APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Sexy Sister

My Sexy Sister

Jeremy, pria dewasa yang mapan, terjebak dalam pesona Sashi, adik tirinya sendiri. Kecantikan fisik dan kepolosan Sashi memicu ketertarikan mendalam hingga hubungan mereka berkembang menjadi kedekatan intim yang tak terpisahkan. Namun, cinta terlarang ini ditentang keras. Sashi dipaksa menikah demi kepentingan bisnis keluarga. Kini, ia harus memilih antara memperjuangkan cintanya pada Jeremy atau berkorban demi masa depan pria itu dan kejayaan perusahaan.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Kamu seksi kok, Sas!”

Sashi yang kala itu baru saja menangis sontak mengerutkan keningnya, tidak ada pembahasan apapun, tiba-tiba Jeremy mengutarakan hal demikian.

Seksi? Apanya yang seksi? Dan kenapa sampai dinilai seksi?

“Kakak ngomong apa coba?” Sashi memiringkan kepalanya. “Aku tuh habis diputusin pacar aku kok, kamu bilang aku seksi, emang masalahnya sama model tubuh?”

“Eng-enggak gitu, biasanya kan cowok lihat itu!” jawabnya berkilah.

Jelas itu membingungkan Sashi, sejak menjadi adik sambung alias adik tiri dari Jeremy di keluarga Laksana, memang pemuda itu tak pernah menunjukkan ekspresi tidak suka, Jeremy sangat terbuka dengan kedatangan Sashi juga ibunya, hanya saja perhatian Jeremy yang suka membuat Sashi bingung sendiri.

Seperti saat ini, dia baru saja diputuskan kekasihnya karena satu hal yang sama sekali tak ada hubungannya dengan kata ‘seksi’, tapi yang ke luar dari mulut Jeremy justru kata itu, menyebalkan sekali.

Sashi lantas berdiri, dia tepuk kedua tangannya yang mulai bercampur debu jalanan itu, tidak ada ritual jogging sore yang menyenangkan, hancur mood yang dia bangun susah payah.

“Kamu mau ke mana sih?” lagi-lagi Jeremy selalu menahannya, Kanaya harus menurut padanya sebagai adik.

“Kak, aku lagi nggak enak banget hari ini. Jangan ganggu deh!”

“Karena nggak enak itu, Kakak mau hibur kamu!”

“Mau ngapain sih?” Sashi berusaha menarik tangannya, tapi pemuda yang lebih tua tujuh tahun darinya itu tak mau tahu. “Jangan maksa deh!”

Jeremy tak mau dengar, dia membawa mobil tadi, sengaja mengikuti Sashi ke luar bersama kekasihnya diam-diam. Jujur saja, Jeremy lebih dulu tahu siapa Sashi sebelum gadis itu masuk ke rumahnya sebagai adik, seorang adik kelas mantan kekasihnya yang sangat menarik perhatiannya, tapi Sashi tidak tahu Jeremy sama sekali.

Seksi, energik, mempunyai paras yang cantik, ditambah lagi Sashi bukan tipe gadis yang suka mengumbar tangan untuk kenalan, dia cenderung tidak percaya diri, itu yang membuat Jeremy suka padanya.

Takdir mempertemukan keduanya kembali dalam satu hubungan yang disebut keluarga, Jeremy tak mengelak bahwa perasaannya itu salah, hanya saja dia tak bisa menahan diri untuk tidak menyukai Sashi, gadis itu terlalu menarik baginya.

“Kakak cuman mau ajak aku nonton, gitu? Kalau gini aku ya bisa sendiri kali, Kak!” Sashi mengerucutkan bibirnya.

Jeremy melepas selt belt miliknya lebih dulu, kemudian dia menarik milik Sashi hingga embusan nafas Sashi menabrak lembut pipinya.

Sashi menahan mati-matian degub jantungnya yang tak terkendali sama sekali, bisa-bisanya dia berdebar hanya karena sedekat ini dengan Jeremy, kakak tirinya sendiri. Bibir tebal tipis nan seksi Sashi lipat ke dalam, dia gigit sedikit bagian bawah yang tebal itu, dari sudut matanya bisa Jeremy lihat betapa seksinya Sashi, ingin dia cium detik ini juga.

Tapi, pengendalian dirinya sangat baik.

Tubuh Sashi tersentak saat lagi-lagi tangan Jeremy menggandeng tangannya, ini bukan kali pertama, tapi dia selalu gugup saat Jeremy menggandengnya.

“Kak, aku nggak mau nonton!”

“Udah, ikut aja. Lagian yang aku pilih buat kamu ini filmnya lucu abis, gokil!”

“Ih, tapi aku nggak mau, Kakak juga belum izin sama papa dan mama, kan?” Sashi punya senjatanya.

Jeremy memutar kedua bola matanya malas. “Papa sama mama percaya kalau kamu ke luar sama Kakak, udah ikut aja, ini nggak bakal buat kamu rugi!”

Ya, benar, apa yang Jeremy katakan karena nyatanya Sashi tidak pernah dirugikan bila dia ke luar bersama Jeremy, pemuda itu akan selalu menjadikan dia nomor satu, bahkan bisa dibilang lebih dari sekadar adik, bisa dikatakan kekasih malah, banyak orang dibuat salah paham.

Gandengan tangan Jeremy semakin mengetat saat mereka berbaris antre, sungguh dia akan marah bila ada yang melirik Sashi.

“Aku tuh nggak suka gitu kalau ke luar sama Kakak, sukanya berantem mulu!” Sashi obati tangan kanan Jeremy yang baru saja baku hantam. “Kenapa sih suka banget mukul orang, kamu stress ya?”

“Kakak nggak suka aja kamu dilirik gitu sama dia, kamu nggak murahan!”

“Sashi tahu, itu juga nggak sengaja dia bilang. Jangan emosian dong, posesif amat sama adeknya!”

“Auh!”

“Ini aku udah pelan, Kak!” Sashi tahan tangan Jeremy yang endak terlepas kabur itu, bisa-bisanya main kabur saja. “Aku nggak mau ya kalau kamu mukulin orang lagi!”

“Kalau gitu kamu jangan seksi-seksi!”

“Apaan sih, nggak ada yang seksi!”

Tontonan yang seharusnya bisa membuat mereka tertawa, nyatanya hanya membuat Sashi sebal, dia memang sudah lupa sakit yang ditorehkan sang mantan, tapi dia kesal saat ini mengingat Jeremy selalu saja bermain brutal kalau ada yang meliriknya, sekalipun tidak sengaja.

***

Di kamarnya, Jeremy usap foto berdua bersama Sashi yang diambil saat keluarga ini baru bersatu, saat itu Sashi duduk di bangku SMA, belum pandai berhias seperti sekarang ini, lima tahun terlalu cepat bagi mereka bersama.

Jeremy hanya melirik malas saat ponselnya berdering, dia sudah tak ada hubungan lagi dengan gadis berambut pirang bernama Clara itu, mereka sudah putus, tapi masih terus saja mengganggunya.

“Kak, mama udah selesai masak, ayo makan!”

Jeremy berbalik, dia tersenyum pada Sashi, gadis berusia 19 tahun itu melenggang masuk sambil menarik kaosnya yang kebesaran, duduk di tepi ranjang dan mengambil ponsel Jeremy.

“Kenapa nggak angkat telfonnya nih cewek, bete?”

“Udah putus, kan. Ngapain diterima, males!”

Sashi sontak berwajah jelek. “Kakak yang peka sedikit dong, dia gini itu masih sayang sama Kakak, jadi-“ Sashi bungkam, wajahnya sangat dekat dengan wajah Jeremy saat ini, pria itu membungkuk di depannya.

Jeremy terseyum tipis nyaris tak terlihat indra penglihatan Sashi, perlahan dia dekatkan wajahnya, mengikis jarak yang ada hingga ujung hidung mereka bertemu. Ibu jari Jeremy mengusap bibir tebal tipis Sashi dengan gerak sensual, gadis itu masih belum sadar akan kegiatan kakaknya yang membuat dia terperangah.

Saat bibir Jeremy endak menyapu bibir Sashi, gadis itu memalingkan wajahnya yang memerah, Jeremy tersenyum, dia usak lembut rambut Sashi, kemudian meninggalkan Sashi sendirian di kamarnya.

Foto yang sedari tadi Jeremy pandangi masih tergeletak di meja dekat ranjang, posisinya terbalik hingga Sashi tak tahu foto apa itu, dia hanya menetralkan debaran di dadanya sebelum bangkit dan berjalan ke luar.

“Nggak, Sashi ... no, kamu nggak boleh mikir yang aneh-aneh sama kakakmu, dia kakakmu pokoknya!” Sashi bermonolog dengan batinnya sendiri.

Dia berlari cepat ke ruang makan, tampak di sana Jeremy tengah asik bercanda dengan sang mama, kedua tangannya terkepal, ingin sekali dia sumpal mulut Jeremy dengan gulungan tisu, bisa-bisanya membuat dia berdebar tidak karuan.

“Sashi, makan sini, Sayang!” tegur mama.

“Iya, Sayang, sini!” timpal Jeremy tanpa dosa.

Rese!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bu Claire
9.2
Claire merasa jenuh dengan kehidupan pernikahannya bersama Budi yang terasa hambar di sebuah desa kecil. Kehadiran Ridho yang menggoda memicu perselingkuhan rumit yang penuh gairah sekaligus rasa bersalah. Saat kecurigaan Budi memuncak, rahasia besar ini akhirnya terbongkar dan mengancam keutuhan rumah tangga mereka. Namun, keduanya memilih untuk berjuang memperbaiki kepercayaan melalui kejujuran. Sebuah kisah mendalam tentang komitmen, rekonsiliasi, dan arti cinta sejati.
Sampul Novel Hurt Wife
9.4
Farida harus menelan kenyataan pahit saat suaminya mengkhianati pernikahan mereka demi adik kandungnya sendiri. Luka batin yang begitu dalam akibat perselingkuhan itu membawa Farida ke dalam situasi tak terduga. Terjebak dalam pusaran emosi yang kalut, ia justru terhanyut dalam godaan nafsu dan hasrat yang membara. Sebuah kisah fiksi dewasa tentang rasa sakit dan pelarian emosional yang mengubah hidupnya secara drastis dalam sekejap mata.
Sampul Novel MENGGODA MANTAN ISTRI
9.1
Alan adalah sosok suami idaman, namun sikapnya yang terlalu ramah kepada semua orang menghancurkan hati Valeria hingga ia memilih bercerai dan pindah ke London. Saat kembali ke Indonesia demi menyelamatkan bisnis ayahnya yang terancam bangkrut, Valeria justru terjebak situasi pelik. Alan muncul menawarkan bantuan finansial, tetapi dengan syarat yang merendahkan: Valeria harus menjadi kekasih gelapnya. Akankah Valeria menerima tawaran sang mantan?
Sampul Novel My Rental Woman
9.3
Demi membiayai pengobatan sang ibu, Alana terjebak dalam tawaran Bernando Thomas, dokter muda yang kehilangan istrinya meninggal secara misterius di luar negeri. Orang tua Thomas tidak mengetahui kematian tersebut, sehingga kehadiran Alana yang memiliki wajah sangat mirip dengan mendiang Calista menjadi solusi penyamaran. Thomas bersedia menanggung seluruh biaya medis ibu Alana, asalkan ia mau menjadi istri sewaan. Akankah Alana menerima kesepakatan rahasia ini?
Sampul Novel Pernikahannya, Makam Rahasianya
8.1
Maya Prameswari terjebak dalam pernikahan beracun dengan miliarder Bima Wijaya. Bima menghina Maya sebagai wanita mata duitan, tanpa tahu dialah penyelamat rahasia hidupnya. Hasutan jahat Sarah Hartono membuat Bima makin membenci Maya. Demi keadilan ibunya dan keselamatan Bima dari musuh tak terlihat, Maya nekat memalsukan kematiannya. Namun, kepergian Maya justru memicu duka mendalam dan bahaya baru bagi Bima yang masih dibutakan oleh kebohongan.
Sampul Novel Sahabatku Merebut Kekasihku
9.6
Lyana Mahesa terbiasa berpindah kota mengikuti tugas ayahnya yang seorang polisi. Di Bandung, ia bersahabat erat dengan Alenka dan jatuh hati pada ketua OSIS populer, Rafa Elvardio. Namun, hatinya hancur saat menyadari Rafa adalah kekasih Alenka. Setelah pindah ke Jawa Timur, komunikasi mereka terputus total. Tujuh tahun berselang, takdir mempertemukan kembali Lyana dengan Rafa dalam situasi yang sangat berbeda. Apakah perasaan masa lalu yang terpendam itu akan benar-benar tuntas?