APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Modal Dusta

Modal Dusta

Kecewa atas sikap suami yang kasar dan abai dalam menafkahi, seorang wanita terjebak dalam kehampaan. Di tengah luka itu, ia tak sengaja mengenal sosok pria tampan melalui temannya. Komunikasi yang awalnya biasa berubah menjadi pelarian emosional saat pria itu dengan tulus mendengarkan keluh kesahnya. Getaran cinta mulai muncul lewat pesan singkat yang intens. Kini, ia terjebak dalam romansa terlarang dengan pria yang jauh lebih muda. Akankah hubungan penuh dusta ini bertahan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3.

Enam bulan yang lalu ...

"Niki, mulai besok Mas mencari tambahan menjadi security di sebuah pabrik," kata Mas Haris setelah pulang jualan.

"Loh, jadi kios kamu gimana?" tanyaku heran.

"Buka kios tetap seperti biasa karena Mas kebagian dinas malam. Mulai pukul delapan malam hingga pukul enam pagi," jelasnya.

"Sekarang kios kita sedang sepi, omset semakin turun. Sedangkan kebutuhan hidup semakin bertambah," alasannya.

Waktu itu aku nyambi berjualan online khusus kosmetik dan hijab syar'i. Tetapi sejak covid melanda negeri ini, semua orang banting stir membuka usaha online. Otomatis omset jualan menurun dan daya beli pun semakin berkurang.

Tetapi setelah enam bulan berlalu, Mas Haris mulai merasa kelelahan. Beliau sering sakit efek terkena angin malam. Walaupun bisa tidur ditempat jaga tapi suasananya berbeda. Tak senyaman di dalam rumah.

"Kalau sedang sakit, gak usah pergi dinas. Biar aku yang telepon Bos security kamu, Mas!" pintaku waktu beliau mengeluh sesak napas.

Mas Haris memberikan nomor ponsel Bos nya. Langsung saja kuberitahukan kondisi Mas Haris. Keesokan harinya aku fotokan surat dari Dokter ke nomor Bos tersebut.

"Hm, bagaimana membayar spp mereka. Mas sedang gak punya uang. Apalagi berobat ke Dokter," ucapnya pelan.

"Ya sudah, biar aku yang bayar biaya Dokter. Sekarang kita berobat sebelum penyakit kamu semakin parah," ajakku mengalah.

Mas Haris tak lagi membantah ucapanku. Ia hanya pasrah sambil mendorong motornya keluar halaman.

"Biar aku yang membawa motor. Kita berobat ke klinik langganan saja. Biar pun mahal tapi kita sekeluarga serasi berobat disana," jelasku.

"Terus percuma dong kita punya kartu kesehatan kalau gak digunakan. Di klinik itu bayarnya gratis," protesnya sambil naik ke boncengan.

"Nyatanya sering berobat kesana, sampai tiga kali bolak-balik gak sembuh juga. Ujung-ujungnya kita kembali lagi ke klinik langganan ini," cecarku.

"Hm, iya sih." Mas Haris tak lagi protes.

Lima belas menit kemudian ...

Motor masuk ke halaman klinik. Dulu aku juga  melahirkan disini. Dimas dan Danu sedangkan Diah lahir dikampung ayahnya. Tak menunggu lama giliran Mas Haris disuruh masuk ke ruang periksa.

Setelah mendengarkan semua keluhan pasien, Mas Haris mulai mengalami serangkai pemeriksaan. Aku sudah menduga sebelum, Mas Haris divonis sesak napas akut.

*****

Enam bulan lamanya Mas Haris harus rutin meminum obat dari Dokter. Masih untung bisa menebus resep lewat puskesmas. Jadi bisa menggunakan kartu kesehatan tanpa membayar sepeser pun.

"Mas, kamu udah dengarkan hal apa saja yang jadi pantangan selama mengkonsumsi obat dari Dokter, kan?" tegasku.

"Iya," jawabnya pelan.

Akan tetapi kenyataannya tak sesuai ekspektasi. Mas Haris mematuhi aturan itu hanya sebulan. Beliau kembali ke kebiasaan buruknya yaitu candu rokok dan kopi lagi.

Aku hanya bisa mengelus dada dan tepuk jidat melihat kelakuannya. Ketiga anakku sudah mengingatkan aku, tak usah mendengarkan lagi keluhan ayahnya. Biarkan saja seperti itu yang penting ambilkan saja obatnya setiap bulan.

"Mbak, kata guru Dimas kalau konsumsi obat jangka panjang bisa merusak kerja ginjal manusia," ucap Dimas mengingatkan.

"Iya, Ayah pasti sudah tahu resikonya. Tapi dia sendiri yang ingin seperti itu. Kita hanya mengingatkan. Selanjutnya ya terserah karena beliau yang menjalani hidupnya," jelas Diah.

"Memang susah menasihati manusia yang egois. Beliau sendiri yang membuat aturan tanpa mau mendengarkan nasihat kita," sahutku sambil menghela napas.

Setelah tak bekerja dinas malam lagi, barulah Mas Haris cerita tentang kondisi kios, modal yang kian habis serta uang yang dibawa lari temannya itu.

"Kamu menolong orang yang salah, Mas. Sudah jelas uang itu dibuat teman kamu untuk modal judi malah kamu suport, berharap dia menang terus membayar dua kali lipat sesuai perjanjian. Hari gini soal uang gak ada pandang saudara apalagi hanya teman, Mas," cecarku penuh emosi.

"Awalnya teman Mas membayar rutin setiap malamnya. Tapi lama kelamaan dia sering kalah lalu tak datang lagi ke kios untuk membayar. Sementara hutangnya sudah Mas bayar lebih dahulu ke pengepul judi itu," jelasnya putus asa.

"Memangnya kalian perjanjian hitam di atas putih?" tanyaku.

"Enggak ada. Kami hanya modal percaya aja. Karena sudah berteman sejak lama. Hampir dua puluh tahun teman Mas itu nongkrong di kios. Kadang datang bersama temannya," jelasnya.

"Memangnya apa pekerjaan teman kamu itu?" selidikku.

"Beliau seorang intel polisi alias tekab," jawabnya pelan.

"Pasti kamu takut menagih hutang ke dia kan?" ejekku.

"Mas udah tiap hari telepon dan chat ke nomor dia, tapi gak diangkat dan dibalas. Nomornya masih aktif hingga sekarang. Sampai ponsel Mas hilang di kios sebulan yang lalu. Sejak itulah Mas berusaha mengikhlaskan uang itu."

"Terus kamu belum sepenuhnya ikhlas dan itu membuat kesehatanmu menjadi taruhannya. Berpikir tiada henti tanpa ada solusi sama sekali. Sementara hutangnya setengah dari modal kios kamu," cecarku.

"Makanya Mas menyerah dan meminta kamu membantu mencari nafkah untuk membiayai kebutuhan keluarga kita," ucapnya lirih.

Sekarang sudah jelas, semua yang terjadi karena kebodohan sendiri. Berharap dapat untung besar dari cara yang haram. Akibatnya malah diri sendiri yang hancur.

*****

"Hai Jeni, apakabar?" sapaku ke sohib lewat pesan singkat.

"Hai Niki, tumben nih. Aku kangen lo," sahutnya dengan emoji peluk. Kebetulan saling online, kami pun saling berbagi kabar.

"Udah sebulan ini aku buka warung di depan kios suami," ucapku.

"Oh pantesan kamu udah jarang online di medsos, ya Niki," balasnya.

"Iya, kalau sempat mampirlah. Nongkrong di warungku asiik lo," jelasku sambil promosi.

"Oke, aku atur waktu dulu. Entar aku kabari kalau mampir kesana," jawabnya.

"Oh iya, aku ada rencana untuk promo di gofo** untuk nambah omset," balasku.

"Wah, bagus itu. Kamu sepertinya hoki di usaha dagang deh," pujinya.

"Iya do'ain aja lancar rejekinya. Semua demi memenuhi kebutuhan hidup. Kios suamiku sedang sepi pembeli makanya aku bantu untuk mencari tambahan," jelasku.

"Oh sekarang kondisinya seperti itu, ya. Aku turut prihatin ya, Niki," balas Jeni dengan emoji peluk.

"Oh iya, gimana kabarnya Wira?" tanyaku.

"Hm, udah hampir sebln kami gak nongkrong bareng. Kamu masih sering chatingan sama dia?" selidik Jeni.

"Sejak aku membuka warung udah gak pernah chatingan lagi," jelasku.

"Hm, ingat ya pesanku, hanya penyegaran aja berteman dengan Wira. Kalau kamu seriusin pasti hasilnya nyakitin hati sebab kekasih bayangannya banyak tersebar dimana-mana," ucap Jeni dengan emoji hantu yang sedang mengejek.

"Ha-haa, kamu kalau bicara suka benar deh," balasku tak mau kalah dengan emoji tertawa ngakak.

"Jadi dagang online kamu gimana, Niki, masih lanjut atau enggak lagi?" tanya Jeni.

"Sudah enggak lagi. Aku mau fokus di warung aja," jawabku.

"Iyalah, hasil di warung bisa dapat setiap hari. Beda dengan dagang online yang hasilnya tak menentu," balasnya.

Sedang asik chating, tiba-tiba ada pesan masuk hanya nomor saja tanpa nama. Kulihat ke layar ponsel, aku hapal betul dengan nomor tersebut. Segera ku akhiri percakapan dengan Jeni. Lalu membaca pesan yang baru saja masuk ke aplikasi berwarna hijau.

Bersambung

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Dunia Asha runtuh saat Raka, suaminya yang model terkenal, menceraikannya demi karier. Pernikahan tiga tahun itu berakhir karena Asha dianggap beban. Di tengah rasa sakit, hadir Rafael Adiwangsa, duda konglomerat sekaligus wali murid di sekolah tempat Asha mengajar. Rafael menawarkan kasih sayang yang jauh berbeda dari masa lalu Asha yang kelam. Mampukah Asha menyembuhkan luka hatinya dan menerima cinta pria berkuasa ini saat dirinya merasa tidak punya apa-apa lagi?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dinikahi Brondong Tajir
9.3
Dunia Keyla Valerie seketika runtuh saat ia memergoki pengkhianatan suaminya yang berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kehancuran hati dan keputusasaan yang mendalam, seorang pemuda tampan dengan gaya badboy tiba-tiba muncul di hadapannya. Tanpa ragu, pemuda kaya raya tersebut langsung mengklaim bahwa Keyla adalah calon istrinya. Bagaimana nasib Keyla selanjutnya menghadapi situasi tak terduga ini? Ikuti kisah selengkapnya sekarang.
Sampul Novel He's Danger
9.6
Cinta pertama tak selalu indah, bagi Julia, perkenalannya dengan Jacob di Instagram justru membawa petaka. Hubungan ini penuh kekerasan, paksaan, dan pengkhianatan yang melukai batinnya. Meski disakiti berulang kali, Julia sulit melepaskan diri dari pesona Jacob. Kehadiran pemuda itu perlahan mengungkap teka-teki gelap dalam hidup Julia yang semula tenang. Terjebak antara rasa cinta dan dendam, Julia menghadapi misteri yang menuntut untuk diselesaikan hingga akhir.
Sampul Novel Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan
8.9
Lima tahun membina rumah tangga, Alia justru dikhianati Farhan yang meminta cerai demi wanita lain setelah pulang merantau. Meski hancur, Alia bertekad bangkit dan menyembuhkan luka hatinya sendirian. Saat hidupnya mulai membaik dan kesuksesan datang menghampiri, Farhan tiba-tiba muncul kembali. Mantan suaminya itu berusaha merayu dan menawarkan kenyamanan agar mereka bisa rujuk. Kini, Alia harus memilih antara ketenangan hidupnya atau kembali pada masa lalu.
Sampul Novel Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu
9.5
Kehancuran keluarga Arlena bermula saat wanita lain merebut ayahnya, hingga sang ibu wafat karena duka mendalam. Dendam membara mendorong Arlena untuk membalas rasa sakit itu dengan cara yang tak terduga. Ia menemukan celah saat mengetahui bahwa perusak rumah tangganya adalah istri dari Rafael Vallenzo, bosnya yang sangat berkuasa. Kini, Arlena bertekad merebut Rafael demi pembalasan, namun ia justru terjebak dalam risiko yang mengancam hatinya.
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dalam kondisi mengenaskan setelah tubuhnya dipinjamkan kepada Elizabeth, hantu istri dosennya sendiri, Daniel Danuarja. Tanpa diduga, Elizabeth justru memanfaatkan raga Jelita untuk berhubungan intim dengan sang suami hingga Jelita kehilangan kesuciannya. Saat kesadarannya kembali, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir lenyap. Di tengah kemarahan akibat dikhianati, Jelita kini terjebak dalam skandal rumit bersama Daniel.