APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Merebut Jodoh

Merebut Jodoh

Vanya terjebak dalam pernikahan paksa dengan Purnomo, pria yang jauh lebih tua darinya, demi memuaskan ambisi egois orang tuanya. Hubungan tanpa cinta ini pun berada di ambang kehancuran sejak awal. Namun, harapan muncul melalui kehadiran Anthony. Pria ini telah lama memendam perasaan mendalam untuk Vanya. Dengan tekad yang membara, Anthony berjuang gigih demi merebut kembali wanita pujaannya dan menyelamatkannya dari belenggu takdir yang kelam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Papi Vanya sebagai Gubernur provinsi itu selalu di sibukkan dengan semua kegiatannya, sedangkan maminya membantu mengurus pekerjaan papi, dan juga semua keputusan masalah keluarga diserahkan ke mami Vanya.

Vanya adalah anak pertama dari 2 saudara. Dia adalah salah satu anggota dari keluarga Kencana, yang dikenal sebagai keluarga pejabat yang mempunyai bisnis sukses.

Sayangnya, anak perempuan ini hanya dijadikan sebagai bunga hiasan yang harus terlihat cantik dan menawan. Keluarganya mencukupi semua fasilitas dan kenyamanan hidupnya hanya untuk sebagai alat. Alat yang digunakan untuk mencapai tujuan kedua orang tuanya.

Purnomo adalah pejabat tinggi yang bertugas di kota pusat, dia satu partai dengan papi. Namun, kepopulerannya sebagai pejabat bersih melesat membawa ke jabatan yang dia duduki sekarang.

“Selamat malam, Pak Murti Kencana beserta keluarga. Senang sekali akhirnya saya bisa makan malam dengan keluarga anda,” ungkap Purnomo.

“Kami juga senang bisa menjadi tamu kehormatan anda,” Papi membalas rasa senang Purnomo.

Vanya yang sudah hafal dengan pertemuan semacam ini hanya berkonsentrasi dengan hidangan di meja, sambil menunggu acara selesai dia biasanya menggambar di atas permukaan piring menggunakan saus, atau benda semacamnya untuk mengisi kebosanannya.

“Selamat malam Vanya, kamu hari ini cantik sekali,” sapa Purnomo.

Purnomo tidak menyangka gadis remaja yang pertama kali dia temui 5 tahun yang lalu itu tumbuh menjadi wanita sempurna. Lekuk tubuhnya yang indah, paras ayu itu membuat Purnomo sangat ingin memilikinya. Pertemuan tidak sengaja 2 bulan yang lalu, membuat Purnomo bergerak cepat untuk meminang Vanya.

Vanya tersentak ketika dia mendapat perhatian yang tidak wajar dari teman papinya, tidak seperti biasanya Vanya hanya pajangan keluarganya.

“Selamat malam, O...m,” jawab Vanya ragu.

“Bersikap santai saja, panggil saya ,Mas, Vany!!” jelas Purnomo.

Purnomo adalah pria berumur sekitar 45 tahun dengan tinggi badan rata-rata , mempunyai perut tambun dan wajah kotak yang terawat. Dan lagi dia sudah mempunyai seorang istri.

“Bu Sonya, tolong jelaskan tujuan makan malam kita hari ini?” pinta Purnomo ke mami.

Mami mengangguk, lalu mami memegang tangan dan menatap mata Vanya tajam, seolah dia memberi perintah agar Vanya jadi anak yang baik.

“Iya, Vanya Sayang. Kamu harus terbiasa dengan panggilan akrab dari pak Purnomo, karena dia akan menjadi suamimu,” jelas maminya.

Vanya terkesiap, dunianya yang runtuh itu harus pecah berkeping-keping. Seketika sendok yang dia pegang jatuh, menimbulkan bunyi berkelontang menghantam piring. Hati Vanya perih menahan pedih jalan hidupnya.

“Vanya!!!” teriak mami yang sudah berdiri dari tempat duduknya, mami sangat marah tersirat dari kilat matanya.

“Tenang Mi, jagalah sikapmu di hadapan pak Purnomo!!” gerutu papi setengah berbisik.

“Tenanglah kalian semua!! Acara malam yang indah ini jangan sampai rusak, saya sudah memaklumi kelakuan Vanya. Bu Sonya berikanlah pengertian yang lembut kepadanya dirumah,” terang Purnomo.

“Baik Pak, terimakasih atas pengertiannya,” ungkap mami.

Mereka kembali meneruskan makan malam, sedangkan Vanya tidak ada selera untuk makan. Makan malam itu akhirnya selesai, pak Purnomo pamit lebih dulu. Dia mendekati Vanya, memegang pundak menelusuri tangan bergerak turun sampai telapak tangannya.

Vanya menarik tangannya karena tidak nyaman, mami yang menangkap gelagatnya melotot ngeri terhadap dia.

Vanya terpaksa menurut apa yang diperintahkan mami melalui kontak mata. Tidak ada pilihan lain selain menerima tindakan Purnomo yang mencium tangannya, Vanya memalingkan muka sebagai gantinya.

“Vanya, Mas pulang dulu,” kata Purnomo dengan senyumnya yang menjijikkan.

“I...ya Mas!!”

Vanya menjawab dengan sangat tidak nyaman, dia ingin segera pergi meninggalkan acara ini. Rumah pun bukan tempat nyaman untuk dia tinggal. Mimpi dia adalah menikah dengan orang pilihannya lalu hidup berdua jauh dari campur tangan kedua orang tua maupun orang lain.

Keluarga Kencana juga sudah meninggalkan tempat makan malam itu, mereka dalam 1 mobil yang sama. Karena kesibukan papi Vanya, momen seperti ini jarang sekali terjadi. Biasanya papi akan berada di mobil lain yang terpisah dengan Vanya dan maminya.

Sayangnya, momen yang jarang terjadi itu bukan momen bahagia. Sebaliknya momen menegangkan bagi Vanya, karena kedua orang tuanya siap memuntahkan kata-kata perintah yang memaksa.

“Sonya!!! Apa saja pekerjaanmu dirumah? Apakah mendidik 2 anak susah bagimu!!! Aku tidak mau tahu, Vanya harus menerima pernikahan ini!”

Papi Vanya membentak istrinya, dia sangat marah karena hampir saja acara makan malam tadi berantakan. Dia tidak mau itu terjadi, lantaran dia akan dijanjikan tempat yang lebih tinggi lagi oleh Purnomo.

“Maafkan aku, Mas. Aku akan memastikan dia untuk mau menikah. Mas tenang saja, ini tidak akan membuat mas terganggu dalam jabatan,”

Mama Vanya menjawab dengan yakin, agar suaminya tidak terus merundungnya. Vanya duduk di tengah bersama maminya itu menunduk dalam, tangannya memainkan gaun dengan sangat takut.

Jalanan padat dengan berbagai kendaraan berjalan ke tujuan masing-masing. Mobil yang mereka tumpangi berhasil membawanya dengan selamat sampai depan rumah Vanya.

Mereka sudah berada di bangunan megah yang disebut rumah. Vanya memasuki kamar dan menjatuhkan diri ke ranjang dengan air mata yang sudah tidak terbendung lagi. Dia menangis sekeras-kerasnya.

Bik Neni yang baru masuk ke dalam kamarnya sangat trenyuh, dia sudah hafal setiap kegiatan ataupun tindakan yang tidak disukai nona mudanya Vanya akan menangis di dalam kamar. Kamar adalah ruang ternyaman untuk Vanya mengungkapkan semua yang dia rasakan.

“Non, apa yang terjadi?” tanya bik Neni.

Vanya bangun dari tidurnya lalu memeluk bik Neni yang sudah merawatnya dari kecil. Hanya kepada bik Neni, Vanya akan menjadi dirinya sendiri.

Vanya tidak menjawab pertanyaannya, dia hanya menangis sepanjang malam lalu tertidur.

***

Embun menyelimuti udara pagi ini, hari akan dimulai lagi untuk mengukir cerita di dalamnya. Begitu juga dengan Vanya, yang sudah sibuk dengan segala kegiatannya. Tidak peduli apa yang dia alami, semua yang sudah di agendakan wajib untuk dijalankan.

“Vanya, kamu akan ke rumah sakit sendiri. Pastikan kamu bersikap seramah mungkin untuk memberikan semangat. Agar nama papimu semakin baik untuk mendukung pekerjaannya,” titah maminya.

“Baik Mi,” ucap Vanya menunduk.

“Mami akan mengurus pertemuan lainnya, nanti kita bertemu waktu makan siang dan sopir sudah mengetahui lokasinya,” jelas maminya. Mereka pun masuk ke dalam mobil yang berbeda.

Vanya sudah masuk rumah sakit, dia menuju kamar pasien sesuai info maminya. Ruangan itu hanya diisi 2 orang pria.

Anthony duduk memandang taman dari jendela, dia sudah sadar dan mendapati seorang diri dirumah sakit.

“Bersabarlah!! Kesakitan ini hanya sementara asal kamu berjuang untuk mendapatkan kebahagiaanmu. Cepatlah sembuh,” kata penyemangat Vanya.

Anthony mengalihkan pandangan ke sumber suara, dia melihat gadis asing memberikan semangat kepadanya. Anthony menangkap sorot mata Vanya yang penuh penderitaan dan dalam hati berkata, “Kata itu lebih cocok untuk dirimu sendiri.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BALASAN SETIMPAL UNTUK PENGKHIANATAN SUAMIKU
8.0
Kehadiran orang ketiga dalam sebuah rumah tangga sering kali muncul dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya. Bahkan, sosok yang selama ini dipercaya untuk bekerja dan membantu urusan domestik di kediaman pribadi pun bisa menjadi ancaman nyata bagi keutuhan pernikahan. Kisah ini mengungkap pengkhianatan menyakitkan yang dilakukan oleh suami bersama orang terdekat di rumah sendiri, memicu sebuah pembalasan yang setimpal atas segala luka tersebut.
Sampul Novel CEO Dingin Itu Penyelamatku
7.8
Embun terjebak dalam pernikahan yang menyiksa. Alih-alih kasih sayang, Putra justru menciptakan neraka karena hatinya terpaku pada wanita lain yang sudah Embun anggap kakak sendiri. Meski telah berkorban demi meraih cinta sang suami, perjuangan Embun selalu dipandang sebelah mata. Luka hatinya kian dalam saat Putra menyebut nama wanita itu usai mereka berhubungan intim. Di tengah kepedihan ini, mampukah Embun tetap bertahan saat kehadirannya tak lagi dianggap?
Sampul Novel Cinta, Dusta, dan Vasektomi
8.1
Hamil delapan bulan, duniaku runtuh saat menemukan bukti vasektomi Bima setahun lalu. Di kantornya, aku mendengar ia dan Erlan menertawakan kehamilanku sebagai bagian dari taruhan kejam demi Elsa, adik angkatnya. Pernikahan kami hanyalah permainan demi uang, bahkan mereka bertaruh soal siapa ayah bayi ini. Merasa dikhianati dan dijadikan piala dalam kontes menjijikkan, hatiku membeku. Dengan tenang, aku menelepon klinik untuk mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Hasrat Poligami
8.2
Kehidupan rumah tangga Salma hancur seketika saat ia mengetahui pengkhianatan Farhan yang melakukan poligami secara sembunyi-sembunyi. Luka mendalam menyelimuti hati Salma sebagai istri pertama yang merasa dikhianati. Kini, kelangsungan pernikahan mereka berada di ambang kehancuran. Akankah cinta lama mampu mempertahankan ikatan suci tersebut, ataukah perceraian menjadi satu-satunya jalan keluar bagi konflik batin yang menyiksa ini?
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta, Ini Hanya Kontrak
7.9
Demi menyembunyikan kelemahan pribadinya, Arga Satria Wicaksana memutuskan untuk mencari seorang istri sewaan. Tak disangka, keputusan kontrak tersebut membawa perubahan drastis dalam hidupnya. Penyakit kronis yang telah membelenggu Arga selama bertahun-tahun secara ajaib mulai membaik berkat kehadiran wanita yang ia bayar tersebut. Hubungan formal ini pun menjadi kunci kesembuhan yang selama ini mustahil ia dapatkan dari pengobatan mana pun.
Sampul Novel Love Trap
8.2
Nasib malang menghampiri Melisa saat menghadiri perayaan ulang tahun sahabat lamanya. Di acara tersebut, ia terjerat dalam sebuah jebakan kelam yang meninggalkan trauma mendalam, hingga membuatnya kehilangan semangat untuk menghadapi hari. Namun, peristiwa pahit itu justru menjadi titik balik yang tak terduga. Seiring berjalannya waktu, Melisa mulai menyadari bahwa perasaan cintanya perlahan mengalami transformasi yang sangat signifikan.