APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Moonlight and Mr. CEO

Moonlight and Mr. CEO

Nicholas Liu adalah CEO furnitur sukses di Hong Kong yang masih melajang hingga muncul rumor miring tentang orientasinya. Hidupnya yang tenang terusik saat ia terpaksa merawat kucing putih milik sahabatnya, Hanna. Karena enggan, Nic membiarkan hewan itu di teras. Namun, di bawah cahaya bulan purnama yang menyilaukan, kucing itu lenyap secara misterius. Sebagai gantinya, muncul seorang gadis cantik tanpa busana yang mengubah takdir Nic selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hongkong, tahun 2010

Dalam gerakan lambat yang dramatis, seorang pria tampan nan rupawan menggeliat di atas ranjang bulu angsa yang empuk. Dia baru saja bangun setelah semalaman menyelesaikan tumpukan pekerjaan yang seperti tiada habisnya. Dengan bergairah, pria itu turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.

Pria itu mematut wajah mengantuknya di depan cermin, lalu mengambil obat kumur dan menyegarkan mulutnya. Kemudian dia bergeser kesekat kaca di sebelahnya dan mengguyur tubuhnya di bawah shower air hangat. Terakhir, dia menuang shampo ke kepalanya dan memijat perlahan dengan kedua tangan terangkat, memperlihatkan otot-otot lengannya yang maskulin.

Pagi hari pria itu nyaris sempurna andai saja dirinya tidak dikejutkan dengan kedatangan sabahatnya yang tanpa informasi lebih dulu, langsung menggedor pintu rumahnya dan membuat kekacauan.

“Tidak! Aku tidak mau! Mundur kau dari pintu rumahku sekarang juga!” Teriak pria itu dengan mata membulat panik, tertuju pada sesuatu yang dibawa oleh sahabatnya.

Pria yang berteriak itu adalah Nicholas Liu alias Nic. Seorang CEO atau pemilik perusahaan furniture terbesar di Hongkong. Pukul sembilan nanti seharusnya Nic sudah berada di kantor untuk melakukan converence bersama anggota assosiasi pengusaha furniture asia. Tetapi …

“Aku mohon, Nic! Hanya kau satu-satunya orang yang bisa aku percaya. Ayoo laahh … sahabatku yang paling tampan, kaya raya dan selalu wangi! Aku mohon!” Seorang wanita tampak memohon sambil menahan pintu rumah Nic dengan sebelah kakinya. Sedang tangannya memeluk seekor kucing putih berbulu panjang.

“Tidak, Hanna! Kau kan sudah tahu kalau aku tidak suka kucing! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengijinkan seekor kucing masuk ke dalam rumahku! Bawa makhluk berbulu itu pergi sekarang juga!” Nic mendorong pintu rumahnya sampai Hanna mengaduh.

Hanna adalah sahabat Nic sedari kecil. Berusia satu tahun lebih muda darinya dan berprofesi sebagai seorang arkeolong. Pekerjaannya berkeliling dunia untuk meneliti situs-situs bersejarah. Sekarang katanya dia mendapatkan tugas untuk meneliti di Mesir dan sedang berusaha merayu Nic agar mau dititipkan kucing peliharaannya.

“Oohh please, Nic! Kau itu bukan tidak suka kucing, kau hanya belum terbiasa dengan mereka. Moonlight kucing yang sangat ramah dan manja. Dia juga sudah terlatih untuk tidak akan melompat ke atas meja seenaknya. Dia juga pandai buang air di luar rumah. Aku mohon sahabat …”

“Hentikan, Hanna! Keluar sekarang atau aku akan mencoret namamu dari daftar penerima warisan kalau aku mati!” Nic mengancam dengan wajah marah.

“Begini – begini! Kau boleh memerasku setelah aku pulang dari mesir, sesuka hatimu. Aku mohon, Nic! Satu tahun saja. Tolong jaga kucingku. Ohh yaa, suaranya juga sangat menggemaskan lohh … Moonlight ayoo bersuara … meooong …”

“Meoong …” Kucing putih itu memiringkan kepalanya dan mengeong lembut.

“Tuh kaan … dia imut sekali kan …” ucap Hanna seraya mendorong pintu dengan kakinya.

Nampaknya Nic sudah terhipnotis dengan pesona Moonlight yang bermata biru dan beraura bak putri raja. Pintu terbuka dengan mudah dan Hanna langsung meletakkan kucingnya di lantai. Seperti layaknya kucing pada umumnya, kucing putih itupun langsung mengendus-endus lantai dan berkeliling ruang tamu Nic.

“Dia hanya makan ikan. Digoreng atau direbus tidak masalah. Sehari makan dua kali, pagi dan malam hari. Seharian kerjaannya hanya tidur. Jadi kau cukup menyiapkan selimut di sudut tertentu dan dia akan terus tidur di sana sampai kau datang. Satu lagi …”

“Tunggu!” Nic menengadahkan tangannya ke wajah Hanna. “Kau harus membayar semua kerepotan yang akan aku dapatkan selama merawat makhluk berbulu itu.”

“Apa? Memalukan! Kau kan CEO Golden Furniture Hongkong! Masa kau minta uang dari arkeolog miskin sepertiku?” Hanna mengerucutkan bibirnya.

“Omong kosong! Berikan padaku unlimited black card-mu. Kau tidak akan membutuhkannya di Mesir. Mana?” Nic menggerakkan tangannya tidak sabaran.

“Baiklah. Asal kau menjaga Moonlight-ku dengan baik dan penuh kasih sayang.” Hanna membuka dompetnya dan memberikan kartu ajaibnya ke tangan Nic. “Ohh yaa, aku peringatkan kepadamu! Jangan menaruh dia di dekat jendela terbuka atau di luar rumah. Itu akan sangat berbahaya!”

“Wow! Ide bagus, Hanna! Aku akan menaruhnya di teras rumah agar tidak perlu repot membersihkan rumah dari bulu-bulu kucing.” Nic menarik sudut bibirnya dan mendengus. Sungguh tidak terbayangkan olehnya kalau setiap hari harus membersihkan gumpalan bulu yang menempel di furniture mahalnya.

“No! Kau akan ada dalam masalah besar kalau melakukannya, Nic!” ancam Hanna.

“Ohh aku takut!” cibir Nic dengan wajah mengejek.

“Terserah kau saja deh! Aku sudah sangat berterima kasih karena kau mau menjaga Moonlight. Kau memang sahabat terbaikku, Nic.” Hanna memeluk Nic dengan perasaan sayang seorang sahabat.

“Well, thank you for coming, my bestie Hanna. Selamat bersenang-senang dengan piramid dan sphynx. Kabari aku kalau sudah sampai di Mesir. Bye …” Nic melepaskan tubuh Hanna dan mendorong wanita itu keluar dari rumahnya.

Setelah mobil Hanna keluar dari halaman rumahnya, Nic segera menutup pintu rumah dan mencari keberadaan kucing putih itu.

“Meoong …”

“Stop! Kau tidak boleh melakukannya, kucing! Kau tidak boleh tidur di sana!” seru Nic pada Moonlight yang sudah bersiap melompat ke atas sofa model terbaru yang diproduksi perusahaannya.

“Hei, kucing! Tadi kau dengar sendiri kan, aku itu tidak suka dengan kucing. Jadi, aku akan menyiapkan selimut serta makanan untukmu di teras rumah. Kau diamlah di sana dan jangan coba-coba menggaruk pintu rumahku. Okay?!” Nic memelototi Moonlight sambil bertolak pinggang.

Moonlight memiringkan kepalanya menatap Nic. Sepintas Nic merasa kalau kucing itu terlihat lucu. Tetapi dia lekas menggelengkan kepalanya. Dia harus kuat dan tidak boleh tergoda dengan sihir yang dimiliki kucing itu.

Sedetik kemudian Nic bergerak hendak menangkap Moonlight, namun kucing itu melesat dengan cepat ke bawah kaki Nic. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung sekitar satu jam lamanya hingga akhirnya Nic berhasil menangkap Moonlight dan mengeluarkan kucing itu ke teras rumahnya.

“Jangan bersedih, Moonlight. Aku akan merelakan selimut kualitas terbaikku untuk menjadi alas tidurmu. Tenang saja, pemilikmu bilang, hanya satu tahun …” cengir Nic lalu meninggalkan kucing itu sendirian di teras.

Karena dia sudah terlambat untuk converence, maka Nic memutuskan untuk meyelesaikan pekerjaan kantornya dari rumah, sembari mengawasi Moonlight. Dari siang hingga malam hari Nic mengurung di ruang kerjanya. Berkutat dengan laptop dan tabletnya.

Dari ruang kerjanya tersebut, Nic dapat melihat dengan jelas teras rumahnya dan terakhir kali dia mengintip Moonlight, kucing itu tengah meringkuk di atas selimut yang dia siapkan.

“Dia terlihat nyaman dengan selimut itu. Selimut seharga satu bulan gaji staff di kantor Golden Furniture Hongkong …” ujar Nic miris. Bukan karena harga selimutnya, tapi karena selimut itu kini menjadi alas tidur seekor kucing.

Menjelang tengah malam yang kebetulan malam bulan purnama, sesuatu yang mengejutkan membuat Nic terperangah. Cahaya bulan purnama yang menyorot ke teras rumahnya bersinar semakin lama semakin terang dan membentuk sorot cahaya putih yang menyilaukan mata.

“Apa itu??” Nic memundurkan kursinya dan berjalan ke depan jendela.

Kemudian perlahan-lahan cahaya terang itu mulai memudar, berganti dengan cahaya bulan yang biasa. Nic memincingkan matanya, mencari keberadaan Moonlight yang seharusnya masih melingkar di atas selimut.

“Oh no! Kucing itu – di mana kucing itu?” Nic merapatkan kedua tangannya ke jendela.

“Sh –” Nic mengumpat tertahan. Kucing itu menghilang dari teras rumahnya dan …

“Siapa gadis tanpa busana itu? Apa? Gadis? Whaaaattt?!” Nic berteriak panik seraya berlari keluar dari ruang kerjanya.

A/N :

Hai! Novel ini bergenre fantasi romance yang akan membawa kalian pada kehaluan tingkat tinggi tentang seekor kucing yang berubah menjadi seorang gadis cantik. Baca kelanjutkan kisah Moonlight and Mr. CEO sampai tamat yaa … Happy reading!!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Enggak Siap Dengan Perasaan Ini
8.4
Dunia Shiloh Jung runtuh saat bisnisnya hancur dan sang mantan menikah. Sang ayah lalu mengirimnya berlibur ke luar negeri demi memulihkan diri. Di sana, ia bertemu Edward Leung yang misterius. Mereka sepakat menjelajahi Rusia sebagai kekasih tanpa mengungkap identitas asli, sambil berjanji akan bersatu jika takdir mempertemukan mereka lagi. Namun, setahun kemudian Edward justru bersikap seolah tidak mengenal Shiloh. Rahasia besar apa yang sebenarnya ia simpan?
Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Amanda, sosialita kaya raya yang sombong, terjebak dalam masalah besar setelah menyetujui syarat ayahnya. Ia terbangun di pulau terpencil bersama Senja, pria dingin yang tak ia kenal. Keduanya terpaksa tinggal serumah demi misi reality show televisi dengan tujuan berbeda. Amanda yang manja membuat Senja kewalahan, sementara ketus pelayan itu membuat Amanda frustrasi. Di tengah konflik kepribadian yang kontras, mampukah mereka bertahan di lingkungan yang asing?
Sampul Novel Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!
8.5
Yun Xiaowen, calon ratu iblis, terjebak dalam nestapa usai bertemu Liuu Qiang Wen. Kaisar manusia berjuluk The Cyanide King itu membantai orang tua Xiaowen demi ambisi menguasai tujuh dunia. Tanpa cinta, ia menikahi Xiaowen hanya untuk memanfaatkan kelemahannya sebagai pion politik. Di tengah mimpi buruk yang seakan tak berakhir, Xiaowen meratapi nasibnya yang hancur sambil mempertanyakan apakah masih ada sisa kasih sayang di hati sang kaisar yang kejam.
Sampul Novel My Sweetheart is Nerd?
9.6
Shenia Ereshva, putri konglomerat, diam-diam terlibat dalam geng motor yang menentang shadow economy. Ia jatuh hati pada Rafka, pemuda genius korban perundungan, dan bertekad memenangkan hatinya. Namun, Rafka ternyata menyimpan rahasia serupa sebagai anggota geng motor. Keduanya pun dipertemukan kembali dalam misi besar untuk menjatuhkan organisasi R Black yang sangat kuat. Di tengah tumpukan rahasia ini, mampukah cinta mereka bertahan tanpa mengancam misi?
Sampul Novel PEDANG HALILINTAR
8.4
Jalu tumbuh sebagai pejuang aliran hitam di bawah asuhan guru abadi yang terasing di Pulau Tengkorak. Sang guru mengutusnya menaklukkan dunia persilatan, namun perjumpaan dengan pertapa Gunung Pesagi mengubah haluan hidup Jalu menuju jalan kebenaran. Saat sang guru berhasil bebas berkat bantuan iblis, Jalu harus menghadapi sosok yang membesarkannya itu dalam pertempuran besar demi menjaga kedamaian dunia yang kini menjadi tanggung jawabnya.
Sampul Novel Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan
8.4
Seorang ahli forensik masa kini terjerat konspirasi organisasi kriminal setelah menemukan bukti vital saat otopsi. Demi keselamatan, Harper Chu melarikan diri ke masa lalu dan menyamar sebagai putri pejabat di Dinasti Cerah. Di tengah kesendirian tanpa sekutu, ia harus menghadapi seorang pangeran yang mulai curiga akan keahlian uniknya. Mampukah Harper menuntaskan misi balas dendam dan melindungi identitas aslinya dari ancaman kerajaan yang mengintai?