APKDock Logo
Sampul Novel Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku

Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku

9.3 / 10.0
Laras adalah yatim piatu putus sekolah yang bertahan hidup di sebuah dusun terpencil. Tinggal di rumah reyot, ia terpaksa bekerja sebagai buruh harian di perkebunan sawit milik Juragan Johan. Namun, takdir membawa Laras ke dalam pusaran hubungan yang sangat rumit dan penuh rahasia besar. Tanpa disangka, sosok Johan ternyata merupakan ayah kandungnya, sekaligus ayah dari anak yang dikandungnya, serta menjadi mertuanya sendiri. Simak kisah pelik ini selengkapnya.

Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku Bab 1

Nama ku adalah "Laras", Sekarang umur ku baru empat belas tahun, lima hari yang lalu adalah hari kelahiran ku, nama Laras itu pemberian dari alm Ibu Ku, menurut Ayah ku. Aku tidak mengenal wajah Ibu ku yang melahirkan ku, karna Dari cerita yang Ayah katakan, di usiaku yang ke sepuluh bulan, Ibu ku meninggal, Ayah tidak memberitahu ku apa sebab ibu Meninggal waktu menceritakannya.

Aku tinggal di sebuah dusun terpencil di pulau Sumatra, dimana ditempat ku berada, semua hanyalah kebun sawit, sejauh mata memandang tetap hanya kebun sawit!

Rumah rumah di dusun ku juga masih berjarak jarak, terlebih Rumah ku, mungkin sekitar empat ratus meteran dari rumah terdekat, rumah milik ku sangat sederhana, hanya terbuat dari papan, berlantai tanah, dan atap seng bekas pemberian orang, bekas dari rumah rumah yang di kerjakan Ayah sebagai Kuli Bangunan.

Aku ingin cerita Sosok alm Ayah ku yang baru meninggal minggu yang lalu

Oh iya, Nama Ayah "Yanto", orang orang sering memangilnya Pak Anto. Kami hanya tinggal berdua, keseharian Ayah bekerja sebagai Buruh harian di Kebun sawit, tapi kalau ada teman Ayah yang punya Proyek benarin rumah, Ayah pasti diajak, sebagai kuli bangunan.

Ayah orangnya sangat baik, dia sangat sayang sama ku, sangat memanjakan ku,  Ayah menyekolahkan ku sampai Lulus SD, setelah itu, Aku tidak melanjut lagi, karna sekolah SMP di tempat ku tidak ada. harus ke kota kecamatan, dimana bisa ber jam jam jika berkendara, apalagi di Dusun ku dan Dusun tetangga belum ada jalan aspal, yang ada hanya jalan berbatu, jika hujan, akan sangat licin dan becek, kendaraan yang lewat juga cuman truk Sawit, itu pun cuman dua dalam sehari.

Kembali lagi ke sosok alm "Ayah", Aku masih ingat waktu umur ku tiga belas tahun, Ayah membawaku ke Kota, Kota kecamatan, dimana waktu itu lagi ada Pasar malam, jadi warga warga dari dusun ku, semua pada kesana, termasuk Aku dan Ayah,dengan menumpang truk Sawit.

Ini pertama kali aku melihat keramaian orang, Aku sangat senang, apalagi waktu diajak Ayah bermain Komedi Putar, wah... senangnya minta ampun, trus Ayah juga membelikan ku baju baru waktu itu, serta jajanan yang ada di situ.

Aku juga masih ingat, waktu Aku pertama kali datang bulan, Aku sangat takut! karna ada darah keluar dari tempat pipis ku, dan sampai membuat celana kolor sama rok ku berdarah darah, waktu itu Ayah sedang di belakang rumah, Aku pun langsung berlari menghampiri Ayah, dan dengan polosnya mengatakan kalau tempat pipis ku berdarah, Ayah juga sangat panik mengetahui itu, Ayah pun bertanya

Apa tempat pipis Laras kemasukan lintah?

"Ga tau Yah, sakit" hanya itu ucap ku sambil menangis

Lalu ku angkat rok ku dan kuturunkan sedikit celana kolor ku, dan meminta Ayah untuk memeriksanya, Apa ada "lintah"di dalam yang masuk. Ayah lalu memeriksanya, tapi pas Ayah meriksa, ada rasa geli kurasakan karna kedua jari jempolnya seolah yang membuka bibir dari tempat pipis ku, dan Ayah tidak menemukan ada lintah disana.

Aku dan Ayah pun makin panik, Ayah segera menarik kembali celana kolor ku agar Aku pakai dengan benar, dan langsung menggendong ku, sambil berlari membawa ku ke rumah tetangga terdekat, ke rumah Ibu Wati, sesapai di sana, Ayah memanggil manggil Ibu Wati

"Bu Wati"

"Bu wat"

Bu Wati pun keluar dari rumahnya, lalu bertanya ke Ayah ada apa? ko seperti ada Maling!

"Ini, Anak ku Laras Bu! Anunya berdarah" ucap Ayah.

Bu Wati pun melihat Rok ku yang berdarah, tiba tiba Suami Bu Wati juga keluar dari dalam Rumahnya, dan bertanya ke Ayah, ada apa To?

"Itu Pak, Anunya Anak ku keluar darah" ucap ayah dengan panik.

Bu Wati lalu menarik tangan ku ke dalam rumah, Lalu di sana tempat pipis ku di lihat.

"Owalah... Nak Laras, bikin jantungan aja! Kamu itu datang bulan Nak Laras, itu ga apa apa, itu normal Nak, ga usah takut"

Bu Wati pun mengajak ku keluar dari dalam rumahnya, dan mengatakan ke Ayah, kalau Aku tidak apa apa, hanya sedang datang bulan, dan itu wajar untuk semua perempuan, apalagi Usia Nak Laras sudah tiga belas tahun, jelas Bu Wati ke Ayah, Pak joko Suami Bu Wati yang mendengar itu pun hanya ketawa ketawa melihat wajah Ayah ku yang kebingungan.

Dan inilah kali pertama Aku dan Ayah tau akan yang namanya datang bulan, Ayah pun cerita ke Aku, sebenarnya dulu alm Ibu ku juga pernah datang bulan, tapi karna sudah lama, jadi Ayah Lupa, karna dah panik duluan, ucap Ayah ke Aku.

Aku dan Ayah pun kembali ke rumah, lalu Ayah menyuruh ku mencuci lubang pipis ku, dan mengganti celana Kolor ku.

"Ayah, beliin Laras kolor dong, kolor laras kan cuman tiga Yah, itu juga semua dah bolong bolong"

"Iya, iya, Nanti ayah titip ke Bu Wati, kalau dia ke Kota"

"Sama kaus kutang ya Yah, susu Laras kan dah ada, masa Laras ga punya, teman teman Aku dulu waktu sekolah sudah pada punya ko"

Ayah juga mengiyakannya, dan matanya seperti memerhatikan buah dada ku, dibalik baju kaos oblang yang ku pakai

Ayah pun menitipkan ke Bu Wati, agar kalau lagi ke kota, biar sekalian dibeli, Ayah juga mengasih uang ke Bu Wati.

Bayak hal hal yang indah yang Aku kenang dari alm Ayah ku, setiap pulang kerja pasti selalu membeli oleh oleh untuk ku, entah itu Bakso, ataupun Mie ayam, soalnya di dusun ku ga ada yang jual, harus ke kota kecamatan, baru ada, tapi itu semua tak akan terulang kembali, karna Ayah sudah beristirahat dengan tenang di makamnya, disamping makam Ibu.

Waktu itu, dua minggu yang lalu, Ayah dan Pak Joko sedang ada proyek renovasi Rumah di Kota, dan waktu mau pulang dari sana, dari tempat kerjaannya, di situlah Ayah pergi untuk selamanya, Ayah di tabrak Mobil, dan Ayah langsung meninggal di tempat Kata Pak Joko, sementara yang Nabrak kabur.

Di malam hari sekitar jam delapan malam, saat Aku lagi menunggu Ayah pulang, terdengar suara mobil mendekat ke rumah ku, Aku sangat heran akan itu, karna bisa dikatakan tidak pernah ada mobil yang datang ke arah rumah ku, sebab rumah ku lah yang paling ujung, dan buntu jalannya.

Aku pun keluar dari dalam rumah, dengan membawa lampu teplok, soalnya di rumah ku belum terpasang listrik, saat itu mata ku memadang telah banyak orang dari kejauhan, walaupun gelap, tapi terlihat akan cahaya senter senter, serta obor, mobil itu pun sampai di depan rumah, sebuah mobil kecil Bak terbuka.

Ibu Wati juga ada di antara banyak orang itu, dan dia langsung memeluk ku, Aku pun bingung! Ada apa sebenarnya, kemudian kutanyakan ke Bu Wati

"Ada apa Bu?

Ibu Wati masih tetap memeluk ku, lalu mengatakan, kalau Ayah ku telah meninggal, di tabrak lari di Kota.

Aku langsung menangis histeris, apalagi saat Bapak bapak, mengotong tubuh Ayah ku dari dalam Mobil itu ke dalam rumah, Aku yang menyaksikan itu tidak kuat, dan langsung pingsan.

Sadar sadar, Aku pun melihat Ayah ku terbaring kaku di atas tikar, entah tikar siapa itu, yang jelas bukan milik ku.

Lagi lagi Ibu Wati menenangkan ku, agar Aku iklas dan tabah.

Besok harinya, penduduk dusun pun memakam kan Ayah, Semua kebutuhan untuk keperluan pemakaman Ayah, warga pun bergotong royong. Ayah dimakamkan tidak jauh dari rumah ku, dan tepat disamping Makam Ibu ku.

Aku pun hidup sendirian tanpa Ayah dan Ibu ku, yang sekarang sudah tenang di sana.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Di Pulau Sepuluh Ribu Binatang yang megah, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun berkumpul di Puncak Lundao dengan penuh keseriusan. Sebagai murid baru yang baru saja menemukan akar spiritual mereka, mereka mendengarkan wejangan dari seorang tetua berjubah hijau. Ia mulai mengisahkan sejarah sekte, bermula dari sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Dahulu, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya mencapai keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan