APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Korean Girl

My Korean Girl

Dalam sekuel kelima Ellite Bad Boys, Alex terjebak dalam masa lalu kelam setelah mengkhianati sahabatnya sendiri. Namun, pertemuannya dengan gadis Korea bernama Park Jin Hye mulai mengubah arah hidupnya secara drastis. Meski ada harapan untuk berubah, sisi gelap Alex tetap dominan. Ia justru menyeret Jin Hye masuk ke dalam dunianya yang berbahaya dan penuh kekacauan. Akankah cinta mereka bertahan di tengah bayang-bayang kriminalitas yang menyelimuti Alex?
Bab
Bagikan

Bab 2

Author POV

Jinhye membuka tasnya dan mengeluarkan ponsel dan dompetnya. Ia baru saja akan memasuki Subway. Ia sangat lapar siang ini.

"Hey, Jinhye-ah. Kau sedang apa?", sapa seorang wanita yang terlihat sudah berumur. Jinhye menoleh dan seketika tersenyum.

"Ahjumma, kenapa ahjumma disini?", wanita itu menghampiri Jinhye dan langsung memukur punggungnya keras, "Awwww!!! Waeeee????"

"Sudah berapa kali ku bilang, jangan panggil aku seperti itu! Kau seperti orang asing saja!!!", ucapnya sambil melotot. Jinhye meringis.

"Ne, mianhae Suk Gi Imo...", Park Suk Gi, dia adalah adik dari ayahnya Jinhye, Park Bo Geum.

"Kau mau kemana?"

"Aku baru saja mau membeli roti lapis saat imo memanggilku. Ada apa?"

"Kenapa kau membeli roti lapis? Ibumu tidak masak?", Jinhye seketika terdiam. Wajah Suk Gi pun terlihat tidak enak, sepertinya ia mengatakan hal yang salah, "Mianhae, Jinhye-ah. jeongmallo mianhae. Aku...", Jinhye buru-buru menggeleng.

"Ehmm... gwaenchanh-a imo. Aku tidak apa-apa. Eun Kyung Ahjumma sepertinya sangat sibuk hari ini. Jadi aku makan siang disini saja...", Suk Gi menghela nafas. Ia sangat mengenal Eun Kyung, mana mungkin wanita pengangguran itu sangat sibuk saat anak-anak tirinya justru sudah hampir lulus SMA.

Ya. Park Jin Hye adalah seorang anak piatu. Ibunya meninggal sekitar dua tahun yang lalu. Kini, ayahnya sudah menikah lagi dengan seorang wanita bernama Ji Eun Kyung, yang bahkan sama sekali tidak menyayangi Park Jin Hye dan adiknya Park Ji Geum. Eun Kyung bahkan tidak pernah memasak makanan pagi, siang ataupun malam bagi Jinhye dan Ji Geum jika ayah mereka tidak pulang kerumah. Karena itulah, Jinhye memutuskan bekerja untuk mencari uang tambahan baginya agar dapat membeli makanan untuk dirinya sendiri dan Ji Geum. 

"Ini sudah siang, kau malah makan roti. Ayo pulang kerumahku! Kita makan bersama. Aku sudah menelpon Ji Geum juga tadi...", wajah Jinhye hendak memberikan penolakan, "Aku tidak ingin kau menolak. Atau aku akan mengadukan semua perlakuan ibu tirimu itu pada Bo Geum Oppa? Kau mau?", Jinhye buru-buru menggeleng. Wajah bibinya itu sangat serius.

"Baiklah, imo. Ayo...", Jinhye pun memilih mengikuti Suk Gi ke rumahnya. 

Benar yang dikatakan Suk Gi, dia sudah mengajak Ji Geum untuk ikut makan siang bersama juga. Maka, disanalah mereka siang itu. Menyantap makanan rumahan yang hanya bisa mereka rasakan disiang hari. 

"Nuna, apa kau akan pulang kerumah malam ini?", Ji Geum memakan buah jeruknya sambil menatap Jinhye. 

"Aku tidak tau, Ji Geum-ah. Aku harus bekerja shift malam hari ini. Mungkin aku tidak pulang", Ji Geum menghela nafas.

"Kalau begitu, aku akan menginap saja dirumah Jong Kook", Jinhye menatap adiknya itu.

"Kenapa kau tidak pulang?", Ji Geum menggeleng.

"Untuk apa? Kalau nuna tidak dirumah, aku juga tidak akan dirumah. Aku tidak ingin bertemu dengan wanita itu...", ucap Ji Geum penuh emosi. Jinhye menggeleng.

"Tidak, Ji Geum-ah. Walau bagaimanapun, Eun Kyung-shi adalah uri eomma", Ji Geum mendesah lagi.

"Kau tau, nuna. Aku sangat membencinya! Dia bahkan menghabiskan uang yang diberikan abeoji padaku untuk biaya sekolah?!", Suk Gi berdeham. Menghentikan perdebatan keduanya. Ji Geum yang mengerti maksud dehaman Suk Gi seketika mengunci mulutnya.

"Aku masih bisa membiayai sekolahmu hingga selesai, Park Ji Geum!", Suk Gi berkata dengan intonasi dalam. Keseriusan itu membuat Jinhye menatapnya.

"Imo, apa yang imo katakan! Ji Geum adalah tanggung jawabku Imo!!", Suk Gi tersenyum. Ia tau Jinhye sangat bertanggungjawab terhadap adiknya, "Aku tidak ingin merepotkan imo. Imo sudah sangat berbaik hati mengizinkan aku dan Ji Geum makan disini setiap siang...", Suk Gi menggeleng.

"Itu sudah menjadi tanggungjawabku, Jinhye-ah. Kau adalah anakku, kalian berdua anak kesayanganku. Aku tidak akan membuat ibu kalian menyesal telah menitipkan kalian padaku...", Jinhye terdiam. Seketika, kenangan akan ibunya kembali melintas. Ah, ia sangat merindukan ibunya itu.

Perdebatan itu berakhir setelah makan siang selesai. Ji Geum harus segera pergi untuk latihan basket, sedangkan Jinhye tetap tinggal untuk membantu Suk Gi membereskan piring - piring. 

"imo...", panggil Jinhye saat keduanya sedang fokus dengan piring ditangan mereka masing-masing. Suk Gi menoleh dan menatap wajah keponakannya itu.

"Ada apa, Jinhye-ah, kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu?", Jinhye terdiam sejenak.

"Imo, aku ingin pergi ke Amerika. Mencari abeoji...", Suk Gi tertegun. Jinhye menatapnya dengan  serius.

"Kenapa, Jinhye-ah...", Suk Gi meletakkan piringnya dan menatap keponakannya itu. Kini keduanya sudah saling berhadapan, "Kenapa kau ingin meninggalkanku?"

"Imo, aku ingin mencari abeoji. Banyak hal yang ingin aku tanyakan...", Jinhye menunduk.

"Tentang kenapa dia jarang pulang?", kepala Jinhye kembali terangkat. Suk Gi memahami pemikirannya, "Tentang apa yang dia lakukan disana? Atau tentang kenapa dia menikahi Eun Kyung dan membiarkan kalian tinggal bersama wanita itu? Atau tentang kenapa dia sama sekali tidak pernah menanyakan kabar kalian?", Jinhye menundukkan kepalanya lagi.

"Imo sangat tau, aku sangat merindukannya...", air mata Jinhye perlahan menetes. Suk Gi memeluknya, "Aku ingin keluargaku seperti yang dulu...", Suk Gi mengelus pelan kepala keponakannya itu.

"Aku tidak pernah menghalangimu untuk bertemu dengan ayahmu. Tapi Jinhye-ah, Amerika itu jauh. Aku tidak bisa membiarkanmu sendiri kesana...", Jinhye menggeleng.

"Aku akan menjaga diriku, Imo. Aku hanya butuh alamat abeoji disana, aku akan menemukannya segera. Dan setelah aku mendapatkan jawaban atas semua pertanyaanku, aku akan langsung kembali ke Seoul. Aku janji...", Suk Gi menghela nafas. 

"Apa yang harus aku katakan pada Ji Geum?",

"Tolong katakan saja padanya aku ada pekerjaan ke Busan selama beberapa minggu...", Suk Gi menghela nafas lagi.

"Lalu bagaimana dengan hidupmu disana selama itu?", Jinhye tersenyum. 

"Aku akan mencari pekerjaan sementara Imo. Imo tidak perlu khawatir...", Suk Gi menghela nafas lagi.

"Baiklah jika memang keputusanmu sudah bulat Jinhye-ah. Aku hanya bisa mendoakanmu. Dan jika kau memerlukan biaya, kau bisa langsung menelponku. Kau dengar?!", Jinhye tertawa lalu mengangguk.

Baiklah, Jinhye memutuskan untuk mencari keberadaan ayahnya yang bekerja di New York, USA. Maka, sore itu, Jinhye langsung mengurus semua dokumen yang ia perlukan untuk pergi keluar negeri. Bersama dengan Suk Gi, Jinhye merahasiakan keberangkatannya dari Ji Geum.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia mencekam akibat teror Eaters, predator berwujud manusia yang berubah menjadi monster haus darah saat malam tiba. Dengan taring dan cakar tajam, mereka memangsa daging manusia hingga memaksa warga bersembunyi dalam ketakutan. Rio Rosswel menjadi saksi bisu saat ibunya tewas mengenaskan di tangan makhluk tersebut. Sambil bersembunyi di lemari, Rio menahan tangis dan amarahnya. Di tengah duka mendalam, ia bersumpah untuk membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina kembali ke keluarganya sebagai pewaris sah yang terabaikan. Meski telah menyerahkan identitas dan karyanya demi saudari angkatnya, ia justru dibalas dengan pengabaian. Kecewa, Yuvina memutus ikatan emosional dan bangkit sebagai sosok jenius. Kini ia menguasai bela diri, medis, desain, serta delapan bahasa. Dengan kekuatan barunya, ia bersumpah tidak akan membiarkan siapa pun di keluarga itu meremehkannya lagi. Dendam sang pewaris kini dimulai.
Sampul Novel Kronik Kenikmatan Abadi
9.6
Di balik harapan tinggi dan persahabatan baru, ia menyembunyikan sisi manipulatif yang luar biasa. Meski terlihat mendukung orang-orang di sekitarnya, ia sebenarnya mengendalikan setiap aspek kehidupan mereka melalui rangkaian pesta mewah dan perjalanan panjang. Dengan mendominasi festival serta hari libur di kotanya, ia mengubah tatanan dunia demi kepentingan pribadi. Bagi para mantan penjahat, ia adalah mimpi buruk nyata yang mengatur takdir mereka dalam kendali absolut.
Sampul Novel PENDEKAR TAPAK DEWA
8.5
Kelompok La Kala pimpinan La Afi Sangia menghancurkan Desa Tanaru tanpa sisa. Di tengah puing dan mayat, Jenderal Hongli menemukan keajaiban: seorang bayi yang selamat dari api. Sang mantan jenderal bergelar Wu Ying Jianke bersumpah di bawah petir untuk melatih bayi bernama La Mudu tersebut. Sebagai titisan dewa, La Mudu dipersiapkan menjadi pendekar besar guna menuntut balas atas pembantaian keluarganya dan membasmi segala kejahatan di muka bumi.
Sampul Novel Perjalanan Melawan Dunia
7.8
Shua Xie adalah gadis dari dimensi lain yang terbangun di raga Putri Langit setelah tewas tertembak. Terlempar melintasi waktu, ia kini memikul beban sebagai Ratu segala Ratu. Takdir membawanya pada misi balas dendam demi merebut kembali haknya yang dirampas. Mengandalkan kecerdasan dan pengalaman, Shua menghadapi musuh penuh tipu muslihat. Ia bukan pahlawan suci; Shua berjuang menyelamatkan dunia yang tak menghargainya dengan caranya sendiri yang dingin.
Sampul Novel Segitiga Penguasa - Sudut Pertama
8.5
Pasca tragedi memilukan, seorang pria terpaksa mengungsi ke desa asal demi melindungi keluarganya dan bayi titipan sahabatnya dari kejaran prajurit. Namun, empat tahun berselang, maut menjemputnya di hadapan sang istri yang baru melahirkan. Dua puluh tahun kemudian, Marcapada yang tumbuh tanpa ibu harus berjuang bersama Soma, seorang pemuda yatim piatu. Mereka bersaing dengan puluhan pemuda lainnya dalam kompetisi sengit demi meraih gelar Penjaga.