APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Merengkuh Cinta Ilahi

Merengkuh Cinta Ilahi

Siti Halimah, pemulung yang kehilangan suaminya, Prajana, akibat kecelakaan maut dan penolakan kasta, terpaksa menikahi sang penabrak, Lukman. Pernikahan tanpa cinta ini mengungkap rahasia kelam tentang Laura, mantan kakak iparnya yang ternyata istri pertama Lukman yang kehilangan rahim. Misteri kian pelik dengan kondisi serupa pada ibu tiri Lukman. Di tengah duka dan rahasia medis, mampukah para wanita ini menemukan kebahagiaan serta cinta sejati mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Ruh seorang mukmin (yang sudah meninggal) terkatung-katung karena hutangnya sampai hutangnya dilunasi.” (HR. At Tirmidzi no. 1079)

***********

          "Innalillahi... Mas Praja.. " Aku  menoleh melihat ke belakang Kayla dan Faiz telah tidur pulas. 

"Biar Nayla jaga mereka Siti, kamu gak usah khawatir. " Kata bu Sari. Nayla ternyata berdiri di belakang dawai pintu, aku tidak membuka pintu terbuka karena harus ijin suami jika memasukkan tamu apalagi ini sudah malam. 

"Aku titip anak-anak ya Nayla" Kataku setengah berlari, ku lihat anggukan Nayla ringan.

      Aku membonceng bu Sari dengan motor. Kerumunan warga masih memadat, aroma anyir darah kentara di sepanjang jalan. 'Astaghfirullah, selamatkan suami hamba ya Allah. ' doaku, terlihat mobil megah itu ringsek dengan jalan aspal yang membentuk ban mobil menandakan rem tajam mendadak. Ku susuri motor mas Praja, terpental jauh 2 meter dengan bentuk yangsulit di kenali. Helm putih bekas itu masih di sisi motor, aku mengenalinya karena ada coretan Faiz  dengan paku, "ini gambar abi, ummi, dek kaila dan mas" Kata Faiz sambil menunjuk 2 garis besar dan 2 garis kecil.

"Kenapa ada lingkaran besar mas? " Tanya abi 

"Ini rumah Kita nanti bi.. Beeesaaaal" Kata Faiz sontak abi memeluk Faiz dengan erat. Itu sekelumit kepingan indahku. Air mataku tak mampu tertahan, mengalir sungai begitu saja, " Mas Praja bagaimana bu Sari?? " Tanyaku pada bu Sari yang masih menuntunku hingga kini. 

"Apa ini dengan keluarga korban?? " Tanya pak polisi

"Saya istrinya pak"

"Silahkan pastikan dahulu" Kata pak polisi sambil membuka kantong mayat yang telah terbungkus. Mataku benar-benar kabur karena aku tak mampu menahan gemburan banjir air mata, ku usap kasar. Perlahan pak polisi membuka kantong. Benar saja mas Praja bermandikan darah di kepalanya, sulit kenali namun ku yakin itu mas Praja dari jaket hitam usang milik bapak dulu aku menjahitnya di dada yang berlubang dengan tanda merah hati. 

"Mas Praja.... Bangun mas.. Bangun. Hiks.. Hiks.." Aku mengoyangkan badan mas Praja. 

"Sabar Siti.. Sabar ya.. " Kata bu Sari di belakangku

"Mas... Ayo pulang mas.. Faiz nanyain abinya.. " Kepalaku berat, ku letakkan di dada bidang mas Praja berharap masih ada keajaiban Alloh di jantungnya. "Hiks.. Hiks... Hiks.. Jangan tinggalin aku dan anak-anak mas.. Ya Allah tolong mas Praja.. Bu Sari bawa mas Praja ke rumah sakit.. Pak polisi ayo bawa mas Praja.. " Teriak ku, Aku menarik tangan bu Sari namun mereka hanya diam. Hingga mataku terasa berat. 

********************     

        Tangis Kayla membangunkanku, "abi.. Abi.. " Kata Kayla masih terpejam. Ah pasti ini mimpi, ku susui Kayla agar lelap lagi. Ku lihat  sekitar jam menunjuk pukul 2 dini hari, Faiz masih tidur nyenyak tunggu kemana mas Praja. Jantungku mulai maraton,  ada tubuh meringkuk dengan selimut mas Praja namun rambut panjangnya terjuntai, Nayla. Kenapa Nayla di sini, kemana mas Praja?? Astaghfirullah apakah tadi bukan mimpi? 

     Ku buka pintu perlahan, ada pak Sobri dan entah siapa tertutup sarung meringkuk kedinginan tertidur di depan rumah. Ya Allah kuatkan hamba, jika benar ini kenyataan apa yang harus ku katakan. Ku putuskan berwudhu dan ku ingat belum menunaikan sholat isya' dan tahajud. Dingin nya gemericik air tak mampu membasuh air mata ini yang terus mengalir, sudah sekian kali ku usap namun ada lagi. Ku gelar sajadahku di samping Nayla tidur, ia anak bu Sari dan pak Sobri, ia guru SD kelas 1 yang sangat perhatian dengan anak-anak. Mungkin karena khawatir ia tidur disini. Ku angkat tanganku, "Allahu Akbar"

********************************

     Jam sudah menunjukan pukul 4 dini, aku tertidur lagi. Astafirullah, masih dengan mukena. Kayla mengeliat mendengar adzan, ku hampirinya dan ku susui seperti biasanya. Biasa hanya sekali atau dua kali Kayla menyusu, setelahnya ku bereskan baju dan kain terkena ompol. Rutinitas ku biasa mencuci lalu mandi dan sholat subuh. Nayla bangun dan mendekatiku. 

"Mbak Siti biar ku uruskan semuanya, mbak fokus ke anak-anak saja. Ikhlaskan mas Praja mbak agar lapang kuburnya. " Kata Nayla menenangkan ku sambil memeluk erat

     Aku  tak mampu berkata, hanya mengangguk. "Jenazah ada di RS Polri, abah sudah uruskan. Menurut kesaksian warga sekitar mas Praja motor melaju ke arah pulang lalu tiba-tiba mogok di tengah jalan sedangkan mobil dari belakang melaju dengan sangat kencang meski sempat mengerem namun sia-sia. Motor dan  Tubuh nya terpelanting 2 meter menabrak tiang. Mas Praja meninggal di tempat sedangkan 2 orang di dalam mobil mengalami luka-luka. " Ujar Nayla

"Innalillahi Wa innaillahi roji'un, kata terakhir mas Praja Nayla.. Hiks.. Hiks.. Aku akan menjaga anak-anak kita mas, terimakasih untuk semuanya" Nayla lagi-lagi menguat kan ku, ia mengenggam tanganku erat. 

"Mbak harus kuat demi Faiz dan Kayla. Ini ada makanan untukmu mbak dan anak-anak dari warga sekitar tadi yang sudah takziah. "

"Terimakasih Nayla, InsyaAllah"

"Nayla pamit dulu ya mbak mau urus semuanya, siapa nama lengkap mas Praja mbak?? "

"Praja Hadi Kusuma, untuk nama keluarga mbak gak ingat, nanti di isi namaku, Faiz Fadillah dan Kayla Nisa. " Aku memang hanya sekali bertemu dengan orang tua mas Praja saat minta restu. Mereka lebih memilih membuang nama anaknya dari keluarga nya daripada bermenantu orang tak berpunya. 

"Nayla pamit ya mbak, assalamu'alaikum. "

"Waalaikumsalam" Seperginya Nayla Faiz menggeliat bangun. 

        "Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyulll. Aamiin" Suara Faiz

"Ummi abi kemana?? Biasa Faiz di bangunkan subuh terus Faiz tidul di pangku abi sambil mengaji. " Tanya Faiz

Nayla menoleh ke arah ku, " Abi... Abi sudah pergi nak.. " Jawabku

" Kok tumben pagi-pagi mi?? Aku pengen celita pas ngaji kemalen di beli hadiah sama ustadz Sobli." Katanya penuh semangat

Bagaimana aku menjelaskan pada mereka yang masih kecil ini. "Ummi kok malah nangis sih.. "

"Gak papa.. Oya Faiz pernah dengar abi cerita surga kan?? Bagaimana kalau abi sekarang berada di surga. "

"Kenapa gak ajak Faiz mi, Faiz pengen lihat sulga. Tapi kata abi kayaknya kudu mati dulu deh mi. "

"Semua yang hidup juga akan mati sayang, Alloh lebih sayang abi. Faiz harus ikhlas ya.. "

"Abi... Abi.. Huaaaaaaa... Huaaaaaa... " Kayla bangun memanggil abinya, tangisannya pecah. 

 Ku gendong Kayla dan ku peluk, " Kesini anak-anak yang sholeh, dengarkan ummi.. Allah lebih sayang abi, jadi abi sekarang istirahat dulu di tempat lain sebelum ke surga. Faiz dan Kayla nanti hantar tempat tidur abi ya.. " Sambil ku kecup lembut kedua kening mereka. 

Tangis mereka berdua pecah.. Huaaaaa... Huaaaa ku peluk erat meraka di pangkuanku  sambil melantunkan yasin di bibirku. 

*************************

     Pemakaman telah usai, pak Sobri dan bu Sari melarang ku menghantar sampai ke liang kubur. Takut tangisku dan anak-anak akan jadi pemberat mas Praja. 3 hari acara tahlilan dilakukan di rumah pak Sobri yang memang tetangga sebelah rumahku, 3 hari juga Kayla selalu menangis setiap selesai maghrib sedangkan Faiz lebih banyak diam tak seperti biasa. Nayla selalu menemani Faiz dan menghibur nya. Malam ini menjadi malam yang panjang karena Kayla terus setiap bangun akan memanggil abinya sambil menangis histeris, baru jam 2 Kayla benar-benar terlelap nyenyak. 

      Pagi ini ku terbangun kesiangan, ku tengok Nayla sudah tidak berada disamping Faiz. Astaghfirullah ini sudah jam 6 pagi, beruntung aku baru datang bulan. Tiba-tiba suara ketukan pintu dengan kasar membangunkan Faiz. Tok... Tok.. Tok... "Buka pintunya"

Beruntung Kayla masih pulas, "Faiz di sini saja jaga dedek biar ummi yang buka pintunya ya!!! " Pintaku. Faiz mengangguk, ku sambar kerudung yang menggantung di paku pintu depan. Ku. Sembulkan kepalaku seperti biasanya, terlihat 3 orang laki-laki bertubuh kekar penuh tato. 

"Ada apa ya?? "

"Ini rumah Praja kan?? Cepat bayar hutang.. Meski sudah mati bukannya hutang itu wajib di bayar??" Kata lelaki berambut panjang setengah berteriak. Aku pun memutuskan keluar rumah dan menutup pintu agar anak-anak tidak mendengarnya. 

"Iya ini rumah mas Praja. "

"Lihat video ini. " Kata lelaki yang lain yang di penuhi tato di wajahnya sambil menyerahkan HP. Terlihat mas Praja di di pegang kedua tangannya oleh lelaki berambut panjang. Wajahnya sudah babak belur. 

"Aku akan membayar hutang ku bang Satria  tolong beri aku waktu" Kata mas Praja

"Sampai kapan hah?? Semenjak menikah setoranmu terus berkurang. Ini sudah 2 tahun kau hanya bisa membayar 2 juta, hutang mu itu 20 juta?? Mau kau cicil sampai kapan?? " Kata bang Satria sambil memukul perut mas Praja. "Ahhh... " Mas Praja jatuh ke tanah tak mampu menahan tubuhnya lagi. 

"Ingat Praja jika kau tak mampu membayar anak dan istrimu dalam bahaya."

Video berhenti sampai di situ. Pantas saja mas Praja pernah pulang dalam keadaan babak belur saat Faiz masih kecil, ketika ku tanya ia hanya berkata di hajar preman. 

"Maaf tuan, hutang sebanyak itu buat apa suami saya?? "

"Sebelum menikah denganmu ia sudah banyak kalah j**i, dan hanya mampu menyicil. Beruntung aku ini sangat baik 3 tahun tak ku usik kalian. Sekarang bayar lunas hutang suamimu jika ia ingin suamimu tak gentayangan. " Kata bang Satria. 

"Tapi uang sebanyak itu saya tak punya bang. " Kataku, lenganku di tarik begitu saja sehingga tubuhku terpelanting di lantai.

Terima kasih banyak yang sudah subscribe.. Jangan lupa beri ulasannya.. Dan saling support..

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta satu malam terbaik
8.7
Pasca ditinggal kekasih, Feyleria terbangun di samping pria asing dan memilih kabur. Ternyata, Alexander, pria semalam itu, terobsesi memilikinya. Lewat tekanan orang tua, Alex memaksa Fey masuk ke jerat perjodohan yang tak terelakkan. Saat benih cinta mulai tumbuh untuk Alex, Sani sang mantan kekasih tiba-tiba kembali demi merebut hati Fey lagi. Kini Fey terjebak di antara kenangan masa lalu atau masa depan bersama pria yang memujanya dengan tulus.
Sampul Novel Gairah Suami Perkasa
8.0
Marvin Rock adalah sosok lelaki yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga kekuasaan besar. Meski dikelilingi oleh banyak wanita hebat yang memuja statusnya, Marvin tetap mengutamakan ketulusan hati di atas segalanya. Kehidupannya penuh dengan gairah dan dominasi, bahkan sang istri sendiri mengakui keperkasaan suaminya dengan penuh rasa bangga. Inilah kisah tentang kekuatan, harta, dan pesona seorang pria yang tak tertandingi di dunianya.
Sampul Novel Guard You
9.3
Kania Raiza, gadis sombong putri pemilik sekolah, kehilangan segalanya saat ayahnya wafat dan ibunya jatuh sakit. Hidupnya berbalik drastis dari penguasa sekolah menjadi rakyat jelata yang menderita akibat karma perundungan masa lalunya. Di tengah kehancuran dunianya, muncul seorang pemuda misterius yang berjanji menjadi pelindung setianya. Mampukah sosok ini menjaga Kania saat ia harus menebus semua kesalahan yang pernah ia lakukan?
Sampul Novel Janda Dua Anak Untuk Arjuna
9.6
Diceraikan Ricky saat hamil, Raisa berjuang membesarkan anak kembarnya hingga menjadi sekretaris Samuel Tirta. Meski awalnya ditolak, kepolosan Raisa meluluhkan hati Samuel sebelum pria itu kembali ke pelukan Lidya, wanita yang menghancurkan rumah tangga Raisa. Takdir membawanya menjadi sekretaris Arjuna, adik Samuel. Saat Arjuna melamarnya, Raisa bimbang karena harus berhadapan lagi dengan Lidya. Akhirnya, ia memilih menikah dengan Arjuna Desta Mahendra Tirta.
Sampul Novel Karena Anak Hatiku Melunak
9.4
Tanti dijual keluarga tirinya kepada Darian demi melunasi utang, hingga berujung pada kehamilan. Enam tahun berselang, mereka bertemu kembali saat putra Tanti, Ade, berjuang melawan penyakit sumsum tulang belakang. Darian terkejut saat tes DNA membuktikan Ade adalah anaknya. Ia pun berusaha menebus kesalahan masa lalu dengan menjadi donor bagi sang putra. Kini Tanti terjebak dilema antara benci pada Darian atau menerima bantuannya demi nyawa buah hatinya.
Sampul Novel Nirmala Cinta
9.2
Setelah dua tahun menikah tanpa buah hati, Aulia memilih bercerai saat suaminya memutuskan berpoligami. Meski ditentang sang ibu yang gila harta, ia berhasil hidup mandiri. Namun, ketenangan Aulia terusik saat Candra datang menawarkan pekerjaan bergaji besar. Pesona Candra mulai menggoyahkan hati Aulia yang lama tertutup. Kini ia terjepit di antara tawaran pernikahan pria kharismatik itu atau gangguan sang mantan suami yang ingin rujuk kembali.