APKDock Logo
Sampul Novel My Annoying Boss

My Annoying Boss

7.9 / 10.0
Demi lepas dari mantan pacar yang toksik, Sina nekat mengeklaim seorang pria asing sebagai kekasih barunya di sebuah restoran. Sialnya, pria itu ternyata Abraham Prama, atasan barunya di kantor. Di sisi lain, Abraham yang terdesak tuntutan menikah dari orang tuanya melihat ini sebagai peluang. Ia pun menuntut pertanggungjawaban Sina atas sandiwara tersebut. Terjebak dalam kesepakatan tak terduga, Sina harus menghadapi tuntutan sang bos miliarder yang menyebalkan.

My Annoying Boss Bab 1

Definisi mencari masalah yang sesungguhnya sedang dihadapi oleh Sina Lestari. Berharap bisa terlepas dari jeratan mantan super toxic, Sina malah membuat masalah baru yang lebih... astaga, bagaimana menyebutnya. Sina sangat menyedihkan sekali! 

Sina tidak sengaja menatap lawan bicaranya yang tak lain Abraham Prama. Satu-satunya orang yang sangat menginginkan nyawa Sina sekarang. Mungkin..., bisa dibilang begitu? Ah, entahlah. Yang jelas, sekarang Sina sedang terpojok. Berada di ruangan si bos, cuma berdua, dengan suasana agak mencekam.

"Pak, saya bisa jelaskan." Ketika Sina berhasil mengeluarkan suara setengah gemetaran, Sina seperti berdiri di atas jembatan kaca. Ia kesusahan menarik napas, bahkan sekadar memutar kepala untuk melihat ke sekeliling, Sina sudah tidak sanggup lagi.

Pura-pura pingsan? Atau kesurupan saja? Siapa tahu atasannya agak bisa memaklumi, setelah itu melepas Sina tanpa harus mengingat bahwa Sina telah membuat masalah dengan Abraham Prama.

"Saya nggak butuh penjelasan. Kamu tiba-tiba menarik saya, dan mengakui saya sebagai selingkuhan kamu. Woah. Kamu sama seperti mencoreng nama saya."

Sina kesusahan menelan ludah. Andai saja Sina disuruh berlutut dan meminta ampun, ia juga tidak mau, sih! Memangnya ia hidup di zaman apa sampai disuruh berlutut segala? Walau perusahaan tempat ia bekerja memang bagus, sesuai dengan gaji yang diberikan, tapi rasanya sangat berlebihan kalau diminta berlutut segala. Sina masih memiliki harga diri. Lebih baik Sina mencari tempat kerja lain.

Tapi..., Sina melirik Abra diam-diam lalu menggigit dalam pipinya. Jika ia di depak dari perusahaan sungguhan, otomatis ia akan menganggur selama beberapa waktu, atau bisa berbulan-bulan. Dan selama menganggur bisa dipastikan Sina akan menghadapi omelan Ibu tirinya. Cuma karena Sina lebih banyak makan dari anggota keluarga yang lain, Sina dimaki habis-habisan. Padahal yang mencari uang, bayar listrik, air, dan lain-lain juga dari gajian Sina.

"Ish... sial."

"Apa kamu bilang?" tegur Abra.

Suara Abra mengejutkan Sina. Perempuan berusia dua puluh enam tahun itu sampai berjingkat dari tempat duduknya. Sina menggeleng sembari menggoyangkan tangan.

"Saya nggak ngomong apa-apa, kok!" Sina menunjukkan dua jarinya di depan Abra. "Tapi beneran, Pak. Saya nggak maksud mau bikin nama Bapak jelek. Saya juga nggak tahu kalau Pak Abra itu atasan baru saya. Maaf sekali lagi, Pak."

Abra mengibaskan sebelah tangan ke udara. Ditatap nya Sina beberapa detik hingga perempuan itu salah tingkah, kemudian mengeluarkan suara cegukan.

"Saya nggak ada waktu buat kenalan sama perempuan di sana-sini. Karena kamu sudah pegang tangan saya, dan mengakui saya sebagai selingkuhan di depan banyak orang, rasanya nggak adil kalau kamu nggak tanggungjawab."

"Tanggungjawab kayak gimana ya, Pak? Saya rakyat jelata lho, Pak."

Sina ketar-ketir mendengar atasannya meminta pertanggungjawaban. Dalam bentuk apa dulu? Sina bukan dari keluarga kaya raya yang bekerja hanya untuk mengisi waktu luang. Ia bekerja karena butuh makan, untuk biaya hidupnya sendiri, tapi hampir delapan puluh persen gajiannya untuk kebutuhan rumah, sekolah adik-adiknya, dan kebutuhan lainnya yang kadang tidak ada hubungannya dengan Sina.

"Saya butuh calon istri," ujar Abra tanpa basa-basi.

"Tapi, Pak..., saya nggak buka jasa cari jodoh. Saya sendiri juga jomlo sekarang. Saya juga nggak punya teman yang cantik-cantik kayak di internet. Adanya teman saya namanya Siti. Cuma, Pak... dia sudah nikah dari satu tahun yang lalu."

Sina secara rinci menjelaskan siapa Siti, dan apa statusnya sekarang. Karena kalau ditanya siapa-siapa saja teman Sina, jawabannya hanya Siti. Lagi pula, atasannya ada-ada saja, sih. Kalau minta jodoh itu berdoa ke Tuhan. Kenapa mengeluh ke Sina?

"Pastikan hari minggu kamu nggak punya janji sama siapa pun. Kalau pun ada, batalkan!" seru Abra.

"Saya nggak pernah ke mana-mana kalau hari minggu, Pak. Di hari itu jadwal saya nge-babu di rumah, Pak," sahut Sina polos.

"Ya sudah, khusus minggu besok, kamu dandan yang cantik, pakai pakaian yang sudah disediakan." Abra menatap lurus ke Sina.

Sina mengerjapkan kedua matanya. "Maaf, Pak. Maksud Bapak, saya mau dijadiin pembantu di rumah Bapak minggu besok?"

"Saya nggak lagi cari pembantu. Di rumah sudah ada satu lusin. Kalau pun kurang, saya nggak mungkin bawa kamu."

Diam-diam Sina mengejek Abra sombong. Iya, sih, Abra dan keluarganya memang kaya raya. Tapi tidak perlu disebutkan berapa banyak pembantu di rumahnya, kan? Sina juga tidak tanya, kok.

"Kalau bukan dijadiin pembantu, apa dong, Pak? Nggak mungkin saya dijadiin Ratu di rumah Bapak, kan? Haha," kekeh Sina.

"Memang benar," sahut Abra.

Suara tawa Sina tiba-tiba menghilang. Untuk beberapa detik Sina seperti hilang kesadarannya. Sina kembali tertawa di depan Abra. "Bapak, nih... bisa bercanda juga ya. Saya sampai kaget lho, Pak!"

"Minggu besok, saya dan kedua orang tua saya mau ke rumah kamu buat melamar."

"Melamar?" Sina kelihatan bingung. "Di rumah ada empat orang perempuan memang, Pak. Saya, Mama tiri saya, sama adik-adik saya. Tapi mereka masih sekolah." Sina mengerjapkan mata lagi. Tiba-tiba ia kepikiran. "Jangan bilang Pak Abra mau melamar Mama tiri saya? Aduh, Pak, makasih banget kalau gitu! Ambil aja, Pak, nggak apa-apa! Kalau perlu ajak nikah Mama tiri saya besok! Saya sudah nggak sanggup membiayai Mama tiri saya."

Kesabaran Abra benar-benar di uji ketika dihadapkan dengan perempuan muda bernama Sina Lestari. Abra menggunakan bahasa manusia yang paling gampang dicerna manusia lainnya. Tapi rasanya, Sina bukan manusia. Kenapa malah mutar ke mana-mana. Memangnya Abra sudah gila mau menikahi wanita yang jauh lebih tua?

"Yang mau saya lamar itu kamu. Kenapa jadi Mama tiri kamu!" pekik Abra kesal.

Uhuk!

Sina tersedak ludahnya sendiri ketika sedang tertawa. Sepasang mata Sina mendelik, seolah sangat terkejut. Tadi Abraham Prama bilang apa? Ingin melamarnya? Apa lelaki itu sudah tidak waras?!

Kejutan macam apa ini? Sina pikir Abra akan memecatnya tanpa hormat karena dianggap telah mencoreng muka lelaki itu dengan mengakui bosnya sebagai selingkuhan di depan pacarnya.

Sina keluar ruangan Abra dengan tampang bingung. Bukankah tidak wajar jika Abra ingin menikahinya? Bukannya Sina berharap terjadi sesuatu yang buruk kepadanya. Mengingat ia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Hanya saja, ia menjadi bingung sendiri. Abra dalam keadaan sadar, atau tengah mabuk siang bolong begini? Atau telinga Sina sedang bermasalah?

Astaga! Demi Tuhan, Abraham Prama membuat Sina mirip orang linglung. Jika ditanya apa ia senang akan dilamar bosnya, Sina menjawab tidak. Karena dinikahi lelaki kaya raya, ditambah bosnya sendiri membuat Sina malah takut. Bagaimana dengan keluarganya? Mana mungkin keluarga Prama akan menyetujui jika anak lelaki kebanggaannya menikah pegawai biasa? Yang Sina tahu, orang kaya akan mendapatkan yang sama kayanya. Sina apa sih, cuma remahan kerupuk tahu!

Lanjut Membaca

Daftar Isi My Annoying Boss

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Sebagai imbalan, ia memaksa Anthony menikahinya. Anthony setuju, namun dengan syarat identitas Alicia sebagai istrinya harus dirahasiakan dari publik. Menjalani peran sebagai istri yang disembunyikan layaknya simpanan, akankah ikatan kontrak ini bersemi menjadi cinta sejati atau justru berakhir dengan luka mendalam bagi keduanya?
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Rangga terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Davina. Pria itu rela melakukan segala cara demi mencuri perhatian sang wanita impian. Setiap tindakan yang Rangga ambil dirancang khusus untuk memikat hati Davina agar mau membalas perasaannya. Di tengah ambisi tersebut, ia terus berjuang memancing simpati Davina demi mendapatkan cinta yang ia dambakan. Inilah kisah perjuangan seorang pria yang tak kenal lelah mengejar wanita pilihannya dalam balutan romansa modern.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Samuel Adinata dikenal sebagai CEO Royal Adinata sekaligus sosok suami dan ayah idaman bagi Elena dan Eliott. Namun, di balik citra sempurna itu, tersimpan misteri besar mengenai ketulusan sikapnya. Samuel ternyata menyimpan rahasia gelap yang perlahan mulai terkuak. Bukan sekadar pengkhianatan biasa, Elena akhirnya menyadari bahwa pernikahan mereka hanyalah taktik licik. Ia murka saat tahu dirinya hanya dimanfaatkan demi kepentingan tersembunyi sang suami.
Sampul Novel Secret Wife
9.1
Satu dekade membina rumah tangga, Bram dan Sinta belum juga dikaruniai keturunan. Tanpa pemeriksaan medis, Bram dan ibunya terus menghakimi Sinta sebagai pihak yang mandul. Akibat desakan sang ibu yang ingin segera menimang cucu, Bram akhirnya memutuskan untuk berpoligami secara diam-diam. Namun, sebuah rahasia besar tersimpan rapat: bagaimana jika sebenarnya Bram lah yang tidak bisa memiliki anak? Akankah Sinta tetap diam saat pengkhianatan ini terungkap?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan