APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Posesif Ceo

My Posesif Ceo

Terjebak dalam situasi sulit, seorang karyawan terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi bosnya yang keras kepala. Ancaman pemecatan membuatnya tak berdaya selain menyetujui pernikahan kontrak di atas materai. Status ini hanya berlaku sementara hingga Celine, kekasih sang CEO, menyelesaikan studinya. Di tengah sandiwara sebagai istri atasan, mungkinkah benih cinta tumbuh secara tak terduga? Inilah kisah pengabdian yang penuh dilema dan perasaan yang mulai goyah.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Ini Bos kopinya! Silahkan diminum," ucap Alana sambil tersenyum kikuk.

Tanpa mengucapkan terima kasih karena sudah dibuatkan kopi, sang bos justru langsung saja meminum kopi itu.

Demi apapun! Alana benar-benar malu saat ini. Dan rasa-rasanya, Bu kost-annya itu benar-benar telah melempar kotoran sapi ke wajahnya saat ini.

Kalian pikir saja! Di depan sang bos, Bu kost-nya itu malah menagih uang kost-annya dengan suara tinggi pula.

Padahal, Alana sebelumnya memang sudah ingin membayar uang kost-annya itu.

"Gak ada yang gratis! Kamu harus membayar uang saya tadi dengan memijat kepala saya sampai saya tertidur di sofa jelek kamu ini!"

Tiba-tiba saja, fokus Alana pun menjadi teralihkan ke arah sang bos. 

Tunggu! Apa katanya? Harus memijat kepala bos-nya itu sampai sang bos tertidur? Yang benar saja!

Udah minta dipijitin eh malah ngejek pula! Bener-bener tuh manusia! Andai aja lelaki itu bukan bos-nya, pasti sudah ia tendang perut lelaki itu hingga mental ke Antartika.

"Gak bisa, bos!" balas Alana setelah beberapa menit terdiam.

Terlihat jelas, ada kerutan bingung yang tercetak di kening lelaki itu saat mendengarkan penolakan dari Alana.

"Alana! Kamu tau, kan? Saya tidak pernah menerima penolakan! Dan saya tidak ingin sampai keputusan saya dibantah," tekan Evan dengan mata yang masih tertutup.

"Bukannya saya ingin menolak permintaannya, bos! Tapi, kan! Saya sama bos itu cuman orang asing, dua orang lawan jenis yang berada satu atap tapi gak ada ikatan yang sah! Itu gak boleh, Bos! Nanti pandangan masyarakat gak bener," jelas Alana berusaha meyakinkan sang bos.

Evan yang berusaha menyimak dengan baik perkataan yang tadi sang bawahannya itu katakan pun, kini terlihat membodo-amatkan ucapan sang bawahan.

"Jangan beralasan, Alana! Lagipula saya dan kamu, kan! Besok akan menikah! Lalu, apa masalahnya? Sekarang, cepatlah! Kamu pijat kepala saya!" titah Evan tanpa memperdulikan bagaimana reaksi Alana saat ini.

Tunggu! Apa katanya? Menikah? Besok? Benarkah? Atau mungkin itu hanya sebuah alasan yang sengaja dipakai oleh bos berhati batunya itu, dengan tujuan agar dirinya mau memijat kepala sang atasan? Ah! Fix, pasti Evan hanya sedang menipunya saat ini.

"Cepat, Alana!" perintah Evan kembali saat merasa gadis itu tak kunjung mendekatinya.

"Tunggu!"

Belum ada satu langkah Alana melangkahkan kakinya, Evan malah sudah lebih dulu menghentikan dirinya.

"Apalagi sih, bos??" kesal Alana sembari menggerutu sebal.

"Tolong kamu gelar tempat tidur tipis lagi kecil kamu itu di sini! Cepatlah! Saya tidak suka menunggu lama," titah Evan lagi dan lagi.

Dengan menghembuskan nafasnya kesal, Alana lantas bergerak cepat untuk mengambil kasur satu-satunya yang ia miliki itu untuk sang bos.

Menit berikutnya, Alana pun mulai menggelarkan kasur itu, tepat di samping sang bos.

"Duduk!" perintah Evan kembali yang membuat tanda tanya besar tercetak di benaknya.

"Buat apa, bos?" tanya Alana yang sama sekal tak dihiraukan oleh Evan.

Tanpa ingin memperpanjang perdebatan lagi, Alana lalu memilih untuk mengikuti apa saja yang diperintahkan oleh sang bos.

Gadis itu lantas memanjangkan kakinya sembari tubuhnya bersandar pada kursi sofa itu. Jujur saja, tubuhnya terasa pegal-pegal saat ini. Entah apa yang ia sudah lakukan tapi bawaannya selalu terasa lelah.

Hingga saat menit mulai berganti pada menit berikutnya, Alana pun seketika dibuat tersentak saat itu juga.

Saat dengan tiba-tiba sang bos langsung merebahkan kepala lelaki itu tepat di atas pangkuannya.

Membuat jantung Alana seketika berdegup kencang, bahkan jika bisa dibuat perumpamaan-nya juga.

Kini, pasti sudah banyak orang-orang yang menghampiri jantungnya, sebab bunyi jantungnya itu benar-benar terdengar, cedag-cedug kayak suara dj-dj di diskotik pada umumnya.

"Tangan kamu itu di sini! Di kepala saya! Bukan malah megangin jantung kamu itu! Acara lamarannya nanti malam, Alana! Bukan sekarang!" ucap Evan sambil memindahkan tangan Alana yang semula di dada gadis itu menjadi di atas kepala lelaki itu.

Demi menutupi rasa gugupnya saat ini, Alana pun berusaha mengontrol dirinya dengan mulai memijat pelan kepala lelaki itu.

Sungguh! Aroma minyak rambut lelaki itu yang begitu menyengat dan sangat ia sukai pun menyeruak hingga ke indra penciumannya.

"Harum," spontan Alana, yang membuat Evan lantas menatap ke arah gadis itu.

"Jelaslah! Ini kan minyak rambut mahal! Bukan seperti kamu! Shampoo aja beli-nya sachet-an doang!" ucap Evan dengan raut wajah datarnya.

Saking datarnya, membuat Alana menjadi ingin sekali untuk melemparkan satu kepalan tangan kepada wajah tampan lelaki itu. Ups.

Setelah ucapan sombong itu, Evan lantas langsung diam dan mungkin lelaki itu telah tertidur cukup lelap saat ini.

Entahlah, tiba-tiba saja Alana menjadi betah untuk menatap wajah lelaki itu. Antara mimpi atau memang kenyataan, dirinya masih terus tak mengerti, mungkinkah ia memang bisa menyentuh wajah sang bos?

Lelaki berhati batu itu, benar-benar terlihat berbeda saat ditatap seperti ini. Wajahnya saat tertidur terlihat lebih tenang dan menenangkan dibandingkan wajah lelaki itu saat terbangun yang selalu datar tanpa ada tawa ataupun senyuman.

Lama Alana terus menatapi wajah lelaki itu, tanpa terasa mata Alana pun jadi ikutan berat. Membuatnya tanpa sadar, jadi ikutan tertidur, menyusul lelaki itu.

46 menit setelahnya, Evan pun merasa ada yang salah dengannya saat ini. Entah mengapa kepalanya terasa berat dan benar saja ternyata ada Alana yang tertidur di atas kepalanya.

Evan yang tak tega dengan posisi gadis itu yang terlihat seperti tidak nyaman dengan tidurnya pun, lantas mulai memindahkan gadis itu agar berbaring.

Dan setelahnya, tanpa sadar, Evan lantas kembali ikut tertidur dengan posisi tubuh yang memeluk erat tubuh gadis itu.

"Terima kasih, Alana!"

*****

"Eughh!" eluh Alana begitu dirinya ingin membuka matanya dan berganti posisi.

Sesuatu yang berat tiba-tiba saja terasa seperti menindih dirinya. Dan benar saja, sebuah tangan kekar ternyata melingkar sempurna di pinggangnya.

Untuk pertama kalinya, di hidupnya, ada orang lain yang memeluk dirinya. Membuat senyuman terukir sempurna di wajah gadis itu.

Perlahan, Alana pun mulai membalikkan tubuhnya, menatap penuh bahagia ke arah lelaki itu.

Hingga pada detik berikutnya, Alana baru teringat akan satu hal. Bukankah lelaki itu???

"ASTAGFIRULLAH!! BOS NGAPAIN MELUK SAYA GINI?! BOS MAU CABUL SAMA SAYA, YAH?!" teriak sekaligus tuduh Alana yang berhasil membuat Evan langsung menutup kedua telinganya.

Teriakkan melengking dan begitu memekakkan telinga itu benar-benar mengganggu indra pendengarannya.

"Enak saja kamu! Saya hanya kasihan dengan kamu tadi! Makanya saya suruh aja kamu buat tidur di samping saya! Kan kamu yang minta tadi! Terus yang saya meluk kamu, itu karena tadi kamu narik-narik tangan saya! Maksa tangan saya buat meluk kamu! Terus, tanpa saya sadar, saya malah ketiduran! Kamu yang ganjen sama saya! Bukan saya," tegas Evan yang tentunya hanya beralasan.

Dan bukan Alana juga namanya, kalo langsung percaya begitu saja dengan seseorang. Kini, gadis itu tampak memicingkan matanya, menatap penuh curiga ke arah lelaki itu.

"Sudahlah! Saya mau pulang!" ucap Evan yang langsung bangkit dari tempat tidur itu.

Setelahnya, Evan pun memilih untuk membersihkan dan merapikan kemejanya sebelum akhirnya ia pun melirik ke arah arlojinya.

"7 malam?"

Suara tiba-tiba dari Evan itu pun seketika berhasil menyita perhatian Alana. Membuat gadis itu langsung berlari dan ikut menatap angka yang ditunjukkan oleh arloji milik lelaki itu.

Matanya pun seketika membelalak sempurna. Bagaimana mungkin? Ternyata keduanya malah sudah tertidur hingga berjam-jam lamanya.

Lalu, bagaimana sekarang? Pasti kedua orang tua Evan sudah menunggu sedari tadi.

Hingga, saat Alana sudah mondar-mandir gak jelas karena panik. Sebuah ketukan pada kost-annya pun berhasil membuat kedua manusia itu mengalihkan tatapan mereka.

"Assalamualaikum! Alana! Oii, Alana! Gue minta beras dong! Sekalian ngutang mie instan plus satu telur! Akhir bulan ini gue bayar deh, janji!"

Suara itu, berhasil membuat Alana ketar-ketir gak jelas saat ini.

"Mampus! Kelly kesini!"

*****

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia gagal meluluhkan hati dingin Kenzo dan memilih pergi saat mengandung. Ia menghilang tanpa jejak, membuat Kenzo yang putus asa memperluas bisnisnya ke kancah global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuat Kenzo gila hingga ia mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai sosok wanita berkuasa dan kaya raya. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang belum berhenti mengejarnya.
Sampul Novel Aku Tidak Akan Memaafkanmu
9.1
Alea diadopsi oleh pasangan konglomerat, Reynald dan Marina, sejak kecil. Namun di usia dewasa, ketenangan rumah mereka terusik saat Reynald mulai menaruh perasaan terlarang pada putri angkatnya itu. Di tengah ketidaktahuan Marina yang fokus pada terapinya, Alea merasa tertekan oleh obsesi sang ayah. Segalanya berubah saat rekaman rahasia mengungkap skandal yang mengancam keutuhan keluarga mereka. Haruskah Alea bicara atau tetap diam demi membalas budi?
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Kehidupan Elgar sebagai bos sempurna hanyalah topeng belaka. Kedamaiannya terusik sejak Lea, karyawannya sendiri, mengetahui rahasia kelam yang ia sembunyikan rapat-rapat. Takut reputasinya hancur, Elgar melakukan segala cara demi membungkam gadis itu. Namun, tekanan yang ia berikan justru memicu rasa bersalah karena telah menindas sosok yang lemah. Seiring berjalannya waktu, kebencian Elgar luluh dan benih cinta mulai tumbuh mekar di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Istri Dadakan Presdir
9.0
Salsabila Ayu Hanifa mengadu nasib ke Jakarta demi mengubur masa lalu kelam. Namun, takdir menyeret gadis desa ini ke dalam pernikahan tanpa cinta dengan Raditya Wijaya. Sebagai pengusaha dingin dan acuh, Radit justru memperlakukan istrinya sendiri layaknya seorang pembantu. Di tengah tekanan batin, mampukah Salsa melunakkan hati suaminya dan diakui sebagai istri seutuhnya, ataukah mahligai rumah tangga mereka akan berakhir dengan kegagalan total?
Sampul Novel Membakar Habis Rumah Empat Kekasih Gadunganku
8.4
Alina Barata, pewaris tunggal kerajaan bisnis, dikhianati Damian Adiputra dan tiga pria pelindungnya. Damian justru mencintai Luna dan merencanakan kecelakaan demi menguasai harta Alina. Saat nyaris tewas, Alina sadar bahwa mereka semua bersekutu melawannya. Di sebuah pesta yang dirancang untuk mempermalukannya melalui video pribadi, Alina tidak lagi tunduk. Ia siap membalas dengan rekaman rahasia yang akan menghancurkan reputasi kotor mereka selamanya.
Sampul Novel Membebaskan Diri: Cinta CEO yang Hilang
8.8
Miley bertahan dalam pernikahan dingin dengan Harold meski sang suami mencintai wanita lain. Saat semua orang menanti kehancurannya karena kembalinya cinta sejati Harold, Miley justru memilih pergi dan menandatangani surat cerai. Harold yang murka menuntut penjelasan, namun Miley dengan tenang mengumumkan rencana pernikahan barunya. Ternyata, selama ini Miley tidak benar-benar mencintai Harold; ada sosok lain yang selama ini diam-diam ia dambakan dalam hatinya.