APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjinakkan Istri Tantrum

Menjinakkan Istri Tantrum

Pasca memutus ikatan dengan keluarganya yang korup, Magnus mengabdi pada dinasti Montgomery, raksasa industri lokomotif global. Ia terikat pernikahan dengan Cressa, putri bungsu keluarga tersebut yang terkenal sangat temperamental. Di balik aliansi ini, keduanya menyimpan rahasia serta ambisi pribadi yang kontras. Seiring berjalannya waktu, Cressa mulai mengendus jejak misterius Magnus. Ternyata, Magnus bukan sekadar putra koruptor biasa.
Bab
Bagikan

Bab 3

Di hari pernikahan antara Magnus dan Cressa yang dilaksanakan cukup sederhana namun tidak sesederhana kelihatannya itu, Serenia menghela nafasnya sedikit lega.

Magnus menatapi Cressa dengan gaun pengantinnya setelah dia sah menjadi istrinya. Cressa tampak duduk sendirian di salah satu meja. Sementara Magnus saat itu sedang mengobrol dengan pria dewasa lainnya.

"Aku sudah mendengar semuanya tentang kau yang memutuskan hubungan dengan keluargamu sendiri karena kasus korupsi yang dilakukan ayahmu," salah satu pria menyinggung soal keluarganya.

Magnus hanya tersenyum simpul. "Aku tidak ada hubungan apa pun dengan ayahku sebelum kerajaan memeriksa keluargaku."

"Kakakmu, Garrett sepertinya sengaja menumbalkan ayahmu. Dia melimpahkan semuanya pada ayahmu sementara dia saat ini tengah menikmati kekuasaannya di perusahaan Armstrong."

"Sudah kubilang aku tidak ada lagi hubungan dengan keluarga Armstrong sekarang. Aku anggota keluarga Montgomery sekarang," ucap Magnus dengan lebih tegas.

"Kau benar-benar mendapatkan pijakan yang bagus. Aku penasaran apa rencanamu dengan menikahi putri bungsu keluarga yang terkenal sangat kuat itu. Montgomery adalah perusahaan lokomotif yang kuat, namun beberapa tahun lalu, sepertinya ada masalah internal yang menyebabkan saham mereka turun drastis."

Magnus tak ingin mendengarkan celotehan mereka tentang apa yang dia lakukan dan langkahnya yang mungkin sangat bisa dinilai sebagai langkah bijak untuk memutuskan hubungan dengan keluarganya sendiri dan menyerahkan dirimu untuk mengabdi pada Montgomery yang lebih menguntungkan baginya.

Pria itu berjalan menjauhi teman-temannya dan mendekati Cressa yang sepertinya dengan sengaja tidak mengundang teman-temannya hingga dia tak punya teman bicara atau justru menghindari semua orang.

"Aku tahu kau membenci ini, tapi setidaknya berpura-puralah!" ujar Magnus agak tegas.

"Aku tidak suka berpura-pura," balas Cressa dengan ketus.

"Kau bisa ikut aku, jika kau sangat ingin keluar dari ruangan ini sekarang." Magnus bangkut dan berjalan pergi dari sana, membuat Cressa langsung bangkit dari tempat duduknya.

Magnus tersenyum puas saat melihat gadis itu ternyata mengikutinya di belakang. Cressa juga tampaknya puas jika akhirnya dia bisa menghindari kerumunan itu.

"Aku dengar kau akan membangun stasiun baru di Bericont. Kau yakin tentang itu? Kakakku pernah mengajukan izin tersebut sekitar tujuh tahun yang lalu, namun ditolak oleh pemerintahan Bericont."

"Aku sudah mendapatkan izinnya," jawab Magnus.

Cressa langsung menghentikan langkahnya dan menatap Magnus dengan tatapan heran. Magnus menoleh ke belakang dan menatapi Cressa juga dengan mengangkat alisnya.

"Lalu kenapa kau menyuruhku melakukan analisa pasar di tempat lain saat kau justru sudah menemukan tempat pembangunan stasiun yang baru?" tanya Cressa.

"Aku hanya ingin tahu, kau sebenarnya berguna atau tidak untuk kehidupanku selanjutnya," jawab Magnus sambil tersenyum simpul pada Cressa dan lanjut berjalan. "Dan kau menunjukkan kalau kau memang cerdas dan bisa menganalisis pasar. Kau menemukan jika jalur menuju Bericont, tepatnya Ebonridge, adalah pasar yang tepat untuk kereta barang agrikultur."

"Tapi kau mengurus perizinan kurang dari dua minggu setelah aku memberikan analisaku padamu?"

"Soal itu... ya, aku dapat bantuan."

"Ha! Sudah bisa dipastikan, kau pasti melakukan sogok menyogok, mengingat kau berasal dari keluarga yang korupsi. Kau tidak ada bedanya dengan keluargamu yang-"

Magnus langsung menoleh ke belakang lagi dan mendekati Cressa dengan cepat. Magnus mencengkeram lengan atas Cressa dan membanting Cressa ke dinding, memojokkannya dengan cepat. Cressa bahkan tak punya waktu untuk bereaksi karena betapa cepatnya Magnus.

"Aku berbeda dengan keluargaku. Aku tidak punya hubungan apa pun dengan mereka. Jika kau membahas soal keluargaku lagi, aku tidak akan segan padamu!" Magnus menatap tajam Cressa, bicara dengan suara rendah yang penuh mengancam.

Meski Cressa sempat kaget atas tindakan Magnus, namun kilatan di matanya tak menunjukkan kalau dia takut. Matanya justru balas mengintimidasi Magnus. Dia enggan diintimidasi.

"Oh, ya? Memangnya apa yang kau lakukan? Jangan lupa, jika bukan karena kakakku, kau bukan siapa-siapa melainkan putra dari seorang koruptor! Kau menjijikkan!" Cressa menepis tangan Magnus dan bahkan sempat mendorong Magnus agar menjauh darinya.

Magnus memutar matanya, dia sebenarnya marah karena banyak orang yang menyinggung tentang keluarganya belakangan ini. Dia sepertinya sangat enggan untuk membahas tentang masalah keluarganya. Magnus menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.

Magnus kemudian mencengkeram salah satu tangan Cressa dengan kuat, menarik Cressa mendekat. Cressa menengadah menatap pria jangkung itu tanpa rasa takut sedikit pun.

"Jika bukan karena kakakmu juga, aku mungkin sudah menyingkirkan serangga sepertimu sejak awal," balas Magnus dengan pelan, namun penuh akan tekanan.

Cressa langsung menginjak kaki Magnus, membuat Magnus sempat mengerang pelan dan melepaskan pergelangan tangan Magnus. Cressa mendengus sambil memegangi pergelangan tangannya.

"Serangga? Kau yang serangga di sini! Kau berusaha panjat sosial lagi dengan menikahiku dan menjadi bagian dari Montgomery. Betapa beruntungnya dirimu karena menjadi suamiku," balas Cressa dengan tajam, dagunya terangkat dengan sombong.

Magnus berusaha menahan dirinya. Magnus mendecak. Dia tahu, menghadapi Cressa dengan cara seperti ini hanya akan membuat Cressa menggila. Magnus menghela nafasnya lagi.

"Kau kelihatannya lelah, ayo kita ke kamar!" Magnus menenangkan dirinya sendiri sambil berjalan lebih dulu.

"Kau berpikir mengubah sikapmu akan mengubah pikiranku? Kau baru saja menunjukkan sikap aslimu. Sangat khas seperti dari anggota keluarga koruptor." Cressa tidak berhenti, dia terus mencemoohnya sambil berjalan di belakangnya.

Magnus hanya menaikkan matanya, sambil menengadah untuk meredam emosinya menghadapi mulut Cressa yang pedas. Magnus mengeluarkan kartu dan menempelkannya ke kunci pintu hotel. Magnus membukakan pintu sambil menatapi Cressa yang kelihatannya sedang marah.

"Masuklah!" ujar Magnus.

"Jika kau berpikir aku akan menghabiskan malam denganmu-"

Magnus langsung menarik tangan Cressa dan membawa Cressa masuk ke kamar pengantin tersebut.

Belum sempat Cressa bereaksi lagi, Cressa sudah berada di bawah tubuh Magnus yang menindihnya di kasur. Pintu hotel otomatis terkunci setiap kali pintunya tertutup.

"Kau sangat berisik. Bibir kecilmu yang seharusnya manis ini, kenapa begitu pedas?" Magnus menatapnya dengan serius.

"Apa yang kau lakukan?!" bentak Cressa.

Sebelum Cressa lebih banyak bicara, Magnus segera membungkamnya dengan menciumnya lebih dulu. Cressa tipe gadis yang tidak bisa dimintai baik-baik. Magnus harus selalu melakukan gerakan lebih dulu dan mungkin harus agak memaksa. Toh, Cressa juga tak menolak.

Cressa sepertinya lebih suka yang tak banyak bicara.

"Hah..." Cressa mengambil nafasnya dalam-dalam.

"Kuharap itu bukan yang pertama untukmu, karena sepertinya kau tidak berpengalaman sama sekali."

"Aku tidak pernah mau merusak lipstikku."

"Jadi, bibir atasmu tidak pernah tersentuh pria lain? Sementara bibir bawahmu... sudah berapa banyak mulut yang menyentuhnya?"

Magnus meluncurkan tangannya untuk masuk ke bawah gaun pengantin yang digunakan Cressa.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertemu Karena Jodoh
8.2
Nasyira terbiasa menikmati kemewahan sebagai putri orang kaya, namun roda kehidupan berputar drastis saat hartanya ludes seketika. Nasib malang menimpa keluarganya ketika sang papa dinyatakan bangkrut total. Kehancuran finansial ini bukan tanpa alasan, melainkan akibat pengkhianatan keji yang dilakukan oleh adik kandung papanya sendiri. Kini, Nasyira harus menghadapi realita pahit setelah orang terdekat menghancurkan seluruh kejayaan mereka.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO DINGIN
8.8
Karin Arvantie merasa canggung saat wawancara kerja di Atmaja Corp karena tatapan intens sang CEO, Ryan Atmaja. Meski Ryan merasa pernah bertemu dengannya, Karin justru memberikan jawaban diplomatis. Namun, pesona pria bermata hitam itu memicu gejolak emosi yang sulit diredam. Kini, Karin terjebak dalam dilema antara menjaga profesionalisme atau terhanyut dalam ketertarikan yang membara. Mampukah hubungan mereka tetap sebatas atasan dan bawahan saja?
Sampul Novel Istri yang Terabaikan
9.7
Lima tahun menikah, suamiku tak pernah hadir di hari ulang tahunku. Baginya, uang sudah cukup sebagai pengganti kado. Namun, ia justru sibuk menyiapkan perayaan untuk Fiona sejak jauh hari dengan dalih hanya dia yang Fiona miliki. Saat melihat kemesraan mereka di media sosial setelah tragedi kebakaran yang menyisakan luka lama, hatiku akhirnya hancur. Tanpa ragu, aku meninggalkan komentar tegas bahwa pria tak berguna itu kini kuberikan sepenuhnya untuknya.
Sampul Novel Perjalanan Cinta Alena
8.5
Alena Kinara Lee memilih hidup mandiri di Hamburg dan sukses menjadi manajer keuangan. Namun, takdir mempertemukannya dengan Devin Abraham, CEO arogan yang menghabiskan satu malam bersamanya. Meski Devin ingin bertanggung jawab, Alena menolak keras. Situasi rumit karena Alena ternyata bekerja di perusahaan keluarga Devin. Devin pun terus mengejar dan mengusik privasi Alena setiap hari. Akankah kegigihan Devin meluluhkan hati Alena yang merasa sangat terganggu?
Sampul Novel Pernikahan Bukan Pilihanku
8.2
Mahardika Satria Wibowo terdesak tekanan sang ayah untuk mencari pewaris baru setelah putri tunggalnya wafat. Di sisi lain, Kirana Ayunda Putri yang baru berusia 19 tahun dipaksa menikah demi membiayai pengobatan ibunya yang terancam dihentikan oleh pamannya. Meski mencintai Bima Senjaya, Kirana terjebak dalam rumah tangga dingin. Ia harus menghadapi kebencian istri pertama Mahardika tanpa perlindungan sang suami. Sanggupkah Kirana bertahan di tengah penderitaan ini?