APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nikmatnya Cinta Suci

Nikmatnya Cinta Suci

Rubi, pengusaha muda sukses, mendapati hidupnya hancur setelah memergoki istrinya, Candy, berselingkuh dengan Jeff, bawahan kepercayaannya. Setelah memenjarakan mereka, Rubi mencari ketenangan di desa dan jatuh hati pada Dara, janda muda yang sederhana. Namun, orang tua Rubi menentang hubungan itu karena status sosial Dara. Di sisi lain, dendam membara dari balik jeruji besi membuat Candy dan Jeff merencanakan pembalasan keji untuk menghancurkan kebahagiaan Rubi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Beberapa minggu berlalu sejak pertengkaran terakhir mereka. Suasana di rumah Rubi masih tetap tegang, bahkan semakin meruncing. Namun, sesuatu yang tak terduga akan segera menghampiri mereka.

Suatu malam, Rubi pulang lebih awal dari kantornya. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres, sesuatu yang memicu ketidaknyamanan dalam dirinya. Ketika ia memasuki rumah, ia merasakan gelapnya suasana dan keheningan yang mencurigakan. Langkah hati-hati menghantarkannya ke kamar tidur, di mana ia mendapati Candy tidak ada di sana.

Hatinya berdebar kencang. Ia memutuskan untuk bergerak lebih lanjut, mencari petunjuk apa yang sebenarnya terjadi. Langkahnya terdengar seperti bisikan di lantai yang bersih. Ia mendengar suara berbisik-bisik di dalam ruang tamu. Dengan hati berdebar, ia merambat mendekati pintu ruang tamu dan mendapati pintu setengah tertutup.

Dengan hati-hati, ia membuka pintu perlahan-lahan, dan apa yang ia lihat di dalam membuatnya terpaku di tempat. Candy, istrinya, sedang duduk di sofa dengan Jeff, anak buah Rubi yang juga merupakan manajer keuangan di perusahaannya. Tangannya terlipat erat di dalam genggaman Jeff, sementara mata mereka terlihat penuh gairah.

Rubi merasa dunianya hancur. Semua perasaan kecurigaannya ternyata menjadi kenyataan yang memilukan. Ia merasa dikhianati, tidak hanya oleh istrinya sendiri, tetapi juga oleh anak buahnya yang dianggapnya sebagai orang kepercayaan.

"Candy! Jeff!" Rubi berteriak dengan suara yang penuh kemarahan dan kekecewaan.

Kedua orang itu terkejut, melepaskan genggaman mereka dengan cepat. Wajah mereka terlihat penuh ketakutan dan keterkejutan. Candy berdiri dengan tergesa-gesa, mencoba merapikan dirinya, sementara Jeff hanya bisa menunduk dengan rasa malu.

Rubi merasa api kemarahan membakar dalam dirinya. Ia tidak bisa menahan emosinya lagi. "Apa ini yang kalian lakukan di belakangku? Candy, apakah ini caramu membayar semua yang aku berikan padamu? Dan Jeff, apakah ini balasmu atas kepercayaanku?"

Candy mencoba berbicara, tetapi kata-kata terjatuh dari bibirnya seperti air yang terjun dari tebing. Ia menangis, merasa bersalah dan tak berdaya.

Sementara itu, Jeff mencoba menatap mata Rubi dengan penuh penyesalan. "Rubi, aku minta maaf. Ini adalah kesalahan besar yang tak bisa kau maafkan."

Rubi merasa perasaannya campur aduk. Ia merasa hancur, marah, dan sangat terluka. Kehancuran dan pengkhianatan ini terasa seperti pukulan telak yang datang bertubi-tubi. Ia meninggalkan ruang tamu dengan langkah yang gemetar, meninggalkan Candy dan Jeff yang terduduk lemas di tempat.

Malam itu, Rubi merenung sendiri di teras rumahnya. Ia merasakan betapa kerapuhan kehidupan dan hubungan yang ia bangun begitu rapuh. Semua keberhasilannya dalam bisnis tak mampu menjaga keutuhan rumah tangganya. Dan di tengah kehampaan itu, Rubi merasa hancur dan sendirian. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi, menghadapi kenyataan pahit ini.

Keesokan harinya dengan perasaan Rubi yang terus terkoyak. Kepercayaan dan cinta yang ia pernah miliki tercabik-cabik oleh pengkhianatan istrinya. Setiap hari menjadi perjuangan untuk menjalani rutinitasnya dengan perasaan yang hancur dan penuh kesedihan.

Momen itu akhirnya tiba. Pagi itu, Rubi duduk di meja makan sendirian, merenung pada secangkir kopi yang tak pernah ia minum. Candy, yang sudah jarang berada di rumah, datang dengan ekspresi ragu di wajahnya.

"Candy, duduklah," Rubi berkata dengan suara yang tenang, namun terdengar berat.

Candy menuruti perintahnya, duduk di hadapan Rubi dengan tatapan yang penuh ketidakpastian. Rubi merasa hatinya berdenyut cepat, namun ia harus menghadapinya.

"Candy, aku merasa kita tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini," ucap Rubi dengan suara bergetar. "Perceraian adalah satu-satunya jalan yang tersisa bagi kita."

Candy terdiam sejenak, matanya berkaca-kaca. Ia tahu bahwa momen ini akan tiba, tetapi mendengarnya diucapkan oleh Rubi membuatnya terasa lebih nyata dan menyakitkan.

"Aku tahu aku melakukan kesalahan besar, Rubi. Aku menyesalinya setiap hari," ucap Candy dengan suara lirih, mencoba menahan tangis.

Rubi mengangguk, wajahnya penuh dengan campuran emosi. "Aku juga menyesal, Candy. Kita memang tidak memulai pernikahan ini dengan cinta, tetapi aku berharap kita bisa membangunnya bersama. Tapi pengkhianatan ini... itu terlalu besar untuk diabaikan."

Candy menundukkan kepalanya, air mata mengalir bebas di pipinya. Rubi merasa seolah ia juga kehilangan sebagian dari dirinya dalam perjalanan ini. Namun, ia harus kuat untuk mengambil keputusan yang sulit ini.

"Aku akan memberikanmu waktu untuk mengemas barang-barangmu dan menemukan tempat tinggal yang baru," Rubi berkata dengan suara yang rapuh.

Candy mengangkat wajahnya, tatapan mata mereka bertemu. "Aku benar-benar minta maaf, Rubi. Aku tahu aku tidak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang, tetapi aku berharap suatu hari kamu bisa memaafkanku."

Rubi menghela nafas dalam-dalam, merasakan beban berat di bahunya. "Aku akan mencoba, Candy. Semoga kita berdua bisa menemukan kedamaian di masa depan."

Mereka duduk dalam keheningan, merasakan patah hati dan akhir dari sebuah perjalanan panjang. Pernikahan yang tidak pernah didasari oleh cinta akhirnya berakhir dengan pengkhianatan dan kehilangan.

Ketika Candy akhirnya meninggalkan rumah, Rubi merasa campuran perasaan lega dan hampa. Ia merenung pada perjalanan hidupnya yang telah membawanya melalui keberhasilan bisnis yang gemilang dan juga kegagalan dalam pernikahan. Dan dalam kehampaan itu, ia berjanji untuk mencari jalan baru menuju kebahagiaan yang sejati, yang mungkin suatu hari akan datang padanya.

Saat pernikahannya akan berakhir, Rubi merasa perlu untuk lebih fokus pada bisnisnya. Perusahaannya, yang telah membesar dan berkembang dengan pesat, memerlukan perhatian ekstra dalam menghadapi tantangan-tantangan baru. Namun, di balik keberhasilan bisnisnya, ada rasa curiga yang semakin mengganggu pikirannya.

Rubi mulai merasa ada yang tidak beres dengan laporan keuangan perusahaannya. Angka-angka tidak sepenuhnya cocok dan ada ketidaksesuaian yang mencurigakan dalam transaksi-transaksi tertentu. Ia merasa bahwa dana perusahaan mungkin telah disalahgunakan, dan mata Rubi langsung tertuju pada Jeff, mantan manajer keuangannya.

Dengan hati-hati, Rubi memutuskan untuk memeriksa laporan-laporan keuangan dengan lebih mendalam. Ia berusaha mencari bukti-bukti yang dapat menguatkan dugaannya. Setiap malam, setelah pulang dari kantornya, Rubi akan tenggelam dalam lembaran-lembaran laporan keuangan, mencoba menghubungkan pola-pola yang mencurigakan.

Pada suatu pagi, Rubi menemukan sebuah transaksi besar yang terasa sangat tidak wajar. Dana perusahaan yang seharusnya digunakan untuk pengembangan dan investasi tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Ia mulai merasa semakin yakin bahwa ada penyelewengan yang terjadi, dan sasarannya semakin jelas: Jeff.

Rubi memutuskan untuk mengambil langkah berikutnya. Ia mengumpulkan bukti-bukti yang ia temukan dan merencanakan pertemuan dengan pengacara bisnisnya. Ia merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil tindakan hukum terhadap Jeff, jika dugaannya benar.

Pertemuan dengan pengacara membuka mata Rubi pada berbagai opsi yang tersedia. Pengacara menyarankan untuk meminta audit internal yang independen untuk menyelidiki dugaan penyelewengan ini. Rubi setuju dan segera memerintahkan tim audit internal perusahaannya untuk memulai penyelidikan.

Sementara audit berlangsung, suasana di perusahaan menjadi semakin tegang. Rubi mencoba untuk tetap menjalankan bisnisnya seperti biasa, tetapi beban pikirannya semakin berat. Ia merasa seperti kepercayaannya telah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai, Jeff.

Setelah beberapa minggu, hasil audit akhirnya keluar. Dugaan Rubi terbukti benar. Ada penyelewengan yang terjadi dalam penggunaan dana perusahaan dan Jeff terlibat dalam skema tersebut. Dana perusahaan yang seharusnya digunakan untuk investasi jangka panjang telah digunakan untuk tujuan pribadi Jeff.

Rubi merasa perasaannya campur aduk. Di satu sisi, ia merasa marah dan kecewa atas pengkhianatan ini. Namun, di sisi lain, ia juga merasa lega bahwa kecurigaannya terbukti benar dan tindakan hukum dapat diambil.

Dengan bukti yang kuat, Rubi melanjutkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap Jeff. Pengacaranya mengurus proses hukum tersebut, dan Jeff akhirnya dihadapkan pada konsekuensi perbuatannya. Pengkhianatan Jeff tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga menghancurkan kepercayaan dan hubungan antara mereka.

Saat proses hukum berlangsung, Rubi belajar banyak tentang pentingnya integritas dan kepercayaan dalam bisnis. Ia menyadari bahwa tidak hanya kesuksesan finansial yang penting, tetapi juga moralitas dan etika dalam menjalankan bisnis. Dari pengalaman pahit ini, Rubi berkomitmen untuk membangun perusahaan yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga etis dan jujur dalam setiap tindakan yang diambilnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.
Sampul Novel Lima Tahun Kebohongan
9.6
Damon dan Aurelia terikat pernikahan kontrak demi warisan dan stabilitas finansial. Setelah lima tahun berpisah, Damon kembali untuk bercerai, namun ia terkejut menemukan Aurelia membesarkan seorang putra yang sangat mirip dengannya. Di tengah tuntutan komitmen dari kekasihnya, Mira, Damon harus memilih antara rencana masa lalunya atau tanggung jawab sebagai ayah. Rahasia besar mulai terungkap, memaksa Damon mempertaruhkan segalanya demi keputusan yang benar.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi nyawa kakek, aku terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungku selama sedekade. Namun, aku justru disiksa oleh Virginia hingga wajahku hancur. Bukannya menolong, Simon malah menyebutku sampah dan membuangku ke sungai es. Di ambang maut, aku tahu kakek telah tiada. Simon merampas segalanya dariku: orang tua, kebebasan, dan harapan. Kini, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan menghancurkan hidupnya hingga dia memohon kematian yang takkan pernah kuberikan.
Sampul Novel Obsesi Cinta Sang Pemain Wanita
8.5
Terjebak dalam ancaman Jonathan yang kejam, Devanda memilih nekat demi menghindari takdir kematian yang berulang. Ia memutuskan menikahi Andriyan, sepupu Jonathan yang dikenal sebagai playboy, dengan harapan pernikahan mereka mudah berakhir. Namun, sikap dingin Devanda justru memicu obsesi mendalam pada Andriyan. Di tengah kejaran Jonathan yang ingin merebutnya kembali, Devanda harus bertahan menghadapi dua pria berbahaya demi meraih kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini terjebak tipu daya Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cinta demi menghancurkan bisnis kakaknya. Setelah menyadari foto intim dan perlindungan Baskara hanyalah rekayasa kejam, ia bangkit dari penderitaan fisik dan mental. Ia bukan lagi pion lemah, melainkan api pembalasan yang menghapus jejak rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlak.
Sampul Novel Sang Mantan Kembali
7.8
Dituduh mandul, Aruna diceraikan Revan akibat tekanan mertua. Namun, insiden satu malam dengan pria misterius di hotel mengubah segalanya. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke Canberra membawa seorang putra. Tak disangka, Presdir Dion Alverado mengklaim anak itu sebagai darah dagingnya. Di saat bersamaan, Revan datang memohon kesempatan kedua untuk menebus dosa masa lalu. Aruna kini terjepit di antara ayah biologis anaknya atau cinta lama yang ingin kembali.