APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Sweet Wife

My Sweet Wife

Insiden tak terduga di pesta pernikahan adiknya mengubah hidup Riko Alfian Firmansyah selamanya. Pria berusia 28 tahun ini tertangkap basah oleh ibu Tiffani Mita Winata saat mereka sedang berciuman. Akibat kejadian itu, Riko terpaksa menikahi mahasiswi berusia 21 tahun tersebut atas desakan orang tua. Meski berstatus sahabat sang adik, Mita harus menjalani mahligai rumah tangga mewah tanpa dasar cinta. Akankah pernikahan paksa ini berakhir bahagia?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Kamu ada jadwal kuliah nggak Sayang?” tanya Dewi.

Setelah beberapa detik berlalu, pertanyaan Dewi tak kunjung mendapat jawaban. Membuat  wanita paruh baya itu mengernyit heran. Pasalnya, ia tak pernah mendapati putri semata wayangnya dalam mode seperti ini.

“Mita?" Dewi mengerutkan dahi heran. Tak biasanya Putri semata wayangnya melamun. "Tiffany Mita Winata?” Seru Dewi.

Gadis dua puluh satu tahun itu mendongak. Menatap ke arah sang Mama yang mengernyit heran ke arahnya.

“A-apa Ma?” tanya Mita gugup.

Dewi memicingkan matanya. “Kamu kenapa? Sakit?”

Mita menggeleng. “Mita baik-baik aja kok Ma.”

Dewi semakin mengernyitkan dahinya. “Kamu yakin?”

Gadis itu mengangguk. “Yakin seribu persen Ma.” Mita menampilkan senyum termanis yang ia punya, membuat Dewi menghela nafas lega.

Tapi ada keanehan dalam nada suara dan perilakunya putrinya pagi ini. Dewi yakin itu.

“Jadi, kamu ada kuliah nggak hari ini?” tanya Dewi lagi.

Mita menggeleng. “Enggak Ma. Mita nanti mau istirahat aja di rumah. Soalnya besok Mita bakalan sibuk jadi Bridesmaid  di pernikahannya Melissa.”

“OK kalau begitu. Ah ya, Papa mau mengajak kita makan malam dengan Keluarga Haryanto sabtu depan.” Ucap Dewi antusias

“Makan malam?” beo Mita.

Dewi spontan mengangguk. “Iya. Yang bulan lalu kita ketemu di pernikahan Tante Mela. Kamu ingat?”

“Mita lupa,” jawabnya singkat.

“Papa berniat mendekatkan kamu dengan anak bungsu Pak Haryanto,” celetuk Dewi.

Mita langsung menatap dalam ke arah Dewi. “Mama bilang apa tadi?”

“Ish, telinga kamu bermasalah, ya. Mama ngomong sejelas itu juga kamu kasih nanya,” desis Dewi jengkel.

“Please Ma. Tadi Mama ngomong apa?” tanya Mita.

“Papa berniat mendekatkan kamu dengan anak bungsu Pak Haryanto,” ucap Dewi lagi.

“No!” tolak Mita.

Tak berpikir terlalu lama, Mita langsung menolak rencana yang di cetuskan Mamanya itu.

“Kenapa? Kamu kan belum mengenalnya lebih dekat? Kenapa sudah kamu tolak?” tanya Dewi penasaran.

“Beri Mita waktu berpikir. Masih ada waktu kan? Oh iya, Mita masuk kamar dulu,” jawab Mita cepat.

Tanpa menunggu persetujuan Dewi, gadis itu segera beranjak dari sana. Membuat Dewi melongo dengan kelakuan aneh putrinya pagi ini.

“Apa salahnya makan malam? Kan ini bukan pertama kalinya.  Dia kan bisa menolak kalau tidak tertarik,” Monolog Dewi.

Sesampainya di kamar, Mita langsung mengunci pintu kamarnya. Berharap sang Mama tidak menyusul untuk membujuk dirinya.

Gadis itu meraih ponsel yang tergeletak di kasur. Membuka salah satu aplikasi musik untuk menemani hatinya yang sedang gelisah.

Alunan beberapa musik yang di dengar semakin tak mampu mengalihkan keresahan hatinya. Ia pun menjadi semakin gelisah. Hingga akhirnya ia mematikan musik tersebut.

Aku kenapa sih?

Kenapa rasanya nggak enak banget sih?

Kayak ... kayak ...

Nggak mungkin gara-gara  ...

Argghhh ...

A-aku bukan baru pertama bertemu dia,

Tapi, cara dia memandangku waktu itu

Bayangan kejadian di Butik dan di rumah Melissa kemaren berputar-putar bak kaset rusak di otak cantiknya. Dan bayangan wajah laki-laki itu seakan mempora-porandakan hatinya tanpa permisi. Merasa lelah dengan pikiran ngawurnya, Mita mencoba menutup mata. Perlahan tapi pasti, akhirnya ia terlelap.

*

Di salah satu kamar bernuansa abu-abu, seorang laki-laki tampak fokus dengan layar laptop yang menyala. Layar itu menampilkan laporan yang perlu ia periksa sebelum di kirim ke CEO di tempatnya bekerja.

Laki-laki bernama Riko tampak serius menyelesaikan tugasnya. Walaupun ia sedang mengambil cuti, ia tetap menyelesaikan pekerjaannya agar tak menumpuk.

Tok .. tok .. tok

“Kakak?” Seru gadis di balik pintu kamar Riko.

“Masuk. Nggak dikunci kok,” Sahut Riko.

Gadis dua puluh satu tahun itu tersenyum, menghampirinya.

“Kenapa,” Tanya Riko

“Boleh Lissa tanya sesuatu?” 

“Apaan?” 

“Kakak jadian ya sama Mita,” Melissa menaikkan satu alisnya.

Uhuukkk.....

“K-kamu ini, Dek?!” Riko tersedak ludahnya sendiri.

Sial!!! Tenggorokannya terasa panas sekali!!!

“Masih nggak mau ngaku?” Melissa menaikkan satu alisnya. 

“Istirahat sana!!! Besok acaranya lama loh!” Riko mencoba mengalihkan pembicaraan adiknya.

Melissa memicingkan mata curiga.“Ada yang nggak beres!!” Gadis itu belum berhenti mengorek informasi mengenai hubungan Riko dengan sahabatnya. 

“Masuk kamar kamu sana! Awas lho ya kalau besok ngeluh capek,” Riko berdoa dalam hati agar adiknya yang mempunyai ke-kepoan akut itu segera keluar dari kamarnya. Karena saat ini ia sedang di landa kegugupan. Demi apa laki-laki di puluh delapan tahun itu gugup karena pertanyaan nyeleneh dari adiknya? 

Gadis itu beranjak. Tapi, sebelum ia benar-benar keluar dari kamar Kakaknya, ia membisikkan sesuatu yang membuat Riko membeku.

Bisikan nakal dari adik satu-satunya itu membuat Riko termangu untuk waktu yang lama. Ia tak membohongi dirinya sendiri. Faktanya setelah kejadian kemarin, bayangan gadis dua puluh satu tahun itu terasa mengganggu. Laki-laki itu bak remaja yang pertama kali jatuh cinta.

Lebay? Ya mungkin itu kata yang tepat untuk seorang laki-laki yang berusia dua puluh delapan tahun itu. Tatapan datar yang biasa ia tunjukkan untuk setiap perempuan lenyap, kala berhadapan dengan Mita. Gadis mungil yang masih baru berumur duanpuluh satu tahun.

Riko tersenyum geli. Ia mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran liar di otaknya. Mungkin kelamaan jomblo membuat otaknya karatan.

*

Tidur biasanya menjadi obat mujarab ketika Mita sedang kesal ataupun lagi banyak pikiran. Tapi acara tidur siang ini membuat kepalanya pusing bukan main.

Arghh,,,

Kenapa pake pusing segala?

Mana besok aku harus nemenin Melissa dari pagi sampai malam.

Mita memaksa dirinya bangun, untuk membuka laci nakas dan mengambil salah satu botol obat pereda sakit kepala dan segera meminumnya. Kini ia bersandar di kepala ranjang sambil memejamkan mata. Berharap rasa pusing itu segera menghilang. 

Tring

>>My BbFriend

Mit !

Lo besok dateng pagi ya,

Inget! Jangan telat

Sebuah notifikasi pesan mengusik ketenangan Mita. Dengan malas, gadis itu meraih ponselnya. Membuka pesan yang baru saja masuk beberapa detik yang lalu.

“Nggak sekalian minta aku malam ini dateng ke rumah kamu. Nemenin kamu tidur gitu.” Gumam Mita.

//Me

Nggak sekalian minta gue malam ini nginep di rumah Lo?

Contohnya nemenin Lo tidur gitu?

Gadis itu terkikik geli dengan pesan yang baru saja ia kirimkan kepada sahabat bawelnya yang akan menikah besok.

Tring ...

>>My BbFriend

Emang Mama Dewi ngebolehin Lo kesini malam ini?

Kalau boleh, gue sih seneng-seneng aja

Gimana?

“Enak di elo gak enak di gue dong,” gerutu Mita.

//Me

Kalaupun Mama ngijinin, Ogah gue

Enak di Lo gak enak di gue

Kepala gue pusing banget sekarang

Tring ...

>>My BbFriend

Haa?

Lo kenapa?

Apa karena adegan tadi siang?

Ahh ,,, gue tahu

Jangan-jangan Lo lagi mikirin Kakak gue?

Ngaku deh!!!

Mita membelalakkan mata tak percaya. Melihat sederet pesan ngawur dari sahabat bawelnya, yang membuat ia lupa seketika dari sakit kepalanya.

//Me

Lo benar-benar eror!!!

Mendingan Lo berendam deh

Otak Lo perlu dibersihin,  biar debunya bersih

“Kayaknya bentar lagi bukan Meli aja yang heboh. Kemungkinan Ayah dan Bundanya juga. Ah, itu artinya ...”

Glek ...

“Aku tak bisa membayangkan jika sebentar lagi Papa dan Mama ikutan heboh. I-ini tidak boleh terjadi. Tapi? Apa yang bisa aku lakukan coba? Arghhh!!!” Monolog Mita.

.

.

.

Bersambung ....

*

Jangan lupa dukung cerita ini dengan meninggalkan ulasan atau komentar di setiap babnya ya.

Ikuti eFbi Merry Anna untuk mendapatkan informasi seputar update cerita ini. 

Terima kasih

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku
8.9
Sepuluh tahun mengabdi dalam bayang-bayang, pengorbanan istri Daffa Prawirodirdjo hancur saat melihat suaminya pamer kebahagiaan dengan Leni, cinta lamanya. Puncaknya, Daffa tega menelantarkan Bintang yang terluka di hari ulang tahunnya demi membela putri Leni. Muak dengan pengkhianatan itu, sang istri membawa Bintang pergi dan memulai hidup baru sebagai seniman sukses. Saat Daffa kembali memohon ampun tiga tahun kemudian, pintu maaf telah tertutup selamanya.
Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu
9.6
Pasca insiden satu malam, Rossa Saraspati menikah dengan Robert Carlos karena kehamilan yang tak terduga. Robert adalah suami miliarder yang memanjakannya dengan kemewahan luar biasa, memenuhi segala keinginan materi namun melarangnya bekerja. Saat Rossa mencoba mencari nafkah secara sembunyi-sembunyi, ia selalu gagal karena sabotase Robert. Akhirnya, Robert memberi Rossa posisi khusus di kantornya sebagai istri sang bos demi memastikan ia tetap berada di sisinya.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terkurung dalam pernikahan tanpa cinta akibat paksaan ibu Ravian. Sebagai pemimpin perusahaan yang dingin, Ravian Aditya Maheswara hanya menganggap hubungan ini kewajiban belaka. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian berubah drastis. Alih-alih setuju, ia justru mulai mempermainkan perasaan Nayara, menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan tepat saat ia ingin pergi menjauh dari bayang-bayang pria itu.
Sampul Novel Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia
8.6
Suamiku, pemimpin mafia Jakarta, menolak memiliki anak sebelum aku mengungkap rahasia gelapnya: seorang putra dari wanita musuh bebuyutan kami. Kekejamannya memuncak saat dia mencelakaiku hingga keguguran, sementara selingkuhannya membuangku ke jurang. Namun, aku bertahan hidup. Saat aku muncul di TV sebagai arsitek kelas dunia, sang bos mafia kini bersujud di kakiku, memohon pengampunan dari sosok yang dulu ia hancurkan dan biarkan mati begitu saja.
Sampul Novel Forgive Me, I can't Stop Loving You
8.8
Dua tahun Nia berjuang meluluhkan hati Raka, tetangga sekaligus kakak sahabatnya yang bersikap kasar dan dingin. Harapannya hancur saat Raka mengumumkan pertunangannya di depan umum tanpa peduli pada perasaan Nia. Memilih menyerah, Nia pun menghilang tanpa jejak dari hidup lelaki itu. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Raka tertegun saat melihat Nia bersama seorang anak laki-laki yang memanggilnya Bunda dengan penuh kasih sayang.
Sampul Novel Mencintaimu Lebih Dari Yang Aku Bisa
8.4
Dua tahun menikah, Berman selalu menghindari tatapan Clarissa saat berhubungan intim. Clarissa merasa hanya menjadi bayang-bayang adiknya di mata sang suami. Meski telah mencintai Berman selama sebelas tahun dengan penuh rasa rendah diri, Clarissa akhirnya menyerah dan mencoba pergi. Namun, saat ia berusaha menghapus Berman dari hidupnya, rasa sakit yang muncul justru mengancam jiwanya. Ternyata, mencintai Berman telah menjadi kebiasaan fatal yang tak bisa ia hentikan.