APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Bad Boss

My Bad Boss

Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 2

[Bab 2 : Boss Mesum!]

[Normal pov]

Jessica datang ke kantor Xaiver dan di depan ruangan Xaiver, Jessica melihat seorang gadis yang terlihat gugup berdiri di depan ruangan Xaiver dengan kepala tertunduk. Jessica bertanya sebentar lalu ia masuk keruangan Xaiver, ia tau apa yg membuat gadis di depan itu gugup. Awalnya ia kira itu gadis panggilan Xaiver, makanya ia bertanya dengan nada sinis dan menatapnya tajam. Tapi ternyata ia gadis yang akan bekerja di kantor Xaiver dan bukan gadis panggilan Xaiver.

"Bisakah kau tidak melakukan ini di saat jam kerja." gerutu Jessica saat ia sudah di dalam ruangan Xaiver.

Xaiver dan perempuan tadi sudah berpakaian lengkap tidak seperti saat Deeva melihatnya.

"Nanti uangnya aku transfer." kata Xaiver pada perempuan itu dan perempuan itu pun berlalu keluar ruangan.

"Mau apa kau kemari?" tanya Xaiver menghiraukan perkataan Jessica sebelumnya.

Jessica berdecak kesal melihat tingkah Xaiver yang tidak membalas ucapannya. "Mom merindukanmu, pulanglah ke rumah, dan bisakah kau tidak melakukan itu di saat jam kerja! " Jessica berseru di akhir kalimatnya.

"Aku tidak akan pulang ke rumah selama masih ada lelaki itu di rumah! Dan ya aku tidak bisa." jawab Xaiver enteng, ia merapikan dasinya lalu kembali duduk di kursi kerjanya dengan santai.

"Kau tidak boleh begitu, Xaiver! Bagaimana pun dia Ayah kita! Kau bisa melakukan itu tapi tidak di saat jam kerja!" teriak Jessica geram dengan kelakuan adiknya yang player itu.

"Dia bukan Ayahku, tapi penghancur keluarga kita. Sudahlah jika kau ke sini hanya untuk mengomeliku lebih baik kau pergi saja, aku sibuk" ucap Xaiver dengan terus terang mengusir Jessica dari kantornya.

Jessica memutar bola matanya kesal. Percuma ia berdebat dengan Xaiver, tidak akan pernah ada ujungnya. Xaiver adalah anak yang keras kepala. Jika bukan karena kemauannya sendiri ia tidak akan melakukannya.

"Sibuk bercumbu dengan para wanita jalang." ucap Jessica kesal.

"Itu kau tau." balas Xaiver santai kayak lagi di pantai.

Jessica menghela nafas lelah, lalu ia menghempaskan dirinya di sofa single.

"Xaiver dia itu bukan penghancur keluarga kita, semua itu hanya kecelakaan." ucap Jessica kemudian setelah cukup lama diam.

"Kecelakaan? Dia memang sengaja membunuh Daddy agar bisa memiliki semua harta Daddy." ucap Xaiver dengan nada yang tinggi.

"Xaiver, dia tidak seperti yang kau pikirkan selama ini." ucap Jessica juga dengan nada tinggi. Sudah di bilang jika Xaiver anak yang keras kepala 'kan?

"Memangnya kau tau apa yang aku pikirkan?" tanya Xaiver dengan alis terangkat satu dan tak lupa dengan senyuman menyeringai.

"Terkadang yang kita lihat tidak seperti kenyataannya, Xaiver." ucap Jessica.

"Harusnya kata kata itu pantas untukmu, Jes." ucap Xaiver.

"Ck, sudahlah berbicara denganmu hanya akan membuatku darah tinggi saja! Jangan lupa nanti malam pulang ke rumah makan malam bersama Mommy, ia sangat merindukanmu, setidaknya datanglah untuk Mommy." ucap Jessica.

Setelah mengucapkan itu Jessica langsung bangkit dari sofa dan melenggang pergi dari ruangan itu dengan menghentakkan kakinya kesal.

Xaiver menghela nafas lalu memanggil Deeva untuk masuk ke ruangannya karena ia akan meng-interview langsung karyawan barunya. Tentu saja hanya calon karyawan bagian sekretaris pribadi, bukan karyawan yang lain. Karena hanya perempuan cantik yang bisa menjadi sekretaris pribadinya.

Kini Deeva telah berada di ruangan Xaiver, duduk di kursi yang telah di sediakan ia hanya menunduk tidak berani menatap sang bos besar.

Jika ia sebelumnya berdoa agar ia diterima di perusahaan ini maka sekarang ia berdoa agar ia tidak diterima di perusahaan ini. Ia tidak bisa membayangkan punya boss mesum, lebih baik ia bekerja di perusahaan biasa dan dengan bos yang biasa pula. Dari pada bekerja di perusahaan besar tapi memiliki bos mesum macam Xaiver!

"Berapa umurmu?" tanya Xaiver menatap perempuan di hadapannya.

Perempuan yang duduk di bangku depan mejanya. Perempuan berambut panjang dengan rambut yang di ikat menjadi satu dengan kacamata baca yang sedikit kebesaran, kemeja putih dan blazers hitam dengan bawahan celana bahan hitam.

"22 tahun Mr.Maximilian." balas Deeva masih dengan menundukkan kepalanya.

***

[ Adeeva Adelia Albert ]

Aku menyerahkan dokumen berisi tentang data diriku pada Mr.Maximilian, ia membaca lalu menutupnya kembali. Ralat bukan membacanya, hanya membukanya lalu memutupnya kembali, maksudku apakah ia tidak benar - benar membacanya atau mungkin ia punya kekuatan super untuk membaca. Seperti super dede sinetron mnctv yang sering Ibuku tonton setiap hari?

"Berapa umurmu?" tanyanya.

"22 Tahun, Mr.Maximilian." balasku lirih. Aku menundukkan kepalaku, aku takut jika harus menatap mukanya yang mesum itu.

Aku bisa melihat dari ekor mataku jika Mr.Maximilian memerhatikanku sebentar, lalu berkata. "Kau diterima. Hari ini juga langsung bekerja." kata Mr.Maximilian santai.

"Apa!!!" teriakku refleks karena kaget, bagaimana bisa ia langsung memutuskannya begitu saja bahkan ia belum meng-interviewku. Boro-boro interview, membaca tentang diriku saja tidak. Apa dengan hanya menanyakan umur saja sudah termasuk interview ?

"Kenapa?" tanyanya sambil menaikkan satu alisnya. Bingung dengan reaksi yang aku berikan mungkin.

"Anda bahkan tidak-maksud Saya, Anda bahkan belum membaca data tentang diri Saya lalu Anda juga belum Meng-interview saya bagaimana bisa Anda langsung memutuskannya!" Seruku lantang.

"Aku bos nya jadi terserah Aku." ucapnya datar namun terkesan santai.

"Tapi--"

"Jadi kau ingin aku mempersulit kau hmm." Mr.Maximilian berdiri dan mencondongkan tubuhnya kearahku, membuatku menjadi gugup setengah mati karena wajahnya terlalu dekat dengan wajahku.

"Ti-tidak." ucapku gugup karena saat ini jarak antara aku dan Mr.Maximilian semakin dekat bahkan aku sampai bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahku.

"Bagus, sekarang pergilah keruanganmu. Kau menjadi sekretaris pribadiku." ucapnya di depan wajahku lalu kembali menjauh kan wajah nya dari hadapanku.

"Tapi aku melamar menjadi managers bukan sekretaris, apalagi pribadi!" ucapku lagi, dengan nada yang sedikit keras.

Mr.Maximilian menatapku kesal. "Siapa bosnya di sini? Kau atau aku?" tanyanya.

Dia bodoh atau apa? Kenapa bertanya hal yang jelas jelas dia sudah tau jawabannya sih?

"Anda." balasku.

"Aku bosnya kan? Jadi keputusan ada di tanganku." Jawabnya, sepertinya ia mulai marah bukan lagi kesal.

"Tapi--"

"Pergi keruanganmu sekarang juga atau aku akan menciummu." ucapnya dengan nada mengintimidasi yang membuat bulu lenganku langsung meremang seketika.

Astaga atasan macam apa ini?

Bicara seenaknya sendiri! Aku tidak tau kalau ternyata Mr.Maximilian itu masih muda dan juga mesum seperti dia kalau aku tau aku tidak akan pernah akan melamar bekerja di sini!

"Apalagi!" tanyanya saat aku berbalik menghadapnya. Karena aku sudah melangkah agak jauh dari meja kerjanya.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Tampan dan Gadis Desa
9.2
Alaric Athafariz adalah duda yang mengabdikan hidupnya demi kebahagiaan Angel, putri kecilnya. Sejak kepergian istrinya, ia menutup hati hingga pertemuannya dengan Ashila, seorang gadis desa, mengubah segalanya. Kehadiran Ashila membawa warna baru dalam hidup sang CEO yang dingin. Namun, rahasia besar perlahan terungkap bahwa Ashila memiliki kaitan erat dengan masa lalu Alaric. Bagaimana kelanjutan takdir yang menghubungkan mereka berdua dalam cinta yang tak terduga?
Sampul Novel Direktur Iblis Takut Kehilangan
8.4
Hidup Lia Adelia hancur seketika saat ia kehilangan suami dan diusir dari rumahnya sendiri. Sebagai janda dengan dua anak, ia berjuang mencari kerja meski terus diremehkan karena status dan fisiknya. Takdir mempertemukannya dengan Bagas Samudra, direktur bank yang dingin dan menyebalkan. Meski Lia bersumpah tidak akan menikah lagi demi mendiang suaminya, sikap Bagas perlahan berubah menjadi penuh perhatian. Apa sebenarnya rencana sang direktur terhadap Lia?
Sampul Novel Gairah Terpendam Suami Kontrak
8.4
Demi melunasi utang sang suami, Deryl, Kavita nekat menjalani pernikahan kontrak setahun dengan bosnya, Ezra. Namun, pengorbanan itu dikhianati saat Deryl diam-diam menikah lagi dengan Yura. Tak tinggal diam, Kavita memperpanjang kontraknya bersama Ezra untuk membalas dendam dan merebut seluruh harta Deryl hingga pria itu jatuh miskin. Ironisnya, saat semua rencananya berhasil, Ezra justru enggan melepaskan Kavita meski masa perjanjian mereka telah berakhir.
Sampul Novel Love Want To Be Restored
9.4
Amilie dan Ethan terikat pernikahan demi kepentingan bisnis keluarga. Hidup Amilie terasa hampa bersama suami yang kaku, hingga kehadiran putra mereka menjadi satu-satunya penghiburan. Saat rumor perselingkuhan Ethan mencuat, Amilie memilih bertahan demi status. Namun, kabar bahwa Ethan memiliki anak lain menghancurkan segalanya. Amilie akhirnya meminta cerai, tetapi Ethan justru menolak dan mulai menunjukkan kehangatan yang selama ini tidak pernah ia berikan.
Sampul Novel My Possessive CEO
8.3
Sinta adalah gadis malang yang berulang kali nyaris menjadi korban pelecehan seksual. Beruntung, Biru yang merupakan seorang CEO muda selalu muncul untuk menyelamatkannya. Meski awalnya hanya kebetulan, Biru ternyata telah jatuh hati sejak pandangan pertama. Namun, Sinta justru merasa sangat takut untuk memulai hubungan asmara karena trauma masa lalu yang menghantuinya. Akankah kegigihan Biru mampu meluluhkan hati Sinta yang penuh luka? Simak kisah romansa dewasa ini.
Sampul Novel Never Ending Pleasure
8.3
Becca Willson hanyalah mahasiswi biasa hingga takdir mempertemukannya dengan Derren Lambert. Pria itu bukan sekadar CEO perdagangan besar di Chicago, melainkan seorang bos mafia yang disegani. Meski nyawa Becca terancam oleh serangan musuh, ia tetap memilih bertahan di sisi Derren. Becca tak gentar menghadapi bahaya demi memenuhi gairah yang membara di antara mereka. Kisah penuh risiko dan hasrat dewasa ini membuktikan kesetiaan Becca pada sang penguasa.