APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mr. Reagan

Mr. Reagan

Reagan Adam dikenal sebagai miliarder rupawan yang dipuja banyak wanita. Namun, di balik pesonanya, ia adalah dalang pembunuhan berantai yang mencekam London. Hidupnya berubah saat bertemu Clara, gadis toko bunga yang ceria. Awalnya Clara adalah target buruan, namun Reagan justru terobsesi memilikinya. Kini, Clara terjebak dalam dekapan monster tampan yang mengklaim seluruh hidupnya. Akankah ia pasrah menjadi milik pria berbahaya yang bisa menghabisinya kapan saja?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Astaga!! Apa itu tadi? Apa yang dia lakukan?" tanya Clara setelah tersadar dari lamunannya. Gadis itu menatap ke arah jalanan di mana mobil milik pria tadi menghilang.

Clara menyentuh dadanya. Mencoba merasakan detak jantung yang masih berdetak kencang meski sosok yang menjadi penyebabnya telah menghilang. Sepertinya pria asing itu meninggalkan jejak yang begitu besar di hati Clara. Membuat gadis itu mungkin tidak akan melupakannya dalam beberapa hari ke depan.

Entah apa yang membuat pria asing tadi melakukan hal seperti demikian padanya. Mereka bahkan belum mengenal satu sama lain. Bahkan mungkin pertemuan mereka tadi adalah kali pertama mereka berdua bertemu. Clara tahu pasti siapa-siapa saja yang pernah bertemu dengan dirinya. Dan tidak ada orang yang pernah bersikap seperti tadi kepada dirinya. Tentu, gadis itu yakin bahwa pertemuan mereka tadi adalah yang pertama. Lantas, mengapa pria itu sungguh berani bersikap demikian padanya di kali pertama mereka bertemu?

"Pria yang aneh," komentar Clara.

"Siapa yang aneh? Siapa?"

Clara tersentak kaget. Di belakang wanita itu sekarang, berdiri seorang pria tampan yang tengah menatapnya penuh tanya. Ia tampak mengenakan hoodie bewarna abu-abu yang dipasangkan dengan jeans bewarna hitam lengkap dengan sneakers bewarna senada. Pria itu adalah Kevin, sahabat Clara sejak masih di bangku sekolah menengah pertama. Kevin adalah orang terdekat Clara setelah nenek dan kedua orangtuanya.

"Kau!? Kapan kau datang?" tanya Clara terkejut.

Kevin mengedikkan bahunya kemudian menjawab, "Aku sudah berada di sini sejak tadi. Sejak kau diam melamun sambil menatap ke arah jalanan."

Clara menaikkan sebelah alisnya. Melamunkan pria misterius tadi, membuat dirinya lupa dengan keadaan di sekitarnya. Bahkan ia tidak menyadari kehadiran Kevin yang berdiri tepat di belakangnya. Mungkin jika Kevin adalah seorang penjahat bisa saja ia sudah mati sejak tadi.

Gadis itu kemudian menghela napasnya pelan lalu berjalan memasuki toko bunga milik neneknya. Meninggalkan Kevin yang masih belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang sempat ia ajukan tadi. Dan itu sedikit membuat pria itu merasa kesal karena merasa telah diacuhkan.

"Hey, Clara. Kau belum menjawab pertanyaanku!" seru Kevin sedikit kesal. Pria itu menghampiri Clara yang tengah duduk di meja kasir. Gadis itu menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan. Tingkahnya yang demikian, membuat Kevin semakin kebingungan.

"Apa!?"

"Siapa? Siapa yang aneh?" serbu Kevin tidak sabaran.

Clara memutar bola matanya malas. Gadis itu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Ia kemudian menatap ke arah langit-langit ruangan.

"Tadi ada seorang pria. Aku tidak mengenalnya sama sekali. Awalnya, aku berpikir dia ingin membeli bunga di tokoku. Aku benar-benar senang karena ia terlihat sangat kaya," jelas Clara.

Kevin menarik sebuah kursi yang terletak di sudut ruangan lalu meletakkannya di depan meja kasir. Pria yang mengenakan hoodie bewarna abu-abu itu kemudian duduk di atasnya.

"Lalu? Apa dia tidak jadi membeli bunga di tokomu? Dan itu menghancurkan ekspetasimu tentangnya? Hanya karena itu?! Hanya karena itu kau menyebut dirinya aneh?" tuding Kevin. Pria itu menatap Clara sinis.

"Aishhh, bukan seperti itu! Tidak apa-apa jika dia tidak membeli apapun dari toko ini. Hanya saja, dia bertingkah laku aneh padaku. Tingkah lakunya benar-benar aneh. Sangat tidak biasa dilakukan oleh seseorang yang baru saja bertemu dengan orang asing," jelas Clara.

Kevin mengerutkan dahinya. Pria itu penasaran dengan apa yang sebenarnya dilakukan oleh orang yang dimaksud Clara itu padanya. Tidak biasanya gadis itu membicarakan orang seperti demikian. Kevin dapat memastikan bahwa ada sesuatu yang terjadi antara Clara dan pria asing itu tadi. Ah, ia sedikit menyesal seandainya ia dapat lebih awal tadi.

"Apa yang dia lakukan? Apa dia berbuat mesum padamu?" tanya Kevin.

Clara menggelengkan kepalanya. "Aku tidak yakin," jawab gadis itu.

"Lalu?"

"Dia tidak banyak berbicara. Hanya beberapa kata saja. Selain itu, dia hanya diam menatapku sambil menyeringai. Tatapannya benar-benar tajam hingga mampu membuat bulu kudukku meremang. Setelah itu, dia pergi dengan mobil mewahnya. Bukankah itu aneh sekali?" tanya Clara.

"Memangnya apa yang pria itu katakan padamu?" Bukannya menjawab pertanyaan Clara, Kevin malah balik bertanya kepada gadis itu.

Clara terdiam. Gadis itu tampak berpikir sejenak. Ia terlihat ragu ingin menjawab pertanyaan yang diajukan Kevin atau tidak. Namun, akhirnya ia menyerah. Tatapan penuh rasa ingin tahu di mata Kevin memaksa Clara untuk menjawab pertanyaan pria itu. Jika tidak, mungkin saja ia akan dihantui pertanyaan yang sama seharian penuh hingga dirinya memberi jawaban kepada Kevin.

"Kau memiliki leher yang indah, Nona," ucap Clara seraya memegangi leher belakangnya. Gadis itu tampak bergidik ketika menyebutkan kalimat tersebut.

"Dia mengatakan itu?" tanya Kevin. Clara mengangguk sebagai jawabannya. Membuat Kevin melototkan kedua matanya ketika mendengar ia menyebutkan kalimat tersebut.

"Aku yakin dia itu pria yang mesum. Terlihat dari bagaimana kau menceritakan semua tentangnya. Untung saja dia tidak berbuat macam-macam padamu," simpul Kevin. Pria itu menatap Clara khawatir.

"Kau harus berhati-hati, Clara. Kota ini sedang tidak aman. Kau pasti tahu tentang kejadian baru-baru ini, bukan? Jika kau melihat atau bertemu seseorang yang mencurigakan, cobalah untuk menghindar. Atau kau bisa menghubungiku jika kau membutuhkan sesuatu," ucap Kevin yang sarat akan kekhawatiran. Pria itu tampak begitu tulus ketika mengucapkannya. Bagaimanapun juga, Clara adalah satu-satunya sahabat yang telah dekat dengannya sejak lama. Ia bahkan telah menaruh hati pada gadis itu. Namun, hingga saat ini belum pernah pria itu mengutarakan isi hatinya pada Clara. Alasannya simple, Kevin tidak ingin persahabatan yang telah mereka jalin bertahun-tahun lamanya rusak begitu saja akibat perasaannya yang belum tentu terbalas. Maka dari itu, Kevin memilih untuk memendamnya. Sampai kapan? Entahlah, hanya Kevin yang tahu hal itu.

Mendengar ucapan Kevin, membuat Clara tersenyum. Gadis itu merasa bahagia memiliki orang seperti Kevin di sisinya. Meyakinkan dirinya bahwa ada orang-orang yang peduli kepadanya mesjid kedua orangtuanya sudah tidak adalagi bersama dengan dirinya. "Aku pasti baik-baik saja. Tenanglah, tidak akan terjadi apapun padaku," ucap Clara lembut.

"Kau harus selalu mengaktifkan ponselmu. Agar jika terjadi sesuatu, aku bisa menghubungimu kapanpun," ujar Kevin. Sementara Clara hanya membalas ucapan pria itu dengan senyuman.

Entahlah, Kevin merasa ada sesuatu yang janggal di dalam hatinya. Pria itu merasa sesuatu yang buruk akan datang menimpa Clara. Walau begitu, ia tetap berharap. Apapun yang terjadi kedepannya, tidak ada seorang pun yang tahu. Yang bisa ia lakukan hanyalah berharap dan berdoa agar sahabat sekaligus cintanya itu selalu dalam keadaan baik-baik saja.

"Oh iya satu hal lagi. Jika pria mesum itu datang lagi kemari, segera hubungi aku. Atau jika aku tidak bisa dihubungi cobalah untuk melarikan diri ke tempat Ny. Wilson. Ia dan suaminya akan menolongmu nanti," ucap Kevin.

Clara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja," ucap gadis itu.

"Semoga saja," lirih Kevin.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beta Romeo and His Rogue
9.0
Rena Schaaci adalah rogue yang tersesat di Pack The Lightcrown Claws demi mencari kakaknya. Setelah kehilangan seluruh keluarga, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan dapur. Di sana, ia bertemu Romeo Riley, sang Beta yang berambisi memusnahkan semua rogue. Konflik batin memuncak saat Romeo menyadari bahwa target buruannya adalah mate-nya sendiri. Di tengah penderitaan, Rena memilih menghapus ingatan kelamnya, menciptakan kisah cinta tragis yang penuh luka bagi mereka.
Sampul Novel Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!
8.5
Yun Xiaowen, calon ratu iblis, terjebak dalam nestapa usai bertemu Liuu Qiang Wen. Kaisar manusia berjuluk The Cyanide King itu membantai orang tua Xiaowen demi ambisi menguasai tujuh dunia. Tanpa cinta, ia menikahi Xiaowen hanya untuk memanfaatkan kelemahannya sebagai pion politik. Di tengah mimpi buruk yang seakan tak berakhir, Xiaowen meratapi nasibnya yang hancur sambil mempertanyakan apakah masih ada sisa kasih sayang di hati sang kaisar yang kejam.
Sampul Novel Keturunan Terakhir!
9.5
Zha, ketua mafia Legion Of Death yang dijuluki Gadis Pecinta Asap, berambisi memburu keturunan terakhir Klan Jangkar Perak demi membalas dendam kematian ayahnya. Pencariannya hanya berbekal petunjuk tato jangkar misterius. Namun, sebuah insiden peluru mengungkap keberadaan chip manipulasi yang tertanam di tubuhnya sejak bayi. Saat chip itu diangkat, tato jangkar justru muncul di kulit Zha sendiri. Siapakah pewaris sejati yang ia cari? Zha kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Sampul Novel Pendekar Serigala Putih
8.8
Setiap lima abad, ancaman besar menghantui Nusantara melalui bangkitnya sang Pendekar Iblis yang membawa petaka. Kirana Sasmaya, putri Chandika Kalandra sekaligus keturunan pahlawan Bhadrika, memikul takdir berat. Ia tidak hanya dilatih menjadi pendekar tangguh, tetapi juga ditakdirkan sebagai penyihir terhebat sepanjang masa. Mampukah Kirana menggapai impian menjadi Pendekar dan Penyihir Putih demi menumbangkan dominasi kegelapan Pendekar Iblis?
Sampul Novel Pendewaan
8.8
Zen Luo, seorang bangsawan yang jatuh kasta, kini terhina sebagai budak sekaligus sasaran latihan fisik sepupunya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah tubuhnya menjadi senjata mistis yang tak terpatahkan. Di tengah kekacauan dunia akibat persaingan antar klan, Zen bangkit membawa misi balas dendam dan ambisi besar. Dengan fisik sekuat pusaka, ia menantang para pendekar kuat demi meraih keabadian. Mampukah ia menaklukkan takdir dan menjadi legenda?
Sampul Novel Pengendali Sistem Terkuat
8.9
Di dunia yang mewajibkan setiap anak membangkitkan kekuatan khusus pada usia tujuh tahun, Martis justru dianggap cacat. Hingga umur lima belas tahun, ia tetap tidak memiliki kemampuan apa pun hingga sering dihina oleh teman-temannya. Meski dicemooh, pemuda dari keluarga sederhana ini mendapat kasih sayang penuh dari orang tuanya yang selalu membelanya. Di balik tekanan sosial yang berat, Martis tetap memegang keyakinan teguh bahwa ia bukanlah sosok yang lemah.