APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Tahanan Mafia

Menjadi Tahanan Mafia

Terjebak dalam salah paham antar geng mafia, Demora Salvatrucha bertekad membalas kematian ayahnya. Ia menyamar menjadi Erica, wanita lemah yang masuk ke sarang pemimpin Salvador demi misi balas dendam. Namun, sandiwara ini justru menjebak Demora dalam dilema identitas dan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah gejolak emosi dan konflik berdarah, mampukah ia menuntaskan misinya, atau justru identitas Erica akan selamanya menelan jati diri aslinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Perselisihan antara yang baik dan yang jahat muncul secara bertahap. Demora terus mengusap layarnya hingga sampai dititik sebuah nama yang membuatnya berdiri dengan wajah khawatir.

“Papa … Papa dalam bahaya! Xena! Yuka!” seru Demora.

“Kami ada di sini, Nona.” Keduanya muncul dengan cepat.

“Antarkan aku untuk mengikuti perginya Papa.”

“Tapi, Tuan Mara sudah memperingatkan kami untuk tidak mengantarkan Nona ke sana.”

“Apa? Jadi … Papa sudah mengetahui hal ini?”

“Nona sebaiknya duduk dengan tenang, kami akan memastikan Tuan dalam keadaan baik-baik saja.”

Aneh untuk mengatakan bahwa meskipun dia tidak terlihat khawatir. Demora berdiri, dan sebuah dering telepon menghentikan langkahnya.

“Halo?”

“Papa sangat menyayangi dirimu, Demora.”

Boom!

“PAPA!”

Ketika dia selesai dengan teriakannya, tubuhnya melemah dan Xena dengan cepat menangkap Demora.

“Siapkan semua, berikan tugas pada Wood untuk mencari tahu mengenai kejadian yang menimpa Papa. Aku ingin semua mencari orang yang sudah melakukan ini.” Demora sangat bersungguh-sungguh dalam ucapannya kali ini.

Kemarahan yang dia miliki membuat hati baik itu berubah menjadi sosok yang kejam dan juga menakutkan. Tidak ada yang berani mendekat saat Demora sedang marah. Bahkan Rui sang adik angkat hanya bisa menatap dari kejauhan.

Sebelum dia bangkit, dan berdiri, pintu istana tiba-tiba terbuka dari luar. Seorang pria dengan kemeja hijau dan celana biru didorong oleh Wood dan jatuh ke tanah.

Wood meletakkan tangannya di pinggangnya dan memblokir pintu masuk Mansion, dan berkata dengan cara yang aneh.

"Maafkan aku kembali dengan terlambat, apakah ada hal yang aku lewatkan?"

“Seseorang membunuh Papa.”

Setelah itu, Wood membanting pintu dan merusak pintu hingga hampir terlepas.

Wood menatap wajah sedih Demora, dia bersumpah akan menemukan siapa orang yang berani melakukan hal itu pada Salvatrucha.

“Cari mereka, bawa ke hadapanku, dan biarkan aku menjadikan mereka makanan hewan peliharaanku,” ujar Demora dengan tegas.

Tanpa diduga, begitu jari-jari kaki menyentuh daun pintu, seluruh Mansion tiba-tiba menjadi gelap, dan seluruh Mansion terbungkus rapat oleh asap hijau yang tidak lain adalah boom air mata.

Demora segera diselamatkan oleh Xena dan Yuka, Raven berada di lantai atas dengan bidikan yang tepat menembak satu orang di sana.

“Nona, cepat masuk ke dalam Mansion milikmu!” ucap Xena.

“Kalian bagaimana?” tanya Demora.

“Kami akan menyusul.”

Demora berlari menuju ke Mansion miliknya. Bersembunyi ke dalam sebuah ruang rahasia yang terlihat sangat gelap dan seperti lorong panjang. Bersama Yuka, Demora berlari sampai di ujung tempat itu, sebuah garasi mobil tempat kendaraan milik Demora terparkir rapi.

Demora memelototi gerbang Mansion, dan menyesal karena keadaan. Dia merasa tidak berguna saat ini, semua orang yang ada di dalam Mansion berusaha untuk mempertahankan bangunan besar dan luas itu. Sedangkan Demora bertahan di sebuah bangunan kecil yang terletak tidak jauh dari Mansion.

Pada saat ini, hujan berangsur-angsur berkurang, dan Demora bisa merasakan jika pertarungan itu telah selesai.

“Sebaiknya tetap di sini sampai Wood datang dan mengatakan jika Mansion sudah siap,” jelas Yuka.

“Yuka, siapa yang menjemput Papa?” tanya Demora.

“Jagger sudah berada di sana, dan menemukan jasad Tuan Mara, aku mendapatkan pesan darinya untuk mempersiapkan rumah duka dan juga pembakaran jasad.”

“Yuka, kita akan menemui Papa di tempat Mama berada.”

“Ya, Nona.”

“Aku tidak bisa berpakaian dengan layak jika keadaan masih seperti ini. Apa kau bisa mendapatkan pakaian itu?”

“Tentu saja, Nona. Tunggulah di sini, dan Wood akan datang dengan membawakan semua kebutuhanmu.”

Demora mengangguk, lalu menenggelamkan wajahnya diantara kedua tangan. Wanita itu kembali terpuruk, kehilangan seorang yang sangat dia cinta. Seorang yang sangat berjasa dalam hidupnya.

Demora terlihat tidak sadarkan diri setelah Yuka memberikan bius. Dia harus melakukannya, sebelum Demora merusak dan membantai orang-orang tidak bersalah di sekitar sana.

Tidak lama setelah itu, Wood datang dengan membawa satu nama yang sudah menjadi incaran Demora.

“Salvador bertingkah rupanya,” ujar Wood.

“Dia baru saja tertidur, kita siapkan semua dan membangunkannya saat Tuan sudah berada di rumah duka.”

Yuka memindahkan tubuh Demora ke atas ranjang. Lalu menyiapkan sebuah gaun hitam untuk hadir dalam acara pemakaman sang ayah.

“Yuka, aku tahu kau sangat sedih melihat Nona. Jangan pernah mengurangi kewaspadaanmu selama berada di sana. Kau tahu jika mereka bisa saja hadir dan mengganggu kegiatan pemakaman.”

“Aku mengerti, Wood.”

“Baiklah, aku akan pergi sekarang. Jaga Nona kita, karena setelah acara pemakaman selesai, dia akan menjadi pemimpin baru Salvatrucha.”

“Aku mengerti.”

Kepergian Wood membuat suasana menjadi hening. Yuka melihat wajah Demora yang sembab, perlahan … tangannya dengan lancang meneyntuh wajah lembut sang Nona.

“Aku akan menjagamu, apapun yang terjadi.”

***

Tubuh Mara terlihat berlubang, ada sedikitnya sepuluh peluru yang menembus tubuh kekar itu. Kulit tubuhnya yang terbakar, masih mengeluarkan aroma seperti daging panggang. Pria itu sudah berada di dalam peti mati. Terbujur kaku dengan jas hitam yang terakhir kali dikenakan. Tidak ada yang berani mengubah semuanya. Karena begitu tubuh itu tersentuh, aka nada bagian yang terlepas.

Demora berdiri di samping peti sang ayah. Dia tersenyum dengan berkata,” Papa, kau curang. Kenapa kau pergi bersama Mama dan meninggalkan aku?”

Tatapan mata yang kosong itu terlihat jauh mengerikan dari pada tatapan mata yang sedih. Ada banyak orang yang datang dan pergi di rumah duka. Rekan bisnis, colega, teman, kerabat, dan juga pesaing. Semua yang datang memberikan ucapan kesedihan.

“Nona, aku tidak begitu mengenal Tuan Mara. Tetapi … aku tahu kalian adalah kelompok yang sangat baik dalam setiap bisnis juga perdagangan yang dilakukan. Aku ikut bersedih karena kehilangan satu orang besar.”

“Tuan terlalu berlebihan, Papa memang orang baik di mata keluarga. Aku harap Tuan bisa bermurah hati untuk tidak berkata seperti itu lagi.”

“Nona!” seru Yuka.

“Papa sudah beristirahat, kau bisa pergi sekarang,” sambung Demora.

Yuka melangkah maju dan menyuruh orang-orang yang mengucapkan belasungkawa untuk menjaga jarak dengan Demora.

Proses pembakaran jasad dilakukan dengan cepat, dan Demora terlihat duduk menatap sebuah tempat dengan nyala api yang terlihat dari sana.

“Papa, sampai bertemu lagi.”

“Nona, kita akan kembali ke Mansion setelah ini.”

“Siapkan beberapa orang di ruangan latihan. Aku sudah tidak bisa menahan diriku, Yuka.”

“Baik, Nona.”

***

"Sepertinya aku mendengar kucing menangis,” ucap Demora sembari membersihkan pedang miliknya yang berlumuran darah.

Wood ragu-ragu dan berkata, "Apakah ada?"

Demora mendengarkan dengan penuh perhatian untuk sementara waktu, menjadi lebih yakin di dalam hatinya, bangkit dengan ringan, membuka pintu ruang latihan, dan melihat keluar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard I'm In Love
9.7
Jhon Christy terobsesi pada Aleta Louison sejak pandangan pertama. Seiring waktu, perasaan tersebut berkembang menjadi obsesi yang kelam. Demi mendekati sang pujaan hati, Jhon rela melepas hidup mewahnya dan bertolak ke Rusia untuk menjadi seorang bodyguard. Ambisi terbesarnya hanyalah terus mendampingi Aleta. Jhon bertekad menyembuhkan sisi psikopat dalam diri gadis itu dan membimbingnya kembali menjadi sosok wanita yang normal sepenuhnya.
Sampul Novel DI ATAS RANJANG MAFIA
9.7
Michele Lazzaro Riciteli adalah pemimpin mafia Roma yang kejam dan memiliki kondisi medis langka. Dirinya kebal terhadap rasa sakit fisik, namun ia juga tidak mampu merasakan kepuasan seksual. Hidupnya berubah drastis setelah terlibat cinta satu malam dengan Meghan Crafson, wanita yang secara ajaib bisa menyembuhkan disfungsinya. Demi mempertahankan sensasi yang selama ini hilang, Michele nekat memerintahkan penculikan Meghan. Apa rahasia di balik identitas Meghan sebenarnya?
Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Upaya Laras melarikan diri dari rumah berubah menjadi mimpi buruk saat ia dan ketiga buah hatinya diculik oleh seorang sopir travel. Di dalam penyekapan yang penuh siksaan, Laras harus menelan pil pahit kehilangan salah satu anaknya. Tragedi ini memicu dendam membara dalam dirinya. Ia bertekad mengungkap dalang serta motif keji di balik penderitaan mereka. Mampukah Laras menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa dan lolos dari jeratan maut yang mengancam nyawa?
Sampul Novel I'm The Queen
8.2
Ratu Elea yang bijak menghadapi kehancuran saat Raja Flynn lebih memilih Beatrice, selir ambisius yang sedang mengandung. Di tengah fitnah kejam dan gugatan cerai yang memalukan, posisi Elea di Istana Landbird terancam runtuh. Namun, Raja Alaric dari Veridion hadir menawarkan perlindungan dan dukungan tak terduga. Kini, Elea terjebak dalam intrik politik dan pengkhianatan, memaksanya memilih antara mempertahankan takhta atau menempuh jalan hidup baru yang penuh risiko.
Sampul Novel Intuition
9.4
Hanna dituduh menghabisi nyawa orang tuanya sendiri saat berusia sembilan tahun hingga harus mendekam di penjara anak. Setelah sepuluh tahun berlalu, ia berhasil melarikan diri dan bertahan hidup di jalanan yang keras. Pertemuan tak terduga dengan teman lama membawanya masuk ke dalam sebuah komplotan demi menuntaskan dendam masa lalu. Namun, rencana itu goyah saat Hanna justru jatuh cinta pada putra dari sosok yang telah menghancurkan hidup keluarganya.
Sampul Novel OBSESI CINTA MANUSIA VAMPIR
9.4
Hidup Aleeta berubah mencekam saat seorang pria asing bernama Leon menyusup paksa ke dalam kamarnya. Di bawah ancaman dan tindakan intimidasi, Leon menuntut perlindungan demi menghindari kejaran sekelompok orang bertubuh besar yang memburunya. Siapakah sebenarnya sosok misterius yang berani mencumbu paksa Aleeta ini? Di tengah ketegangan dan bahaya yang mengintai, Aleeta terjebak dalam misteri identitas Leon yang penuh dengan rahasia gelap yang membahayakan dirinya.