APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Tsundere King

My Tsundere King

Kehidupan Ratu Gifara berubah sejak masuk kelas 11. Gadis berusia 16 tahun ini terjebak dalam perselisihan harian dengan Raja, pemuda dingin bermata hitam yang hanya bersikap sinis kepadanya. Keduanya sama-sama keras kepala dan enggan mengalah hingga kelulusan tiba. Namun, Ratu tidak menyadari adanya perjanjian rahasia antara orang tuanya dengan pihak lain. Di sisi lain, Raja yang bermulut pedas ternyata menyimpan sejuta misteri yang belum terungkap.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sumpah demi alek, aku sebenarnya malas berangkat sekolah hari ini. Bukan karena kedapatan guru killer, melainkan perihal praktek besok dan jadwal belanja sekarang ialah aku, Raja, Izzu, serta Daisy. Belum lagi menggarap RAB ( Rencana Anggaran Belanja ) dengan segala perintilannya, sungguh membuatku ingin berteriak, melampiaskan semuanya.

Tidak segampang yang kalian bayangkan, ketika membuat RAB. Harus pandai berhitung dan butuh ketelitian yang mumpuni. Salah sedikit, auto di ceramahi panjang lebar oleh kajur Tata Boga, hadeuh. Sedang sibuk menggarisi tabel untuk bahan serta harga, Raja mendekat, melempar asal buku besar isi 100 miliknya di atas mejaku. Huh, aku tau kelanjutannya seperti apa.

Paling suruh aku buatin RAB untuknya juga.

"Punya gue juga lo tulisin. Jangan ada yang salah, apalagi bekas tipe-x nya dimana-mana."

Bukannya dikerjakan bersama-sama, Raja main seenaknya suruh aku kerjain punya dia juga. Mana pakai syarat lagi, malesin banget.

"Gue juga sibuk, bukan elo doang." Aku memilih melanjutkan nulis, alih-alih mendengar pembelaan darinya, "bikin RAB semua kelompok lebih susah ketimbang pekerjaan per-kelompok," imbuhnya seraya melenggang pergi ke tempatnya Izzu, di seberang mejaku.

Dia 'kan pinter. Pasti sangat mudah untuknya membuat RAB semua kelompok tanpa berpikir lama?

Untung pelajaran terakhir jamkos, sebab guru bersangkutan tengah sakit. Satu jam sebelum bel pulang, punyaku telah selesai. Meregangkan kedua lenganku, karena mendadak pegal akibat kelamaan nulis.

"Guys, nanti enggak pramukaan, ya. Jadi, yang mau belanja buat besok, langsung cus aja ke toko langganan kita sedari kelas sepuluh," beritahu Riki.

Eh, tumben banget eskul pramuka libur? Biasanya juga enggak pernah absen. Ada apakah gerangan?

"Kelas sepuluh lagi pelatihan, sebelum pelantikan bantara." Semuanya mengangguk paham dan kembali ke rutinitas masing-masing, sebelum bel pulang berbunyi.

"Ratu?" panggil Daisy menghampiriku yang tengah memainkan ponsel.

"Kenapa?" Mematikan ponsel dan menaruhnya di atas meja.

Ditanya olehku, Daisy berdehem pelan lalu matanya bergerak gelisah, seperti sedang menahan BAB? Iyalah, biasanya Daisy banyak tingkah di dalam maupun luar kelas. Lha sekarang? Macam ketahuan selingkuh, padahal si doi hanya sebatas teman saja, nggak lebih. Nyeseknya bukan main.

Aku mengangkat tangan kanan guna menyadarkan Daisy, "Isy, aku ada di depan kamu, kenapa matanya celingukan ke arah Wahyu?" Demi cintaku kepada Dylan Wang, raut wajah Daisy langsung memerah dan gelagapan takut obrolan kita kedengaran oleh si empu nya.

"Pssttt, jangan keras-keras, nanti Wahyu tau bisa gawat," bisik Daisy. Jadi, betul 'kan Daisy terkenal banyak tingkah suka sama Wahyu yang lemah lembut itu.

"Siapa yang suka Wahyu?" Suara Lusi menggema ketika selesai membuang hajat nya.

Seisi kelas kebingungan atas perkataan Lusi, and Daisy mukanya pucat hampir pingsan kalau aku tidak segera mencekal pergelangan tangannya.

"Lusi suka sama gue?" tanya Wahyu lembut. Aku pun hampir terlena olehnya segera di tepis, kala mengingat Dylan Wang, sang pujaan hati ... haluku.

Lusi tergelak, dan kakinya perlahan mendekat pada Wahyu, "Daisy noh yang suka sama elo," jawab Lusi kembali pada bangkunya.

Seolah telepati alias eye contact antara Wahyu dan wajah pucatnya Daisy, bel pulang berbunyi menyelamatkan perempuan banyak tingkah itu dari pertanyaan sang doi.

Di parkiran sekolah, aku berebut dengan Daisy ingin dibonceng oleh Izzu. Sampai upin-ipin yang tak kunjung lulus TK, aku gak sudi dibonceng Raja, bikin darah tinggi. Saling berdebat, akhirnya Raja membawaku menuju motor matic lelaki itu. Waduh, harus banget gitu aku bareng Raja? Help me please?!

Selama perjalanan aku cosplay jadi manequin. Iya, diam terus padahal mulutku gatal sekali ingin mengeluarkan beribu-ribu kata yang tertahan akibat di depanku ini adalah Raja. Selain bermulut pedas, aku lihat Raja orangnya cuek, jadinya mulutku terus bungkam seperti diberi lem.

Sesampainya di toko, Raja mengambil buku catatan berisi daftar data belanjaan dalam tas hitamnya, lalu menyerahkan begitu saja kepadaku.

"Kenapa gak kamu aja?" ujarku sebisa mungkin menahan kesal.

Raja tidak menyahut, lelaki itu malah kembali lagi menuju motornya.

"Udah yuk, kita masuk duluan aja. Keburu sore dan cuaca lagi mendung," ajak Izzu kepadaku serta Daisy.

Aku yang membaca bahan di buku catatan, sementara Izzu bertugas mengambil bahan tersebut. Tak lupa Daisy yang mendorong troli di samping aku.

Untuk praktek besok ialah memasak satu macam cake setiap kelompoknya. Di antaranya ada black forest, rainbow cake, chiffon cake, butter cake dan red velvet. Aku dengan Raja kebagian rainbow cake, di mana adonannya berlapis serta berwarna-warni seperti cintaku kepada Dylan Wang.

Pukul lima sore, kami berempat selesai berbelanja untuk kebutuhan praktek esok hari. Hujan mulai rintik-rintik membasahi bumi, membuat kami bergegas menuju parkiran. Menenteng kantung kresek masing-masing di kedua tanganku, sedangkan untuk bahan yang mudah pecah seperti telur dan lainnya dibawa oleh Izzu. Berbicara hal random dengan Daisy, aku penasaran akan Raja yang lama sekali menghidupkan motornya. Jangan-jangan? Aku berbalik arah demi mengenyahkan pikiran negative ku.

Sudahlah, motor Raja tidak bisa di starter maupun di sela. Ottoke ini. Gak mungkin aku naik kendaraan umum yang sangat jarang sekali mengarah ke tujuan rumahku.

"Isy," melasku memberi kode kepadanya agar aku ikut pulang bersamanya dan Izzu.

Tak

Aku meringis ketika Daisy menjitak pelan kening mulusku, "Gila lo?! Ogah dih." Mata Daisy melotot, sementara aku mengembungkan kedua pipiku, "elo pergi sama Raja. Pulangnya juga sama Raja dong."

"Lo pulang ke rumah gue dulu," kata Raja sambil menarik lengan bajuku. Gawat, aku mau dibawa ke kost-an nya Raja?

"Nggak!?" Aku berusaha memberontak meminta Raja melepaskan cekalan di lengan bajuku, "jangan gila deh. Aku gak mau ya, ke kost-an kamu. Mending aku jalan kaki aja."

Raja berdecak kasar. Matanya menghunus tajam ke arahku, sampai Izzu dan Daisy menghampiri kami.

"Kamu ikut dulu aja sama Raja ke pondok pesantren. Nanti Raja minjem motor punya abi nya." Aku mencerna penjelasan dari Izzu. Rupanya aku salah paham deh, batinku menggaruk alis yang mendadak gatal.

Pondok pesantren Al-Jabar kini terpampang nyata di depanku, setelah turun dari angkot bersama Raja. Izzu bilang, pesantren ini milik kedua orang tuanya Raja, dan lelaki bermulut pedas itu adalah anak bungsu yang memilih nge-kost alih-alih tinggal bersama dengan umi dan abi nya. Itulah sedikit cerita Izzu di sela chat tadi.

"Kalau ada santri putra, elo nunduk. Jangan tebar pesona, apalagi ganjen sama santrinya abi." Aku diam tak menjawab ucapan sinis Raja.

Pintu gerbang dibuka sebagian oleh lelaki bersarung hitam, baju koko putih, dan jangan lupakan kopiah sebagai pelengkapnya menjadi imamku di masa depan nanti.

Ketika akan menyapa disertai senyum manis andalanku, Raja sengaja menjegal sebelah kakiku. Tenang. Hampir saja aku berkata kasar di depan santri tadi. Setelah puas menjahili aku, Raja menyelonong lebih dalam lagi hingga sampailah di depan rumah sederhana, namun elegant itu.

Baru saja aku dan Raja akan mengucap salam, pintu tiba-tiba terbuka, hingga menampilkan sosok anak kecil yang aku kira berumur dua tahun, "Ummah, ada pacarnya om Raja dateng."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel bukan Wanita SIMPANAN
8.7
Cashe terjebak dalam malam penuh gairah yang tak terduga dengan seorang pria asing yang sangat menawan. Di bawah pengaruh alkohol, ia melupakan statusnya sebagai keturunan bangsawan yang terhormat. Padahal, Cashe telah dijanjikan untuk menikah dengan pria dari kalangan elit serupa. Kini, reputasi keluarganya terancam hancur akibat satu kesalahan fatal. Siapakah sosok pria misterius tersebut, dan bagaimana Cashe akan menghadapi konsekuensi dari pengkhianatan ini?
Sampul Novel DIONESA
8.9
Kehidupan Sasa berubah total saat pindah ke sekolah baru dan harus duduk sebangku dengan Dion, siswa dingin yang anti-sosial. Di saat yang sama, Sasa terpukul mengetahui ayahnya memiliki kekasih baru. Melihat Sasa yang terus murung, Dion yang semula tertutup perlahan mulai peduli dan membuka diri. Kedekatan ini menumbuhkan rasa nyaman di antara mereka hingga rahasia pribadi Dion terungkap, memicu benih cinta yang mulai terpendam di hati masing-masing.
Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Dikhianati tunangan saat hamil membuat Livia nyaris tewas hingga terpaksa kabur. Lima tahun kemudian, ia kembali dan menyelamatkan seorang bocah yang ternyata putra miliarder terkaya. Pria itu kini melindunginya, menghancurkan para musuh, hingga membungkam saudari jahat Livia dengan pengakuan mengejutkan tentang pernikahan rahasia mereka selama lima tahun. Livia yang bingung kini harus menghadapi rayuan sang suami misterius yang menginginkan anak kedua.
Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Suasana hangat menyelimuti ruang tamu rumah sederhana itu saat Renata tak mampu menahan desahan ketika Eka mendaratkan ciuman mesra di lehernya. Di atas sofa tua yang mulai bergoyang, gairah muda mereka membuncah. Tangan Eka dengan nakal meremas tubuh Renata di balik kaos oblongnya, menciptakan getaran yang memenuhi ruangan sempit tersebut. Dalam dekapan pria itu, Renata hanya bisa memanggil namanya saat sentuhan intens Eka mulai memilin seluruh raganya.
Sampul Novel Harga yang Harus Dibayar : Sugar Baby
8.0
Arina merupakan sosok gadis cerdas dan ambisius yang terjebak dalam pusaran dunia mafia setelah bertemu Alvaro. Sebagai pemimpin jaringan bisnis ilegal berpengaruh di kota, pria berusia awal 40-an tersebut terobsesi menjadikan Arina miliknya. Alvaro tidak ragu memanfaatkan kekayaan serta kekuasaannya demi mendapatkan apa yang diinginkan. Kini, kehidupan Arina berubah total saat dirinya dianggap sebagai permata berharga oleh sang penguasa gelap tersebut.
Sampul Novel Istri Rahasia Sang CEO
9.3
Danendra Danu Atmaja, pengusaha sukses, tiba-tiba menawarkan untuk melunasi biaya pengobatan ibu Arana Salingga. Namun, bantuan tersebut datang dengan syarat yang mengejutkan: Arana harus menikahinya. Meski Arana sudah memiliki kekasih dan merasa asing dengan Danendra, pria itu tetap bersikeras. Arana terjebak dalam dilema besar karena perbedaan status sosial mereka yang sangat jauh. Mengapa sosok CEO ternama tersebut memilih gadis biasa sepertinya?