APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Sweet Wife

My Sweet Wife

Insiden tak terduga di pesta pernikahan adiknya mengubah hidup Riko Alfian Firmansyah selamanya. Pria berusia 28 tahun ini tertangkap basah oleh ibu Tiffani Mita Winata saat mereka sedang berciuman. Akibat kejadian itu, Riko terpaksa menikahi mahasiswi berusia 21 tahun tersebut atas desakan orang tua. Meski berstatus sahabat sang adik, Mita harus menjalani mahligai rumah tangga mewah tanpa dasar cinta. Akankah pernikahan paksa ini berakhir bahagia?
Bab
Bagikan

Bab 1

Oerumi gadeukhi

Pieoissneun i garden

Gasituseongi

I moraeseonge nan nal maeeosseo

Dering ponsel Mita telah berdering untuk ketiga kalinya. Gadis yang mempunyai nama lengkap Tiffany Mita Winata ini masih mengubur seluruh tubuhnya di dalam selimut tebal. Ia masih merasa sangat mengantuk.

Dengan enggan ia menerima panggilan di ponsel tanpa melihat ID caller yang tertera di sana.

“Siapa sih? Pagi-pagi ganggu aja!” gerutu Mita

“Ha ...”

Suara di seberang sana membuat Mita menjauhkan ponsel dari telinganya. Ia melihat ID caller di sana.

“Pantes aja udah kayak emak-emak nagih utang,” gumam Mita dalam hati

“Jam segini Lo masih enak-enakan tidur? Kan semalem gue udah bilang kita mau fitting baju pagi hari. Kenapa Lo belum dateng juga sih?”

Mita memutar bola mata malas. “Iya. Sorry, semalem gue nonton film sampek jam dua pagi. Jadi gue ngantuk banget. Gue mandi dulu ya? Bye.”

Mita mematikan panggilan tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya yang tambah bawel dan cerewet itu. Ia beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi untuk segera mandi dan bersiap-siap.

Tiga puluh menit kemudian Mita telah selesai dengan kaos dan celana denim kesayangannya. Ia memoleskan sedikit bedak dan liptint beraroma strawberry.

Setelah mematut dirinya dicermin,  ia menampilkan senyum termanis yang dimilikinya. Menampilkan kedua lesung pipi yang menambah kadar kecantikannya.

“Siapa sih laki-laki yang tak tergoda dengan gadis secantik dan se-imut aku?” monolog Mita

Mita meraih kunci mobil BMW M6 Cabrio miliknya. Ia harus segera berangkat ke butik yang sudah ditunjuk oleh sahabat bawelnya di aplikasi pesan beberapa menit yang lalu.

Kini Mita mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi dari biasanya. Jalanan yang tampak sepi makin memuluskan laju mobilnya.

Lima belas menit kemudian, ia telah sampai di area butik yang tertulis dipesan sahabatnya. Gadis itu menoleh ke area parkir yang berada tak jauh dari pintu masuk. Dengan gesit,  ia berhasil memarkirkan mobilnya dengan baik.

Ia merapikan penampilannya sebelum benar-benar keluar dari mobilnya. Mita meraih ransel kecil dan memeriksa isinya sesaat.

Dengan langkah pelan ia masuk ke dalam butik. Dan di sana langsung disambut oleh Bunda sahabatnya.

“Eh, ada Mita. Sini sayang.  Lissa masih fitting gaun didalam,” ucap Sukma antusias.

“Iya Bunda.  Maafin Mita telat datengnya,” ringis Mita

“Nggak apa-apa kok. Lissa juga baru masuk belum lama,” ucap Sukma lembut

Mita menatap takjub ke arah sahabatnya yang kini memakai gaun pengantin model mermaid dress. Gaun itu tampak indah dan begitu menyatu dengan aura calon pengantin baru.

“Mita kapan nyusul Lissa nikah?” bisik Sukma lirih.

“Ehm, b-belum tahu Bunda. M-Mita belum ke pikiran ke sana,” jawabnya gugup.

“Sama Kakaknya Lissa aja gimana?” celetuk Sukma.

Perkataan Sukma membuat Mita meneguk ludah gugup. Pasalnya dari, orang yang disebutkan wanita paruh baya itu menatap ke arahnya.

“Ah, Bu-Bunda bercanda nih,” ucap Mita gugup.

“Bunda serius tahu. Anaknya Bunda masih jomblo loh. Alias belum punya pacar,” ucap Sukma geli.

“Mana mungkin Bun. Laki-laki setampan Kak Riko belum punya pacar. Ehm, palingan Kak Riko aja yang pemilih. Kalau menurut Mita, wanita mana yang nggak mau di jadiin pacar sama Kak Riko.”

“Kamu benar. Tapi andai saja Ayah dan Bunda maunya kamu gimana? Kamu mau?” tanya Sukma lirih

Mita meneguk ludah. “Ehm, M-Mita masih terlalu kecil untuk Kak Riko, Bun.”

“Siapa bilang? Tuh, anaknya Bunda dari tadi melirik kamu terus kok,” ucap Sukma dengan nada jahil

Wajah Mita memerah malu.

Ehm, penampilan aku nggak aneh kan ya

Mita mematut ke arah cermin besar di depannya. Dress mini di atas lutut berwarna soft pink melekat sempurna di tubuhnya. Dan kedua pundak dan punggung yang sedikit terbuka membuat kesan seksi dan memikat.

Ditambah dengan sepasang highells tujuh centi yang menunjang kedua kaki jenjangnya, menambah sentuhan kesempurnaan kecantikan gadis berusia dua puluh satu tahun itu.

Siapa pun yang memandang dirinya pasti akan terpesona dan meneteskan air liur. Pasalnya, gadis dua puluh satu tahun ini jarang sekali memakai dress mini yang terbuka. Ia lebih menyukai kaos dan celana jeans panjang pas body.

Tampaknya sepasang mata elang menatap ke arah Mita tanpa kedip sejak sepuluh menit yang lalu. Mata itu tampak merekam keindahan yang terpampang di depannya.

Sebuah tepukan di pundak laki-laki yang mempunyai nama lengkap Riko Alfian Firmansyah itu menyadarkannya dari keterpanaan yang menggoda matanya.

“Ayah,” gumam Riko.

“Kenapa ngelihatin Mita sampai melamun? Terpesona ya?” goda Hasan.

“A-ayah. Apaan sih? Riko cuma ,,, cuma nggak sengaja ngeliatin kok,” jawabnya gugup.

“Hahaha ,,, Riko,  Riko,” Hasan menggelengkan kepalanya. Geli. “Ayah ini pernah muda. Walaupun jaman Ayah dulu enggak seperti sekarang, tapi Ayah bisa bedain orang terpesona dan ‘Cuma ngeliatin’ itu beda,” ucap pria paruh baya dengan nada geli.

“Ayah kebanyakan nonton sinetron sama Bunda. Jadi ke bawa sampai ke kehidupan nyata kan jadinya,” ucap Riko menutupi kegugupannya.

Ya, sejak Mita memakai dress beberapa hari yang lalu saat berkunjung ke rumahnya, Riko merasa terpesona dengan gadis itu.

Apalagi saat penampilannya hari ini begitu terlihat seksi dan menggoda. Dress mini itu tampak menunjukkan beberapa lekukan tubuh gadis dua puluh satu tahun itu yang memiliki ukuran mungil cukup memuaskan bagi laki-laki. Termasuk Riko.

Berkali-kali Riko menatap diam-diam ke arah Mita. Entah saat gadis itu bicara dengan Bunda atau adiknya.

“Ya sudah. Ayah mau nemenin Bunda saja,” ucap Hasan

Riko mengerjap tak percaya saat melihat Mita tampak menurunkan sedikit belahan dressnya. Membuat sepasang keindahan buah dada di sana tampak begitu menggairahkan di mata Riko.

Sial!!!

Ternyata dibalik kaos sialan itu ada keindahan yang tak terlihat.

Dan sekarang ia malah mau memamerkan kepada orang lain.

Tidak ... tidak. Ini tidak benar.

Tapi ...

A-aku bukan siapa-siapanya dia.

Bagaimana cara aku mencegahnya untuk memakai pakaian itu ya?

Argghh!

Kenapa aku jadi mikirin dia sih?

Riko memegang dadanya. Tiba-tiba ia merasakan debaran riuh yang sudah lama dirinya lupakan. Hampir kurang lebih sejak tujuh tahun yang lalu.

“Kak Riko?” seru Mita.

Mendengar suara lembut itu membuat tubuh Riko menegang.  Ia menatap dua bola mata bening yang tampak berbinar-binar.

“H-hai. Ada yang bisa Kakak bantu?” Riko mendekat ke arah Mita

Gadis itu tersenyum. Satu jenis senyum yang mampu menggetarkan hati Riko yang telah lama beku.

“Kakak mau pulang bareng aku? Tadi Ayah dan Bunda mau ada urusan. Terus Meli sama Kak Rendy berdua. K-kakak mau bareng aku? Soalnya nanti aku mau nemenin Meli di rumah.”

“Ehm, nggak merepotkan kamu kalau Kakak bareng kamu?” Riko menggigit lidahnya.

“Ya enggaklah. Aku ganti baju dulu ya Kak.”

Setelah Mita beranjak dari sana, Riko menghela nafas dalam-dalam. Sejak tadi gairah Riko seakan melonjak, karena menghirup wangi tubuh gadis itu dari jarak dekat. Sial, sepertinya sifat mesum Riko keluar di saat yang tak tepat.

“Ayo Kak. Kita pulang sekarang,” ucap Mita lembut.

Tanpa sadar, Mita meraih salah satu lengan Riko. Membuat laki-laki itu panas dingin. Seumur hidup Riko belum pernah merasakan yang seperti ini. Bahkan dengan kekasihnya dulu.

Beberapa pasang mata pria yang masuk ke butik melirih ke arah Mita dan langsung diberi tatapan tajam oleh Riko. Membuat pria-pria itu mengalihkan tatapannya.

“Sini kunci mobil kamu. Biar Kakak yang bawa mobilnya,” tawar Riko.

Mita mengambil kunci mobil di ranselnya. Dan memberikan pada laki-laki itu. Mereka masuk dan menyamankan dirinya masing-masing.

Riko mengemudikan mobil Mita dengan kecepatan teratur. Sesekali ia melirik ke arah gadis yang tampak terlihat tenang menatap ke samping. Ia kembali fokus ke jalan yang begitu sepi. Ia menambah sedikit kecepatan mobilnya.

Tanpa Riko tahu, Mita sebenarnya gugup luar biasa. Ia mengalihkan pandangan ke luar jendela karena saat ini dadanya berdebar-debar. Mita pernah merasakan debaran itu, tapi kali ini debaran yang berbeda. Terkesan menggebu-gebu dan tak sabaran.

Dua puluh menit kemudian mobil Mita masuk ke halaman rumah sahabatnya sekaligus tempat tinggal laki-laki yang saat ini di sampingnya.

Setelah mobil terparkir, keduanya kompak turun. Mereka berjalan beriringan. Tapi karena kurang hati-hati, Mita hampir saja tergelincir. Untung Riko dengan sigap meraih tubuh mungil Mita.

Posisi mereka kini begitu intim. Tangan Riko berada di pinggang Mita. Dan kedua tangan gadis itu mengalung di leher Riko karena refleks saat laki-laki itu meraih pinggangnya.

Mereka saling menatap untuk beberapa detik lamanya. Hingga satu seruan menyadarkan dari keterpanaan.

“Siang-siang jangan mesum, please!”

Bersambung ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku
8.9
Sepuluh tahun mengabdi dalam bayang-bayang, pengorbanan istri Daffa Prawirodirdjo hancur saat melihat suaminya pamer kebahagiaan dengan Leni, cinta lamanya. Puncaknya, Daffa tega menelantarkan Bintang yang terluka di hari ulang tahunnya demi membela putri Leni. Muak dengan pengkhianatan itu, sang istri membawa Bintang pergi dan memulai hidup baru sebagai seniman sukses. Saat Daffa kembali memohon ampun tiga tahun kemudian, pintu maaf telah tertutup selamanya.
Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu
9.6
Pasca insiden satu malam, Rossa Saraspati menikah dengan Robert Carlos karena kehamilan yang tak terduga. Robert adalah suami miliarder yang memanjakannya dengan kemewahan luar biasa, memenuhi segala keinginan materi namun melarangnya bekerja. Saat Rossa mencoba mencari nafkah secara sembunyi-sembunyi, ia selalu gagal karena sabotase Robert. Akhirnya, Robert memberi Rossa posisi khusus di kantornya sebagai istri sang bos demi memastikan ia tetap berada di sisinya.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terkurung dalam pernikahan tanpa cinta akibat paksaan ibu Ravian. Sebagai pemimpin perusahaan yang dingin, Ravian Aditya Maheswara hanya menganggap hubungan ini kewajiban belaka. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian berubah drastis. Alih-alih setuju, ia justru mulai mempermainkan perasaan Nayara, menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan tepat saat ia ingin pergi menjauh dari bayang-bayang pria itu.
Sampul Novel Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia
8.6
Suamiku, pemimpin mafia Jakarta, menolak memiliki anak sebelum aku mengungkap rahasia gelapnya: seorang putra dari wanita musuh bebuyutan kami. Kekejamannya memuncak saat dia mencelakaiku hingga keguguran, sementara selingkuhannya membuangku ke jurang. Namun, aku bertahan hidup. Saat aku muncul di TV sebagai arsitek kelas dunia, sang bos mafia kini bersujud di kakiku, memohon pengampunan dari sosok yang dulu ia hancurkan dan biarkan mati begitu saja.
Sampul Novel Forgive Me, I can't Stop Loving You
8.8
Dua tahun Nia berjuang meluluhkan hati Raka, tetangga sekaligus kakak sahabatnya yang bersikap kasar dan dingin. Harapannya hancur saat Raka mengumumkan pertunangannya di depan umum tanpa peduli pada perasaan Nia. Memilih menyerah, Nia pun menghilang tanpa jejak dari hidup lelaki itu. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Raka tertegun saat melihat Nia bersama seorang anak laki-laki yang memanggilnya Bunda dengan penuh kasih sayang.
Sampul Novel Mencintaimu Lebih Dari Yang Aku Bisa
8.4
Dua tahun menikah, Berman selalu menghindari tatapan Clarissa saat berhubungan intim. Clarissa merasa hanya menjadi bayang-bayang adiknya di mata sang suami. Meski telah mencintai Berman selama sebelas tahun dengan penuh rasa rendah diri, Clarissa akhirnya menyerah dan mencoba pergi. Namun, saat ia berusaha menghapus Berman dari hidupnya, rasa sakit yang muncul justru mengancam jiwanya. Ternyata, mencintai Berman telah menjadi kebiasaan fatal yang tak bisa ia hentikan.