satu malam. Tak ingin berjuang sendiri, Silvana juga mencoba menjodohkan Jiyya dengan Sir Joan, dosen lain yang ternyata masa lalu Jiyya. Silvana berharap rencana ini bisa membantu sahabatnya melupakan cinta pertama. Di tengah obsesi nakal Silvana pada Sir Leon, mampukah Jiyya menghadapi kembali Sir Joan dan memulai lembaran baru?
Sampul Novel Malaikat Cinta: Jadilah Mamaku yang Baru
7.8
Lima tahun pernikahan Daryl hanya menyisakan luka hingga suaminya tega menyerahkannya pada pria lain. Di tengah kehancuran, muncul bocah laki-laki berumur lima tahun yang mengembalikan keceriaannya. Ketegangan memuncak saat hasil tes DNA mengungkap fakta mengejutkan bahwa anak itu adalah darah dagingnya bersama Zack, sang CEO dingin, dari kenangan malam masa lalu. Kini Daryl harus menghadapi takdir baru yang mengubah seluruh jalan hidupnya yang kelam.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.