APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Hot Daddy

My Hot Daddy

Terdesak masalah ekonomi, Joanna terpaksa mengambil keputusan drastis dengan menjadi sugar baby bagi Regan. Pria itu memberikan satu syarat mutlak: hubungan mereka tidak boleh melibatkan perasaan. Namun, di tengah kemewahan tersebut, Joanna mendengar rahasia gelap mengenai jati diri Regan yang sebenarnya. Kini, ia terjebak dalam dilema antara bertahan demi uang atau mengikuti kata hati. Akankah benih cinta tumbuh meski sejak awal telah dilarang?
Bab
Bagikan

Bab 1

Dug dug dug.

“Mati aku. Gimana caranya aku cari uang, mana harus dibayar minggu depan lagi,” gerutu Joanna sambil membenturkan keningnya beberapa kali ke atas meja.

“Aku harus cari uang ke mana ini. Gajianku masih dua minggu lagi dan itu juga cuma cukup buat hidup aku. Sial benar sih nasibku semester ini. Padahal tinggal setahun lagi kenapa harus ditarik beasiswaku,” keluh Joanna putus asa.

Joanna sedang dilanda stres tingkat tinggi saat ini. Dia sedang kesusahan keuangan karena beasiswa yang selama ini menopang biaya kuliahnya tiba-tiba ditarik dengan alasan yang tidak jelas. Padahal Joanna saat ini sedang ada di tahun terakhir kuliahnya. Kalau dia sampai tidak bisa membayar uang kuliahnya, maka bayangan drop out dari kampus sudah tidak akan bisa dihindari lagi.

Padahal Joanna juga sambil bekerja paruh waktu di salah satu toko kue merangkap taman bacaan ketika malam hari. Namun gaji yang dihasilkan itu hanya cukup untuk biaya hidupnya sehari-hari.

Kedua orang tua Joanna sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dan kakaknya juga ga pergi entah ke mana menghilang tanpa jejak hingga saat ini. Joanna beruntung bisa kuliah karena dia mendapatkan beasiswa itu.

“Hei ... ngelamun aja,” sapa Irene sahabat Joanna.

“Eeh ... kamu udah keluar kelas. Duduk, Ren,” jawab Joanna sambil membenarkan tatanan rambutnya yang pasti berantakan.

Irene duduk di kursi yang ada di depan Joanna. Dia tersenyum melihat temannya itu lalu memanggil seorang pelayan untuk memesan sesuatu.

“Kucel amat sih. Mau pesen ga?” tawar Irene.

“Udah kok, aku udah pesen. Tinggal tunggu di anter aja,” jawab Joanna.

“Beneran udah pesen?” tanya Irene berusaha untuk memastikan.

“Udah kok, tuh ... dateng kan,” ucap Joanna yang kebetulan pesanannya sudah datang.

“Kalo gitu, saya pesen sama aja deh kaya dia, Mbak,” ucap Irene pada pelayan itu.

“Baik kak, ditunggu sebentar ya,” jawab pelayan itu kemudian segera pergi meninggalkan meja Joanna.

Joanna yang sedang stres pun segera melahap capcay pesanannya karena perutnya sangat lapar. Harga makanan dan minuman di cafe ini memang cenderung lebih murah daripada cafe sejenisnya. Menurut kabar, cafe ini memang khusus melayani kantong mahasiswa.

“Jo, gimana masalahmu. Udah dapet solusi belum?” tanya Irene yang merasa kasihan pada Joanna sahabat baiknya itu.

“Kalau udah dapat solusi aku gak mungkin stress kayak beginilah. Aku tadi nanya lagi ke bagian kemahasiswaan, tapi jawabannya masih tetap sama, mereka gak tahu alasannya apaan,” jawab Joanna sambil menghembuskan nafasnya berat.

“Ya ampun kok kayaknya gak adil banget ya. Kenapa juga harus di tahun terakhir kamu, mendadak pula. Aku juga jadi bingung gimana cara bantu kamu,” ucap Irene yang merasa kasihan pada sahabatnya itu.

“Gak usah ikut bingung. Kamu masih ada di samping aku dan dengerin semua keluhan aku itu udah sangat membantu banget, Ren. Aku gak tahu harus cerita sama siapa kalau misalnya kamu gak ada. Minimal aku bisa sedikit mengurangi beban pikiran aku kalo udah cerita sama orang.”

“Aku cuma bisa bantunya kayak gitu doang. Uang semester kita terlalu besar dan orang tuaku juga ngumpulinnya dengan susah payah. Tapi aku yakin kok, kamu pasti bisa dapet jalan karena kamu orang baik. Tuhan pasti bantu, percaya deh,” ucap Irene berusaha untuk menghibur sahabatnya itu.

“Iya dulu mendiang mamaku juga sering banget bilang kayak gitu. Makanya aku masih percaya, semoga saja di detik-detik akhir nanti akan ada keajaiban. Thank you ya udah tetap jaga semangat aku.”

Pesanan Irene datang. Wanita muda itu kini segera menyantap makanannya karena milik Joanna sudah hampir habis. Mereka berdua makan sambil sesekali mengobrol santai agar Joanna bisa sedikit melupakan beban hidupnya itu.

Joanna adalah mahasiswa pintar yang ada di kampusnya. Bahkan saat ini dia sedang berencana untuk mengambil skripsi lebih awal agar dia bisa segera lulus dan konsentrasi mencari pekerjaan sebagai penopang hidupnya. Kalau mengandalkan gaji di taman bacaan, itu sangat kurang sekali.

“Jo, aku harus pulang. Aku dipanggil mama aku karena mau minta anter ke rumah tante. Kamu mau pulang sekarang, biar aku anter sekalian,” ucap Irene setelah dia menerima telepon dari mamanya.

“Gak usah, Ren. Kamu pulang aja dulu gak papa, soalnya aku masih pengen di sini. Sekalian nanti nunggu jam kerja aku aja. Lagi males pulang, nanti kalau sendirian malah kepikiran mulu,” jawab Joanna pada temannya itu.

“Beneran nih gak papa?” Irene berusaha untuk memastikan.

“Iya gak papa, santai aja. Lagian aku juga kan bukan anak kecil yang gak bisa pulang sendiri,” jawab Joanna sambil tersenyum.

Irene pun akhirnya berpamitan kepada sahabatnya itu. Tadinya dia ingin menghibur Irene namun mamanya ingin dia segera pulang untuk urusan yang lain. Dengan sangat terpaksa Irene harus meninggalkan Joanna sendirian.

Joanna kesepian lagi walaupun musik di cafe ini terus mengalun dan beberapa meja juga terdengar tawa dari penghuninya. Tapi tetap saja pikiran Joanna yang sedang kalut lebih mendominasi saat ini.

“Mendingan aku baca buku aja deh, biar bisa ngalihin pikiranku,” ucap Joanna sambil mulai menyingkirkan piring kotor yang ada di atas mejanya itu.

Baru sekejap saja Joanna langsung larut dalam bacaannya. Dia memang sangat suka membaca dan ketika dia sudah larut dalam bacaannya, Joanna bisa sampai lupa waktu.

Tok tok tok.

Terdengar suara ketukan di meja yang membuat Joanna menurunkan bukunya sedikit lalu mengangkat pandangannya ke depan. Dia melihat ada seorang pemuda duduk di depannya sambil tersenyum ke arahnya. Seorang pemuda yang tidak dikenal bahkan baru kali ini dia lihat.

“Siapa ya?” tanya Joanna sambil sedikit mengerutkan keningnya.

“Kenalin, aku Regan,” jawab pemuda itu sambil mengulurkan tangannya.

Joanna menurunkan sedikit lagi buku yang ada di tangannya itu. Pandangan matanya kini tertuju pada tangan si pemuda yang terulur ke arahnya. Dia benar-benar tidak tahu siapa pemuda ini.

“Joanna,” ucap Joanna sambil menyambut uluran tangan Regan.

“Maaf, ada apa ya?” tanya Joanna lagi.

“Gak papa pengen duduk aja di sini. Aku pemilik cafe ini dan aku sering lihat kamu duduk di sini. Tapi beberapa hari ini kamu kelihatan berantakan banget, ada masalah apa?” tanya Regan sok akrab.

“Kamu pemilik kafe ini? Ini serius atau cuma nge-prank doang,” tanya Joanna lagi sedikit tidak percaya.

“Perlu aku panggilkan staf cafe atau pelayan untuk mengkonfirmasi siapa aku sebenarnya?” tantang Regan pada Joanna.

“Gak perlu. Kalau mau duduk, ya duduk aja. Maaf aku mau baca,” jawab Joanna sambil menaikkan lagi buku yang sedang dia baca itu.

Regan tersenyum melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Joanna. Sepertinya hanya dia wanita yang tidak peduli dengan status pemilik kafe yang dia ucapkan tadi. Padahal biasanya para wanita itu langsung bersikap manis di depan Regan. Sikap cuek Joanna semakin membuat Regan penasaran pada wanita yang sedang ada di hadapannya itu.

“Tadi aku gak sengaja dengar katanya kamu lagi butuh uang ya,” ucap Regan.

“Kamu nguping pembicaraan aku?” tanya Joanna sedikit ketus sambil menatap Regan dari atas bukunya.

“Nguping sama gak sengaja dengar itu beda lho. Dan aku gak sengaja dengar, soalnya tadi aku duduk di sebelah situ,” Regan menjelaskan sambil menunjuk di mana tadi dia duduk.

Joanna menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh Regan, “Itu masalahku dan kamu gak ada hubungannya sama masalahku,” jawab Joanna sambil kembali mengangkat bukunya.

“Aku mau tawarkan pekerjan buat kamu. Ya ... itu juga kalo kamu mau,” ucap Regan sambil mengangkat kedua bahunya bersamaan.

“Kerjaan? Kerja apa?” tanya Joanna yang langsung tertarik dengan apa yang diucapkan oleh Regan.

“Kerjaannya gampang kok, dan kamu bisa dibayar diawal.”

“Haah ... emang ada kerjaan kaya begitu? Kerjaan apa emangnya?” tanya Joanna sambil menautkan kedua alis tebalnya itu.

“Kerja jadi ....”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Fall For You
9.6
Arsenio Orlando Lazcano adalah CEO Lazcano's Corps yang kaya dan penuh kharisma. Di balik pesonanya, ia menyembunyikan sisi gelap sebagai pria yang tak segan membunuh. Namun, dunianya yang kelam berubah total setelah sebuah insiden mempertemukannya dengan seorang gadis lugu yang sangat baik hati. Perbedaan kepribadian yang kontras justru memicu rasa penasaran Arsen. Ketertarikan mendalam pun muncul saat ia mulai terobsesi pada gadis yang sangat polos tersebut.
Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Terdesak utang, Lana menerima tawaran Valerie untuk menggoda ayahnya, Cedric Vellani, demi membatalkan pernikahan pria kaya itu dengan wanita pemburu harta. Namun, Cedric yang dingin tak mudah ditaklukkan. Lana justru terjebak dalam pesona sang target hingga hubungan transaksional mereka berubah jadi perasaan terlarang. Saat Valerie merasa dikhianati, Lana harus memilih antara uang atau cinta yang berawal dari kebohongan. Akankah ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO
9.1
Kevin Hadiwajaya, CEO sukses berjuluk monster berwajah malaikat, terobsesi menjadikan asisten pribadinya, Sarah Rania, miliknya seutuhnya. Namun, langkah Kevin terhalang oleh Hansen Rudolf, sahabat kecilnya yang juga mencintai Sarah dengan kelembutan. Di tengah persaingan sengit dua pria ini, Sarah terjebak dalam pertarungan emosi yang memilukan. Akankah ia bertahan dalam pelukan sang bos yang tegas, atau berpaling pada Hansen yang selalu menyapanya dengan kasih?
Sampul Novel Dari Pembantu Menjadi Ratu
8.2
Dengan tangan gemetar dan mata terpejam, Scarlett mencoba meraih celana yang dikenakan Ethan. Namun, suasana seketika pecah saat Scarlett berteriak kaget karena tak sengaja menyentuh sesuatu yang terasa sangat keras. Ethan pun tersentak mendengar jeritan nyaring yang memekakkan telinga tersebut. Dengan wajah yang merona merah karena malu sekaligus dilingkupi rasa takut, Scarlett menunjuk ke arah benda itu untuk menjelaskan penyebab kepanikannya yang tiba-tiba.
Sampul Novel Hasrat Tak Henti-Hentinya Sang Taipan Manipulatif
8.1
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya, Irene terpaksa menjalin hubungan dengan pengusaha perkasa bernama Braydon. Di balik sosoknya yang tangguh, Braydon menyimpan gejolak emosi yang hanya diperlihatkan pada Irene. Meski terjebak dalam manipulasi sang taipan, Irene justru jatuh hati sebelum akhirnya hancur saat mengetahui pertunangan Braydon. Ia pun pergi dan bertemu musuh bebuyutan Braydon, Dr. Mitchell, memicu persaingan sengit dua pria demi memenangkan hatinya.
Sampul Novel ISTRIKU YANG MENGGAIRAHKAN(IYM)
9.2
Isabell Fernandez, model ternama sekaligus istri CEO Damian Devardo, jatuh miskin akibat kelicikan ibu mertuanya. Setelah dilecehkan dan dibuang ke jurang, ia terbangun di New York tanpa ingatan. Kini, Isabell bekerja sebagai penari erotis di bar kasino demi bertahan hidup. Di sisi lain, Damian yang frustrasi terus mencarinya hingga seorang bawahan menemukan sosok yang sangat mirip sang istri. Akankah cinta mereka bersatu kembali saat Isabell telah berubah status?