APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Not a Dangerous husband

Not a Dangerous husband

Raymond terjebak dalam pernikahan paksa dengan Almoora setelah dituduh sebagai pelaku pemerkosaan terhadap gadis tersebut. Ketidakmampuan membuktikan diri tak bersalah membuatnya hidup dalam frustrasi, apalagi Almoora terus histeris akibat trauma mendalam. Di bawah tatapan benci sang istri, Raymond bertekad mengungkap kebenaran dan mencari pelaku asli. Mampukah ia meyakinkan Almoora? Akankah rumah tangga mereka bertahan setelah semua fakta terungkap jelas?
Bab
Bagikan

Bab 1

Rintik hujan masih tersisa di pagi nan dingin ini. Semalam hujan turun sangat deras, menyisakan basah di tanah dan dedaunan.

Seperti biasa, Ramona bersepeda keliling kampung menjajakan sarapan dan minuman hangat racikan tangannya sendiri.

Pagi ini begitu tenang, suara cicit burung hampir tidak terdengar. Tidak seperti pagi biasanya, mungkin pengaruh hujan lebat tadi malam membuat mereka enggan bersuara.

Ramona melewati lapangan hijau tempat anak-anak biasa bermain bola kaki di sore hari. Lapangan itu kini basah dan becek.

Ramona menghentikan kayuhan sepedanya ketika mendengar suara erangan di balik semak-semak yang tumbuh di pinggir lapangan. Ia turun dari sepeda, kemudian berjalan mendekati sumber suara.

"Astagaaa!" Perempuan paruh baya tersebut berlari ke arah seorang gadis yang terbaring lemah di tanah di balik semak-semak. Ramona dengan cepat mengangkat kepala gadis itu, jari telunjuknya terarah ke bagian bawah hidung si gadis.

“Nak ... nak ...” Ramona menggoyang-goyangkan tubuh si gadis, karena tidak mendapatkan respon apapun, ia kemudian berlari mencari bantuan kepada warga.

Pagi ini, kampung mastah di hebohkan dengan penemuan si gadis yang masih belum diketahui identitasnya. Tubuh dan wajahnya penuh lumpur, mungkin ini akibat hujan deras yang mengguyur bumi tadi malam.

Ramona dan beberapa orang warga membawa gadis tersebut ke rumah sakit, sebagian warga lagi ke kantor polisi melaporkan kejadian tersebut.

Ramona, perempuan yang usianya hampir 50 tahun ini berjalan mondar mandir di depan ruang ICU menanti dokter yang sedang memeriksa si gadis. Ia memang tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak tapi ia punya rasa keibuan yang tinggi, ia punya jiwa kasih sayang yang besar. Terbukti, ia berhasil membesarkan Raymond hingga dewasa dengan baik. Raymond-nya adalah anak adiknya yang meninggal karena kecelekaan sewaktu Raymond masih berusia 2 tahun.

“Apa yang terjadi pada gadis malang itu, Dok?” tanya Ramona pada salah seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU.

“Dia korban pemerkosaan, apa sudah ada yang menghubungi polisi?”

Ramona menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia tidak menyangka, gadis malang yang ia temukan di lapangan bola adalah korban perbuatan keji lelaki yang berhati binatang.

Di saat yang sama, dua orang polisi datang menghampiri. Atas laporan dari dokter, polisi tersebut meminta izin pada dokter itu untuk mengidentifikasi identitas si gadis guna menghubugi keluarganya.

*

Ramona menyeduh teh hangat lalu menambahkan sedikit madu ke dalamnya. Ia kemudian duduk di kursi santainya setelah meminum beberapa tegukan teh yang ia ramu tadi.

Ramona memejamkan mata sambil memijit ringan bagian atas pelipis matanya, ia masih belum bisa membayangkan bagaimana ekspresi keluarga si gadis tadi jika mengetahui anak mereka telah menjadi korban perkosaan.

“Mama memikirkan apa?” Tangan Raymond mengambil alih pijitan di kepalanya. Sontak Ramona membuka mata, ia menoleh ke belakang, di tempat Raymond berdiri.

“Raymond? Kamu kapan pulang?” Ramona langsung bangkit dan memeluk putranya, sudah hampir 6 bulan Raymond tidak pulang. Sejak di wisuda, Raymond memutuskan untuk mencari kerja di kota.

“Pagi tadi,” jawab Raymond.

“Ma, aku sudah dapat pekerjaan. Mama ikut aku ke kota, ya? Mama tidak perlu lagi menjajakan sarapan pagi keliling kampung,”

Raymond mengambil duduk persis di depan Ramona. Ia meminta Ramona kembali duduk di kursi santainya.

“Mama lebih bahagia hidup di sini. Ini rumah peninggalan kakek dan nenek kamu, tidak mungkin mama meninggalkan rumah ini. Tempat ini memiliki sejuta kenangan yang tidak akan bisa mama lupakan.”

“Tapi Ma, aku—“

“Raihlah cita-cita mu setinggi yang kamu bisa. Mama akan terus mendukungmu, dimanapun kamu berada,” potong Ramona.

Raymond tersenyum kecil mendengarnya, Ramona memang perempuan yang sangat tangguh. Raymond mengidolakan sosoknya, Raymond mencintainya meskipun Ramona bukanlah ibu kandungnya.

“Kamu bekerja di mana?” tanya Ramona lagi.

“Di perusahaan Albravo.”

“Albravo? Punya Tuan Almeer?” tanya Ramona lagi.

“Iya, Ma! Aku bertemu Bryan. Dia baru saja kembali dari luar negeri. Tidak lama lagi, ia akan menggantikan posisi Tuan Almeer di perusahaan.” Lagi, Raymond tersenyum kecil menceritakan sahabat masa kecilnya yang memiliki nasib yang sangat baik dan terlahir dari orang tua yang kaya raya.

“Bryan memberikan aku pekerjaan, dan minggu depan aku sudah mulai bekerja,” lanjut Raymond.

“Mama senang mendengarnya, mama doakan kamu bisa sesukses Bryan.”

Ramona kembali memeluk Raymond, ia turut bahagia melihat keberhasilan putranya.

“Siapa yang datang siang-siang begini?” Ramona mengurai pelukannya ketika mendengar bel rumah berbunyi.

“Biar aku yang buka, Ma!” ujar Raymond.

Raymond melangkahkan kakinya menuju pintu depan, diikuti Ramona dari belakang. Mereka jarang sekali kedatangan tamu, biasanya yang datang hanya tetangga dekat yang meminta ramuan minum untuk menghangatkan tubuh, dan itu mereka bisa langsung melalui pintu samping rumah, tempat kursi santai Ramona berada.

“Ada apa?” tanya Raymond kepada dua petugas yang memakai seragam kepolisian yang berdiri di depan pintu rumah mereka.

“Saudara Raymond Wahyudi?” tanya salah satu polisi tersebut.

“Iya, saya sendiri. Ada apa?” tanya Raymond sambil menautkan kedua alisnya.

Polisi tersebut memperlihatkan tanda pengenal dan surat perintah yang ia bawa. Ramona langsung mengambil surat tersebut dan membacanya.

“Apa ini?” tanya Ramona.

“Tidak mungkin, anak saya baru saja datang pagi ini. Tidak mungkin ia pelakunya. Anda pasti salah orang, Pak!”

Raymond berdiri kaku ketika mendengar tuduhan yang ia terima, tidak lama kemudian kakinya melangkah mundur ke belakang.

“Bu-bukan saya ....” ujarnya terbata-bata.

“Anda bisa jelaskan nanti. Maaf, Bu! Putra anda kami bawa.”

Ramona berdiri menghadang ke dua polisi yang hendak membawa Raymond. ia melindungi Raymond dengan tubuhnya.

“Anda tidak bisa membawa putra saya begitu saja. Anda punya bukti apa? Putra saya anak yang jujur, jika ia bilang bukan dia, artinya bukan dia pelakunya. Anda salah orang, Pak! Saya sangat mengenal putra saya.” ujar Ramona.

Lalu salah seorang polisi mengeluarkan foto dari saku bajunya. Sebuah foto jam tangan yang sudah di kemas ke dalam sebuah plastik.

“Jam tangan ini, ada nama putra ibu di belakangnya. Ini kami temukan di lokasi kejadian.”

Ramona meluruh, kakinya menjadi tidak berdaya untuk menopang beban tubuhnya. Jam tangan itu, adalah hadiah yang ia berikan pada Raymond sewaktu putranya berhasil meraih gelar sarjana. Ia sengaja mengukir nama Raymond di belakang jam tangan tersebut.

“Ma ....” Raymond memegang tubuh Ramona dan membawa Ramona duduk di sofa.

Ramona menepis tangan putranya, ia bahkan memalingkan wajah dan tidak mau lagi memandang wajah Raymond. Ramona kecewa, ia sangat kecewa. Gadis malang yang ia tolong pagi tadi ternyata ulah putranya sendiri. Ia bahkan merutuki si pelaku perkosaan, mendoakan si pemerkosa supaya hidupnya tidak tenang. Ternyata yang ia doakan justru putra yang ia cintai.

“Bukan aku, Ma! Aku tidak melakukannya.” Raymond membela diri.

“Bawa dia, Pak! Cepat bawa si pemerkosa ini jauh-jauh dari hadapan saya,” pinta Ramona.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Pasti Bisa Tanpamu
7.8
Selama delapan bulan, seorang istri bertahan dalam siksaan batin dan diperlakukan layaknya pelayan oleh suami serta keluarga mertuanya. Ketakutan akan status janda membuatnya bungkam hingga pengkhianatan suaminya terungkap. Meski diusir dari rumah warisan orang tuanya sendiri akibat kelicikan mereka, ia kini bangkit dalam keadaan mengandung. Ia bertekad memulai lembaran baru demi membuktikan bahwa dirinya mampu meraih kesuksesan dan kemandirian tanpa mereka.
Sampul Novel Belenggu Mantan
9.6
Kehidupan Diandra berubah drastis saat ia terpaksa terikat dalam pernikahan dengan Dave Airlangga, sang pewaris tunggal Aerles Corporation. Sayangnya, hubungan mereka hancur akibat kesalahpahaman fatal yang berujung pada perceraian. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ego yang terluka, mampukah keduanya memperbaiki keretakan tersebut? Simak perjuangan mereka untuk membangun kembali puing-puing rumah tangga yang sempat runtuh dalam kisah penuh emosi ini.
Sampul Novel Bertahun-tahun Terpisah, Hati Terbangun
9.2
Identitas Nyonya Marshall terbongkar dan memicu skandal besar. Dituduh mencelakai kekasih gelap suaminya, ia dipenjara hingga dikabarkan tewas bersama seorang bayi. Namun, enam tahun kemudian, Callie muncul kembali sebagai sosok baru yang mempesona. Saat bertemu Pak Marshall, ia tak lagi tunduk. Dengan senyum anggun, Callie menegaskan bahwa dirinya telah menikah bahagia dan meminta mantan suaminya itu untuk menjaga jarak demi menghormati kehidupan barunya yang sekarang.
Sampul Novel Cinta Sang Majikan
9.7
Trauma masa lalu menghancurkan hidup Amber Aileen hingga ia nyaris mengakhiri segalanya. Di tengah keputusasaan, Gavin Austin hadir sebagai penyelamat. Meski dikenal sebagai pria dingin tanpa ampun, Gavin justru bersikap lembut pada Amber, memicu kemarahan ibu dan tunangannya. Sebuah insiden satu malam mengikat takdir mereka lebih dalam. Namun, saat Amber mengandung, sebuah kabar mengejutkan dari Gavin mengancam janji kebahagiaan yang pernah diucapkannya.
Sampul Novel Guruku tersayang
8.6
Hati Raina telah mati untuk Kevin. Ia tak sanggup melupakan pedihnya berjuang sendirian antara hidup dan mati saat melahirkan anak kembar mereka tanpa kehadiran suami. Di saat ia mempertaruhkan nyawa, Kevin justru asyik bersama Clara. Pengkhianatan itu menyisakan trauma mendalam hingga Raina enggan untuk rujuk. Rasa takut akan disakiti lagi membuatnya sadar bahwa mereka memang tidak berjodoh, meski Kevin kini memohon untuk kembali ke sisinya.
Sampul Novel JUST WANNA BE WITH YOU
8.5
Helena Davies adalah pelukis muda berbakat dengan paras rupawan yang sukses mengelola galeri pribadinya. Namun, kehidupannya berubah rumit saat ia menerima pertunangan yang ditentang oleh Steve. Selain penolakan Steve, Helena juga harus menghadapi Dave, sepupu Steve yang penuh kejutan. Meski tertekan, kebaikan Steve serta perhatian Dave justru membuatnya bimbang. Kini, Helena terjebak dalam dilema perasaan yang sulit di antara dua pria yang memikat tersebut.