APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Savior Is My Ex

My Savior Is My Ex

Anitta Gladisa sedang berada dalam posisi terjepit saat berusaha melarikan diri dari ayahnya sendiri. Satu-satunya sosok yang mampu menyelamatkannya hanyalah Keanno Arkantara. Namun, Keanno adalah mantan kekasih yang pernah ia lukai hatinya di masa lalu. Kini, Anitta terpaksa memohon bantuan kepada pria tersebut. Akankah Keanno bersedia mengulurkan tangan demi keselamatan Anitta, atau dia justru memilih diam dan membiarkan Anitta berjuang sendirian?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku memperhatikan Keanno yang bersandar pada meja kerja diruangannya. Sungguh berada didalam ruangan kerja Keanno hanya berdua dengan Keanno adalah hal yang paling aku hindari. Karena aku dan dia pasti berada dalam keheningan yang tidak memiliki ujung hingga salah satu dari kami mulai membuka pembicaraan.

"Kamu menjadi baby sitter dari Alliyana adalah salah satu permintaan saya dan kamu tidak akan menerima gajih sepeser pun seperti bi Ami. Apa kamu keberatan..?" Keanno menatap kearahku dengan datar.

Siapa yang tidak akan keberatan dengan ini semua, tetapi yang keluar dari mulutku malah sebaliknya. "Saya tidak keberatan sama sekali Tuan. Saya cukup tau diri bahwa saya ditolong oleh tuan dan dibiarkan tinggal di rumah ini saja saya sudah sangat bersyukur." Sungguh berbicara dengan Keanno menggunakan bahasa formal membuatku merasa asing. Tapi aku harus terbisa karena dia sekarang adalah majikanku.

"Bagus kalau kamu tau diri dan satu lagi kamu tidak bisa mengundurkan diri atau pergi dari rumah ini kecuali saya yang menyuruh kamu pergi." ucap Keanno dengan tegas dangan tatapan tajamnya

"Maaf tuan tapi menurut saya sikap anda sudah keterlaluan pada saya. Anda seperti mempenjarakan saya didalam rumah anda." Aku mencoba melawan Keanno dengan mengumpulkan keberanianku dan menatap kearah mata Keanno yang mampu membuatku lupa akan apa yang terjadi.

Keanno melangkah mendekat kearahku hingga membuatku melangkah mundur berlahan dan menabrak tembok dan Keanno dengan cepat mempenjarakanku dengan kedua tangannya. Keanno menatapku dengan tajam dan intens. Aku mencoba mengalihakan tatapanku darinya.

"Kau sudah berani melawanku Anitta Gladisa Putri...!! Apa kau lupa dengan janji yang kau ucapkan sendiri disaat aku menolongmu dari ayahmu..?"

Aku yang merasa terintimindasi oleh Keanno pun, merasa takut. "Saya bukannya tidak Ingat Tuan. Tetapi permintaan anda sudah keterlaluan. "Aku mengumpulkan keberanianku untuk melawan Keanno dan kembali menatap mata Keanno.

Keanno semakin merapatkan tubuhnya kearahku hingga membuatku menahan tubuhnya dengan kedua tangan. Apa yang sebenarnya ingin Keanno lakukan kepadaku apa dia ingin memperlakukanku seperti ayah memperlakukanku?

"Hukuman apa yang pantas diberikan kepada orang yang telah berani melawanku hmm...?" Keanno berbisik di telingaku yang membuat tubuhku merinding seketika.

Saat aku ingin mendorongnya menjauh. Keanno dengan cepat menggenggam kedua tanganku dan meletakan kedua tanganku di atas kepalaku. "Apa yang ing..hmmm."

Belum selesai aku bicara Keanno sudah lebih dulu menyatukan bibirku dengan bibirnya yang seketika membuat tubuhku menegang karean terkejut dan saat bibirnya bergerak, aku tersadar dari keterkejutanku dan Aku mulai memberontak ditengah ciumannya yang membuat kedua tanganku semakin ditekan olehnya, tubuhnya semakin merapat kepadaku bahkan dadaku dan dadanya sudah saling bersentuhan.

Salah Satu tangan Keanno turun menyusuri tubuh bagian belakangku tanpa melepas ciuman kami dan tangan satunya lagi masih menahan kedua tanganku. Tangan Keanno meremas bokongku yang membuatku mendesah dan membuat bibirku benar-benar terbuka.

"Ahh." Keanno tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dia mulai mencumbu bibirku dengan kasar bahkan Keanno tidak memberikan kesempatan pada ku untuk mengambil nafas yang membuatku menangis dan tubuhku mulai melemah dan tidak memberontak lagi karena lelah.

Keanno dengan sigap menahan tubuhku dan melepaskan kedua tanganku serta melepaskan cumbuannya. Keanno menyatukan keningku dan keningnya dan menutup mata bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya.

Aku dengan cepat mengambil nafas dengan tergesa-gesa dangan Air mata yang terus mengalir. Keanno kembali menciumku.

Cup

"Maaf. Maafkan aku Anitta.." ucapnya dengan lemah dan menghapus air mataku yang turun dengan kening yang masih menempel tanpa ada jarak diantara aku dan dia.

Aku mengumpulkan tenagaku dan mendorongnya dengan sekuat tenaga hingga dia menjauh dariku.

"Bila tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan dengan saya. Saya permisi tuan." ucapku pada Keanno yang tidak mendapat balasan. Keanno hanya berdiri dalam diam.

Aku dengan cepat melangkah keluar dari ruang kerja Keanno tanpa memperdulikan kakiku yang masih sakit dan kedua tanganku yang mulai membiru. Karena hatiku lebih sakit dari pada luka di kakiku dan tanganku. Aku meninggalkan Keanno sendirian diruang kerjanya.

Saat aku sudah berada diluar ruangan kerja Keanno dan langsung bertatapan dengan bi Ami yang menatapku dengan kebingungan. tetapi bi Ami seperti mengerti dengan keadaanku sekarang, sehingga dia tidak bertanya padaku tentang apa yang barusan terjadi antara aku dengan Keanno yang membuat bersyukur tentang itu.

"neng mau Bi Ami antar ke kamar..?" Tanya bi Ami padaku. Aku menganggutkan kepalaku sebagai jawabannya karena aku tidak memiliki tenaga lagi untuk berbicara.

Aku mengikuti Bi Ami yang mulai melangkah dan saat sudah berada didepan kamarku, aku mengucapkan terima kasih pada Bi Ami dan Izin untuk tidur lebih dulu.

"Terimakasi Bi Ami. Bi saya masuk dulu ya."

"Iya Neng. neng istirahat aja pasti neng lelah banget. Bibi pergi dulu ya neng." Aku menganggutkan kepalaku dan Bi Ami mulai melangkah menjauh.

Aku masuk ke kamarku dan langsung melangkah ke ranjang. Aku seperti tidak memiliki tenaga lagi hanya untuk membersikan tubuhku.

Aku memperbaiki posisi tidurku dan mulai terlelap dan seperti malam sebelumnya saat aku belum benar benar terlelap aku mendengar ada yang berbisik pada ku dan mencium puncak kepalaku saat ini dan hal itu membuatku meneteskan air mata tanpa ku sadari karena ucapan orang yang berbisik ditelingaku.

"I'm sorry my queen and Good night."

Cup

Sekarang aku tau siapa yang berbisik ditelingaku dan menciumku.

******

Sudah dua minggu sejak kejadian diruangan kerja Keanno. Aku tidak pernah melihat Keanno berada dirumah. Aku yang penasaran mengapa Keanno tidak ada dirumah pun, memberanikan diri bertanya pada Bi Ami tentang keberadaan Keanno dan Status Keanno saat ini.

Bi Ami hanya menjawab bahwa Keanno sedang sibuk bekerja. Berangkat pagi-pagi dan pulang saat sudah tengah malam dan soal status keanno saat ini, bi Ami hanya bilang bahwa Keanno belum menikah Yang membuatku semakin penasaaran siapa orang tua dari Baby Al dan saat ingin bertanya tentang Baby Al.

Bi Ami memberikan jawaban yang sama seperti Tante Kartika dan mereka berdua seperti bisa membaca pikiranku yang seperti ingin menanyakan tentang Baby Al.

Aku bukannya telah memaafkan Keanno dan khawatir padanya. Aku malah bersyukur tidak melihatnya selama dua minggu ini dan aku hanya tidak enak karena dia adalah tuan rumahnya. Sungguh kejadian di ruang kerjanya saat itu masih membekas di ingatanku yang membuat luka baru dihatiku dan untungnya memar ditanganku dan luka dikakiku sudah sembuh.

Aku berpikir dia tidak akan pernah memperlakukan aku seperti ayahku, walaupun aku pernah berbuat salah padanya, tetapi apa yang dia lakukan kepadaku dua minggu yang lalu membuat pendapatku tentangnya berubah.

Hanya satu hal yang sedang aku lakukan selama dua minggu ini. Mencoba bangkit kembali dan menghilang rasa takutku serta melawan orang-orang yang ingin menindas ku. tetapi setiap orang pasti memiliki kelemahan bukan.

"Neng ayo makan dulu dari pagi tadi neng belum makan." ucap Bi Ami yang baru saja selesai mengerjakan tugasnya dan menyadarkan aku dari lamunanku.

"Bi Ami duluan aja. Ani mau menidurkan Baby Al dulu, dia kayanya bentar lagi tidur bi, kelelahan main sama Ani." Aku tersenyum pada Bi Ami dengan mengendong Baby Al dan memberinya botol susu yang berisi susu formula dengan menepuk pantat baby Al dengan pelan.

Bi Ami menoleh kearah Baby Al dan tersenyum setelah itu. Bi Ami kembali menatap kearahku. "Baby Al kalau sama neng, gak pernah rewel ya, bi Ami amati dua minggu ini, Baby Al Anteng banget kalau sama neng. Beda kalau sama bibi dulu. Bahkan bibi hampir Stres karena Baby Al gak mau berhenti menangis sampai-sampai Tuan Keanno keganggu kerjanya karena bi Ami Telpon terus soalnya Baby Al cuma mau sama tuan aja atau Sama Nyonya besar." Aku menatap bi Ami tidak percaya.

"Masa sih Bi. Baby Al kaya gitu, Bi Ami bohong ya sama Ani." Candaku dengan wajah jahil.

"serius deh Neng. Tuan Keanno aja sampai heran dua minggu ini bibi gak pernah telpon lagi. Jadi ya... bibi bilang aja kalau Baby Al gak pernah rewel lagi sejak ada neng. Tuan cuma bilang bagus kalau begitu kata tuan." Aku kembali tersenyum kecut mendengar semua perkataan dari Bi Ami.

"Bi gak jadi makan duluan?" Aku mengubah topik pembicaraan agar nama Keanno tidak disebut lagi. Untuk saat ini aku tidak mau mendengar namanya walaupun dia Tuanku saat ini.

"Astaga...! Bibi lupa Neng, pantas perut bibi dari tadi pada demo. Keasikan ngobrol sama neng Ani ini." Bi Ami tertawa yang membuatku tersenyum.

"Kalau gitu bibi makan duluan ya Neng."

"Iya Bi." Setelah mendengar balasanku. Bi Ami segera keluar dari dalam kamar Baby Al.

Aku tersenyum sedih menatap kearah Baby Al. "Siapa sebenarnya orang tuamu Baby Al? mengapa mereka tega kepadamu Baby? tapi mengapa wajahmu terasa familiar dimataku dan aku merasa sangat dekat denganmu. Seperti kita memiliki ikatan ibu dan anak. Sungguh saat pertama melihatmu aku sudah sangat menyayangimu dan mencintaimu, walaupun aku tidak tau kebenarannya." Aku berbicara kepada Baby Al yang telah tertidur didalam gendonganku.

Aku meletakan Baby Al ketempat tidur bayi dan setelah itu memastikan bila Baby Al sudah benar benar tertidur.

"Happy dream of a wonderful."

Cup

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 100 Hari Menikah Dengan Si BOS
9.7
Xavi Alonso bukan hanya taipan bisnis yang tak terkalahkan, tapi juga sosok dingin yang menjebak wanita incarannya dalam pernikahan. Saat sang istri merasa tertipu dan menuntut cerai karena perilaku dominannya, Xavi justru memberikan segalanya. Seluruh harta, perusahaan, hingga dirinya sendiri ia serahkan demi memanjakan sang istri. Di balik kemegahan hartanya, sang penguasa angkuh ini ternyata adalah iblis yang tak punya batas dalam mencintai pasangannya.
Sampul Novel 30 Days Lover
8.0
Rayhan selalu membatasi hubungan asmaranya hanya selama tiga puluh hari akibat trauma masa lalu yang membuatnya takut akan komitmen mendalam. Namun, rutinitas tersebut goyah saat ia bertemu Alda, sosok wanita sempurna yang memenuhi segala kriterianya. Kini, Rayhan berada di persimpangan jalan yang sulit. Ia harus memilih antara tetap bersembunyi di balik aturannya atau memberanikan diri menghadapi rasa takut demi mengejar cinta sejatinya bersama Alda.
Sampul Novel Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
8.8
Dulu Aruna diusir dan dicaci sebagai pembawa sial yang tidak diinginkan. Luka hatinya kian dalam saat perasaan tulusnya pada Nathan hanya dijadikan bahan taruhan yang merendahkan. Setelah bertahun-tahun berlalu, Aruna kembali dengan identitas baru dan kepribadian yang jauh berbeda. Takdir mempertemukannya lagi dengan sang CEO yang dulu menolaknya. Kini, Aruna siap menjalankan misi balas dendam demi menghancurkan pria yang pernah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel KEMBALI DALAM SENJA
9.7
Kehidupan rumah tangga yang dijalani tanpa landasan cinta membuat sang istri terjebak dalam rasa sakit yang mendalam. Meski ia mencoba bertahan dan bersikap hormat, Mas Fairuz justru bersikap dingin serta tidak peduli. Pertanyaan tulus darinya hanya dibalas dengan kata-kata kasar yang menusuk hati, menegaskan bahwa komitmen mereka hanyalah beban tanpa kebahagiaan. Di tengah sikap abai sang suami, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit dalam kesendirian yang menyesakkan.
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Setelah perjuangan bayi tabung yang berat, pengkhianatan Hardian terungkap lewat video mesra dan pencurian dana perusahaan. Di pesta kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikan penderitaanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, datang menyelamatkan. Kini, kami menjalin aliansi rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.
Sampul Novel Promise
9.6
Elphia memutuskan menjauh dari konflik keluarga dengan mengasingkan diri ke sebuah desa terpencil. Di sana, ia menenangkan diri melalui hobi melukis hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda misterius. Kehadiran pria itu memberi warna baru dalam kesepiannya, namun kebahagiaan mereka sirna saat sang pria tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa alasan. Akankah janji yang tersirat membawa mereka kembali bertemu di masa depan?