APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nirmala Cinta

Nirmala Cinta

Setelah dua tahun menikah tanpa buah hati, Aulia memilih bercerai saat suaminya memutuskan berpoligami. Meski ditentang sang ibu yang gila harta, ia berhasil hidup mandiri. Namun, ketenangan Aulia terusik saat Candra datang menawarkan pekerjaan bergaji besar. Pesona Candra mulai menggoyahkan hati Aulia yang lama tertutup. Kini ia terjepit di antara tawaran pernikahan pria kharismatik itu atau gangguan sang mantan suami yang ingin rujuk kembali.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setiap rumah tangga yang tidak kunjung dikarunia anak selalu wanita yang menjadi tertuduh, itu pula yang terjadi ke Aulia. Dua tahun pernikahan mereka jalani tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda wanita berkulit kuing langsat dan berambut tebal, hitam dan lurus hingga bahu itu hamil.

“Apa maksudmu, kau akan menikah lagi?” tanya Aulia.

Pria dengan perut buncit itu menatap Aulia dengan tatapan layaknya anak manja yang tidak punya pendirian teguh.

“Ibu meminta aku untuk menikah dengan salah seorang putri dari kenalannya,” jelas Angga.

“Kenapa?” tanya Aulia.

“Karena kau tidak kunjung hamil, jadi ….”

Aulia serasa tersambar petir di sian bolong mendengar perkataan pria yang ia nikahi karena dijodohkan oleh orang tuanya itu. Dia yang tidak kunjung hamil juga belum tentu kesalahan darinya, itu juga bisa dikarenakan oleh pria yang sedikit mengalami masalah obesitas. Hanya saja, bagi orang-orang desa, saat pasangan suami istri tidak kunjung dikarunia anak maka yang menjadi sebab adalah si wanita tidak pernah laki-laki.

“Bagaimana bisa ….”

“Ibu sudah sangat ingin menimang cucu jadinya dia meminta aku untuk kembali menikah agar segera di karuniai seorang anak,” ujar Angga.

“Bagaimana kalau tetap tidak akan punya anak?” tanya Aulia.

“Kau menyumpahi putraku?!” bentak Ibu Angga dari balik tembok ruang tamu.

“Bukan begitu … hanya ….”

“Kalau kau tidak mandul, aku tidak akan membuat anakku menikah lagi!” tukas Siti kepada menantunya.

“Ibu ....”

“Jadi terima saja! Biarkan suamimu menikah lagi,” ujar wanita pra lansia tersebut.

“Bagaimana kalau bukan aku penyebabnya? Bagaimana kalau putra ibu yang menjadi sebab aku tidak segera hamil?!” Aulia memang tidak bisa mencintai pria yang ia nikahi itu meski telah dua tahun mereka menikah, tetap saja dituduh mandul oleh ibu mertuanya, ia tidak bisa terima.

“Yang mandul itu wanita, bukan pria!” tegas Siti dengan bibir maju tiga senti.

“Tapi, yang punya sperma itu anak ibu dan kalau sperma anak ibu bermasalah, menikah dengan siapa saja tidak akan pernah ….”

Plak …

Sebuah tamparan melayang ke pipi mulus Aulia yang sedikit cekung karena tertekan dengan kehidupan pernikahannya. Tangan gempal sang suami membuat tubuh dia terhuyung ke samping dan rasa panas menjalari seluru wajahnya.

“Jaga ucapanmu! Bersikaplah sopan pada ibu mertuamu!” bentak Angga.

“Itulah kenapa aku mencarikanmu anak pesantren, biar tahu adab dan etika tidak seperti dia yang tidak mengenyam pendidikan pesantren, berani melawan,” ujar Siti dengan sinis.

“Benarkah karena mereka lebih tahu adan dan sopan santun? Atau karena mereka akan menjadi istri yang penurut bahkan akan menerima saat dia di madu karena tidak kunjung hamil,” sindir Aulia.

“Kau ….” Tangan besar dan gemuk Angga bersiap untuk menampar Aulia.

Aulia yang sudah muak dengan kehidupan pernikahannya, berdiri, bangkit untuk melawan. Perjodohan yang berdasarkan kata orang oleh orang tuanya membawa dia dalam kehidupan yang penuh dengan tekanan batin, Kata mereka yang membawa Angga ke orang tuanya, pria itu adalah pria baik dan sopan dari keluarga kaya dan terpandang yang ternyata hanya isapan jempol belaka.

“Pukul aku! Hajar saja aku sampa aku mati!” teriak Aulia.

Plak …

Bukan tangan gemuk Angga yang mendarat ke pipi Aulia melainkan tangan besar sang ibu mertua yang mendarat ke pipinya.

Wanita yang sudah memasuki akhir usia pra lansia itu adalah wanita yang sangat ikut campur dalam rumah tangga mereka hingga Aulia tidak memiliki ruang sebagai seorang istri. Dari masalah keuangan hingga masalah rumah, semua dipegang dan diatur oleh wanita itu. semua hasil dagang yang diperoleh oleh Angga selalu di setor ke ibunya dengan alasan toko tersebut merupakan toko warisan yang masih menjadi milik ibunya. Aulia hanya bisa pasrah dan diam tanpa melawan sedikit pun saat Angga hampir tidak pernah memberi uang belanja dengan alasan sang ibu telah menyiapkan makanan untuk mereka makan.

“Akhirnya watakmu yang sebenarnya keluar juga,” tukas Siti dengan mata melotot.

“Bagaimana aku tidak ….”

“Wanita tidak tahu diri dan tidak punya adab, tidak akan bisa menerima kodrat dia sebagai wanita yang harus siap di madu demi memberikan keturunan kepada sang suami,” potong Siti.

Aulia ingin tertawa mendengar perkataan sang mertua. Ia memang bukan lulusan pesantren tetapi ia tahu bagaimana Islam memperlakukan wanita yang jelas tidak seperti yang diyakini oleh Ibu dari suaminya itu.

“Bagaimana kalau aku dan putra ibu pergi ke dokter untuk periksa dan memastikan siapa yang bermasalah di sini!” Tantang Aulia.

“Kalau periksa itu ya kamu buat apa kau bawa-bawa suamimu!” tukas Siti.

“Sudah aku bilang ….”

“Kalau mandul ya mandul saja! Tidak usah cari alasan,” potong Siti yang tidak terima dengan tuduhan menantunya.

“Aku akan bersedia di madu jika dokter menyatakan kalau aku yang menjadi sebab tidak segera hamil. Akan tetapi, jika ….”

“Halah ... terima saja kalau kau mandul!” ujar sang mertua.

“Ini bukan tentang aku tidak terima tetapi ini tentang keadilan …”

“Tidak usah sok bilang adil tidak adil!” potong sang mertua.

Aulia benar-benar tidak dapat lagi bersabar. Cukup dua tahun ia menahan semua sikap dan perangai burung mertuanya yang terlalu mengatur dan suka seenaknya sendiri.

“Mas … bagaimana kalau kita pergi ke dokter dan memastikan …”

Plak …

Tamparan kembali didapat oleh Aulia dari ibu mertuanya hanya karena ia berusaha meyakinkan suaminya. Dengan wajah yang memerah karena rasa panas yang menjalar serta air mata yang mulai berlinang, Aulia masih berusaha untuk membela hak dia sebagai wanita juga istri.

“Ini demi kebaikan Mas Angga juga. Sudah aku bilang jika kau yang menjadi sebab ….”

“Cukup!" hardik Siti.

“Ibu …”

“Yang mandul itu kamu! Bukan suamimu!” geram Siti.

“Tidak … aku tidak …”

“Sudah!” Siti kembali memotong perkataan menantunya. Ia tidak mau mendengar tuduhan kepada putra semata wayangnya dari mulut sang menantu. “Kau tidak memiliki pilihan lain selain menerima untuk di madu!” tegas Siti.

Aulia menatap tajam suami dan ibu mertuanya. Dua orang yang menjadi sebab air mata terus mengalir hampir di setiap hari dalam dua tahun pernikahannya, sang suami yang sangat anak mama itu selalu menuruti dan mengikuti kata sang ibu bahkan dia rela tidak memberi nafkah pada sang istri. Bahkan, Aulia selalu diminta untuk mengalah dan mengerti dengan sikap sang mertua hingga ia tidak kehilangan jati dirinya.

Inilah waktunya, batin Aulia. Ia berdiri tegap dan tatapan tegas tidak tergoyahkan.

“Tidak,” ujar Aulia.

“Apa maksudmu dengan tidak?” tanya sang mertua.

“Saya punya pilihan lain selain di madu,” tukas Aulia.

“Apa?”

“Saya memilih untuk bercerai dari Mas Angga,” kata Aulia dengan tegas, membuat suami dan mertuanya terbelalak kaget.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby Twins Billionaire
7.9
Masa depan Freya Amalia hancur dalam semalam akibat perbuatan pria asing. Kegetiran hidupnya bertambah saat ia menyadari dirinya mengandung bayi kembar dari tragedi tersebut. Di sisi lain, Vero Brance Harison dihantui rasa bersalah yang mendalam atas dosa masa lalunya. Ia bertekad menemukan wanita yang telah disakitinya untuk dijadikan istri. Saat takdir mempertemukan mereka, mampukah Vero menebus kesalahannya dan dapatkah Freya memaafkan ayah dari anak-anaknya?
Sampul Novel Ikatan Yang Ditakdirkan
9.6
Zayyad, CEO muda penderita gynophobia, terpaksa menikah demi menepis rumor miring. Di sisi lain, Alina yang misandris merelakan prinsipnya demi sang nenek. Pertemuan antara rasa takut dan benci ini membawa mereka ke dalam ikatan pernikahan yang kontradiktif. Zayyad mendambakan keluarga normal selamanya, sementara Alina justru merencanakan perceraian setelah tugasnya usai. Akankah takdir menyatukan hati mereka atau justru berakhir tragis sesuai rencana awal Alina?
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, wanita kutu buku, terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO arogan, Gavin Wildberg. Gavin justru menjalin hubungan gelap dengan adik angkat Alan, Aluna. Derita Alan memuncak saat ibu mertuanya mengusir dan memaksanya bercerai karena dianggap buruk rupa. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria menyelamatkannya dan mengungkap identitas asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, Alan kembali untuk menuntut balas pada mereka.
Sampul Novel Istri Penebus Hutang
9.8
Elara, gadis penuh harapan di tengah kemiskinan, harus menghadapi kenyataan pahit akibat ulah ayahnya, Hasan. Demi melunasi utang keluarga yang menumpuk, Hasan memaksa Elara menikahi Raka, konglomerat misterius yang menguasai dunia bisnis namun tak pernah muncul di publik. Meski hatinya hancur dan air mata tertahan, Elara tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan sang ayah. Kini, nasibnya terikat pada sosok pria berkuasa yang tidak ia kenal.
Sampul Novel Istri Rahasia CEO
9.5
Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Sampul Novel Mami, Papi Memintamu Kembali
8.1
Binar Mentari mengakhiri tiga tahun pernikahan pilunya dengan Barra Atmadja, penguasa angkuh yang selalu menghinanya. Setelah lama menghilang, ia kembali sebagai dokter ternama bersama sepasang anak kembar yang cerdas. Meski banyak pria hebat memujanya, Barra justru muncul membawa penyesalan mendalam dan memohon kesempatan kedua. Di tengah upaya mantan suaminya menebus kesalahan masa lalu, mampukah Binar membuka hati kembali demi masa depan keluarga mereka?