APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Lovely Teacher

My Lovely Teacher

Zayn Abidzar adalah siswa SMA nakal dari keluarga berantakan yang akan segera lulus. Hidupnya berubah setelah bertemu Evelyn Green, guru muda di sekolahnya, dalam sebuah insiden tak terduga. Keduanya mulai berbagi luka masa lalu, termasuk pengkhianatan yang dialami Zayn. Benih cinta pun tumbuh di antara guru dan murid ini. Kini, mereka harus menyembunyikan hubungan rahasia tersebut dari dunia sekolah. Mampukah mereka menjaga perasaan itu tanpa ketahuan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dengan penuh keraguan Alice menatap mata Zayn. Bibirnya kelu tak mampu berkata-kata.

"Dia adalah....Tommy..." Alice tak melanjutkan ucapannya.

"Tommy? maksud kamu Tommy teman sekelas aku?" tanyanya tak percaya.

Reaksi Zayn membuat badannya bergetar hebat. Ia tak menyangka bahwa Tommy sahabat karibnya adalah pacar Alice yang sebenarnya.

"Maafkan aku Zayn! aku juga merahasiakannya pada yang lain. Kami sudah setengah tahun ini berpacaran," jelasnya.

Alice meneteskan air mata. Ia tak bisa membendungnya lagi. Selama ini ia berbohong pada Zayn, akan tetapi jauh di lubuk hatinya ia mempunyai sebuah rasa pada pemuda itu.

Zayn terpaku ditempatnya berdiri. Mereka tidak jadi pulang karena ia ingin tahu semuanya tanpa terkecuali.

"Kamu selalu ngomong ke Tommy kalau aku ini manis dan menggemaskan kan? makanya Tommy menyuruhku untuk mengerjaimu sedikit," jelasnya menyesali perbuatannya.

"Jangan bohong kamu!" ia menarik tangan Alice dengan kasar.

"Tidak, aku tidak bohong Zayn! Tommy dan Rendi selalu meremehkanmu dan menjelekkanmu." Jelasnya lagi.

Zayn mulai berlari meninggalkan Alice yang masih menangis dikamar hotel. Ia mengingat kembali perkataan Tommy beberapa hari yang lalu.

"Kalau ada apa-apa ceritakan saja semuanya! kita kan temen," ucap Tommy dahulu padanya.

"Apa maksudnya itu Tommy?" geramnya sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.

Tak terasa ia berlari ke arah rumahnya. Hari sudah sangat malam. Ia langsung masuk kedalam rumah tanpa mengetuk pintu karena ia punya kunci cadangan.

Klak...pintu ia buka dengan cepat.

"Zayn...kemana saja kamu? kerjaanmu tiap malam hanya keluyuran aja bisanya," tegur papanya kesal.

"Selamat datang Zayn. Sayang...kamu jangan emosi begitu!" ia mendekati suaminya.

Zayn hanya melirik mereka sekilas saja. Ia sama sekali tak peduli pada kedua orangtuanya.

"Gara-gara kamu gak bisa ngajarin anak, dia jadi sampah kayak gini!" Pria itu mencaci istrinya.

"Kemana aja kamu sampai malam begini baru pulang?" Ia marah pada anak satu-satunya.

Zayn tak menggubris pertanyaan papanya. Ia melangkah masuk kedalam kamarnya.

"Dia pasti main ke rumah tetangga sayang! jangan marahin dia dong!" Mamanya berusaha membela.

"Nggak usah banyak alasan!" Ia menepis tangan istrinya.

Zayn yang berada di dalam kamar mengambil tasnya dan membawa beberapa pasang pakaian. Ia sudah malas berada di rumah yang seperti neraka baginya. Tak lupa ia membawa perlengkapan penting lainnya.

Ia sudah keluar kamar dengan tas di punggungnya. Ia tak memperdulikan kedua orang tuanya yang berdebat.

"Zayn...mau kemana kamu? beraninya mengacuhkanku!" Papanya sungguh berang.

"Zayn, kemarilah nak!" Mamanya hanya mampu memanggil tanpa bisa berbuat apapun.

Klak, pintu sudah dia tutup dengan kencang. Ia melangkah keluar rumah ditengah malam tanpa memperdulikan situasi di sekitarnya.

"Lihat itu anakmu! selalu saja berulah!" Ia kesal dan masuk ke kamarnya disertai membanting pintu keras-keras.

Istrinya hanya bisa mengelus dada melihat tingkah anak dan suaminya.

Zayn yang masih berada di balik pintu hanya bisa tersenyum palsu ketika ia mendengar suara mereka.

Ia menengadah melihat langit malam yang gelap. Ia teringat kehidupan lalu ketika ia masih kecil.

Zayn POV.

Aku berusia sekitar 8 tahun dan masih bersekolah di bangku sekolah dasar. Semua temanku bercerita tentang orangtua mereka yang selalu mengajaknya pergi ke pasar malam dan taman bermain. Berbeda sekali denganku yang mendapatkan perlakuan dingin dari Papa. Papa selalu mengacuhkan aku.

"Pa...hari ini ujianku dan hasilnya sudah keluar!" Ku tunjukkan kertas ujian yang bernilai sempurna.

Papa menepis tanganku dan berjalan menjauh sambil berkata,"Papa capek jangan ganggu kalau hanya buat melihat hal kecil seperti itu."

Aku yang mendengar perkataan Papa merasakan sakit di dada sebelah kiri. Rasanya keberadaanku tidak dianggap lagi olehnya.

Berulang kali aku diacuhkan oleh Papa. Aku pun sering melihat mereka bertengkar mulut dikamarnya.

Waktu aku SMP, aku tak sengaja terbangun karena mendengar suara ribut-ribut. Aku keluar dari kamar dan mendengar pertengkaran kedua orang tuaku. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, mama ditampar dan dipukuli oleh papa.

Sebuah pertanyaan sekaligus pernyataan papa membuatku kembali menderita sendirian. Aku yang masih berada diluar kamar hanya bisa mendengar suara mereka.

"Kamu belum putus hubungan sama pria itu juga ya?! ternyata Zayn memang bukan anak kita kan??" nada bicara papa sungguh kejam.

Sambil berkata ia langsung menampar pipi Mama. Aku terbelalak tak percaya dengan pendengaranku barusan.

"Kenapa Mama diam saja? benarkah kalau aku ini..?" batinku seketika terluka begitu dalam.

Zayn POV end.

Sejak Zayn SD sampai sekarang, keluarganya masih saja berantakan.

Pengkhianatan, saling benci, tak pernah ada rasa percaya, ia sudah muak dengan semua itu.

Tes...tes...tes

Langit malam yang semula cerah berhiaskan bintang-bintang, tiba-tiba saja mendung dan menurunkan hujannya. Akan tetapi hujan tidak membuat langkah Zayn terhenti.

Ia masih berjalan dalam hujan dan menaiki tangga jembatan layang.

Tiba-tiba saja ia terbersit keinginan yang tidak masuk akal.

"Kalau jatuh dari sini bakalan langsung mati gak ya?" Ia melihat ke arah bawah jembatan.

Disaat yang sama di sebuah restoran Jepang.

Ada beberapa orang berkumpul di satu meja makan.

Suara bantingan gelas di meja kayu.

"Aah...dasar! masa aku dibilang berisik sama muridku sendiri sih? anak kayak gitu ada juga ya, nyebelin banget!!" Evelyn menceritakan pengalamannya pada teman sejawat.

"Lagian kayaknya kamu juga nggak bisa marahin mereka kan?" Pria disampingnya tersenyum menanggapi ocehan Evelyn.

"Bener banget deh, lagian kayaknya kamu gak cocok jadi guru deh," teman wanitanya merespon.

"Hah... nggak cocok? apa menurut Fino aku juga gitu?" Ia memandang wajah pria didepannya dengan sangat lama dan tak mengindahkan perkataan Lily.

"Waktu di sekolah, kamu emang sedikit cengeng sih. Tapi kan kamu udah 2 tahun lebih jadi Guru. Menurutku usahamu sudah lumayan keras," ia tersenyum pada Evelyn yang meminta pendapatnya.

"Jadi begitu ya!? senior Fino aja yang gantiin aku gimana?" Ia meminum sodanya lagi.

"Apaan sih kamu ini malah melantur!" sanggahnya.

Mereka memutuskan untuk menyudahi makan malamnya. Kelima orang itu keluar dari restoran setelah membayar semuanya.

"Yah, hujan deh," Lily mengeluh.

"Kamu aku antar pulang ya!" ajak Fino pada Evelyn.

"Gak pa-pa kok, aku bawa payung dan saatnya aku membakar lemak dengan berjalan kaki." Ia tersenyum lebar.

Mereka berpisah, Fino mengambil payung wanita itu. Mereka berdua berjalan dan menaiki jembatan didepannya.

"Tapi aku kaget juga lho...gak nyangka kamu bakalan terus jadi guru. Kalau Andrew tahu dia pasti juga kaget," Ia berjalan disebelah Evelyn.

"Iya... " Wanita itu menyahut singkat.

"Sejak saat itu sudah dua tahun ya!" Fino menerawang.

"Benar... sudah dua tahun," Evelyn tersenyum sendu.

"Sudah dua tahun sejak pacarku meninggal, Andrew kamu pasti bisa melihatku sekarang kan?" batinnya sedih.

"Woi Lyn, dia itu lagi ngapain ya?" Fino melihat ke sisi kiri jembatan.

"Eh dia kan...

IG @Swan_princess1904

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal
8.8
Delapan tahun mengejar Jake Burton berakhir sia-sia saat aku menemukan kontak mantannya masih dinamai Sayang. Jake dan kawan-kawannya meremehkan keputusanku, menganggapku terlalu sensitif. Tanpa membela diri, aku pergi membawa rahasia laporan kesehatan yang fatal di saku jaketku. Di sisa usiaku yang singkat, aku memilih berhenti memaksakan cinta yang terasa lebih pahit dari obat. Aku melangkah ke kegelapan, meninggalkan pria angkuh itu selamanya.
Sampul Novel Anak Kembar Milik Hot CEO
8.8
Kehidupan Amber sebagai putri konglomerat runtuh seketika hingga ia terpuruk. Di tengah keputusasaan, sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia mabuk dan tak sengaja masuk ke kamar hotel Julian Kingston, pria berkuasa yang dikenal sangat kejam. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Amber kini memiliki anak kembar yang merupakan darah daging Julian. Terjebak dalam situasi rumit, mampukah Amber menghadapi tuntutan sang CEO dingin tersebut?
Sampul Novel Cinta Yang Sengsara
8.6
Naraya harus menanggung penderitaan berat saat dicampakkan suaminya, Alvano, dalam kondisi mengandung. Fitnah keji dari Vanya, wanita asing yang tak dikenalnya, menghancurkan rumah tangga mereka hingga ia terusir. Tanpa dukungan siapapun, Naraya berjuang sendirian untuk melahirkan dan membesarkan buah hatinya. Alvano tidak menyadari bahwa ia telah membuang darah dagingnya sendiri. Akankah kebenaran terungkap dan membuat Alvano menyesali segala tindakannya?
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya
9.6
Lima tahun membina rumah tangga dengan Reynald tak membuat Riana bahagia. Alih-alih cinta, ia justru terjebak dalam lingkaran KDRT dan tekanan dari Mayang, ibu mertuanya yang membenci Riana karena belum juga memiliki keturunan. Penderitaannya mencapai puncak saat kehadiran wanita lain merusak pernikahan mereka. Merasa lelah dengan segala pengkhianatan dan kekerasan yang dialaminya, Riana akhirnya mengambil langkah tegas untuk mundur dan pergi.
Sampul Novel KEKASIH HALALKU
9.3
Seorang wanita muda yang terbiasa hidup manja sebagai putri pengusaha kaya harus menghadapi garis takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya untuk menjadi seorang istri muda. Menikah dengan pria yang memiliki perbedaan usia sangat jauh membuat dunianya berubah drastis. Kini, ia harus berjuang menjalani peran barunya dalam ikatan pernikahan yang tidak pernah ia harapkan terjadi di hidupnya.
Sampul Novel Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan
8.3
Hilda terpukul saat suaminya, Marsel, meminta untuk menjual rumah warisan orang tuanya demi investasi. Baru setahun menikah, Hilda tak menyangka Marsel begitu pragmatis hingga tega ingin melenyapkan satu-satunya memori fisiknya terhadap mendiang orang tua. Meski Marsel berdalih demi masa depan, Hilda tetap teguh mempertahankan aset tak ternilai tersebut. Konflik ini memicu keretakan besar, membuat Hilda mempertanyakan kembali sosok pria yang ia cintai.